12 April 2026
Beranda blog Halaman 37769

Jatuhnya Pesawat Germanwings, Diduga Ditembak Jet Tempur Rusia

Jakarta, Aktual.co —Sebuah pesawat Airbus A320 yang membawa sedikitnya 150 orang, jatuh di kawasan pegunungan Alpen di Prancis, antara Barcelonnette dan Digne, seperti diumumkan otoritas penerbangan Prancis.

Pesawat tersebut adalah milik maskapai penerbangan murah Germanwings, anak perusahaan maskapai Jerman, Lufthansa. Pesawat itu kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara sekitar satu jam setelah lepas landas, demikian pernyataan dari perusahaan penerbangan, seperti dilansir Aktual.co dari Huffington Post.

Huffington Post melaporkan, diduga jet tempur milik militer Rusia telah menembak jatuh pesawat Germanwings. 

Helikopter militer Perancis mendekati reruntuhan pesawat, di dekat kota Prancis, Barcelonnette, demikian Reuters melaporkan.

“Kondisi kecelakaan, yang belum jelas, menunjukkan bahwa mungkin tidak ada yang selamat,” terang Presiden Prancis, François Hollande, dalam pidato singkatnya.

Pesawat Germanwings membawa sekitar 144 penumpang, dua pilot dan empat pramugari, menurut juru bicara Germanwings.

Para pejabat maskapai penerbangan tersebut menerangkan, 67 warga negara Jerman berada dalam daftar penumpang pesawat, termasuk dua bayi.

Hollande menambahkan kecelakaan itu sebagai sebuah tragedi dan menyerukan solidaritas untuk para korban.
Pada pukul 10:47 waktu setempat, pesawat melakukan panggilan darurat, seperti dikatakan seorang sumber kepada kantor berita AFP.

Pemerintah sudah mengirimkan Menteri Dalam Negeri, Bernard Cazeneuve, ke tempat kecelakaan di kawasan yang amat sulit dicapai.

Sementara itu, Wali Kota Barcelonnette, Pierre Martin-Charpenel kepada HuffPost seluruh petugas tim SAR telah dikerahkan dalam pencarian, yang berpusat di wilayah Meolans-Reve, 15 kilometer (9 mil) di luar Barcelonnette.

“Akan ada banyak awan sore ini, dengan badai lokal, salju di atas ketinggian 1.800 meter (5.900 kaki) dan awan relatif rendah. Itu tidak akan membantu helikopter dalam pencariannya,” kata seorang pejabat pusat cuaca lokal Prancis kepada Reuters.

Di tempat yang berbeda, Kepala Eksekutif Lufthansa, Carsten Spohr, menulis pesan di Twiter, “Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan penerbangan 4U 9525. Simpati yang paling dalam untuk keluarga dan teman dari penumpang kami dan awak. Jika kekhawatiran kami benar, ini merupakan hari yang kelabu bagi Lufthansa. Kami berharap menemukan yang selamat.”

Sekedar informasi, penerbangan 4U 9525 tersebut berangkat dari Barcelona di Spanyol dengan tujuan Dusseldorf, Jerman. Tim SAR sudah mengarah ke lokasi kecelakaan di Meolans-Revels, seperti dijelaskan Ketua Dewan Kota setempat, Eric Ciotti.

Pesawat tersebut dibangun pada tahun 1991 serta dioperasikan oleh Lufthansa bersama Germanwings, yang didirikan pada tahun 2002. A320  merupakan pesawat terlaris jenis pesawat jet Airbus, dengan lebih dari 6.000 pesawat dalam operasionalnya.

Airbus mengungkapkan, bahwa tahun lalu, sekitar 3.606 pesawat jet A320 sudah digunakan di seluruh dunia. Pada bulan Desember, pesawat A320 pernah dipakai oleh Maskapai Indonesia, AirAsia 8501, yang jatuh di Laut Jawa, menewaskan seluruh penumpangnya termasuk awak pesawat.

Artikel ini ditulis oleh:

Imigrasi Bandara Cengkareng Tangkap Tujuh WNA

Jakarta, Aktual.co — Tujuh Warga Negara Asing (WNA) ditangkap Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terkait kasus pemalsuan dokumen.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta, Sutrisno mengatakan, ketujuh WNA yang ditangkap terdiri dari beberapa negara dengan rincian yakni Anthoni Pilai, Modushan Nilantha, Logendran dan Thevarrai yang merupakan WN Srilangka.

Kemudian WN India dengan nama Gupret Sigh, WN Nigeria atas nama Enyidi Oscar dan WN Tiongkok dengan nama Lin Chuan Hui.

Menurut dia, ketujuh WNA tersebut ditangkap dengan kasus pemalsuan dokumen yang berbeda-beda. Seperti WN Srilangka, India dan Nigeria yang ditangkap saat operasi oleh petugas imigrasi di beberapa tempat penginapan.

“Saat dilakukan operasi oleh petugas, mereka tidak mengantongi dokumen keimigrasian berupa paspor dan izin tinggal,” ujarnya di Tangerang, Selasa (24/3).

Dia mengaku masih mendalami dugaan tindak perdagangan orang yang dialami oleh empat WN Srilangka karena dijanjikan bekerja di Indonesia oleh agen dan kini dalam pengembangan.

Sementara untuk WN Tiongkok, ditangkap oleh petugas saat akan membuat paspor Indonesia di kantor imigrasi.

Dari hasil penyelidikan, pria yang telah menetap selama tujuh tahun di Indonesia, ternyata memalsukan dokumen berupa KTP, KK, Akte Kelahiran dan akte nikah. “Kita tangkap saat proses wawancara,” ujarnya.

Selanjutnya, Kantor Imigrasi akan melakukan proses hukum terhadap ketujuh WNA. Sedangkan untuk ancaman hukuman sesuai pasal 126 UU Nomor Enam tahun 2011 tentang keimigrasian yakni tujuh tahun penjara atau denda Rp500 juta.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Denny Indrayana Tersangka Korupsi Payment Gateway

Jakarta, Aktual.co — Mantan Wamenkumham Denny Indrayana ditetapkan penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan payment gateway.
“Pada minggu lalu melalui Gelar perkara di Direktorat Tipikor Bareskrim Mabes Polri yakni terhadap Prof. D.I telah ditetapkan sebagai Tersangka terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Implementasi/ Pelaksanaan PAYMENT GATEWAY/PG KemenkumHam RI TA. 2014,” kata Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto, dalam pesan singkatnya, Selasa (24/3).
Kata Rikwanto, Denny Indrayana akan dipanggil sebagai tersangka pada hari Jum’at untuk diperiksa. 
Seperti diketahui, Penyidik Dittipidkor Bareskrim Polri mengendus dugaan tindak pidana korupsi dalam program ‘payment gateway’ sejak Desember 2014 silam. Petunjuk awalnya adalah audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setebal 200 halaman. 
Polisi melakukan serangkaian tindakan penyelidikan terhadap petunjuk awal itu dan mendapatkan informasi ada uang lebih yang dipungut dalam sistem payment gateway layanan pembuatan paspor di seluruh kantor imigrasi. Uang lebih itu seharusnya masuk ke bank penampung. Namun, yang terjadi, uang lebih itu masuk ke bank lain yang menjadi vendor.
Pada 10 Februari 2015 yang lalu, ada laporan ke penyidik Bareskrim Polri soal dugaan tindak pidana korupsi itu. Berselang satu hari setelah masuknya laporan, penyidik langsung meningkatkan perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tak Tepat, Kemenhub Rubah Skema Operasi Pelabuhan dari BUMN ke BLU

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi V DPR RI Fauzih H Amro menilai tidak tepat langkah Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan yang akan mengubah skema pengoperasian 116 pelabuhan yang sebelumnya akan diserahkan kepada swasta dan BUMN menjadi badan layanan umum (BLU).
“Ini tidak tepat, karena layanan pelabuhan tidak hanya terbatas pada penumpang saja, tapi juga masuk areal bisnis, sehingga lebih tepat kalau skema pengoperasian 116 pelabuhan seperti rencana semula yaitu diserahkan kepada BUMN atau swasta, seperti halnya pengelolaan bandara diserahkan kepada Angkasa Pura,” ujar Fauzih, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (24/3).
Fauzih menuturkan, Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Badan Layanan Umum (BLU) itu di ‘drive’ dari Balitbang Kemenhub. Oleh karena itu, pengoperasian 116 pelabuhan diserahkan ke BUMN supaya pengelolaanya terjamin.
“Sebaiknya pengoperasian 116 pelabuhan lebih diserahkan kepada BUMN bukan BLU (Badan Layanan Umum), agar pengelolaannya jauh lebih baik dan mengutamakan service ke pengguna pelabuhan. Sementara kementerian perhubungan lebih baik fokus sebagai regulator,” katanya.
Anggota Fraksi Hanura ini pun berharap pelayanan pelabuhan kedepannya bisa semakin baik seperti pelayanan bandara.
“kita berharap service pelabuhan di Indonesia kedepan akan semakin bagus, paling tidak service pengelolaan bandara, bisa direplikasi di pelabuhan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Bappenas Bakal Keluarkan “Blue Book” 2015-2019 Akhir Bulan Maret

Jakarta, Aktual.co —  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengungkapkan “blue book” atau daftar pinjaman dan hibah luar negeri 2015-2019 akan dikeluarkan paling lambat akhir Maret 2015 ini.

“Pekan ini mungkin sudah keluar daftar untuk blue book, sama juga dengan PPP (Kemitraan Pemerintah dan Swasta/Public Private Partnership). Terakhir kita konfirmasi ke Kementerian/Lembaga, tentang permintaan itu,” kata Andrinof di Balai Sidang Jakarta, Selasa (24/3).

Andrinof mengaku tidak mengingat nilai pinjaman luar negeri usulan Kementerian/Lembaga yang akhirnya disetujui pemerintah.

Dia hanya lantas menekankan permintaan pinjaman luar negeri yang disetujui sesuai dengan kriteria-kriteria untuk menjaga defisit anggaran di instrumen fiskal serendah mungkin.

“Kami atur tidak boleh melebihi batas untuk keamanan fiskal di APBN,” ujarnnya.

Dia menyebutkan alokasi pinjaman/hibah asing itu akan banyak untuk pembangunan infrastruktur energi, pembangunan jalan, dan rel kereta api.

“Termasuk juga pelabuhan, dan jalan tol,” ucap dia.

Penggunaan pinjaman/hibah asing itu, ujar dia, tidak hanya akan digunakan untuk pembangunan sarana prasarana fisik saja seperti infrastruktur, namun juga program pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia.

Andrinof menuturkan pemerintah memilih untuk menahan dahulu upaya pendanaan melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

Pemerintah lebih memilih pendanaan dari pinjaman luar negeri baik multilateral maupun bilateral, karena tingkat besaran bunga yang lebih murah, dan jangka waktu pinjaman, dibanding SBN.

“Kalau SBN bunganya komersial, dan yang banyak beli juga asing,” tutur Andrinof.

Selain menyusun daftar pinjaman luar negeri dan proyeknya, pemerintah juga akan menyusun mekanisme untuk mempercepat penyerapan utang luar negeri. Hal itu untuk membuat penyerapan pinjaman dapat sesuai target pemerintah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai salah satu Kementerian teknis bidang infrastruktur mengajukan pinjaman luar negeri sebesar 15 hingga 23 miliar dolar AS.

Pinjaman luar negeri itu akan digunakan untuk membiayai proyek air minum dan sanitasi 5 miliar dolar AS, jalan tol 3 miliar dolar AS, konektivitas jembatan dan jalan 2 miliar dolar AS, dan penanggulangan banjir 1,6 miliar dolar AS.

“Prioritasnya adalah infrastruktur air dan untuk transportasi,” tukas Menteri Pu-Pera Basuki Hadi Mulyono, Selasa (24/3).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Penerapan Asas Resiprokal Bikin Perbankan Asing Serbu Indonesia

Jakarta, Aktual.co —   Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Fuad Bawazier mengingatkan agar anggota DPR RI tidak berpikir soal penerapan resiprokal terhadap asing dalam kaitan sektor industri perbankan nasional.

“Asing sudah sangat siap dalam sektor perbankan. Kalau DPR RI berpikir agar Indonesia melakukan resiprokal terhadap asing, maka perbankan asing akan langsung masuk, sementara kita baru sebatas gagasan,” kata Fuad Bawazier pada diskusi “Forum Regulasi; RUU Perbankan” di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (24/3).

Menurutnya, Resiprokal adalah perlakuan yang sama dalam bisnis perbankan di dunia. Jika anggota DPR RI berpikir Indonesia sudah setara dengan negara-negara maju di sektor perbankan sehingga akan menerapkan resiprokal hendaknya menghilangkan pikiran seperti itu.

“Jika Indonesia akan menerapkan resiprokal melalui revisi UU Perbankan, maka asing akan langsung masuk ke Indonesia, sementara kita baru sebatas gagasan,” katanya.

Dirinya menambahkan, untuk merelisasikan gagasan membutuhkan waktu dan proses sehingga ketika Indonesia benar-benar siap, pasar perbankan nasional sudah habis dikuasai asing.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Gus Irawan Purba mengatakan, DPR RI akan merevisi UU No 10 tahun 1998 tentang Perbankan guna memperbaiki sistem perbankan nasional.

Rencana revisi UU Perbankan tersebut sudah terjadwal dalam program prioritas prolegnas DPR RI tahun 2015 yang ditarget sudah selesai dibahas pada akhir tahun 2015.

“RUU Perbankan ini usul inisiatif dari DPR RI yang merupakan produk baru anggota DPR RI periode 2015-2019,” katanya.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara ini menjelaskan, dalam penyusunan RUU Perbankan sudah mencari masukan dari berbagai pihak, termasuk melakukan kunjungan kerja ke daerah.

Gus Irawan menilai, UU No 10 tahun 2998 tentang Perbankan yang diterapkan saat ini sangat liberal dan lebih utamakan kepentingan asing.

Ia mencontohkan, bank nasional sangat sulit hanya untuk membuka ATM di negara lain, tapi negara lain sangat mudah membuka cabang banknya di Indpnesia.

“Bahkan, membeli bank nasional juga sangat mudah,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain