3 April 2026
Beranda blog Halaman 37628

Mahasiswa Desak Kejati Lanjutkan Kasus Korupsi Mandek

Semarang, Aktual.co — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan (AMPK) dari empat kampus meliputi Universitas PGRI Semarang, Universitas Wahid Hasyim Semarang, Universitas Diponegoro Semarang,Universitas Stikubank dan Partai Kampus PSBK mendesak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dalam menangani dua kasus yang terkesan mandek dan jalan ditempat.
Mahasiswa mengkritisi dugaan kasus proyek sistem Corel Bank System (CBS) Bank Jateng dengan tersangka Bambang Widhiyanto dan penyelewengan bantuan hibah pembangunan Klenteng Sam pho Kong yang melibatkan tersangka bernama Tutuk Kurniawan.
Aksi longmarch di mulai sejak pukul 08.30 WIB di Bunderan Airmancur. Selanjutnya mereka berjalan kaki menuju kantor Kejati Jatang di jalan Pahlawan, Semarang, Jum’at (27/3).
Ketua orasi, Akbar Reksa Bahtiar mengatakan penyidik Kejati harus memberikan penjelasan kasus-kasus tipikor yang mandeg.
“Menetapkan tersangka begitu mudah, tapi memproses perkara hingga ke pengadilan begitu lama, kenapa bisa berbeda dengan perkara-perkara lainya. Ada apa dengan Kejati,” tegas Akbar dalam orasinya.
Akbar meminta Kejati Jateng agar bisa menegakkan supremasi hukum dengan seadil-adilnya tanpa pandang bulu.
“Jangan biarkan oknum-oknum penegak hukum bermain dengan kasus hukum yang ditangani, terus tuntaskan dan kami akan terus mengawal keadilan dalam perkara korupsi,”tandasnya
Dia menegaskan, kasus korupsi yang ada harus segera di tuntaskan, khususnya dugaan korupsi kasus Hibah Yayasan Sam Poo Kong (YSPK). “Adili segera tersangka Tutuk Kurniawan (TK) bawa sampai ke pengadilan,”ujarnya
Koordinator Lapangan, Imam Khoirudin dalam orasinya mengatakan, pihaknya sebagai Agen Of Change yakni Agen Perubahan menuntut kejelasan kenapa kasus tersebut bisa mandek.
“Kami dari Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan, siap membantu mengawal dan mengkritisi pihak penegak hukum (Kejaksaan dan Kepolisian Republik Indonesia) dalam pemberantasan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN)  di KotaSemarang,”ucap Imam secara tegas
Imam menyebutkan, berikan rakyat dalam penegakkan hukum seadil-adilnya, jangan gantungkan kasus-kasus yang ada. “Mampunya hanya melabelkan tersangka dengan gampang tapi tanpa tindak lanjut hingga pengadilan,”ucapnya
Sementara itu, Kasi I Bidang Intelijen Kejati Jateng, Fauzi saat menemui peserta aksi mengatakan, pihaknya berterima kasih dengan adanya gerakan-gerakan positif seperti yang dilakukan para peserta aksi. “Ini bisa memberi masukan untuk kita, kalau ada bukti-bukti tambahan bisa diberikan ke kami,”ujarnya
Dia juga menyebutkan, belum lama bertugas di Kejati Jateng, namun sepengetahuan dirinya kasus tersebut masih berjalan terus penyidikanya.
“Setahu saya kasus ini masih tetap jalan dan terus akan kita proses, nanti kita sampaikan masukan-masukan dari teman-teman dalam aksi ini langsung ke Kajati Jateng (Hartadi),”ucapnya

Artikel ini ditulis oleh:

Ajak Warga Peduli Lingkungan, PJTB Helat Pameran Daur Ulang Sampah

Jakarta, Aktual.co — Paguyuban Jaka Tuak Bali akan menggelar pameran produk daur ulang sampah di Lingkar Art Space, Kota Denpasar, Minggu (29/3).

Ketua Paguyuban Tuak Bal (PJTB) Ketut Widarsa di Denpasar, Jumat, mengatakan bahwa pameran produk daur ulang sampah tersebut sebagai upaya mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan dan membuang sampah tidak sembarangan.
 
“Kami ingin mengajak dan menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Karena jika sampah diolah dengan kreatif, akan menghasilkan barang bernilai seni dan ekonomis,” katanya.

Dia mengatakan bahwa pameran tersebut juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Denpasar, termasuk pemangku kepentingan yang peduli dengan kebersihan lingkungan.

“Saat kami bertatap muka dengan Bapak Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, beliau mendukung kegiatan tersebut,” ujarnya.

Widarsa lebih lanjut mengatakan bahwa keberadaan paguyuban sangat penting dalam masyarakat karena selain untuk menjaga eksistensi budaya juga untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam hidup bermasyarakat.
 
Selain untuk menjaga eksistensi budaya dan menjaga kebersamaan serta kekompakan dalam hidup bermasyarakat, Paguyuban Jaka Tuak Bali juga akan menggelar kegiatan kemanusiaan, yakni donor darah dengan mengundang para komunitas atau peguyuban dengan para anak muda.

Kegiatan donor darah ini, menurut dia, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Denpasar melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar. Selain itu, paguyuban yang sudah terbentuk sejak dua tahun lalu ini juga mengadakan pameran produk sampah yang sudah didaur ulang menjadi barang layak pakai dan mengadakan bazar untuk mempromosikan masakan khas daerah setempat yang juga diselingi dengan live band dari beberapa band indie Bali.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan Minggu (29/3) mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita dengan mengusung tema ‘Spirit of Soul on March’. Kami ingin merangkul serta meningkatkan kebersamaan dan kekompakan di kalangan generasi muda untuk tujuan yang positif sehingga mereka bisa tergugah dengan kegiatan-kegiatan seperti ini,” kata Widarsa.

Sementara itu, Wali Kota Rai Mantra sangat mendukung kegiatan tersebut karena berhubungan dengan aktivitas anak muda di Kota Denpasar.

“Kami berharap kegiatan itu dapat berlanjut dan dicontoh oleh generasi muda lainnya dengan tujuan yang positif,” ujarnya.

Ia berharap lewat kegiatan itu dapat menghindarkan generasi muda ke hal-hal yang negatif, seperti penyalahgunaan narkoba dan mabuk-mabukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Buron Pelaku Pembunuhan Pemuda Pekalongan Ditangkap di Jakarta

Semarang, Aktual.co — Aparat Satreskrim Polresta Pekalongan berhasil menangkap empat pelaku terkait kasus pengroyokan terhadap Wisang Bayu (31), pemuda asal warga Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, hingga menyebabkan tewas, pada 5 Januari 2015 lalu. 
Pelaku berhasil dibekuk petugas setelah menjadi buronan selama dua bulan di Pelabuhan Muara Baru Jakarta, Jum’at (27/3) dini hari.
Adapun keempat pelaku adalah Febri Aksanidom (20), Amirul Muttaqien (21), Dedi Reza (25), dan M Zein (23). Mereka merupakan satu teman bermain asal warga kelurahan Panjang Wetan, kecamatan Pekalongan Utara.
Dihadapan petugas, Febri Aksanidom, salah satu pelaku nekad menusuk nyawa korban memakai sebilah pisau, lantaran dirinya tersinggung dengan ucapan kotor yang dilontarkan korban kepada rekannya Amirul Muttaqien (21) saat melintas di depan SPBU Jl Kimangunsarkoro, Kelurahan Gamer Kecamatan Pekalongan Timur.‬
Awalnya, kata Febri, korban mengendarai sepeda motor yang berboncengan dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba mau menabrak salah satu pelaku sembari mengatakan kata-kata kotor dan makian.
Tak hanya itu, korban putar balik arah dengan sudah membawa kayu balok dan menyerang lebih dulu kepada pelaku. Perlawanan sengit pun terjadi antara dua orang melawan empat pelaku.
“Korban yang salah mau menabrak teman saya, justru mengatakan kata-kata kotor. Dan balik arah dari barat menghampiri kita dengan membawa balok kayu memukul saya. Lalu kayu baloknya terjatuh, teman saya gantian yang memukul korban hingga terkapar, dan lalu saya tusuk-tusuk pakai belati,” ucap dia.
Kapolresta Pekalongan, AKBP Lutfhie mengatakan, para pelaku ditangkap di pelabuhan Muara Baru Jakarta setelah mereka kabur pergi melaut hampir dua bulan lebih.
“Pelaku kita tangkap tadi malam setelah mendapat informasi kapal akan bersinggah di pelabuhan Muara Baru. Saat itu, kita langsung hadang para pelaku dan berhasil ditangkap di lokasi,” ujar dia saat gelar perkara di Mapolresta Pekalongan, Jum’at (27/3).
Akibat perbuatan pelaku, kini keempatnya mendekam dijeruji besi Mapolresta Pekalongan, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, para pelaku dijerat pasal 170 KUHAP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.
“Mereka melakukan penganiyaan secara bersamaan hingga mengakibatkan meninggal dunia orang lain,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Mantan Pemain: Persipura Berpeluang Juara Setelah Baturalisasi Bio

Jakarta, Aktual.co — Mantan pelatih Perseru Serui, Robby Maruanaya, menilai dengan naturalisasinya Bio Paulin Pierre menjadi WNI, maka tim Persipura Jayapura memiliki sejumlah pilihan pemain belakang untuk memuluskan meraih juara Liga Super Indonesia (LSI) 2015.

“Naturalisasi Bio, secara tegas, membuat pelatih Osvaldo Lessa mempunyai stok pemain belakang yang cukup,” kata Robby Maruanaya di Kota Jayapura, Papua, Jumat (27/3).

Menurut dia, Bio akan menjadi pilihan utama tiap kali tim peraih empat juara liga ISL itu bermain, baik di ISL atau pun di AFC Cup 2015.

“Selain Bio, dilini belakang Persipura ada Ricardo Salampessy, Dominggus Fakdawer, Andri Ibo, Fandri Imbiri, Yohanis Tjoe, Yustinus Pae dan sejumlah pemain muda lainnya,” katanya.

Robby yang pernah bermain untuk Timnas PSSI Garuda 1983, Pra Olimpiade, PSSI Asian Games 1986 dan even lainnya menilai akan memberikan nilai positif kepada Persipura Jayapura.

“Sudah pasti, musim ini Persipura bakal juara LSI selain karena Bio sudah dinaturalisasi, sejarah mencatat bahwa Boaz TE Salossa dan kawan-kawan selalu meraih prestasi dimusim ganjil,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiongkok Kritik Filipina Terkait Bangunan di Kawasan Sengketa

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Luar Negeri Tiongkok, mengkritik Filipina, yang berencana melanjutkan pendirian dan perbaikan bangunan di kawasan sengketa Laut Cina Selatan, dan menyatakan Manila melanggar kedaulatan Tiongkok.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan rencana melanjutkan pembangunan di Laut Cina Selatan seperti dinyatakan Menteri Luar Negeri Filipina Albert de Rosario mendapatkan perhatian saksama dari pemerintah negeri Tirai Bambu.

“Mereka menyatakan akan melanjutkan pembangunan bandar udara beserta landasannya dan pembangunan tidak sah lain di Kepulauan Spratly Tiongkok, padahal di sisi lain, mereka mengkritik kegiatan pembangunan Tiongkok di wilayah kami,” kata Hua dalam pernyataan pers harian, dikutip Reuters, Jumat (27/3).

“Hal itu bukan saja melanggar kedaulatan Tiongkok, namun juga menunjukkan kemunafikan Filipina,” kata Hua, sekaligus meminta Filipina segera meninggalkan kepulauan tersebut.

Namun, kementerian luar negeri Filipina menyatakan bahwa proyek yang termasuk perbaikan landasan terbang itu, tidak melanggar kesepakatan “code of conduct” atas sengketa Laut China Selatan dan tidak mengganggu keadaan semula di daerah bersengketa tersebut.

“Code of conduct” ini sendiri telah ditandatangani oleh Tiongkok dan 10 negara Asia Tenggara di Phnom Penh, Kamboja.

Sebelumnya, pada tahun 2014, pembangunan infrastruktur itu telah dihentikan oleh Filipina karena khawatir hal itu berdampak pada pengajuan kasus pelanggaran perbatasan oleh Tiongkok ke abitrase internasional.

Pada Oktober 2014, pemerintah di Manila menyerukan agar semua negara untuk menghentikan pekerjaan konstruksi di pulau-pulau kecil dan terumbu karang di Laut China Selatan, yang banyak wilayahnya diklaim oleh Tiongkok.

Tiongkok sedang mengerjakan reklamasi besar-besaran di wilayah tersebut, ketika Taiwan, Malaysia dan Vietnam juga meningkatkan fasilitasnya di daerah itu.

Pada 2013, Manila telah mengajukan kasus arbitrase atas batas maritim yang diklaim oleh Beijing ke pengadilan internasional di Den Haag. Menteri Luar Negeri Filipina Albert de Rosario berharap akan ada keputusan terkait hal ini pada Februari 2016.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying menyatakan mereka tidak akan terlibat dalam kasus tersebut.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, yang diyakini memiliki kandungan minyak dan gas. Selain Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, Vietnam dan Taiwan juga menyatakan berhak atas wilayah itu, yang dsetiap tahunnya dilewati perdagangan laut senilai 5 triliun dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Koordinasi Antar Menteri Disarankan Dibenahi

Jakarta, Aktual.co — Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia (GDRI) menyarankan agar adanya pembenahan koordinasi antar menteri dalam kabinet kerja yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.
“Saya nilai koordinasinya belum baik, banyak pernyataan yang saling bertentangan atau saling lempar kesalahan,” kata aktivis GDRI yang juga sebagai pengamat politik dari Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, di Jakarta, Jumat (27/3).
Ia menjelaskan, pentingnya koordinasi adalah agar misi yang dijalankan bisa fokus kepada target, serta masyarakat mendapat info yang terpercaya, bukan hanya pencitraan.
Beberapa saran yang lain adalah GDRI meminta agar jadwal blusukan Jokowi dikurangi, karena sudah cukup untuk terjun langsung pada permasalahan teknis.
“Kalau sudah sering terjun langsung mengetahui masalah teknis, sudah saatnya memikirkan langkah-langkah yang strategis,” kata Ray.
Kemudian, saran selanjutnya adalah agar presiden segera mengomunikasikan arah-arah visi dari pemerintahan Indonesia untuk beberapa tahun ke depan.
Menurut Ray, hingga saat ini visi dari pemerintahan hanya bersifat reaksioner, bukan langkah strategis yang sengaja untuk disusun.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain