8 April 2026
Beranda blog Halaman 37662

Larang Aktifitas Politik di ‘Car Free Day’, Ahok Langgar UUD45

Jakarta, Aktual.co —Rencana Pemprov DKI melarang  aktifitas politik warga Jakarta di gelaran Car Free Day (CFD) tiap hari Minggu, menuai kecam.
Sekretaris wilayah Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) DKI, Rio Ayudhia Putra menilai Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah berupaya membungkam ruang gerak partisipasi publik untuk kemajuan demokrasi Indonesia.
Ahok jelas melanggar HAM sebagaimana dijamin di Undang-Undang No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Rencana itu juga tidak sejalan dengan UUD 1945 Pasal 28 yang menyatakan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan Undang-Undang.
Kemudian dipertegas kembali dalam Pasal 28E ayat 3 UUD 1945 yang berbunyi “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.”
Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah dilanggar. Yang berbunyi ‘Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat.’
“Dalam hal ini termasuk kebebasan menganut pendapat tanpa mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima, dan menyampaikan keterangan-keterangan dan pendapat dengan cara apa pun dan dengan tidak memandang batas-batas” ujar dia, di Jakarta, Jumat (27/3).
Jika rencana tersebut jadi terealisasi, Rio menilainya sebagai sebuah kemunduran bagi Indonesia. Dimana seorang Gubernur berani dan terang-terangan melarang aktifitas politik warganya. “Bahkan seorang Presiden pun tak akan berani melakukan hal semacam itu kecuali Soeharto, mengingat hal tersebut sudah diatur dan dijamin dalam Undang-Undang,” ucap dia.
Ahok pun didesak segera menarik gagasan tersebut. “Jangan sampai publik menilai dia yang kerjanya marah-marah terus ternyata juga seorang yang anti terhadap demokrasi.”
Lagipula, ujar dia, Peraturan Gubernur untuk pelaksanaan CFD pun tidak bertentangan dengan kegiatan politik yang selama ini dilakukan warga. Dimana dalam Pergub itu, kegiatan CFD bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara Jakarta. “Artinya rencana pelarangan tidak relevan dilakukan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri ESDM: Proses Transisi Blok Mahakam Segera Dilaksanakan

Jakarta, Aktual.co — Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan proses transisi pengelolaan lapangan migas di Blok Mahakam, Kalimantan Timur, dapat segera dilaksanakan oleh PT Pertamina (Persero) sebelum kontrak dengan Total E&P Indonesia habis pada 2017.

“Kepada Pertamina kami sudah minta untuk mulai bicara dengan operator eksisting (Total) supaya transisi berjalan mulus,” katanya usai bertemu dengan para Petitor Petisi Blok Mahakam di Jakarta, Jumat (27/3).

Untuk itu, Kementerian ESDM melalui Dirjen Migas dalam satu bulan ke depan akan memfasilitasi dialog antara Pertamina dengan Total untuk menjamin proses transisi berjalan dengan baik. “Kalau Pertamina akan menjadi operator tahun 2018, mulai sekarang harus masuk atau ikut dalam proses transisi supaya informasi, ‘knowledge’, dan teknologi bisa mulai dikelola bersama,” katanya.

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Unit Pengendalian Kinerja Kementerian ESDM Widhyawan Prawiraatmadja mengatakan pemerintah akan segera mengeluarkan surat ke Pertamina yang berisi penyerahan pengelolaan Blok Mahakam pasca-2017. “Sementara, satu surat lagi ke Total yang menyatakan tidak memperpanjang kontrak Mahakam,” ujarnya.

Sesuai Pasal 28 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, ada dua opsi untuk blok habis kontrak, yakni pertama, blok diperpanjang kepada operator eksisting.

Opsi kedua, Pertamina dapat mengajukan pengelolaan blok habis kontrak kepada Menteri ESDM. Menteri ESDM bisa menyetujui permohonan itu sepanjang Pertamina 100 persen dimiliki negara.

Pertamina secara resmi telah mempresentasikan proposal kesanggupan mengelola Mahakam kepada pemerintah pada Sabtu (7/3) di Kementerian BUMN, Jakarta. Atas presentasi tersebut, pemerintah optimistis Pertamina sanggup mengelola Mahakam pasca-2017. Blok Mahakam bernilai strategis karena saat ini produksi mencapai 280.000 barel setara minyak per hari.

Pemerintah menargetkan penandatanganan kontrak kerja sama Mahakam dengan Pertamina bisa dilakukan pada 2015 meski berlaku setelah 2017.

Artikel ini ditulis oleh:

Korupsi Puskesmas, Kejagung Periksa Intensif Wali Kota Tangsel

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmy Diani, diperiksa Kejaksaan Agung sebagai saksi dugaan korupsi proyek pembangunan puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Tangsel tahun 2011-2012.
“Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan Ibu Airin, Walikota Tangsel,” kata Kapuspenkum Kejagung Tony Tribagus Spontana, Jumat (27/3).
Ini merupakan pertama kalinya Airin penuhi panggilan jaksa penyidik. Sebelumnya Airin kerap mangkir ketika hendak dimintai keterangan dalam perkara dugaan korupsi yang telah menjerat suaminya, Tubagus Chaery Wardana sebagai pesakitan itu.
“Hari ini masih diperiksa, dimintai keterangan oleh tim penyidik,” katanya, seraya menambahkan pemeriksaan berlangsung sejak pukul 10.00.
Menurut Tony, Airin dicecar terkait kapasitasnya sebagai orang nomor satu di Tangsel. Pasalnya, puskesmas dan rumah sakit umum daerah jadi tanggungjawab Airin selaku pengguna anggaran.
“Pembangunan serta pengadaannya itu kan memakai anggaran negara karena ini anggaran daerah,” bebernya.
Dalam kasus ini Kejagung sudah menjerat tujuh tersangka.  Antara lain, Tubagus Chaery Wardana, mantan Kepala Dinkes Tangsel Dadang M Epid, Kabid Sumber Daya Kesehatan dan Promosi Dinkes Tangsel Mamak Jamaksari dan Sekretaris Dinkes Banten Neng Ulfah. Jaksa telah menahan Dadang dan Neng Ulfah, sementara Mamak dan Wawan ditahan di KPK dengan kasus berbeda.
Kemudian tersangka lain dari pihak swasta yaitu Komisaris PT Trias Jaya Perkasa Suprijatna Tamara, Direktur PT Bangga Usaha Mandiri Desy Yusandi dan Komisaris PT Mitra Karya Rattan Herdian Koosnadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kadin: Pemerintah Perlu Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Jakarta, Aktual.co — Indonesia memiliki potensi alam yang melimpah, namun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, termasuk di sektor pertanian. Padahal, rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sampai tahun 2019, salah satunya yaitu membangun ketahanan pangan nasional.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti hal tersebut dengan kritis. Anggota Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin, Suharyadi mengatakan permasalahan pertanian yang sampai saat ini belum terselesaikan di Indonesia adalah kurangnya perhatian pemerintah pada kesejahteraan petani. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan nilai tukar petani (NTP) yang  melambat.

“Menurut data BPS kenaikan NTP Februari 2015 hanya 0,33 persen dari bulan sebelumnya. Kalau ketahanan pangan ini tidak tercapai, petani kita jadi sengsara,” ujar Suharyadi di Menara Kadin Jakarta, Jumat (27/3).

Lebih lanjut dikatakan dia, diperlukan adanya keseriusan pemerintah dalam menangani hal tersebut, contohnya dalam pembangunan waduk. “Saya pesimis ini tentang pembangunan 49 waduk sampai 2019, yang kemarin aja belum selesai.”

Suharyadi juga mengatakan agar pemerintah perlu merealisasikan infrastruktur penunjang terkait sektor pangan, mendorong petani lebih efisen dengan memberikan pupuk murah, serta menekan bea masuk angkutan dan transportasi peangan domestik.

“Contohnya itu beras yang mahal pada musim panceklik persediannya tidak mencukupi, padahal kalau waktu panen melimpah. Faktr-faktor apa saja penyebabnya itu yang harus diselesaikan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Dia Pesan Moral Titiek Puspa kepada Penderita Kanker

Jakarta, Aktual.co —Memiliki riwayat dalam keluarga sebagai penderita kanker. Penyanyi Senior, Titiek Puspa turut ambil bagian di pagelaran kesenian wayang orang ‘Lahir Parestik’ guna membantu anak-anak Indonesia perderita kanker.

“Jujur bermain di pagelaran ini, justru kita malah beli tiket. Kami main disini nggak dibayar. Tapi itu bukan masalah buat aku,  mumpung kita masih hidup nggak ada salahnya kita harus menolong orang, karena sebetulnya pagelaran ini bentuknya kegiatan amal, ” ujar Titiek Puspa kepada Aktual.co, ditemui di TIM, kawasan Cikini Jakarta Pusat.

“Kebetulan saya menyukai kesenian wayang. Bagi saya, kesempatan bisa bermain dengan orang hebat dalam akting di kesenian wayang akan menambah pengalama buat aku tentunya terutama dalam hal berkesenian dan memahami wayang, ” beber perempuan yang biasa disapa akrab Eyang Titi tersebut.

Terlepas sebagai seorang yang pernah mengidap penyakit kanker. Meskipun telah sembuh, wanita yang populer dengan lagu ‘Gang Kelinci’ itu benar-benar memahami sakit yang dialami para penderita kanker.

“Baik aku maupun keluarga memang ada gen (keturunan) mengidap kanker. Udah gitu, kakak kandung saya pun meninggal gara-gara kanker.  Bersyukurnya Tuhan masih memberikan kepercayaan hidup buat saya, Jadi cara menolong sesama inilah yang bisa aku berikan, karena masih diberi kesempatan hidup. Semasa aku hidup aku ingin membalas kebaikan itu kepada Tuhan yang telah memberiku umur panjang,” kenang Titiek Puspa.

“Dua tahun lalu, chek up media, mulai dari cek kemoterapi dokternya bilang clean, kemudian cek melalui sinar clean. Intinya aku bersyukur dan berterima kasih sekali karena masih dikasih umur panjang, ” tutup Eyang Titi sambil tersenyum.

Artikel ini ditulis oleh:

Kadin: Target Pembangunan 49 Waduk Jauh dari Realistis

Jakarta, Aktual.co — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pesimis akan target pemerintahan Jokowi yang akan membangun 49 waduk di Indonesia sampai tahun 2019. Hal ini disampaikan oleh Anggota Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin, Suharyadi.

Menurut Suharyadi, target pembangunan waduk tersebut terlampau jauh dari realistis. Pasalnya, pada tahun 2009-2014 era pemerintahan SBY, target membangun 21 waduk tidak tercapai.

“Kami menilai bahwa pembangunan 49 waduk merupakan langkah yang kelewat optimistis karena kondisi saat ini,” ujar Suharyadi di Menara Kadin Jakarta, Jumat (27/3).

Lebih lanjut dikatakan dia, kondisi yang dimasud adalah kondisi terkait pembebasan lahan. Menurutnya, sistem kompensasi pembebasan lahan antara pemerintah dan masyarakat saat ini jauh lebih rumit dibanding beberapa tahun sebelumnya.

“Waduk kan butuh lahan yang luasnya sangat besar, sekarang ini harga lahan tidak bisa ditentukan seperti dulu. Kalau dulu dihargai berapapun harus mau, sekarang tidak bisa,” jelas dia.

Suharyadi juga mengatakan bahwa anggaran pemerintah untuk pembangunan waduk tersebut seharusnya tidak menjadi masalah. “Selama penyerapannya efektif saya kira tak masalah, yang penting adalah pembagian atau realokasinya jelas,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan pembangunan 49 waduk yang diharapkan rampung pada tahun 2019 demi menunjang ketahanan pangan. Pada tahun 2015 saja, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pembangunan 13 waduk-waduk baru yang rencananya menelan biaya hingga Rp 9 triliun menyusul pembangunan 16 waduk yang telah dimulai pembangunannya pada tahun 2014 lalu.

Lokasi-lokasi pembangunan waduk untuk tahun 2015 antara lain Kereuto di Nanggroe Aceh Darussalam, Lolak di Sulawesi Utara, Kariyan di Banten, Loh Gung di Jawa Tengah, Tapin di Kalimantan Selatan dan Bintang Bano serta Tanjung Mila di Nusa Tenggara Barat. Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan pada akhir tahun 2015 pemerintah sudah memiliki 29 waduk yang dikerjakan dan diharapkan rampung tiga hingga empat tahun mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain