1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37626

Rencana Munaslub, Kubu Ical Dinilai Tak Miliki Legalitas

Jakarta, Aktual.co — Poros Muda Partai Golkar menilai Aburizal Bakrie beserta para loyalisnya tidak memiliki legalitas lagi untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (munaslub) Partai Golkar dalam menyikapi pengesahan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly atas kepemimpinan Agung Laksono.
“Silahkan saja kalau kubu Aburizal Bakrie mau buat munaslub, tapi dasar legalitasnya kan sudah tidak ada,” kata Juru Bicara Poros Muda Partai Golkar, Andi Sinulingga, Minggu (15/3).
Andi mengatakan, berdasarkan pengesahan menkumham terhadap kepemimpinan Agung Laksono, maka Aburizal Bakrie tidak memiliki legalitas menyelenggarakan munaslub. Sehingga, tidak akan ada pengaruhnya bagi partai beringin jika hal itu dipaksakan.
“Jika kepengurusan lengkap Golkar hasil Munas Jakarta sudah disahkan Menkumham maka hanya DPP kepemimpinan Agung Laksono lah yang sah mengatasnamakan Golkar dan berhak menyelenggarakan munas,” ujar dia.
Langkah kubu Aburizal merencanakan munaslub juga sama artinya dengan menjustifikasi atau mengakui sendiri bahwa Munas Bali memang tidak sah karena tidak sesuai dengan aturan-aturan Partai Golkar.
Diberitakan sebelumnya kubu pendukung Aburizal Bakrie mempersiapkan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar jika proses hukum yang tengah digulirkan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Barat gagal atau ditolak.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Nurdin Halid mengatakan ada dua poin yang bisa menjadi dasar penyelenggaraan munaslub yakni situasi partai yang genting dan Dewan Pimpinan Partai (DPP) melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).
“Kita memakai poin yang pertama yakni situasi partai genting,” ujar Nurdin.

Artikel ini ditulis oleh:

Banggar DPRD Gelar Rapat Bahas Evaluasi APBD

Jakarta, Aktual.co —Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI gelar rapat tertutup membahas  evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2015 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Ditemui sebelum rapat, Wakil Ketua Banggar M. Taufik mengakui kalau rapat internal ini dilakukan untuk menyikapi hasil evaluasi Kemendagri berdasarkan salinan Peraturan Mendagri Nomor: 903-681 setebal 114 halaman.
Kata dia, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah menyampaikan surat yang ditandatanganinya sendiri, dan bukan lagi ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah.
“Saudara gubernur (Ahok) sudah buat surat ke kami ditandatangani gubernur untuk menjadwalkan soal evaluasi yang diberikan waktu satu minggu,” kata Taufik di DPRD, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (16/3).
Dari pantauan aktual.co, rapat yang digelar tertutup dipimpin langsung pimpinan Banggar DPRD DKI, yakni Prasetio Edi Marsudi.
Diketahui, Pemprov dan DPRD DKI diberi waktu seminggu saja oleh Kemendagri untuk segera menyepakati draf APBD yang sudah dievaluasi. Jika tidak, DKI terancam menggunakan format anggaran APBD-P 2014 untuk menjalankan program-program yang sudah dirancang.

Artikel ini ditulis oleh:

Neraca Perdagangan Indonesia Februari 2015 Surplus USD738,3 Juta

Jakarta, Aktual.co — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) pada Februari 2015 surplus USD738,3 juta. Hal ini disebabkan karena nilai ekspor sebesar USD12,29 miliar yang lebih besar daripada impor sebesar USD11,55 miliar.

Secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Feruari 2015 juga surplus USD1,48 miliar. Ini disebabkan karena nilai ekspor sebesar USD25,64 miliar lebih besar dibandingkan nilai impor sebesar USD24,16 miliar.

“Neraca perdagangan sektor migas dan nonmigas untuk pertama kalinya surplus sejak lima tahun terakhir. Pada Februari, sektor migas surplus USD174,1 juta dan nonmigas surplus USD564,2 juta,” ujar kepala BPS, Suryamin di kantor BPS Jakarta, Senin (16/3).

Lebih lanjut dikatakan Suryamin, neraca perdangan pada sekor nonmigas, seperti tambang pada Januari-Februari 2015 surplus USD2,99 miliar, sedangkan pertanian, industri, dan lainnya defisit masing-masing USD501,6 juta, USD1,148 milia, dan USD3,5 juta.

“Tambang surplus ini karena kebijakan pemerintah yang membatasi impor barang tambang yang belum diolah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DPR: Krisis di Depan Mata, Menteri Kabinet Kerja Tanggapi Santai

Jakarta, Aktual.co —  Perekonomian Indonesia yang sedang anjlok dan tidak menentu seperti ini harusnya menjadi waktu yang tepat untuk Presiden Jokowi melakukan evaluasi.
Bambang Harjo, anggota Komisi VI Fraksi Gerindra DPR RI, mendesak agar Presiden Jokowi untuk secepatnya melakukan reshuffle kabinet khususnya pada bidang ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Saya melihat para menteri kabinet kerja sangat santai menghadapi gejolak ekonomi yang ada saat ini, mereka tidak melihat ke bawah keadaaan rakyat yang sudah sangat menjerit untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya selama ini,” katanya, Senin (16/03).
Sementara itu, harga beras yang naik, TDL naik, elpiji 3kg naik serta BBM yang naik menjadi bukti bahwa perlu ada perombakan secepat mungkin untuk melakukan perubahan yang dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia seluruhnya.
“Presiden Jokowi jangan takut untuk melakukan perombakan, mengantikan menteri yang tidak becus kerjanya itu hak presiden yang diilindungi oleh UUD yang ada. Jadi beliau harus berani dan jangan takut bila benar, karena beliau didukung mayoritas rakyat indonesia. Jokowi harus tunjukkan sebagai seorang Presidennya Rakyat bukan malah menyengsarakan rakyat,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Usai Perbaikan Infrastruktur, Pelindo Bengkulu Targetkan Pendapatan Rp 100 Miliar

Jakarta, Aktual.co — PT Pelindo II Bengkulu menargetkan pendapatan sebesar Rp100 miliar pada 2015 setelah melakukan perbaikan infrastruktur Pelabuhan Pulau Baai.

“Kami targetkan tahun ini pendapatan Rp100 miliar karena sudah banyak investasi yang ditanam untuk memperbaiki infrastruktur pelabuhan,” kata Manajer PT Pelindo II Bengkulu Nur Hikmat di Kota Bengkulu, Senin (16/3).

Ia mengatakan pada 2014, PT Pelindo II hanya membubuhkan pendapatan Rp5 miliar, sebab sebagian besar dana digunakan untuk memperbaiki infrastruktur pelabuhan. Sedangkan pada 2013 tambah dia perusahaan milik negara yang beroperasi di Bengkulu itu mampu mencatat pendapatan Rp65 miliar.

“Banyak dana yang kami habiskan untuk meningkatkan pelayanan di dermaga seperti menambah fasilitas bongkar peti kemas hingga mengatasi sedimentasi alur masuk,” kata dia menerangkan.

Selain itu, kecilnya pendapatan PT Pelindo II pada 2014 juta karena lesunya transaksi ekspor dari pelabuhan tersebut. Komoditas ekspor yang dikirim melalui Pelabuhan Pulau Baai didominasi batu bara dan sebagian kecil cangkang kelapa sawit.

Ia mengatakan harga komoditas batu bara yang anjlok dalam setahun terakhir membuat volume batu bara yang diekspor lewat Pelabuhan Pulau Baai juga merosot.

Sementara Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu mencatat total ekspor yang tercatat melalui Pelabuhan Pulau Baai pada Januari 2015 mencapai 68,42 persen dari seluruh transaksi ekspor Bengkulu dengan nilai ekspor 6,88 juta dolar AS.

“Komoditas ekspor tertinggi dari Provinsi Bengkulu melalui Pelabuhan Pulau Baai adalah batu bara mencapai 93,54 persen dan cangkang sawit sebesar 6,46 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu Dodi Herlando.

Sementara itu ekspor Bengkulu melalui Pelabuhan Teluk Bayur Sumatera Barat mencapai 1,72 juta dolar AS dan melalui Pelabuhan Sungai Musi/Boom Baru Sumatera Selatan mencapai 1,45 juta dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Diajak Rembug Evaluasi APBD, Dewan Minta Surat Ditandatangani Ahok

Jakarta, Aktual.co —Anggota Panitia Hak Angket DPRD DKI, Syarif memberi syarat agar dewan mau duduk bersama Pemprov DKI untuk membahas evaluasi draf APBD DKI 2015 yang sudah dikirimkan Kementerian Dalam Negeri sejak 11 Maret lalu.
Yakni, Pemprov DKI harus rubah surat permintaan itu ditandatangani Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) langsung, dan bukan ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah.
“Kita minta koreksi supaya yang bersurat dari gubernur langsung, baru kita bersedia duduk bersama lakukan evaluasi,” ujar politisi Gerindra itu, di Forum Aktual, Minggu (15/3) kemarin.
Sebelumnya, Syarif mengisyaratkan bakal ‘alotnya’ tercapainya kesepakatan dalam pertemuan antara Pemprov dan DPRD DKI untuk pembahasan evaluasi draft APBD DKI 2015. 
Lantaran setelah diselidiki, draf APBD yang sudah dievaluasi Kemendagri memang bukan hasil pembahasan bersama antara eksekutif dengan legislatif dulu.
“Setelah saya selidiki, ini barang (draf APBD) memang bukan hasil pembahasan antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dengan DPRD. Jadi memang bukan barang hasil pembahasan, jauh berbeda dari pembahasan sebelumnya,” ujar dia.
Kendati demikian anggota Fraksi Gerindra itu mengakui dewan akan tetap membuka diri untuk duduk bersama, agar tidak ‘mendelegitimasi’ pansus angket itu sendiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain