2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37632

Awali Pekan, IHSG Dibuka Melemah 11,00 Poin ke Level 5.415,47

Jakarta, Aktual.co — Mengawali pekan, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah. IHSG dibuka melemah 11,00 poin atau 0,2 persen di 5.415,47. Sementara itu, Indeks LQ45 turun 2,77 poin atau 0,3 persen ke 939,57.

Sebanyak sembilan saham menguat, 23 saham menurun, dan 13 saham diam di tempat. IHSG mencatat nilai transaksi sebesar Rp20,32 miliar dengan volume 5,18 juta saham yang diperdagangkan.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu tidak mampu melanjutkan kenaikannya. Masih berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah dan sikap ketidakpercayaan pelaku pasar terhadap sikap tenang yang ditunjukkan pemerintah dan masih jualannya investor asing membuat laju IHSG berbalik melemah dan tidak mampu bangkit hingga akhir sesi.

“Padahal laju bursa saham Asia masih bergerak positif sebagai imbas dari penguatan laju bursa saham AS dan Eropa. Tidak banyak sektor dan saham yang menguat dan penguatan lebih banyak pada saham-saham second liner,” ujar kepala riset dari NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada.

Pada perdagangan Senin (16/3) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.385-5.400 dan resisten 5.445-5.466. Menrutnya, false signal kembali terjadi dimana terimbas kembali maraknya aksi jual, apalagi di pekan ini akan ada pertemuan The Fed sehingga pelaku pasar lebih memilih stay away dari pasar.

“Kami belum merubah area support untuk pengingat level bawah yang harus dijaga untuk tidak membuka pelemahan lebih lanjut. Tetap cermati arah pasar dan sentiment yang ada,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ronny: Penangkapan Anggota Polri-TNI oleh Malaysia Karena Miskomunikasi

Jakarta, Aktual.co — Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Polisi Ronny F Sompy mengatakan, penangkapan 10 personel Polri, empat anggota TNI dan tiga warga sipil oleh Polis Diraja Malaysia karena miskomunikasi.
“Ada miskomunikasi antara beberapa anggota Polres Nunukan pada saat akan menerima penyerahan tersangka pelaku penganiayaan terhadap prajurit TNI di Tawau yang telah ditangkap oleh PDRM,” kata Ronny dalam pesan singkat, Senin (16/3).
Dia pun memastikan tidak ada pelanggaran keimigrasian dalam kasus tersebut. Terlebih selama ini Polri dengan Polisi Diraja Malaysia sudah ada MoU dalam penyelesaian dan pengungkapan kasus kejahatan di perbatasan.
Peristiwa ini berawal dari adanya anggota TNI AD Kodim 0911 Nunukan yang meninggal dunia pada Senin ( 9/3) di Balikpapan, Kalimantan Timur akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku yang bernama Syarif.
Pelaku melarikan diri ke Pulau Sebatik yang merupakan perbatasan Indonesia-Malaysia. Untuk mengejar pelaku yang melarikan diri ke wilayah Malaysia, Kapolres Nunukan menghubungi OCPD (Kapolres) Tawau untuk membantu menangkap pelaku.
Pelaku kemudian berhasil ditangkap oleh anggota Balai Polis Walace Bay (WSB) PDRM pada Jumat (13/3).
Untuk memastikan bahwa orang yang ditangkap adalah pelaku, maka sejumlah anggota Polri-TNI diutus ke Malaysia. “Sepuluh anggota Polri dan empat anggota TNI Kodim Nunukan menuju ke Balai Polis WSB,” kata Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes Rikwanto.
Namun setelah berada di lokasi, ternyata mereka dikepung oleh pasukan ESCOM yang merupakan gabungan polisi dan tentara bea cukai dan imigrasi Malaysia.
Tak hanya anggota TNI-Polri tersebut, tiga warga sipil juga sempat digiring ke OCPD Tawau. Mereka ditangkap karena dianggap melanggar aturan keimigrasian.
Mereka pun akhirnya dipulangkan dan tiba di PLBL Lamijung pada Sabtu (14/3) dan dijemput di wilayah perbatasan perairan Indonesia dengan Malaysia dengan menggunakan speedboat milik Polisi Air setempat.
“Semua anggota Polri – TNI dan warga sipil itu kemudian dibawa ke Kantor Polis di Tawau dan besoknya mereka dipulangkan,” katanya.
Sementara Syarif masih ditahan oleh PDRM dan menunggu proses deportasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Hujan Ringan dan Sedang Diperkirakan Guyur Jabodebatek

Jakarta, Aktual.co —Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan pagi ini sebagian besar wilayah Jabodetabek berawan. Kecuali wilayah Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara yang diperkirakan diguyur hujan ringan.
Siang hari, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat diperkirakan berawan. Sedangkan  Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Tangerang diperkirakan hujan ringan. Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan mengguyur Depok, Bekasi dan Bogor.
Malam hari, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan mengguyur Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, JAkarta Selatan, Depok, Bekasi dan Bogor. Sedangkan Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Utara berawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Yunus Husain Bantah Keluarkan Daftar Rekening Gendut Petinggi Polri

Jakarta, Aktual.co — Bekas Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein membantah, pernah mengeluarkan daftar rekening gendut petinggi polri. 
“Sudah pernah membantah dengan surat tertulis kepada media yang memuat pada waktu itu,” kata Yunus kepada wartawan, Senin (16/3).
Yunus mengaku, PPATK tidak pernah mengeluarkan daftar nama petinggi polri yang memiliki rekening gendut. Yunus pun mengaku tidak menyimpan salinan surat bantahan yang dikirimkan kepada media-media tersebut. 
“Saya nggak punya (salinan) surat bantahan itu. Minta ke PPATK saja,” kata Yunus.
Bantahan Yusuf itu terkait dengan pernyataan, Wakil Presiden Jusuf Kalla JK yang menyayangkan kasus dugaan rekening gendut para petinggi polri berkembang liar dan menyasar para jenderal polisi yang menjadi tertuduh, padahal menurutnya sumber tersebut sama sekali tidak benar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Awali Pekan, Rupiah Kian Melemah ke Level Rp 13.245

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Senin (16/3) bergerak melemah. Berdasarkan Bloomberg Dollar Index, rupiah dibuka melemah 0,19% ke Rp13.230 per dolar AS. Sementara itu, berdasarkan data kurs TT Bank Mandiri, Senin (16/3) pada pukul 08.40 WIB,  kurs jual rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 13.245 dan kurs beli di harga Rp 13.195 per dolar AS.

Laju Rupiah pekan lalu belum menunjukkan adanya perbaikan, seiring masih tingginya minat pelaku pasar untuk mentransaksikan Dolar Amerika Serikat (AS). Apalagi setelah beredar pemberitaan kenaikan cadangan minyak AS yang membuat harga kontrak minyak kembali turun.

“Ini memberikan kesempatan bagi Dolar AS untuk kembali menguat. Akibatnya laju mata uang dari Euro, GBP, dan Yen terhadap Dolar AS kembali tertekan, pasca menguat sehari sebelumnya.” ujar kepala riset dari NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada.

Pada Senin (16/3) Rupiah diperkirakan Reza berada di bawah target level support 13.179, yakni Rp13.205-13.185 (kurs tengah BI). Menurutnya, belum adanya sentimen positif yang menahan pelemahan Rupiah membuat lajunya kian bergerak turun. “Harapan akan penurunan yang dapat lebih terbatas kembali sirna dan berpotensi kembali turun,” pungkasnya.

Dilai pihak, laju rupiah juga tengah menunggu data ekonomi makro yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini. Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini dijadwalkan akan merilis data-data terkait ekonomi makro Indonesia, termasuk diantaranya terkait nilai tukar eceran Rupiah pada Februari 2105. Selain itu, BPS juga akan merilis perkembangan ekspor dan impor (Eksim) Indonesia dan perkembangan upah pekerja/buruh Februari 2015.

Sejak sebulan lalu, pergerekan mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat kian melemah tajam. Namun dengan pelemahan tersebut diharapkan menjadi potensi bagi ekspor Indonesia untuk dapat meningkat.

“Angka-angka tersebut akan diumumkan oleh Kepala BPS, Suryamin, dalam acara jumpa pers,” ujar Kepala Humas BPS Yeane Irmaningrum dalam undangannya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (16/3/2015).

Artikel ini ditulis oleh:

SBY Kurangi Kesejatian Demokrasi

Jakarta, Aktual.co — Susilo Bambang Yudhoyono diharuskan membuka peluang dipilih secara kompetitif menjadi ketua umum pada kongres Partai Demokrat mendatang. Demikian disampaikan engamat Politik Gun Gun Heryanto di Jakarta, Senin (16/3). Sebab, sambung dia, jika SBY menjadi ketum kembali dari hasil aklamasi seperti kongres lalu maka fenomena ini akan mengurangi kesejatian demokrasi.
“SBY harus buka peluang juga untuk dipilih secara kompetitif seperti PAN kemarin,  meskipun nanti menang tapi kan ada rivalitas dan kompetisi itu menjadi lebih sehat,” ujarnya.
Gun Gun menilai fenomena tersebut agak kurang baik dan kurang demokrasi. Meskipun boleh tetapi mngurangi makna kesejatian kompetisi dalam demokrasi.
“Saya khawatir fenomena ini mengarah kepada ketidakmampuan pemimpin imparsial yang muncul di internal partai. Jadi partai itu tidak menjadi partai yang meregenarasi dengan baik karena kuatnya figur sentral,” katanya
Menurutnya, ketika SBY ‘turun gunung’ sebetulnya semua pejabat partai bergantung padanya. Sehingga pola ini kurang sehat dalam partai yang akan melahirkan ketidakmampuan SBY untuk mau berkompetisi secara efektif.
“Sebenarnya ini yang bikin kurang sehat di demokrat saja, tapi yang lain juga. Kalo pikirannya membangun sistem partai modern, tapi kalo mau jadi partai keluarga ya monggo,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain