3 April 2026
Beranda blog Halaman 37627

KKP: Permen Menteri Susi Akan Bermanfaat Dalam Jangka Panjang

Jakarta, Aktual.co — Berbagai peraturan yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti untuk keberlanjutan jangka panjang sumber daya kelautan dan perikanan di Indonesia.

“Dalam beberapa bulan proses implementasi Permen KP Nomor 56/2014 sejak November 2014 terjadi penurunan volume produksi perikanan dari usaha penangkapan, khususnya hasil tangkapan dari beberapa kapal ikan eks-asing, namun dalam jangka panjang harapan terhadap ‘sustainability’ (keberlanjutan) sumber daya alam,” ujar Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saut Hutagalung di Jakarta, Jumat (27/3).

Selain itu, ujar Saut Hutagalung, aturan Menteri Susi itu juga dinilai akan lebih memberikan jaminan pada masa mendatang, baik dalam pekerjaan nelayan maupun bisnis perikanan di Tanah Air.

Bahkan, katanya, laporan dari beberapa daerah menyebutkan bahwa para nelayan mendapatkan hasil tangkapan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelum dikeluarkannya ketentuan itu.

“Komitmen KKP mempromosikan ‘Sustainable Fisheries’ atau perikanan berkelanjutan sangat diapresiasi oleh para ‘buyer’ utama mancanegara, seperti Anova, Sainsbury, Mark & Spencer, Cannon Fish, Amacore, Apicda, Sea Delight, Walmart, Hilo Fish yang memang pro-keberlanjutan,” katanya.

Sejalan dengan visi keberlanjutan, menurut dia, KKP konsisten mewujudkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan.

Ia juga menyatakan dalam menghadapi persaingan global, tidak ada pilihan lain kecuali terus mempromosikan keberlanjutan, sehingga pelaku usaha perikanan diminta untuk terus memenuhi persyaratan pasar (keamanan pangan, keberlanjutan, dan ketertelusuran) dan hal-hal terkait dengan kepatuhan sosial, seperti ketenagakerjaan.

“Terkait kesejahteraan tenaga kerja termuat dalam persyaratan ‘social compliance’, tertuang dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13/2003,” ujarnya.

Saut menjelaskan di Indonesia banyak UPI (Unit Pengolahan Ikan) yang menerapkan ketentuan ketenagakerjaan atau lebih tinggi daripada standar yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja.

Semua UPI, kata dia, wajib memperoleh Sertifikat Kelayakan Pengolahan/SKP (Good Manufacture Practices-Standard Sanitary Operational Procedure/GMP-SSOP) yang antara lain mengatur perlengkapan kerja, kondisi tempat kerja, dan sudah sesuai dengan SKKNI atau Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.

“Ke depan, perlu terus dipertahankan kondisi ketenagakerjaan yang sudah baik di banyak perusahaan. Namun masih perlu juga ditinqkatkan perbaikan di beberapa perusahaan yang misalnya ada masalah penggajian yang diskriminatif antara tenaga kerja Indonesia dan asing,” kata Saut.

KKP juga akan meningkatkan pengawasan terhadap kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan ketenagakerjaan itu sehingga industri perikanan nasional selain memenuhi ketentuan juga lebih mampu bersaing di tengah arus perdagangan bebas yang menglobal.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jaga Kepercayaan Publik, Jokowi Disarankan Rombak Kabinet

Jakarta, Aktual.co — Budayawan Romo Benny meminta pemerintah, khususnya Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, agar bisa menjaga kepercayaan publik.
“Kepercayaan publik harus dijaga agar semua elemen bisa mendukung program-program pemerintah,” kata Romo Benny, di Jakarta, Jumat (27/3).
Dirinya berpendapat hingga saat ini kepercayaan publik semakin menurun terhadap pemerintahan. Masyarakat membutuhkan perubahan yang nyata dari Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.
Para menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo masih belum bisa profesional dalam menjalankan tugasnya, khususnya pada beberapa misi yang berurusan dengan hal teknis.
“Belum ada tindakan yang nyata, semuanya masih pencitraan, program tol laut dan swasembada pangan saja masih wacana dan simpang siur,” katanya.
Padahal dua hal tersebut dulunya diangkat Jokowi-JK sebagai kampanye calon presiden dan wakil presiden.
Presiden disarankan segera merombak kabinetnya dan menempatkan orang-orang yang memahami di bidangnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ambil Alih Mahakam, Menteri ESDM Beri Waktu Pertamina Susun Skema Transisi Dua Minggu

Jakarta, Aktual.co —  PT Pertamina dan Total E&P Indonesie mulai membahas skema transisi pengelolaan Blok Mahakam, Kaltim, selama dua tahun atau periode 2015-2017. Kementerian ESDM berharap dalam dua minggu ke depan sudah terdapat kesepakatan skema transisi tersebut.

“Pemerintah tidak mau berlama-lama. Kami harapkan dua minggu ke depan sudah selesai skema transisinya,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said di kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (27/3).

Menurut Sudirman, dalam dua minggu ke depan atau paling lambat 13 April 2015, kesepakatan skema transisi yang diharapkan pemerintah antara lain pembentukan tim transisi. Lalu, pemerintah juga menginginkan dalam dua minggu ini sudah didapat tahapan skema transisi selama dua tahun tersebut.

“Kami juga berharap dalam dua minggu ini sudah ada kapastian apakah Pertamina bisa masuk sebagai minoritas saham di Mahakam sebelum 2017, sehingga punya dasar yang baik untuk melanjutkan Mahakam setelah 2017,” katanya.

Terakhir, lanjutnya, pemerintah berharap juga sudah diketahui skema keikusertaan Total setelah 2017.

“Namun, itu semua tergantung negosiasi b to b antara Pertamina dan Total dalam dua minggu ini. Kami tidak ikut campur,” ujarnya.

Sudirman juga mengatakan dalam pertemuan, pihaknya sudah menjelaskan kepada manajemen Total dan Inpex bahwa pemerintah sudah memutuskan Pertamina akan melanjutkan Mahakam mulai 1 Januari 2018.

Menurut dia, baik Total maupun Inpex sepakat dengan keputusan pemerintah tersebut.

“Total dan Inpex siap menjaga kelangsungan produksi Mahakam dan siap menjalankan masa transisi berjalan mulus. Mereka adalah perusahaan internasional yang mempunyai reputasi, sehingga tidak akan pergi begitu saja,” ujarnya.

Hadir dalam pertemuan antara lain Dirut Pertamina Dwi Soetjipto, Presiden Total E&P Indonesie Hardy Pramono, dan Presiden Direktur Inpex Indonesia Shunichiro Sugaya.

Dari jajaran pemerintah hadir antara lain Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja, Kepala Unit Pengendalian Kinerja Kementerian ESDM Widhyawan Prawiraatmadja, dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemerintah Aceh Diminta Optimalkan dana Otsus

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi IV DPR Aceh Asrizal H Asnawi meminta pemerintah setempat mengoptimalkan penggunaan dana otonomi khusus (otsus) untuk pembangunan berbagai sektor untuk menyejahterakan rakyat.
“Pemerintah harus memanfaatkan seoptimal mungkin dana yang dialokasikan oleh pemerintah pusat itu untuk membangun berbagai sektor di Aceh. Jika dana tersebut tidak bisa dimanfaatkan maka yang rugi masyarakat juga,” katanya, di Banda Aceh, Jumat (27/3).
Ia menilai dana Otsus yang dikelola selama ini belum menyentuh langsung kepada masyarakat dan juga belum ada pembangunan monumental dari dana yang dialokasikan hingga 2027 itu.
“Dana otus sudah sejak 2008, tapi berbagai program yang dijalankan masih belum optimal,” kata Asrizal.
Menurut dia, Aceh memiliki sisa waktu hingga 2028 tahun lagi untuk menggelola dana otsus yang dialokasikan Pemerintah Pusat, sehingga dengan waktu tersebut harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.
Aceh mendapat dana otsus setara dua persen Dana Alokasi Umum Nasional pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2022 dan setara satu persen pagu Dana Alokasi Umum Nasional tahun 2023 sampai dengan tahun 2027.
“Jika saat anggaran besar Aceh tidak bisa memenuhi berbagai pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat, maka setelah dana itu habis akan sulit untuk untuk membangunnya karena anggaran sudah terbatas.”

Artikel ini ditulis oleh:

IPW: Sektor Properti Masuki Siklus Baru

Jakarta, Aktual.co — Sektor properti di Indonesia memasuki siklus baru dengan mulai bergeliat ke arah positif yang ditunjukkan oleh beberapa indikator ke arah kenaikan.

“Melihat tren pergerakan indikator ekonomi, tidak menutup kemungkinan pada akhir tahun 2015 pasar akan mulai bergerak memasuki fase siklus baru dengan tren kenaikan,” kata  kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda di Jakarta, Jumat (27/3).

Menurut Ali, beberapa tanda-tanda siklus properti akan memasuki fase siklus baru antara lain tren menurunnya suku bunga acuan Bank Indonesia, pengembang mulai menyasar segmen menengah setelah banyak meluncurkan properti mewah, dan fluktuasi rupiah yang dinilai merupakan kondisi syok pasar sesaat.

Ia berpendapat bahwa melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak menggambarkan buruknya fundamental Indonesia.

Selain itu, ujar dia, kondisi masuknya arus investasi dari Asia Pasifik khususnya ke sektor perindustrian akan menimbulkan dampak positif bagi pergerakan sektor riil.

Sebelumnya, pasar properti di Indonesia diperkirakan baru benar-benar bangkit pada 2016 setelah pada 2015 ini dinilai merupakan titik terendah pasar properti di Tanah Air.

“Dengan melihat pergerakan yang terjadi seharusnya paling lambat di akhir tahun 2016, pasar properti akan kembali bangkit dari keterpurukan selama 2014-2015, khususnya di segmen menengah,” kata Ali Tranghanda.

Indonesia Property Watch sebelumnya memprediksi siklus properti tertinggi terjadi antara tahun 2013 dan melambat memasuki 2014.

Sedangkan 2015 ini, ujar dia, merupakan titik terendah pasar properti dengan tren melambat sepanjang tahun 2014.

“Sepanjang tahun 2014 pasar properti mengalami penurunan 72 persen year on year. Beberapa pengembang melakukan konsolidasi untuk bersiap-siap memasuki fase baru siklus properti ke depan,” katanya.

Ia berpendapat beberapa kondisi ekonomi dan politik masih membayangi kualitas penjualan pasar properti saat ini, meski kondisi anjloknya rupiah dinilai masih jauh dari krisis.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPU Bali Tunggu Kepastian Pilkada Serentak

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemilihan Umum Bali masih menunggu kepastian pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 secara serentak.
“Untuk mekanisme pelaksanaan pilkada serentak sampai saat ini masih dalam pembahasan KPU pusat,” kata Divisi Humas Data dan Informasi Hubungan Antar Lembaga KPU Bali, Kadek Wirati, di Mangupura, Kabupaten Badung, Jumat (27/3).
KPU pusat sudah merancang 10 aturan dalam melaksanakan pilkada serentak tersebut. Namun KPU Bali sudah mempersiapkan diri terkait anggaran tersebut.
Di Bali ada enam kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada tahun ini, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Karangasem.
Terkait konflik internal di Partai Golkar dan PPP, pihaknya juga masih menunggu ketetapan dari KPU pusat.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain