3 April 2026
Beranda blog Halaman 37625

Kejaksaan Periksa Airin dalam Kasus Korupsi Alkes

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany merampungkan pemeriksaan penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus korupsi proyek pembangunan puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Tangsel tahun 2011-2012.
Usai bersaksi, istri dari salah satu tersangka dalam kasus tersebut yakni Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan itu mengaku, dicecar oleh jaksa penyidik terkait tugas dan wewenangnya selaku Wali Kota Tangsel.
“Saya hanya diperiksa mengenai tugas dan kewajiban saya sebaga Wali Kota Tangsel,” kata Airin, usai menjalani pemeriksaan di gedung bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (27/3).
Dengan mengenakan kemeja putih dipadu kerudung putih bermotif garis-garis ini, Airin keluar dari gedung bundar pada pukul 18.45 WIB setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB. Namun ia tidak mau berbicara banyak kepada wartawan yang sudah lama menunggunya.”Kalau untuk lebih detilnya, silakan tanya ke penyidik. Makasih ya, makasih ya,” ucapnya kemudian bergegas memasuki mobil Toyata Kijang Innova hitam B 1978 WKU, kemudian meninggalkan gedung bundar.
Airin menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, tahun anggaran 2011 dan 2012 yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 7,8 milyar.
Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan tujuh orang tersangka, yakni Dadang Mepid (DM) selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel yang baru meringkuk di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung, sejak Senin (29/9).
Dadang Mepid menjadi tersangka berdasarkan melalui Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 37/F.2/Fd.1/06/2014, tanggal 13 Juni 2014, setelah penyidik menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup.
Dadang diduga melakukan perbuatan melawan hukum karena memperkaya diri sendiri atau orang lain atau satu korporasi dalam pelaksanaan proyek pembebasan tanah untuk Puskesmas dan pembangunan Puskesmas. Selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Dadang telah mengatur pembagian paket-paket pekerjaan proyek tersebut kepada rekanan-rekanan pelaksana.
Setelah itu, penyidik menetapkan enam orang tersangka lainnya, salah seorang di antaranya adalah adik kandung Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan pada 12 Agustus 2014.
Adapun kelima lainnya, masing-masing Mamak Jamaksari (MJ) selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) dan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangsel, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print. 53/F.2/Fd.1/08/2014, tanggal 12 Agustus 2014.
Kemudian, Suprijatna Tamara (ST) selaku Komisaris PT Trias Jaya Perkasa berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print. 54/F.2/Fd.1/08/2014. DY (Desy Yusandi) selaku Direktur PT Bangga Usaha Mandiri berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print. 55/F.2/Fd.1/08/2014.
Selanjutnya, Neng Ulfah (NU) sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Ia menjadi tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print. 57/F.2/Fd.1/08/2014.
Inisial HK (Herdian Koosnadi), Komisaris PT Mitra Karya Rattan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print. 58/F.2/Fd.1/08/2014 dan Wawan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print. 56/F.2/Fd.1/08/2014.
Untuk tersangka Dadang, penyidik menyangkanya melanggar Pasal 2 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, subsidiair Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

Artikel ini ditulis oleh:

Denny Kelelahan, Penyidik Hentikan Pemeriksaan

Jakarta, Aktual.co — Tersangka kasus korupsi ‘payment gateway, di Kementrian Hukum dan HAM, Denny Indrayana merampungkan pemeriksaan selama lima jam oleh penyidik Bareskrim mabes Polri, Jumat (27/3).
Ini merupakan pemeriksaan pertama kalinya bagi Denny setelah Bareskrim menetapkannya sebagai tersangka pada Rabu (25/3) lalu. Denny mengaku dicecar sebanyak 17 pertanyaan oleh penyidik seputar tugas pokok dan fungsi dirinya sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM.
Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Rikwanto membenarkan bahwa bekas Wakil Menteri Hukum dan HAM itu dicecar sebanyak 17 pertanyaan.
Pemeriksaan kali ini, lanjut Rikwanto, tidak dilanjutkan karena Denny merasakan kelelahan saat diperiksa dari pukul 14.00 WIB hingga 19.15 WIB itu.
“Ya benar dia ditanya sebanyak 17 pertanyaan, saudara Deni lelah katanya,” ungkap Rikwanto saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat.
Rikwanto menjelaskan penyidik akan kembali menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap Denny. Namun, ia belum bisa memastikan waktu pemeriksaan lanjutan itu. “Nanti berikutnya akan dijadwalkan lagi oleh penyidik,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan Denny atas dugaan korupsi proyek payment gateway. Ia diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 dan Pasal 23 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 421 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Perkiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini Hujan Ringan Disertai Angin Kencang

Jakarta, Aktual.co — Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir prediksi cuaca untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pagi ini berawan. Adapun wilayah yang berpotensi hujan ringan yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, dan Bekasi.
Selain itu, BMKG juga memberikan peringatan dini untuk wilayah Jabodetabek pada hari ini. 
“Waspada potensi hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang terutama di Jabodetabek bagian Selatan,” tulis BMKG dalam situs resminya, Sabtu (28/3).
Di siang harinya, BMKG memprediksi wilayah Kepualuan Seribu akan berawan, sedangkan Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Tangerang diprediksikan berawan hingga hujan ringan. Sementara wilayah Jakarta Timur, Depok, Bekasi, dan Bogor diprediksikan hujan ringan sampai sedang.
Dan pada malam hari, BMKG memprediksi seluruh wilayah Jabodetabek berawan hingga hujan ringan.

Artikel ini ditulis oleh:

BBM Naik, Presiden Jokowi: Tanya Menteri ESDM, Jangan Tanya Saya!

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebaiknya ditanyakan langsung kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Jokowi setelah bertemu dengan PM Belanda Mark Rutte di MGM Grand Sanya Hotel, Hainan, Jumat malam menjelang dini hari, mengatakan soal kenaikan harga BBM premium sebaiknya ditanyakan langsung kepada Menteri ESDM.
“Tanyakan pada menteri ESDM,” kata Jokowi kepada wartawan.
Pada kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan kenaikan BBM premium yang naik Rp500 per liter sudah menjadi komitmen pemerintah untuk tidak lagi memberikan subsidi pada premium, tetapi untuk solar tetap disubsidi Rp1.000 per liter.
Harga BBM di Indonesia, kata dia, sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) ditetapkan oleh pemerintah dengan berbasis pada nilai keekonomian.
“Jadi sekarang pengumuman soal kenaikan cukup diumumkan oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM,” katanya.
Ia memperkirakan dengan mekanisme penetapan harga BBM seperti itu kecil sekali dampaknya terhadap inflasi.
Inflasi, kata dia, ditargetkan berkisar empat persen tahun ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasukan TNI dan Polri Persempit Ruang Gerak Pelaku Penembakan

Banda Aceh, Aktual.co — Dandrem menambahkan, hingga Jumat (27/3), aparat TNI dan Polisi masih terus memburu kelompok yang menculik dan membunuh Serda Hendrianto dan Sertu Indra Irawan, anggota Kodim Aceh Utara. Diduga kelompok bersenjata api ini masih berada di Aceh Utara.
“TNI dan polisi kini tersebar di Kecamatan Nisam Antara, Sawang, Kuta Makmur, Nisam dan sejumlah titik lainnya. Ini untuk mempersempit ruang gerak kelompok itu,” ujarnya.
Dandrem mengklaim, kehadiran TNI dan Polisi di kawasan itu menyebabkan warga di kawasan tersebut mulai tenang, karena kelompok tersebut tidak bebas berkeliaran. Selama ini, sambung Dandrem, masyarakat di kawasan itu merasa resah dengan hadirnya kelompok bersenjata api di sekitar mereka.
“Sekarang tidak ada lagi keresahan. Masyarakat merasa aman dan terlindungi karena ada petugas di kawasan itu,” pungkasnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Kematian Lebah, Perang Biodiesel dan Monsanto

Jakarta, Aktual.co —Beberapa waktu lalu, Presiden Obama meminta lembaga Environmental Protection Agency di AS untuk menyelidiki dampak jenis pestisida yang mengandung neonicotinoids (neonics).

Hal ini dipicu oleh head line di banyak media bahwa sejumlah riset menemukan bahwa kandungan neonics dalam sejumlah pestisida adalah penyebab utama berkurangnya jumlah populasi lebah dan binatang tertentu sebagai aktor penting penyerbukan tanaman (bunga) alamiah. Kematian tersebut dianggap sebagai ancamam sangat serius buat masa depan sistem agrikultur, pangan dan lingkungan hidup dunia.

Anehnya, beberapa head line di beberapa media memberitakan sebaliknya. Jumlah lebah justru meningkat pesat.  “…the total number of beehives today is higher than it was in 1995 when neonics as they are often called had just come on the market,” seperti dilansir huffingtonpost.com (25/3).

Sekadar catatan, Neonicotinoids adalah sebuah jenis pestisida yang diluncurkan pada 1990 lalu. Pestisida jenis ini dianggap paling aman digunakan karena tidak terlalu berbahaya bagi serangga atau binatang dan manusia. Sampai saat ini, banyak petani sampai rumah tangga menggunakannya. Jenis ini juga yang sampai saat ini dipakai oleh sebagian besar industri perkebunan (termasuk kedelai) besar di dunia.

Namun, pada July 2013, penggunaan Neonicotinoids mulai dibatasi penggunaanya di AS lewat kebijakan baru dari House of Representatives yakni “Save American Pollinators Act”. Uni Eropa sebelumnya juga sudah melakukan pembatasan yang sama.  

Saat ini, Uni Eropa sudah melarang penuh penggunaan neonics setelah kampanye besar-besar akitivis penyelamat lingkungan. Ini membuat panik beberapa perkebunan besar tanaman Canola (rapeseed) di Uni Eropa, Canada, China dan India.

Kemudian banyak petani bertanya, kalau neonics tidak diperbolehkan lagi lalu pakai apa?

Ternyata, Monsanto menjawabnya dengan temuan genetik barunya yakni tanaman dengan merek dagang Roundup Ready. Perusahaan multinasional asal AS ini mengklaim seluruh tanaman dengan merek Roundup Ready (termasuk Canola) tahan dengan efek herbisida. Saat ini, Monsanto sudah mengembangkan tanaman Roundup Ready dengan memodifikasi gen yang sudah dipatenkan. Terutama di tanaman kedelai, jagung, canola, katun dan sorgum.

Lalu apa hubungan Monsanto dengan “Save American Pollinators Act”, dilarangnya penggunaan neonics di Uni Eropa, tanaman Canola dan head line media soal tingkat kematian lebah dan binatang penyerbuk alamiah?

Jawabannya sederhana, produksi canola global untuk digunakan sebagai bahan utama biodiesel meningkat sangat cepat sejak 2002 lalu hingga kini. Terutama di Uni Eropa dan Canada. Maklum, menurut data yang dimiliki aktual, setelah kelapa sawit, canola adalah tanaman yang paling besar digunakan untuk memproduksi biodiesel.

Di sini kepentingan bisnis besar Monsanto (baca AS) untuk menguasai pasar biodiesel global. Ada gerakan besar AS di “perang biodiesel” dengan China dan India juga sebagai penghasil dan pengguna Canola terbesar saat ini.

Bayangkan kalau semua tanaman yang dijadikan bahan dasar biodiesel adalah tamanan genetik Roundup Ready yang ‘harus dibeli’ dari Monsanto?

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain