2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37629

UPS Masuk APBD Versi E-Budgeting, Ahok Malah Tuding SKPD

Jakarta, Aktual.co —Gaya kepemimpinan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ‘gemar’ menyalahkan anak buah, kembali diperlihatkan saat ditemukan ada item proyek pengadaan UPS (uninterruptible power supply).
Dia langsung menunjuk ada anak buahnya yang ‘bermain’ dengan DPRD, sebagai alasan masih lolosnya proyek pengadaan UPS di APBD 2015 versi dia yang kerap disebut-sebutnya bersih. “Makanya itu ada main SKPD sama oknum DPRD,” tuding dia, di Balai Kota, Senin (16/3).
Ancaman ‘standar’ pun dilontarkannya untuk selesaikan temuan itu. Ahok mengaku akan ‘staf-kan’ pejabatnya yang kedapatan kongkalingkong dengan dewan. Dengan sistem e-budgeting, mantan Bupati Belitung Timur ini sesumbar tahu siapa saja oknum SKPD yang bermain. “kelihatan, kita sudah tahu, makanya aku stafin semua,” ucap dia.
Namun saat ditanya siapa oknum SKPD yang sudah ketahuan ‘bermain’ dengan dewan terkait pengadaan UPS 2015, Ahok tak menyebut nama. Dia hanya mengatakan ada dari kalangan tingkat eselon 4, eselon 3. “Eselon 2 juga mungkin terlibat,” ujar dia.
Sikap Ahok yang gemar menyalahkan anak buah dan enggan akui kesalahannya, mendapat komentar dari peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Firman Noor.
Kata dia, gaya kepemimpinan Ahok yang suka melempar kesalahan ke anak buah tidak mencerminkan etika seorang pemimpin. “Dalam konteks kepemimpinan demokrasi, gaya Ahok ini agak jarang,” kata Firman, di Jakarta, Minggu (15/3) kemarin.
Firman menjelaskan, ada tiga kriteria pemimpin dalam demokrasi. Pertama adalah soal kecerdasan.”Kecerdasan visi misi,” ujar dia.
Yang kedua, adalah populisme. Di mana seorang pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat tidak bisa dilepaskan oleh rakyat di mana dia dipilih.”Sementara Ahok ini hanya menggantikan. Dalam berbagai survei, kemenangan pilkada 2012 juga tidak terlalu signifikan,” ucap dia.
Yang terakhir, adalah patuh pada aturan main. “Di sini Ahok harus paham dan patuh terhadap konstitusi,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi India Tangkap 8 Pelaku Pemerkosaan di Benggala Barat

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Benggala Barat, India, berhasil menangkap delapan pelaku pemerkosaan dan penyerangan di sekolah Convent of Jesus and Mary, di Ranaghat, Sabtu (14/3) pagi waktu setempat. Penangkapan tersebut sukses dilakukan setelah polisi menelusuri rekaman CCTV yang terpasang di lokasi kejadian.

Melalui gambar yang tersebar, Polisi setempat sempat menawarkan imbalan sebesar 100 ribu Rupee (atau setara dengan Rp 20,992 juta) bagi masyarakat yang mampu memberikan informasi valid keberadaan tersangka. Upah tersebut diduga sangat membantu Kepolisian.

Dari rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi empat dari enam tersangka pelaku pemerkosaan. Sedangkan, informasi empat orang lainnya didapat setelah menyelidiki, para tersangka yang sudah diketahui identitasnya.

Menurut penuturan Uskup Agung Calcutta, Thomas d’Souza, dalam aksi ‘biadab’ itu telah menelan lima korban. Thomas menyebut, sebelum memerkosa seorang biarawati, para pelaku lebih dulu melakukan pengrusakan. Mereka juga mencuri sejumlah uang dari Biara tersebut.

“Selain Biarawati 74 tahun diperkosa, saat itu juga ada tiga wanita. Satu dianiaya, dua orang lagi dan satu penjaga diikat ke kursi,” ujarnya,  demikian lapor BBC, Senin (16/3).

Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Pemerintahan Benggala Barat bejanji akan bergerak cepat dan menindak tegas ke delapan pelaku tersebut. Untuk penyidikan lebih lanjut, pemerintah setempat telah meyerahkan kasus ini ke Kepolisian Federal India.

Sekedar informasi selain Taj Mahal, India juga dikenal sebagai negara yang rawan akan pemerkosaan. Kasus yang paling menyulut kemarahan publik ketika seorang Mahasiswa berusia 23 tahun diperkosa dan dibunuh oleh sekelompok orang di New Delhi pada 2012 silam.

Artikel ini ditulis oleh:

Hari Ini, Plt Pimpinan KPK Temui Pimpinan DPR

Jakarta, Aktual.co — Pimpinan Plt Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan akan menemui beberapa pimpinan DPR hari ini, Senin (16/3).
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan bahwa pertemuan ini untuk membicarakan persoalan yang dihadapi lembaga anti rasuah itu.
“Harusnya ketemu jam 10 tapi jam 11 hari ini. Kami ingin dengar apa yang dirasakan KPK menghadapi masalah ini,” ucap Fahri, di komplek parlemen, Senayan, Jakarta.
Dikatakan Fahri, pimpinan DPR juga akan memberikan masukan terhadap Taufiequrachman Ruki dan kawan-kawan. Dia berharap konflik antar lembaga seperti benturan antar KPK dengan Polri tak terjadi lagi.
“Kami pimpinan DPR juga akan berikan masukan ke KPK bahwa tidak bisa masalah ini dilihat sebagai kasus per kasus. Sudah selayaknya KPK ada keberanian melihat akar masalahnya,” ungkap Wakil Sekjen PKS tersebut.
Sebelum ke DPR, pimpinan KPK pagi ini menemui Presiden Joko Widodo di Istana Presiden. Pertemuan ini terkait penjelasan KPK soal rencana kerja di bidang pencegahan pada tahun 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Jatuh Cinta Tingkatkan Kinerja Otak Manusia, Ini Buktinya

Malang, Aktual.co — Jatuh cinta ternyata membuat beberapa fungsi dalam otak manusia meningkat. Hasil penelitian Professor Xiaochu Zhang dari University of Science and Technologi of China, menyebut, ada perbedaan yang sangat signifikan antara otak manusia yang sedang dilanda asmara (jatuh cinta) dengan orang yang sedang single atau orang yang baru mengakhiri hubungan cintanya.

Manusia yang sedang dalam hubungan asmara atau jatuh cinta, ternyata memiliki peningkatan aktivitas pada beberapa area otak, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan mereka yang saat ini menyandang status single, dimana aktivitas otak mereka terlihat kurang.

“Studi ini memberikan bukti empiris akan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsional otak manusia yang sedang jatuh cinta,” terang Professor Xiaochu, demikian dilansir dari DailyMail, Senin (16/3).

Tim peneliti dari Universitas tersebut menggunakan 100 siswa berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sebagai bahan riset mereka. Para siswa ini dibagi menjadi tiga kelompok yakni orang yang sedang jatuh cinta, lajang dan mereka yang baru saja mengakhiri hubungan asmara.

Masing-masing dari 100 orang tersebut dilakukan proses scan otak dengan menggunakan alat pengukur aktivitas aliran darah dalam otak (atau FMRI). Mereka diminta untuk menutup mata dan memikirkan berbagai hal selama proses scanning, sehingga peneiliti bisa menemukan perubahan dalam otak yang disebabkan emosi cinta dan romantisme.

“Hasil studi ini ternyata menemukan suatu hal, yakni jatuh cinta dapat dihubungkan dengan peningkatan konektivitas dalam jaringan otak tertentu,” lanjutnya.

Peningkatan aktivitas otak manusia, ini ternyata bisa terdeteksi dari bagian nucleys caudatus, NAC, amigdala dan insula. Tak hanya itu, tes ini juga menemukan banyaknya aktivitas otak pada daerah tertentu yang berkorelasi dengan durasi waktu seseorang yang telah jatuh cinta.

Penelitian itu  juga menyebutkan, bagi mereka yang baru saja mengakhiri hubungan asmara atau pernah jatuh cinta sebelumnya, ternyata aktivitas otak langsung berubah dan dapat dilihat dari tolok ukur lamanya waktu sejak perpisahan. Hal itu ditemukan oleh para peneliti pada bagian nucleus caudatus yang berhubungan dengan harapan, penghargaan dan output sensorik.

Namun, bagi mereka yang sedang putus cinta tidak perlu khawatir, sebab hasil penelitian menemukan, ada aktivitas pada daerah tertentu yang disebut mereka (peneliti) sebagai tanda pemulihan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Resahkan Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Politisi PPP Okky Asokawati menilai wacana menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang dilontarkan pemerintah, sangat tidak tepat. 
Meskipun penaikan iuran baru dilaksanakan paling cepat tahun depan (2016), namun berdasarkan temuannya selama reses di dapil, hal ini sangat meresahkan rakyat. 
“Karena isu itu muncul ketika harga beras naik, premium naik diam-diam, dollar melonjak terus, juga kegaduhan politik yang tak henti. Sehingga masyarakat merasa beban yang semakin berat,” kata Okky dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3).
Menurut Okky, ketimbang menyatakan kenaikkan iuran, lebih baik pemerintah bersama BPJS Kesehatan menyatakan tujuannya untuk menyempurnakan infrastrukktur kesehatan, setelah mendapat suntikkan dana sebesar Rp6 triliun dari Kemenkeu.
Situasi keuangan BPJS Kesehatan yang defisit saat ini dikarenakan Kemenkeu ketika menentukan besaran iuran baik untuk kepesertaan PBI dan Mandiri pada tahun 2014 lalu tidak mengikuti saran dari Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Saat itu DJSN menyarankan besarnya iuran untuk PBI adalah Rp 27 ribu.Namun, pemerintah memutuskan sebesar Rp 19.225. Jadi tidak mengherankan bila sekarang BPJS Kes mengalami defisit.
“Jadi kalau nanti memang pemerintah benar-benar akan melaksanakan penambahan besaran iuran, maka masukkan akademis terkait dengan hal ini benar-benar harus diperhatikan dan dipertimbangkan baik-baik,” ujarnya.
Keberpihakan pemerintah terhadap masalah kesehatan harus ditingkatkan. Amanah UU No 36/2009 bahwa anggaran kesehatan adalah 5% dari APBN harus dilakukan. dicontohkan, (negara) Kuba dengan jumlah penduduk yang jauh lebih sedikit dari Indonesia, sekitar 11 juta, memiliki 12% anggaran kesehatannya dari APBN mereka, sementara Malaysia sekitar 11 % dari total APBN.
Penambahan atau suntikkan dana dari pemerintah ke BPJS Kesehatan seberapapun besarnya tidak akan pernah cukup untuk membiayai pengobatan kesehatan peserta BPJS Kesehatan, selama pemerintah tidak melakukan KIE (Konsultasi Informasi dan Edukasi) kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku promotif preventif bagi gaya hidup masyarakat terkait dengan hidup sehat.
“Jangan sampai program kesehatan yang sudah baik dan sesuai amanah konstitusi ini jadi berantakkan karena ‘missed management’, juga pemerintah tidak mau mendengarkan masukkan yang sifatnya akademis dan sesuai dengan ilmu aktuaria. Amanah UU tentang besarnya anggaran kesehatan juga sudah harus dipenuhi agar infrastruktur kesehatan bisa segera pula disempurnakan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Mahasiswa Unibraw Beberkan Rapor Merah Pemerintahan Jokowi

Malang, Aktual.co — Ratusan Mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, hari ini, Senin (16/3) menggelar aksi demo di depan Kantor DPRD Kota Malang. Dalam aksinya kali ini, mahasiswa mengkritisi gagalnya pemerintahan Jokowi-JK pada berbagai sektor lini.
Membentangkan poster besar bertuliskan “Korban PHP Jokowi” mahasiswa ini membeberkan rapor merah pemerintahan selama ini. Janji-janji manis sang Presiden saat kampanye hanya menjadi sebatas janji tanpa aksi dari Jokowi.
Berbagai persoalan seperti lemahnya nilai tukar rupiah, pengangkatan Jaksa Agung dari kalangan politisi, tingginya impor bahan pangan serta ketidakstabilan Hankam disorot oleh mahasiswa.
“Kami Mahasiswa seakan menjadi korban PHP Jokowi, beberapa hal belum diselesaikan oleh Presiden,” kata Dianwar Fajri perwakilan mahasiswa.
Mahasiswa juga menampilkan aksi teatrikal yang menunjukkan ketidakberdayaan Jokowi atas konflik besar Polri Vs KPK. Ditengah kedua institusi tersebut sedang ribut, presiden justru hanya diam dan seakan menikmati konflik itu, setidaknya begitulah gambaran aksi teatrikal mahasiswa.
“Jokowi selama ini menerapkan ekonomi liberal dan itu sangat tidak cocok dengan perekonomian di Indonesia,” tegas Dianwar.
Karenanya mereka menuntut kepada Pemerintahan Jokowi – JK untuk segera menyelesaikan kisruh politik yang terjadi, melaksanakan komitmen janji saat Pilpres. “Kami juga tuntut hentikan liberalisasi ekonomi yang merugikan rakyat,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain