6 April 2026
Beranda blog Halaman 37648

Kadin: Bak Macan Ompong, Kebijakan Baru Hanya Jargon yang Tidak Bergigi

Jakarta, Aktual.co — Harga beras Indonesia pada Februari 2015 yang sebesar Rp6.300 per kg di pedagang besar (asumsi margin 20 persen) dinilai lebih besar 70 persen di atas harga beras dunia. Namun, harga beras yang tinggi tersebut ternyata tidak mendorong petani untuk berproduksi secara maksimal.

Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Didik J Rachbini mengatakan permasalahan dasar tersebut ada pada sistem produksi pertanian Indonesia yang rapuh. Menurutnya, hancurnya sistem irigasi, penyuluhan desa, pasca panen, degradasi kesuburan tanah, dan alih fungi lahan sebagai akibat dari rapuhnya sistem tersebut.

“Proteksi yang dilakukan tidak berhasil menjadi insentif produksi dan pendorong bagi petani berproduksi maksimal untuk mencapai swasembada beras,” ujar Didik di Menara Kadin Jakarta, Jumat (27/3).

Didik juga mengatakan bahwa sebenernya pasokan beras sudah kurang sejak akhir tahun 2014. Namun, pemerintah tetap menetapkan kebijakan untuk tidak impor beras. “Di lapangan kondisi pasokan beras juga berkurang drastis, tapi tidak pernah diperhatikan pemerintah,” kata dia.

Berdasarkan data yang diperoleh Didik, stok beras Bulog pada akhir 2014 sebesar 1,8 juta ton, dan stok pada Februari 2015 sebesar 1,4 juta ton dinilai jauh dari batas aman stok Bulog yang sebesar 2 juta ton ( 10 persennya). “Stok beras Pasar Induk Cipinang batas amannya 30-35 ribu ton, pemasukan 2.500-3.000 ribu ton per hari. Tetapi pada Februari 2015 kemarin pemasukan 1.700 ton per hari,” kata dia.

Untuk itu, Didik meminta pemerintah dalam hal ini Bulog, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian untuk terus memperhatikan hal tersebut. Pasalnya, harga beras yang tinggi tersebut tidak serta-merta membuat kesejahteraan petani meningkat. “Kebijakan baru hanya jargon yang ternyata tidak ‘bergigi’ dan menjadi ‘macan ompong’ berhadapan dengan kekuatan pedagang beras, yang mempunyai peluang mendongkrak harga saat pasokan turun,” pungkasnya.

Untuk dketahui, berdasarkan data BPS, rata-rata harga beras jenis Premium pada Februari 2015 meningkat 12,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2014, sedangkan beras Jenis Medium dan Rendah masing-masing meningkat 13,81 persen dan 9,64 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Wujudkan Generasi Sehat, Danjen Kopassus Dukung Gerakan Makan Ikan

Jakarta, Aktual.co —  Sebagai negara yang lebih luas wilayah perairannya, jika dibandingkan luas daratan. Potensi ikan di Indonesia sangat berlimpah. Pasalnya, sumber daya perikanan yang besar ini menjadikan sektor kelautan dan perikanan berpeluang besar dalam memberikan kontribusi guna memenuhi total kebutuhan konsumsi protein di Indonesia, khususnya sumber protein hewani.

Untuk itu, IKAL 49 (Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas RI XLIX) dan keluarga Universitas Gadjah Mada Fakultas Hukum 1988 (KAGAMA FH88) yang bekerjasama dengan GMT Property Manajemen terpanggil ikut serta berpartisipasi mewujudkan generasi sehat dan cerdas melalui konsumsi makan ikan.

Kabarnya, kegiatan bertajuk gerakan ‘Ayo Makan Ikan’ akan diselenggarakan di beberapa tempat dan kota. Diawali dari Kantin Kendal no1 Menteng (26-28/3), , Cijantung Mall (29-31/3) dan Cantya Hotel Yogyakarta (31/3- 2/4/15) dan berakhir di kantin Lemhanas RI, Jl Kebon Sirij kav.28-30 Jakarta Pusat (1/4/2015).

Menurut Jamaslin Purba, selaku ketua KAGAMA FH88 mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya akan menyajikan berbagai macam hidangan ikan resep khas Nusantara yang membangkitkan selera dari banyak pedagang makanan dari olahan ikan yang diikutsertakan di masing-masing tempat berlangsungnya acara.

“Yang jelas, kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam mendukung nelayan dan petani guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka, ” jelasnya, ditemui di Kantin Kendal no. 1 dikawasan Menteng Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan yang sama, Doni Munardo, Danjen Kopassus selain mendukung gerakan positif. Ia menilai acara ini merupakan bentuk kepeduliaan anak bangsa terhadap produk lokal Indonesia berupa makanan berbahan ikan yang diproses dengan resep dan bumbu khas Nusantara.

“Gerakan untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan dan olahan secara terus menurus harus didukung. Karena dengan kita melakukan itu, bukan tidak mungkin generasi cerdas dan sehat merupakan dambaan setiap keluarga Indonesia pastinya, ” pungkas Doni Munardo.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejagung Cari Tau Keterlibatan Airin di Korupsi Puskesmas Tangsel

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah memeriksa Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani, Jumat (27/3). Istri dari Tubagus Chaery Wardana alias Wawan itu diperiksa terkait dugaan korupsi proyek pembangunan puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Tangsel tahun 2011-2012.
Jaksa penyidik berkeyakinan, bahwa  Airin selaku kepala daerah dianggap mengetahui dalam proyek tersebut. “Terkait dengan kasus itu, bagaimana pengetahuan beliau selaku kepala daerah. Keterkaitan itu akan digali oleh penyelidik,” kata Kapuspenkum Kejagung Tony T Spontana saat dikonfirmasi, Jumat (27/3).
Sebelumnya, kata Tony, penyidik gedung bundar sudah pernah memanggil Airin untuk menjalani pemeriksaan. Namun, adik ipar Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, ini mangkir. “Sudah beberapa panggilan. Ada yang pada waktu itu beliau tidak hadir karena ada halangan yang sah menurut Undang-undang,” tandasnya.
Dalam kasus ini Kejagung sudah menjerat tujuh tersangka.  Antara lain, Tubagus Chaery Wardana, mantan Kepala Dinkes Tangsel Dadang M Epid, Kabid Sumber Daya Kesehatan dan Promosi Dinkes Tangsel Mamak Jamaksari dan Sekretaris Dinkes Banten Neng Ulfah. Jaksa telah menahan Dadang dan Neng Ulfah, sementara Mamak dan Wawan ditahan di KPK dengan kasus berbeda.
Kemudian tersangka lain dari pihak swasta yaitu Komisaris PT Trias Jaya Perkasa Suprijatna Tamara, Direktur PT Bangga Usaha Mandiri Desy Yusandi dan Komisaris PT Mitra Karya Rattan Herdian Koosnadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

KPK Janji Tak Ikut Campur Kasus Denny di Bareskrim

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tegaskan tidak akan ikut campur terhadap permasalahan hukum yang menjerat beberapa koleganya, seperti mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkum HAM), Denny Indrayana.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan jika pihaknya tidak memiliki kapasitas untuk menilai langkah penegak hukum lainnya.
“KPK sebagai lembaga tidak dalam kapasitas menilai langkah yang diambil penegak hukum lain,” ujar Priharsa saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (27/3).
Kendati demikian, Taufiequrachman Ruki Cs berharap apa yang dilakukan pihak Kepolisian terhadap Denny, murni untuk menegakkan hukum di tanah air dan bukan bermotif dendam.
“KPK berharap semua proses penegakan hukum yang terjadi, murni dilandasi oleh semangat untuk menegakkan hukum, bukan yang lain,” tegas Priharsa.
Seperti diketahui, Bareskrim Mabes Polri resmi menetapkan Denny sebagai tersangka kasus korupsi terkait pelaksanaan Payment Gateway pada 2014 di Kemenkum HAM. Beredar kabar penetapan status Denny merupakan dendam dari polisi.
Tak sedikit masyarakat, khususnya pembela KPK menilai, proses hukum yang dilakukan polisi dilakukan, lantaran Denny sempat mengeluarkan kritikan pedas saat dua pimpinan lembaga antirasuah ditetapkan sebagai tersangka.
Selain Denny, salah satu loyalis KPK, Profesor Komariah yang mengkritik keputusan Hakim Sarpin Rizaldi memenangkan gugatan praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan, pun ikut terseret menjadi terlapor di Polda Metro Jaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Defisit, Menkeu Prancis: Pertumbuhan Ekonomi Prancis Membaik

Jakarta, Aktual.co — Prancis memotong target defisit anggarannya untuk tahun 2015 dan hal tersebut menandakan adanya pemulihan ekonomi. Setelah rilis data defisit yang lebih baik dari perkiraan untuk 2014, Menteri Keuangan Prancis, Michel Sapin mengatakan terdapat beberapa alasan yang membuat dirinya percaya akan pertumbuhan ekonomi Prancis.

Data resmi menunjukkan pada 2014 defisit Prancis sebesar empat persen, bukan seperti yang diperkirakan 4,4 persen. Sapin mempresiksi, pada tahun ini defisit akan kembali turun sekitar 3,8 persen.

“Defisit yang lebih rendah dari yang diperkirakan membawa kepercayaan diri. Kami akan melakukan lebih baik dari satu persen pertumbuhan ekonomi di 2015.” ujar Sapin, demikian dilansir dari BBCBusiness, Jumat (27/3).

Di tempat yang berbeda, Ekonom dari Credit Agricole, Axelle Lacan menerangkan, bahwa belanja publik menurun cukup signifikan, dan diharapkan pendapatan tidak seburuk seperti yang diduga. Menurutnya, ekonomi terbesar kedua Zona Euro tersebut tumbuh sebesar 0,4 persen pada tahun 2014, sama seperti pada tahun 2013 lalu.

Prancis sebagai negara yang telah berulang kali melewatkan target fiskal yakin akan membawa defisit di bawah naungan Uni Eropa sebesar tiga persen dari PDB tahun 2017 mendatang.

Presiden Prrancis, Francois Hollande selama kampanye Pemilu 2012 berjanji untuk membawa defisit ke batas Uni Eropa pada akhir 2013. Namun, target pemerintah tersebut beberapa kali meleset.

Bulan ini, Menteri Keuangan Uni Eropa memberikan waktu dua tahun lagi bagi  Prancis untuk memotong defisitnya pada batas tiga persen.

Data ekonomi baru-baru ini telah menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengangguran masih meningkat, kepercayaan bisnis Perancis telah membaik.

Artikel ini ditulis oleh:

Sinar Mas Raih Pinjaman 1,5 Miliar Dolar dari Tiongkok

Jakarta, Aktual.co — Group Sinar Mas mendapatkan pinjaman dari Republik Rakyat Tiongkok (RRK) sebesar Rp1,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Dalam hal ini, Sinar Mas telah menandatanganani kesepakatan pinjaman sebesar 1,5 miliar dolar AS dari China Development Bank (CDB) dan ICBC Financial Leasing Co., Ltd.

Kesepakatan tersebut memungkinkan perusahaan di bawah naungan Sinar Mas untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik guna memasok kebutuhan energi, pengembangan pulp dan paper di Indonesia dan pengembangan industri telekomunikasi di bawah Sinar Mas.

“Kesepakatan ini semakin memperkuat hubungan yang telah berlangsung sebelumnya dengan mitra kami, lembaga keuangan dari China, sekaligus memperluas cakupannya ke sektor lain yang berada di bawah pilar usaha Sinar Mas. Selain itu, kesepakatan juga bermakna dukungan penuh kami terhadap upaya pemerintah meningkatkan kapasitas listrik hingga 35.000 MW dalam lima tahun di seluruh wilayah Indonesia, khususnya guna memfasilitasi kebutuhan sektor industri,” kata Board Member of Sinar Mas dan Vice Chairman Sinar Mas, Franky O Widjaja, yang dikutip dari keterangan tertulis perusahaan, Jumat (27/3).

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSS) menandatangani kesepakatan pinjaman senilai USD510 juta dari China Development Bank Corporation (CDB) untuk pengembangan pembangkit listrik di Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan. Pinjaman tersebut mencapai 75 persen dari keseluruhan pinjaman yang mencapai sebesar USD680 juta. Dana akan dialokasikan untuk pembangunan pembangkit listrik mulut tambang Sumsel-5 Musi Banyuasin berkapasitas 1×300 MW senilai USD480 juta, dan pembangkit listrik Kendari-3, berkapasitas 2×50 MW sebesar USD200 juta.

Sebelumnya pada tanggal 4 Desember 2012 di Jakarta, PT DSSP Power Sumsel (DSSP) telah lebih dulu mendatangani kesepakatan pinjaman sebesar USD318 juta, juga dari CDB. Dana itu digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik mulut tambang berkapasitas 2×150 MW di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sementara itu, untuk pengembangan pulp paper untuk perusahaan di bawah Sinar Mas mendapatkan pinjaman senilai USD350 juta dan 2,1 M RMB atau kurang lebih setara dengan 700 juta dollar AS.
“Kesinambungan kemitraan kami dengan lembaga keuangan luar negeri juga menggambarkan kepercayaan mereka akan perkembangan serta reputasi industri nasional yang tetap terjaga,” tambah Managing Director Sinar Mas G Sulistiyanto.

Di bidang telekomunikasi, sejak tahun 2006 Sinar Mas sudah bekerja sama dengan China Development Bank untuk pembangunan konstruksi, instalasi dan jaringan industri telekomunikasi LTE Sinar Mas melalui Smartfren. Bantuan pinjaman yang ditandatangan di Bejing saat ini mencapai USD300 juta. Sebelumnya, Smartfren sudah menandatangani pinjaman USD700 juta.

Total investasi yang ditandatangani Sinar Mas kali ini mencapai lebih dari USD1,5 miliar. Tanda tangan investasi yang dilakukan di The Great Hall ini dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan PM RRT Li Keqiang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain