13 April 2026
Beranda blog Halaman 37761

Kebijakan Otoritas Moneter Fiskal Dinilai Kontraktif

Jakarta, Aktual.co — Analis Ekonomi AEPI (Asosiasi Ekonomi-Politik Indonesia) Kusfiardi mengatakan bahwa perekonomian Indonesia saat ini tengah dirundung defisit perdagangan, defisit neraca berjalan dan defisit keseimbangan primer. Ketiganya turut andil menjadi faktor merosotnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang Amerika Serikat (US$).

Menurutnya, sejauh ini otoritas moneter dan otoritas fiskal tidak memiliki kebijakan yang bisa diandalkan untuk mengatasi tiga hal tersebut. Bahkan kebijakan yang diambil justru berdampak kontraktif. “Tidak terlihat ada indikasi untuk melakukan perbaikan tiga defisit yang sedang merundung perekonomian nasional,” kata Kusfiardi saat dihubungi wartawan, Jakarta, Rabu (25/3).

Ia berpendapat, dengan situasi seperti itu tentu menjadi sulit untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi. “Apalagi untuk mendorong penguatan fundamental ekonomi, juga menjadi semakin jauh dari yang diharapkan”.

“Respon otoritas kebijakan justru memperlihatkan ketidakberdayaan dalam menghadapi liberalisasi sektor keuangan dan liberalisasi sektor perdagangan yang  tengah berlangsung saat ini,” jelas dia.

Ia menilai, situasi ini berpotensi menimbulkan masalah yang lebih serius terkait stabilitas perekonomian nasional. Agar situasi tak terus memburuk, maka otoritas kebijakan harus berani mengambil langkah tegas yang bisa mencegah keadaan semakin memburuk.

Lebih lanjut, Kusfiardi menuturkan, untuk mengatasi itu, Pemerintah harus menerapkan Law enforcement penggunaan rupiah untuk bertransaksi di dalam negeri. Kedua, memberlakukan kewajiban menaruh devisa hasil ekspor di dalam negeri. Menghentikan impor pangan untuk mengurangi kebutuhan akan dolar AS. Mendorong intensifikasi untuk meningkatkan produktifitas sektor pangan nasional.

“Tanpa langkah-langkah tersebut, pemerintah akan sulit mengatasi melemahnya nilai tukar yang dampaknya sudah meluas ke berbagai sektor. Target pertumbuhan (diperkirakan) di bawah angka pertumbuhan APBN-P,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Denny Tetap ‘Ngotot’ Kasus ‘Payment Gateway’ Tak Ada yang Salah

Jakarta, Aktual.co — Pascapenetapannya sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, bekas Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana merasa tidak ada yang salah dalam kasus payment gateway.

“Terakhir, karena pembayaran paspor secara elektronik atau e-passport ini untuk menghilangkan praktik calo dan pungli, maka saya mohon bantuan dari masyarakat yang mungkin merasakan perbaikan pembuatan paspor untuk menyuarakannya,” kata Denny dalam akun twitter, @dennyindrayana, Rabu (25/3)

Dia mengklaim, kasus payment gateway ini dibuat untuk perbaikan dan mempermudah masyarakat dalam membuat paspor. “Bagi kami, cukuplah jika masyarakat merasakan ikhtiar perbaikan pembuatan paspor itu, karena memang itulah niat kami, melayani publik lebih baik,” kata dia.

Denny bakal diperiksa sebagai tersangka oleh Bareskrim pada Jumat besok. Dia pun mengaku tidak khawatir dengan penetapan tersangka oleh Bareskrim Polri. Menurut dia, ini sebuah risiko perjuangan.

“Tidak hanya saya sendiri, keluarga kami juga sudah mengerti konsekuensi perjuangan ini, bismillah kami jalani dengan sabar dan tegar,” kata dia.

Diketahui, Bareskrim Polri akhirnya resmi menetapkan Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan layanan pembuatan paspor secara elektronik di Kementerian Hukum dan HAM. Penetapan tersebut setelah Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri melakukan gelar perkara pada minggu lalu.

“Terhadap Prof DI telah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi implementasi atau pelaksanaan Payment Gateway,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan, Selasa (24/3) malam.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Fahri Hamzah Bantah Ketemu dengan Agung Laksono

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan tidak pernah bertemu kubu Ketua Umum DPP Partai Golkar versi Munas Ancol Jakarta, Agung Laksono.
Pernyataan Fahri disampaikan di Jakarta, Rabu, terkait klaim kubu Agung Laksono bahwa mereka pernah bertemu Fahri Hamzah dan politisi PKS itu mengakui kepengurusan mereka.
“Saya bantah klaim itu. Saya tidak pernah jumpa mereka dan DPR hanya ikut prosedur baku bahwa kalau ada sengketa, surat tidak bisa diproses,” katanya.
Dia menilai, kubu Agung telah main kasar. “Main kasar kayak gini nanti tidak akan dapat teman. Jangan curang dong…,” kata Fahri.
“Sepertinya agak panik mereka. Kenapa sepanik ini? Santai aja. Kalau benar pasti menang,” katanya.
Dia menyatakan prihatin dengan permainan beberapa politisi kubu Agung Laksaono. “Saya prihatin, kenapa sejauh ini permainan Agus Gumiwang, Fayakun dan kawan-kawan lain,” kata Fahri Hamzah.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi kubu Ahgung Laksono, Agus Gumiwang mengatakan Fahri Hamzah telah mengakui kepengurusan Partai Golkar kubu Agung.

Artikel ini ditulis oleh:

Polres Timur Cokok Tiga Pelaku Perampokan

Jakarta, Aktual.co — Tim reserse Polres Jakarta Timur berhasil mencokok tiga pelaku perampokan yang terjadi di Jalan Bekasi Timur, Jatinegara, Jakarta Timur.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Timur, AKBP Ade Rahmad Idnal mengatakan bahwa ketiga pelaku dibekuk di Pangkalan Pasir, Kelurahan Pisangan, Matraman, Jakarta Timur.
“Ketiga tersangka begal itu yang bawa kabur Yamaha Mio di Jalan Bekasi Timur, depan LP Cipinang,” katanya kepada wartawan, Rabu (25/3).
Dikatakan Rahmad kalau salah satu pelaku terpaksa harus mendapatkan timah panas petugas lantaran berusaha melarikan diri saat hendak dibekuk. Ketiga pelaku tersebut yakni Iwan alias Bodong, Apri alias Ompong, dan Ade alias Ambon.  
“Kedua tersangka resedivis, satu orang tersangka mencoba kabur, hingga kami tembak dua kali,” imbuhnya.
Untuk diketahui Doddy yang merupakan korban saat kejadian tengah menikmati santap buah durian di tempat kejadian perkara. Tiba-tiba ketiga pelaku datang dan langsung mengalungkan senjata tajam jenis celurit ke arah korban.
Akibat peristiwa tersebut barang korban seperti motor, uang tunai sejumlah Rp7 juta dan batu permata senilai Rp22 juta pun dibawa oleh para pelaku.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Politisi Muda PDIP Cium Konspirasi Pecah Belah Partai

Jakarta, Aktual.co — Politisi Muda dari PDI Perjuangan, Charles Honoris menilai hasil survei yang dilakukan oleh Poltracking yang menyimpulkan, Joko Widodo, Pramono Anung dan Ganjar Pranowo menjadi sosok yang paling direkomendasikan jadi pemimpin partai berlambang banteng moncong putih, jelas sebagai bentuk konspirasi memecah belah partai.
Sebab, hasil survei pimpinan Hanta Yudha ini mencoba menggiringan opini publik, supaya publik mendorong terjadinya regenerasi pada jajaran ketua umum di partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.
“Ini jelas konspirasi memecah belah partai. Ketua umum PDI Perjuangan sudah disepakati yaitu ibu Mega. pak Jokowi pun mengusulkan ibu Mega sebagai ketua umum pada Rakernas yang lalu,” kata Charles melalui keterangan tertulisnya kepada Aktual.co, di Jakarta, Rabu (25/3).
Menurut anggota DPR RI ini, dipilihnya kembali putri Bung Karno itu untuk memimpin partai pemenang pemilu 2014, bukan soal popularitas melainkani soal ideologis dan Megawati masih dipandang sebagai figur pemersatu partai.
Ia pun mengatakan bahwa survei yang dilakukan terbilang aneh. Sebab, parameter yang digunakan oleh lembaga survei tidak jelas.
“Saya mempersilahkan lembaga survey untuk mensurvei di ruangan kongres besok supaya clear dan tepat sasaran respondennya,” tantangnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Mensos: Jumlah Tagana Tidak Sebanding Potensi Bencana

Jakarta, Aktual.co — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan taruna siaga bencana (Tagana) memiliki peran yang penting dan membantu program Kementerian Sosial, khususnya Kampung Siaga Bencana (KSB).
“Sejak revitalisasi 2014, Tagana aktif sebanyak 27.654 personil, sebuah angka besar tapi belum memadai dibandingkan potensi kerawanan bencana,” katanya, Rabu (25/3). 
Dikatakan Khofifah saat ini Tagana memiliki prestasi yang ditorehkan para personil Tagana. Tagana sendiri menurutnya telah bekerja tanpa pamrih. “Saya bangga dengan prestasi dari personel Tagana. Bahkan, saat penyelamatan secara heroik seorang kakek di salah satu jembatan yang tekena banjir di Kota Bogor, ” ujarnya. Ke depannya kata Khofifah, Tagana agar lebih visioner dan memiliki kemampuan yang handal dan profesional dalam berkiprah untuk penanggulangan bencana, khususnya di bidang perlindungan sosial.serta menyiapkan SOP.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain