BBM Naik, Jokowi Lempar Batu Sembunyi Tangan
Makasar, Aktual.co — Pernyataan Presiden RI, Jokowi yang mengatakan soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebaiknya ditanyakan langsung ke Menteri ESDM menuai tanggapan sinis dari pengamat politik Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, DR Adi Suryadi Culla MA.
Menurutnya apa yang dikatakan Jokowi terkesan dirinya tidak mampu bertanggung jawab terhadap program dan kerja-kerja kementeriannya.
“Jokowi terkesan tidak punya visi kenegaraan sebagai pemimpin yang bertanggung jawab. Terkesan tidak paham dengan kebijakan dan program yang ditempuh menteri-menterinya dan terlihat jika Ia lempar handuk ke menterinya,” papar DR Adi Suryadi Culla kepada Aktual.co, Sabtu (28/3).
Menurut DR Adi Suryadi Culla , Jokowi semestinya bisa mengevaluasi program yang dicanangkan oleh kementerian yang ada di kabinetnya. Presiden Jokowi harus mempunyai visi kenegaraan dalam memfilter dan menyeleksi mana program kementerian yang dianggap tepat dan tidak tepat.
“Mana program yang berpihak ke rakyat mana yang tidak. Ini yang kami lihat tidak dilakukan oleh presiden Jokwi,” tuturnya.
Presiden Jokowi, lanjut Suryadi Culla terkesan melakukan pembiaran dan membuka ruang terlalu lebar kepada menterinya dalam mengeluarkan kebijakan yang menyentuh rakyat secara langsung. Dan pada akhirnya yang bertanggung jawab adalah presiden Jokowi tentunya.
“Ini terlihat Jokowi seolah-olah di dikte oleh menterinya,” ungkapnya
Suryadi Culla melihat, bahwa dengan pernyataan Jokowi tersebut terlihat seakan jokowi kurang memahami sendiri apa visi dari program dan dan dampak dari kebijakan yang dikeluarkan oleh menterinya.
Olehnya itu, semestinya presiden Jokowi melakukan banyak evaluasi terhadap menterinya yang terkadang mengeluarkan keputusan yang tidak tepat.
“Banyak program kementerian yang mesti dievaluasi. Naik tidaknya BBM jangan dilempar ke menteri. Dia yang menentukan arah,” tandas Suryadi Culla.
Suryadi Culla berharap, semestinya presiden Jokowi mampu tampil dan menjelaskan kepublik secara bertanggun jawab apa tujuan dan landasan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan kementerian. “Jangan seakan-akan dia tidak paham, ini tidak bagus untuk seorang presiden,” lugasnya.
Sebelumnya, Pemerintah kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar Rp 500/liter tepat pukul 00.00 WIB tadi malam. Jokowi saat ditanya soal kenaikan tersebut justru mengatakan persoalan tersebut ditanyakan ke Menteri ESDM.
Berikut adalah rincian harga kenaikan BBM: Harga minyak Solar naik dari Rp 6.400/liter jadi Rp 6.900/liter.Harga Bensin Premium RON 88 naik dari Rp 6.800/liter jadi Rp 7.300/liter (harga di luar Jawa-Madura-Bali) dan Rp 7.400/liter (Harga di Jawa-Madura-Bali).Harga Minyak Tanah dinyatakan tetap, yaitu Rp. 2.500/liter
Artikel ini ditulis oleh:
















