4 April 2026
Beranda blog Halaman 37623

Latihan Timnas U-23

Sejumlah pemain Timnas U-23 melakukan latihan ringan di Taman Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (28/3). Menurut pelatih Aji Santoso akan melakukan sejumlah perubahan pada susunan pemain saat melawan Brunei, Minggu (29/3), terkait kondisi fisik pemain, termasuk melihat kondisi Evan Dimas yang mengalami dislokasi bahu. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

KPU Siapkan Skenario Permasalahan Pilkada Serentak

Jakarta, Aktual.co —  Ketua KPU, Husni Kamil Manik mengatakan menanggapi pihaknya telah menyatakan kesiapannya menjalaninya proses pemilihan Pilkada serentak pada bulan Desember 2015 mendatang.
“Intinya kami siap, karena kami punya waktu senggang melaksanakannya. Beda dengan tahun 2005 lalu kami hanya dipersiapakn 6 bulan,”  jelasnya  di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/3).
Cuma persoalannya, sambungnya, yang harus dihadapi disini, selain karena ingin meningkatkan kualitas pemilu. Seringkali terjadi adalah persoalan peraturan perundang-undangan terkadang membuat masalah. Biasanya,  kejadian itu terjadi disaat pemilu sedang berlangsung. Melihat pengalaman yang terjadi itu seakan-akan kami tidak memiliki waktu untuk memperbaiki masa depan,
Ketua KPU melihat persoalan- persoalan yang mungkin terjadi selama pilkada, sedang dalam proses pembicaraan dengan pihak terkait. “Yang pasti, skenario-skenarionya tetap kami buat, untuk menjelaskan melalui undang-undang itu nantinya, ” singkat Husni.
Seperti diketahui, Pilkada serentak akan dilaksanakan pada bulan Desember 2015, sejumlah persiapan sudah dilaksanakan oleh pemerintah.

Artikel ini ditulis oleh:

Ricuh, Munas Peradi Belum Hasilkan Keputusan Bersama

Makasar, Aktual.co — Musyawarah Nasional (Munas) II Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang digelar di Hotel Grand Clarion Makassar, berakhir ricuh tanpa menghasilkan keputusan bersama pada Jumat malam (27/3).
Pasalnya, Munas yang dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno selama persidangan berlangsung terus diwarnai insiden sejak dibuka pada Kamis (26/3) sampai pada Jum’at malam.
Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi Otto Hasibuan memutuskan untuk menghentikan sidang sekitar pukul 20.00 Jumat malam karena situasi tidak kondusif “Kita tunda, Selanjutnya Munas akan kita adakan paling lambat enam bulan kedepan,” tegasnya.
Otto Beralasan, penundaan Munas ini karena berbagai masalah yang timbul sejak dimulainya pelaksanaan Munas tersebut dan akibat permintaan 48 DPC yang mengeluarkan surat permohonan penghentian dan penundaan pelaksanaan Munas.
Data yang diperoleh Aktual.co, sejak Kamis (26/3) belasan ribu anggota Peradi memang telah hadir di kota Makassar. Namun tidak diakomodirnya seluruh anggota Peradi yang ada di kota Makassar untuk mengikuti forum menjadi awal terjadinya kekisruhan.
Total 16.257 advokat yang hadir setelah melalui proses verifikasi hanya lolos 15.489 advokat. Dari total itu, hanya 785 advokat dari 65 DPC yang dinyatakan berhak memilih ketua umum. Akibatnya, mereka yang tidak diakomodir mengajukan protes pada saat ingin memasuki ruang persidangan pada Jumat pagi.
Penyebab lainnya adalah perbedaan pendapat soal sistem pemilihan ketua umum.
Sebagian peserta menginginkan sistem pemilihan dengan cara one man on vote, sementara peserta lain menginginkan sistem pemilihan dengan keterwakilan dari masing-masing DPC.
Namun, setelah Otto menutup secara sepihak Munas tersebut, beberapa kelompok dari anggota Peradi lainnya melanjutkan agenda pembahasan dan pemilihan ketua.
Sebelumnya beberapa nomine calon ketua umum adalah Juniver Girsang, Hasanuddin Nasution, Humprey R Djemat, Luhut MP Pangaribuan, James Purba dan Fauzie Yusuf H bermunculan.
Kubu Juniver Girsang menggelar rapat di VIP legend grang Clarion, sementara kubu Humphrey R Djemat melanjutkan Munas di Phinis Room, Lokasi awal acara.
Rapat yang digelar di VIP legen Grand Clarion menetapkan Juniver Girsang sebagai ketua umum Peradi 2015-2020. Ia dipilih dari 34 DPC Peradi.
Sementara kubu Humphrey R Djemat ditempat lain memutuskan agenda Munas ditunda sampai 5 bulan kedepan dan memutuskan dua keputusan pokok yakni memutuskan Ketua DPN Otto Hasibuan menjadi Demisioner dan mengangkat empat pelaksana (plt) ketua umum sementara yakni Luhut Pangaribun, Juniver Girsang, Humphrey R Djemat dan Hasanuddin Nasution.

Artikel ini ditulis oleh:

Sejak Jokowi-Ahok, SILPA DKI Terus Membengkak

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Dalam Negeri memperkirakan angka sisa lebih atau kurang pembiayaan anggaran (Silpa) DKI bakal terus membengkak tahun ini. 
Mengingat Peraturan Gubernur untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015 hanya berlaku efektif sembilan bulan hingga akhir tahun nanti. Dimana antara Januari hingga Maret tahun ini praktis anggaran menjadi tidak terpakai.
“Itu pun kalau nanti ketemunya betul efektif sembilan bulan. Kalau ternyata cuma delapan bulan ya nambah lagi anggaran yang tidak terserap, jadi Silpa lagi itu,” kata Direktur Jenderal Keuangan Daerah Reydonnizar Moenek (Donny), di Jakarta, Jumat (27/3).
Diakui Donny, ‘tren’ membengkaknya Silpa DKI terjadi sejak 2013, atau dengan kata lain saat Pemprov DKI dipimpin pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Silpa DKI dari anggaran 2013 saja sudah dipastikan sebesar Rp 8,9 triliun. Belum lagi ditambah Silpa APBD DKI 2014, yang kemungkinan juga bakal besar, mengingat anggaran DKI 2014 hanya terserap 61 persen saja atau ada 39 persen anggaran tidak terserap.
Namun Donny belum bisa mengatakan angka pasti jumlah pasti anggaran DKI 2014 sebesar 39 persen yang gagal terserap itu. Kata dia, angkanya baru bisa dipastikan setelah Badan Pengawas Keuangan (BPK) selesai berhitung Maret ini. 
“Ditambah Silpa yang ditemukan tahun ini. Jadi bisa dibilang angka Silpa DKI Jakarta akan terus membengkak,” kata Donny.
Dia mengakui, kemungkinan bakal bertambah besarnya Silpa DKI diperparah konflik Gubernur DKI Ahok dengan DPRD DKI. 
Dari hitung-hitungan kasar Aktual.co, jika APBD-P DKI 2014 sebesar Rp 72,905 triliun, maka 39 persennya adalah sekitar Rp 28,431 triliun atau melonjak tiga kali lipat dari besarnya Silpa 2013 yang berada di angka Rp 8,9 triliun. Jika ditambah antara Silpa 2013 dengan 2014, maka diperkirakan total jumlah Silpa APBD DKI ada Rp 37 triliun lebih.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Nyali Para Penculik dan Pembunuh TNI Mirip Para Teroris

Banda Aceh, Aktual.co — Pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh, Aceh, Al Chaidar menyimpulkan keberanian pelaku penembakan dua anggota intel Kodim 0103 Aceh Utara mirip dengan keberanian kelompok teror. Al Chaidar bahkan menyatakan keberanian menembak aparat hingga tewas Serda Hendrianto dan Sertu Indra Irawan, hanya dimiliki oleh kelompok teror pimpinan Abu Roban.
“Dari cara mereka beraksi lalu membidik sasaran yaitu alat negara (TNI) rasanya saya melihat ini kelompok terorisme. Jika kriminal biasa, dia tak akan berani menyasar TNI sebagai target operasinya,” sebut Al Chaidar dihubungi Aktual.co, Jumat (27/3).
Disebutkan, pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla bahwa pelaku penembakan di Aceh terkait dengan pelaku peredaran narkoba dan aksi kriminalitas dinilai Al Chaidar sangat tepat. Pasalnya, kelompok terorisme juga ada yang menghimpun dana dari sektor penjualan narkoba.
Dari sisi motif, sambung Al Chaidar sangat kecil kemungkinan pelaku penembakan TNI bermotif ekonomi. Jika motif ekonomi, menembak dan menghasilkan uang, biasanya target yang disasar adalah kelompok pengusaha. “Ini kan alat negara yang disasar,” ujarnya.
Chaidar menambahkan, kelompok teror yang berafiliasi dengan ISIS di Aceh jumlahnya semakin banyak. Kelompok ini, sambung Chaidar berbeda dengan kelompok teror yang ditangkap polisi  dua tahun lalu di Jalin, Jantho Aceh Besar.
“Semoga aparat keamanan segera bisa menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Faktor Konflik di Maluku Yang TNI Waspadai

Jakarta, Aktual.co — Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Indra Hidayat mengatakan, akar masalah daerah rawan konflik di Maluku dan Maluku Utara setidaknya memiliki sumber utama baik eksternal maupun internal. Secara internal tinjauan konflik berasal dari kondisi kehidupan masyarakat sehari-hari pasca konflik yang sudah terkotak-kotak menurut kelompok, golongan dan kepercayaan masing-masing.
Di samping faktor stabilitas emosional yang mudah disulut akibat pengaruh minuman keras dan narkoba yang diperparah dengan penyakit masyarakat, seperti perjudian, penyelundupan, perkelahian antarkampung bahkan terorisme berbasis agama dengan instrumen teror berupa bom rakitan.
Faktor eksternal yang ikut berpengaruh antara lain adanya pihak yang berkepentingan untuk tetap melanggengkan konflik komunal sehingga sumber daya alam yang ada di Maluku dan Maluku Utara tidak bisa dikelola dengan baik.
Selain itu, kata Mayjen Indra, masuknya pengaruh gerakan Islam radikal yang berafiliasi dengan ISIS dan berbagai organisasi terorisme lainnya yang dengan sengaja menjadikan tanah Maluku sebagai daerah latihan persiapan sebelum mereka melaksanakan operasi sebenarnya baik di Moro, Filipina Selatan maupun bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak.
Selain faktor ancaman yang sangat kompleks, disadari juga kondisi daerah operasi di kawasan kepulauan dengan infrastruktur transportasi dan komunikasi yang sangat terbatas juga memainkan peran dominan. Sinyal yang susah, ongkos transportasi laut yang mahal dan harga sembako yang tinggi merupakan salah satu aspek non tempur yang berpengaruh dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
“Saya minta seluruh prajurit untuk berpikir kreatif dan mendukung Binter selama operasi sehingga akan memudahkan dalam melaksanakan tugas pokok selama berada di tengah masyarakat,” ujar Mayjen Indra, Jum’at (27/3).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain