1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37627

Jurus Jitu Jaga Ginjal Anda Tetap Sehat dari Pakar Kesehatan

Jakarta, Aktual.co — Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, dunia akan pentingnya kesehatan ginjal. Sejak tahun 2006 lalu, World Kidney Day (WKD) atau Hari Ginjal Sedunia telah diperingati setiap Kamis di Minggu kedua bulan Maret.

Bahkan memasuki satu dasawarsa (10 tahun) peringatan WKD yang jatuh pada hari Kamis (12/3) lalu International Society of Nephrology (ISN) dan The International Federation of Kidney Foundation (IFKF) mengangkat tema “Kidney Health for All” atau “Ginjal Sehat untuk Semua” untuk seluruh warga dunia.

Sementara itu, dari catatan internasional menyatakan, sekitar 10 persen penduduk dunia menderita penyakit ginjal kronik (PGK). Bahkan, akan meningkat hingga 17 persen pada dekade berikutnya.

Di Indonesia sendiri, hasil studi epidemiologi Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRi) tahun 2005 lalu, menyatakan, bahwa 12.5 persen masyarakat Indonesia mengalami penyakit ginjal kronik.

Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar, Sp. PD-KGH, Guru Besar Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan, penyakit ginjal kronik merupakan penyakit berbahaya yang terjadi lebih dari 3 bulan.

Dia menyarankan, dalam mencegah timbulnya penyakit ginjal kronik dapat dilakukan dengan berbagai pencegahan sederhana.

“Menjaga kesehatan ginjal dapat dilakukan dengan delapan langkah. Di antaranya yang dapat dilakukan yakni, menjaga badan agar tetap bugar dan aktif berolahraga, menjaga kadar gula darah, menjaga tekanan darah tetap stabil, mengonsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan tetap ideal, mengonsumsi air yang cukup, tidak merokok, tidak mengonsumsi obat anti nyeri dalam jangka panjang dan memeriksa fungsi ginjal secara berkala,” bebernya, saat jumpa pers Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2015,  di JW Marriott Hotel Jakarta, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Selain itu, salah satu yang sangat penting diperhatikan yakni asupan air yang cukup. Yaitu mengonsumsi setidaknya dua liter sehari dan mengutamakan mengawali hari dengan segelas air putih, ” sambungnya.

Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar, Sp. PD-KGH kembali mengungkapkan, bahwa cara ini paling efektif guna mengurangi kemungkinan timbulnya batu saluran kemih. Dimana cara yang dilakukan ini, karena air juga berperan mencegah timbulnya infeksi saluran kemih.

“Dengan mengonsumsi air putih yang cukup, maka jumlah urine yang dikeluarkan akan bertambah sekaligus mengencerkan zat-zat pembentuk batu dan mencegah timbulnya penyakit ginjal kronik, ” pungkasnya. (Laporan Reporter Aktual.co: Fahrul Anwar)

Artikel ini ditulis oleh:

Pimpinan KPK Bertemu DPR

Plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrrachman Ruki didampingi pimpinan lain Johan Budi, Adnan Pandu Praja, Indrianto Seno Adji dan Zulkarnaen didampingi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon memberikan keterangan pers di hadapan sejumlah awak media di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/3/2015). Kedatangannya bersama para Pimpinan KPK menemui Pimpinan DPR adalah untuk berkomunikasi dan mendengar masukan terkait usaha memberantas korupsi. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Pengamat: Ahok Korbankan Rakyat

Semarang, Aktual.co — Akibat kisruh RAPBD antara Ahok-DPRD yang dikorbankan adalah rakyat. Konflik antara Ahok-DPRD memperlihatkan kedua belah fihak tidak memiliki profesionalitas sebagai penyelenggara negara.’
Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Diponegoro Budi Setyono saat dihubungi di Semarang, Senin (16/3).
Terlepas dari motif apapun, lanjut dia, Ahok tidak boleh seenaknya melanggar aturan. Begitu juga dengan Mendagri. Bisa rusak negara ini kalau para pejabatnya suka melanggar aturan.
“Kalau ada indikasi korupsi, harusnya biar diusut tuntas oleh lembaga penegak hukum. Tapi kalau dengan alasan itu peraturan dilanggar, maka Ahok jelas dapat diberi sanksi politik dengan dimakzulkan,” beber dia.
Mestinya, kata dia, Mendagri juga dapat diberi sanksi yang sama. Pemerintah itu hakekatnya diberi amanah rakyat untuk menegakkan aturan dan ketertiban, bukan untuk berbuat seenaknya sendiri.
Ia berharap penyelesaian akan lebih baik, jika Komisi Pemberantasan Korupsi dapat segera terjun menyelidiki kasus ini secara tuntas. Begitupun dengan langkah DPRD menggelar hak angket adalah tepat. “Kasus DPRD ini harus diselesaikan secara tuntas, dan marwah pemerintahan yang demokratis harus ditegakkan,” pungkas Budi.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiongkok Kirim Jet Tempur, Pasca Myanmar Jatuhkan Bom di Wilayahnya

Semarang, Aktual.co — Sebuah pesawat perang milik Myanmar menyerang pemberontak dengan menjatuhkan bom di area perkebunan tebu di perbatasan Lincang, Tiongkok, Sabtu (14/3) lalu. Insiden tersebut menewaskan empat orang warga sipil setempat.

Kantor berita Xinhua, media pemerintah Tiongkok, melaporkan, selain korban tewas, sembilan lainnya mengalami luka berat.

Tak lama setelah kejadian penyeranan, Tiongkok mengirimkan jet tempur untuk patroli di wilayah perbatasan bersama mereka. Jet itu digunakan untuk melacak, memantau, dan mengusir pesawat militer milik Myanmar yang berada di wilayah penyerangan tersebut.

Pihak angkatan udara Tiongkok mengatakan kepada media pemerintah setempat, bahwa Tiongkok telah memanggil Duta Besar (Dubes) Myanmar di Beijing, setelah insiden di kota perbatasan Lincang.

Menteri luar negeri Tiongkok, Liu Zhenmin menyatakan, pihaknya telah menyelidiki pesawat militer Myanmar, dan sejumlah oknum yang terlibat dibalik serangan untuk dibawa ke pengadilan.

Sementara itu, pasukan Myanmar sudah memerangi pemberontak etnis separatis di wilayah perbatasan secara membabi buta di dekat provinsi Yunnan.

Dalam insiden terakhir, tembakan menyasar dan telah merusak sejumlah bangunan di beberapa wilayah Tiongkok. Kejadian itu mendorong Beijing untuk memperingatkan Myanmar untuk memastikan keamanan.

Namun demikian, belum ada respon resmi dari Pemerintah Myanmar terkait insiden tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok ‘Kambinghitamkan’ SKPD Soal UPS, Pengamat: Kerjanya Dia Apa?

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) langsung menuding ada anak buahnya di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ‘bermain’ dengan DPRD DKI. Yakni saat dikonfirmasi mengenai temuan adanya pengajuan UPS (uninterruptible power supply) di draf APBD DKI 2015 versi dia yang sudah lewat ‘saringan’ e-budgeting.
Sikap ini pun menuai komentar pedas dari Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi. Dia mengatakan Ahok harusnya jangan hanya menyalahkan saja.
“Itu kan tanggung jawab dia untuk lakukan pengawasan (anggaran), masa salahkan bawahan terus? Lah selama ini dia (Ahok) ke mana memangnya saat anggaran-anggaran itu masuk? kok sekarang malah mengkambing hitamkan orang lain terus. Memang dia kerjanya apa?” ujar Uchok, saat dihubungi Aktual.co, Senin (16/3).
Kata dia, kalau memang benar masih ada UPS lolos di APBD yang sudah ‘disaring’ e-budgeting, ini menunjukkan Ahok lemah dalam pengawasan anggaran.
Diberitakan sebelumnya, Ahok langsung menuding ada anak buahnya yang ‘bermain’ dengan DPRD, sebagai alasan masih lolosnya proyek pengadaan UPS di APBD 2015 versi dia yang kerap disebut-sebutnya bersih. “Makanya itu ada main SKPD sama oknum DPRD,” ucap dia, di Balai Kota, Senin (16/3).
Ancaman ‘standar’ pun dilontarkannya untuk selesaikan temuan itu. Ahok mengaku akan ‘staf-kan’ pejabatnya yang kedapatan kongkalingkong dengan dewan. Dengan sistem e-budgeting, mantan Bupati Belitung Timur ini sesumbar tahu siapa saja oknum SKPD yang bermain. “kelihatan, kita sudah tahu, makanya aku stafin semua,” ucap dia.
Namun saat ditanya siapa oknum SKPD yang sudah ketahuan ‘bermain’ dengan dewan terkait pengadaan UPS 2015, Ahok tak menyebut nama. Dia hanya mengatakan ada dari kalangan tingkat eselon 4, eselon 3. “Eselon 2 juga mungkin terlibat,” ujar dia.
Sikap Ahok yang gemar menyalahkan anak buah dan enggan akui kesalahannya, mendapat komentar dari peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Firman Noor.
Kata dia, gaya kepemimpinan Ahok yang suka melempar kesalahan ke anak buah tidak mencerminkan etika seorang pemimpin. “Dalam konteks kepemimpinan demokrasi, gaya Ahok ini agak jarang,” kata Firman, di Jakarta, Minggu (15/3) kemarin.

Artikel ini ditulis oleh:

Temui Pimpinan DPR, KPK Bantah Bahas Perppu Plt

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemberantasan (KPK) Taufiequrachman Ruki  tiba di gedung DPR menemui pimpinan DPR, Senin (16/3).
Ruki yang datang dengan menggunakan batik berpadu warna coklat kuning itu, langsung menuju ruang pertemuan pimpinan dewan di lantai Nusantara III lantai 3 komplek parlemen, Senayan.
Dengan langkah terburu-buru, Ruki mengungkapkan kedatanganya bertemu dengan pimpinan legislatif ini dalam agenda silaturahmi antar hubungan kelembagaan.
“Ini agenda ‘courtesy call’, lima-limanya datang. Hubungan kelembagaan. Saya ingin bicara dengan lima pimpinan untuk hubugan kordinasi, itu saja dulu,” kata Ruki, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (16/3).
Pasca kedatangan Ruki yang lebih awal, berselang lima menit empat pimpinan institusi anti rasuah itu pun terlihat telah hadir.
Ketika ditanya apakah pertemuan ini juga akan membahas ketentuan Perppu pimpinan Plt KPK, Wakil Ketua KPK, Johan Budi mengaku pertemuan ini tidak membicarakan konteks tersebut.
“Ngga, ngga ada kaitannya dengan itu (Perppu Plt), kita silaturahmi lah istilahnya,” ujarnya.
Untuk diketahui, dalam pertemuan ini, kelima pimpinan DPR RI terlihat hadir seluruhnya, yakni Setya Novanto, Fahri Hamzah, Agus Hermanto, Fadli Zon, dan Taufik Kurniawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain