13 April 2026
Beranda blog Halaman 37697

Rexy: PBSI Tak Akan Berikan Hukuman Pada Atlet

Jakarta, Aktual.co — Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rexy Mainaky mengatakan para pengurus PBSI tidak memberikan hukuman kepada para atlet yang tidak mencapai target prestasi tertentu dalam pertandingan yang mereka ikuti.

“Hukuman itu kami kembalikan kepada masing-masing pelatih karena pelatih yang lebih mengetahui kondisi atlet-atletnya,” kata Rexy di Jakarta, Kamis (26/3).

“Sebagai mantan atlet, saya menyadari tidak ada atlet yang mau kalah ketika dia bertanding,” tambah mantan ganda putra bersama Ricky Soebagdja itu.

Hal ini terkait dengan hasil yang memalukan dalam kejuaraan All England 2015, dimana Indonesia hanya mampu membawa pulang satu medali dari pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Dan medali itu juga, bukanlah sebagai juara, tapi sebagai runner up, karena Tontowi/Liliyana harus mengakui ketangguhan pasangan Tiongkok di partai final.

Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, mengatakan bahwa, Indonesia baru bisa memiliki pemain tepok bulu tangguh seperti dulu, tiga tahun mendatang.

“Kami optimistis akan muncul juara baru All England dari Tanah Air,” kata Budiharto.

Artikel ini ditulis oleh:

Alasan Belum RUPS, Pertamina Ogah Bicara Kerugian Rp2,7 Triliun

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) dikabarkan kembali menelan kerugian di sepanjang Februari 2015 lalu. Bahkan, sepanjang Januari – Februari 2015 lalu laba bersih Pertamina anjlok menjadi minus USD210 juta atau sekitar Rp2,7 triliun.

Berdasarkan data yang dimiliki Aktual, pada periode Januari-Februari 2014, pendapatan Pertamina mencapai USD11,64 miliar, namun pada Januari-Februari 2015 turun 40,93 persen menjadi USD6,87 miliar. Sedangkan laba bersih Januari-Februari 2015 minus USD0,21 miliar, padahal pada bulan yang sama di tahun 2014, Pertamina berhasil meraup untung sebesar USD0,49 miliar.

Ketika dikonfirmasi, VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan bahwa pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan lantaran masih harus menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Belum RUPS, jadi belum dapat kami ‘state’,” kata Wianda kepada Aktual melalui pesan elektroniknya, Jakarta, Kamis (26/3).

Sementara dalam data yang miliki Aktual, Pertamina menyebutkan bahwa faktor yang mendorong meruginya perseroan adalah karena rendahnya realisasi penjualan karena kuantitas penjualan produk BBM dan non BBM periode Januari 2015 lebih rendah dibanding Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) proporsional 2015. Selain itu, kuantitas lifting minyak mentah periode Januari 2015 hanya tercapai 67,47% jika dibandingkan RKAP proporsional 2015.

Terkait kapan akan dilaksanakannya RUPS, Wianda mengaku masih menanti keputusan dari Pemerintah.

“Menunggu keputusan Kementerian BUMN,” ucapnya singkat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Alonso dan Bottas Dipastikan Turun di GP Malaysia

Jakarta, Aktual.co — Pebalap Formula Satu, Fernando Alonso dan Valtteri Bottas, sudah dinyatakan sehat dan bisa tampil berlomba pada Grand Prix Malaysia, setelah absen di seri pertama musim ini karena cedera.

Tim medis F1 menyatakan juara dunia dua kali, Alonso, sudah dapat melakukan debutnya bersama McLaren setelah pada 22 Februari lalu, ia mengalami gegar otak dalam kecelakaan yang belum diketahui penyebabnya saat tes.

Alonso, yang sempat hilang kesadaran saat kecelakaan itu, tidak diperbolehkan tampil pada GP Australia, karena dikhawatirkan ada resiko setelah benturan itu.

Pebalap Spanyol itu “telah melewati tes kesehatan wajib dan dinyatakan fit untuk berlomba di GP Malaysia akhir pekan ini,” demikian pernyataan Federasi Automobile Internasional (FIA), Kamis (26/3).

Sementara itu pebalap tim Williams, Bottas, juga lulus tes untuk lomba di sirkuit Sepang tersebut, setelah tidak dapat ikut pada sesi lomba pertama 15 Maret lalu karena cedera tulang belakang.

Mobil MP4-30 Alonso akan membawa sensor tambahan di Malaysia setelah ia ingat mengalami kemudi berat sebelum tabrakan di sirkuit de Catalunya Barcelona.

Sejumlah pengamat menilai kecelakaan itu tidak biasa. Manajer Alonso, Flavio Briatore bahkan menyebutnya “sangat aneh”.

Artikel ini ditulis oleh:

Finlandia Mulai Mengubah Total Kebijakan Pendidikan Nasionalnya

Jakarta, Aktual.co —Finlandia melakukan reformasi besar-besaran di kebijakan pendidikannya.

Negara yang selama ini dianggap sukses dalam mengelola kebijakan pendidikannya mulai mengubah fokus pendidikan yang berorientasi “subyek” menjadi berorientasi “topik”.

Apa maksudnya?

Begini contohnya. Seorang murid yang mengambil jurusan tata boga, dengan pengkhususan studi layanan kafetaria, maka tidak akan diajarkan lagi dan diwajibkan ada untuk kuliah matematika, sejarah atau bahasa. Mata kuliah yang akan diajarkan lebih ke arah bagaimana menulis bahasa asing dan cara komunikasi yang benar dengan klien kafetaria.  

Lalu, bagaimana dengan beberapa murid berprestasi yang lebih tertarik ke dunia keilmuan? Pemerintah Finlandia ternyata memilih menyekolahkan murid-murid tersebut ke sekolah-sekolah yang ada di negara-negara tetangganya yang sesuai dengan minat dan prestasi murid tersebut.

Keputusan ini dibuat karena jumlah murid yang berprestasi tidak banyak. Agar fokus, mereka disekolahkan ke sekolah lain yang memang cocok dengan minat murid itu.

“What we need now is a different kind of education to prepare people for working life. We therefore have to make the changes in education that are necessary for industry and modern society,” kata Wali Kota Helsinki Pasi Silander kepada The Independent beberapa waktu lalu.

Tentu ini membuat banyak guru di Finlandia “gerah”. Mereka yang terbiasa dengan pola pendidikan berorientasi “subyek” harus mengubah cara pandangnya untuk lebih fokus ke “topik”.

“Overhaul” kebijakan pendidikan di negara ini direncanakan selesai sampai 2020.

Artikel ini ditulis oleh:

PP PBSI Akui Telat Regenerasi Atlet Muda

Jakarta, Aktual.co — Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto mengakui, pihaknya telat untuk melakukan regenerasi atlet-atlet muda. Setelah melihat prestasi tepok bulu di beberapa ajang internasional yang kurang memuaskan.

Padahal, masyarakat Indonesia berharap, ketika kepengurusan PP PBSI yang baru, di bawah pimpinan Gita Wirjayan, prestasi bulutangkis Tanah Air bisa kembali bersinar seperti dahulu. Tapi kenyataannya, bulutangkis Indonesia malah diambang keprihatinan.

Meski mengaku telat dalam regenerasi atlet muda, Achmad Budiharto mengklaim telah melakukan regenerasi atlet muda di pelatnas Cipayung, Jakarta.

“Tapi, kami telah melakukan regenerasi itu. Hanya saja untuk mencapai kejayaan bulu tangkis seperti dahulu butuh proses,” katanya di Jakarta, Kamis (26/3).

PBSI, lanjut Budiharto, telah mencoba meregenerasi atlet dengan memberikan tanggung jawab dalam pertandingan internasional yang membawa nama tim Indonesia seperti pada Piala Sudirman ataupun SEA Games kepada atlet-atlet muda.

“Pembinaan yang kami lakukan tidak hanya bertumpu pada pembinaan teknik dan fisik, tapi juga pembinaan mental untuk mencetak atlet-atlet berkarakter juara,” kata Budiharto.

Pernyataan Achmad Budiharto ini, terkait dengan evaluasi atlet Indonesia di beberapa internasional yang cukup bergengsi seperti All England, Swiss terbuka dan Jerman terbuka, yang bisa dikatakan pulang dengan tangan hampa.

Khusu di All England, Indonesia hanya mampu membawa satu medali. Itupun medali perak, dari pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang kalah di partai final oleh pasangan Tiongkok.

Artikel ini ditulis oleh:

Costa Rica Sudah tak Bergantung Lagi Pada Minyak

Jakarta, Aktual.co — Hampir 4 bulan terakhir ini, negara Costa Rica sudah menggunakan 100 persen sumber energi baru terbarukan (renewable energy) untuk konsumsi seluruh kebutuhan energi dalam negerinya.

Apa yang sebenarnya sudah dilakukan negara ini?

Negara kecil dengan penduduk kurang dari 5 juta orang ini ternyata menggandalkan air (PLTA) untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan listrik rakyatnya.

Dengan potensi hujan yang ada dan sungainya, pemerintah Costa Rica mampu memenuhi kebutuhan energi dalam negerinya tanpa bergantung lagi dengan energi fosil seperti minyak atau solar. Demikian pernyataan Costa Rican Electricity Institute seperti dilansi di laman csmonitor.com (24/3).

Memang, jumlah penduduk yang tidak terlalu besar dan tidak ada industri manufaktur di sana membuat kebutuhan enegri listriknya tidak terlalu besar. Negara ini mengandalkan potensi pertanian, pariwisata dan eco-tourism sebagai tulang punggung devisanya.

Langkah besar yang dilakukan negara ini sangat strategis ketika industri minyak global mengalami gonjang-ganjing. Apalagi ketika Venezuela yang sampai saat ini menjual minyaknya dengan diskon besar ke Costa Rica lagi menghadapi masalah dengan turunnya harga minyak global.

Namun pemerintah Costa Rica menyadari, bahwa tidak selamanya hujan terus menerus turun. Ada kalanya, musim kemarau bisa panjang. Dan ini mengakibatkan PLTA yang ada tidak maksimal menghasilkan.

Tak salah jika saat ini, pemerintah Costa Rica juga sedang menggali potensi panas buminya (geothermal) untuk back up PLTA-nya.

Menurut pemerintah Costa Rica, kebijakan energinya sudah menyatakan bahwa pada tahun 2021 energi yang digunakan oleh negaranya sudah tidak menggunakan karbon lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain