2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37785

Pertamina Merugi Rp420 Miliar, Tidak Semua Direksi Tahu

Jakarta, Aktual.co — Media Manager PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengaku belum mengantongi angka pasti kerugian dari Pertamina di awal tahun 2015, yang merupakan imbas dari turunnya harga minyak dunia yang mendekati harga biaya produksi sehingga menurunkan pendapatan perusahaan.

“Soal kerugian awal tahun ini saya belum punya angkanya, jadi saya belum bisa jawab,” kata Adiatma saat ditemui di Jakarta, Selasa (10/3).

Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan bahwa pihaknya mencatatkan kerugian sebesar USD35 juta atau setara Rp420 miliar di Januari 2015, akibat anjloknya harga minyak dunia.

“Saya belum tahu, nanti saya tanya dulu ke pak Dwi. Yah kalau pak Dwi yang ngomong, yah kutip saja kata dia,” ujar dia singkat.

Senada dengan media Manager Pertamina, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang tidak mengetahui perihal kerugian pertamina yang mencapai USD35 Juta atau setara Rp420 miliar.

“Ah masa? Saya kok malah baru dengar. Silahkan tanyakan hal tersebut ke Direktur Keuangan Pertamina atau ke Ali Mundakir,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Balai Bahasa Gelar ‘Bengkel Sastra’ di Inhu

Jakarta, Aktual.co — Balai Bahasa Provinsi Riau menggelar pelatihan sastra bertajuk “Bengkel Sastra”, yang diikuti oleh ratusan peserta SMKN 1 Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

“Saya optimis program ini bisa membantu peningkatan ilmu dan kecintaan masyarakat terhadap sastra,” kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Agus Sri Danardana, di Rengat, Selasa (10/3).

Ia menjelaskan ‘Bengkel Sastra’ merupakan salah satu program Balai Bahasa provinsi Riau yang sudah berjalan sejak beberapa tahun. Pesertanya terdiri dari siswa dan guru dari tingkat SMA atau sederajatnya di Indragiri Hulu (Inhu).

Menurut dia, sebelumnya program tersebut hanya dilaksanakan disejumlah sekolah di Kota Pekanbaru. Namun, mulai tahun ini program edukasi sastra itu terus diupayakan hingga ketingkat kabupaten, khususnya kepada siswa SMA.

“Tahun 2015 akan digelar di lima kabupaten,” ujarnya.

Menurut dia, Balai Bahasa Riau dalam melaksanakan kegiatan pelatihan itu juga akan menyajikan berbagai materi yang berkaitan dengan sastra populer lainnya, seperti musikalisasi puisi untuk siswa, menulis puisi, serta cerpen dan esai khusus untuk guru.

“Bengkel Sastra ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Jakarta, Pekanbaru dan dari balai bahasa yang terdiri dari beberapa orang penyair serta cerpenis,” katanya.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Indragiri Hulu, Mursidi, meminta agar guru dan siswa untuk serius mengikuti “Bengkel Sastra” dan mengambil manfaatnya. Mursidi pun tak sungkan memberikan apresiasi terhadap kegiatan positif tersebut karena tergolong sangat langka dibuat di Inhu.

“Saya memberikan apresiasi terkait realisasi kegiatan ini karena selama ini didaerah belum pernah ada kegiatan tersebut,” katanya.

Menurut dia, apresiasi perlu diberikan kepada Balai Bahasa Provinsi Riau yeng telah memilih Kabupaten Inhu sebagai salah satu tempat pelaksanaan kegiatan “Bengkel Sastra” karena program ini sangat mendukung tingginya tingkat penguasaan materi sastra.

“Saya mengimbau agar guru kiranya dapat menerapkan ilmu yang didapat dari pelatihan Benkel Sastra kepada siswa secara berkelanjutan,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasca Kebakaran Wisma Kosgoro, Wagub Djarot Siapkan Cara ‘Keras’

Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan kebakaran Wisma Kosgoro bakal dijadikan momentum untuk ‘menggalakkan’ peraturan soal sistem proteksi kebakaran di gedung-gedung tinggi.
“Ini harus lebih keras, ini masalah safety. Kami sudah berusaha maksimal betul,” kata Djarot, Selasa (10/3).
Djarot menyayangkan kebakaran yang terjadi di gedung gedung tinggi, sebab menurutnya, sistem proteksi kebakaran merupakan kewajiban dari pemilik gedung.
“Bukan kepentingan warga jakarta ini kepentingan mereka lho. Kalau misalkan saya tinggal di apartemen lantai 30, tapi tidak nyaman dan tidak aman ya takut lah,” ungkapnya.
Disamping itu, Djarot sendiri mengakui adanya kekurangan Pemprov dalam mencegah terjadinya kebakaran.
“Saya bisa pastikan hydrant kita bermasalah. Banyak yang dicuri orang, saluran airnya tidak pernah dicek. Makannya saya sudah minta dicek,” cetusnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

BI Klaim Rupiah di Atas Rp13.000 Masih Aman

Jakarta, Aktual.co —  Anjloknya nilai tukar Rupiah hingga di atas level Rp13.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) dinilai masih dalam tahap aman oleh Bank Indonesia (BI). Padahal sebelumnya, saat Rupiah mencapai Rp12.000 per Dolar AS beberapa bulan lalu juga dinilai masih aman oleh BI.

Hal ini memunculkan spekulasi bahwa level psikologis BI terhadap Rupiah telah berubah. Dan beberapa pihak justru mengatakan seolah BI tidak peduli dengan depresiasi Rupiah.

“Tidak benar itu, BI tetap komitmen jaga stabilitas Rupiah sesuai fundamental. Dibandikan tingkat depresiasi Rupiah dengan mata uang lain, Rupiah melemah 0,3 persen terhadap Dolar AS,” ujar Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo saat konferensi pers di Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (10/3).

Lebih lanjut dikatakan dia, jika dibandingkan dengan pelemahan mata uang Malaysia terhadap Dolar AS mencapai 1,14 persen, Singapura 1,06 persen, dan Korea 0,9 persen. Menurutnya, pelemahan Rupiah lebih baik jika dibandingkan dengan pelemahan mata uang negara lain terhadap Dolar AS.

Selain itu, Perry juga mengatakan bahwa BI tidak mempunyai target kurs. Pelemahan Rupiah saat ini baik untuk mendorong ekspor dan dapat mengurangi impor konsumtif.

“Sasaran kami sesuai dengan fundamental, maka level kurs sekarang cukup bagus,” kata dia.

Sejalan dengan hal tersebut, sebelumnya Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Solikin M Juhro dalam pelatihan wartawan di Bandung mengatakan bahwa pelemahan Rupiah saat ini masih dalam tahap yang wajar. Menurutnya, upaya BI untuk melakukan intervensi terhadap Rupiah bertujuan untuk menjaga stabilitas keuangan.

“Memang terhadap Dolar AS dengan fenomena yang sekarang ini memang  bukan Rupiah yang melemah, sebenarnya tapi Dolar AS yang menguat. Itu yang harus maknai bahwasanya kalau pelemahan ini juga masih dalam taraf yang wajar,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BNN Musnahkan 2,5 Ton Ganja

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti hasil tindak pidana narkotika sebanyak 2,5 ton ganja, 9,7 kuintal sabu-sabu dan 1.490 butir pil ekstasi dalam tiga bulan pertama pada 2015.
Dari siaran pers BNN yang diterima di Jakarta, Selasa (10/3) menyebutkan pemusnahan yang dilakukan BNN kali ini adalah yang ke lima kalinya di tahun 2015.
Pemusnahan barang bukti ini dilakukan di Garbage Plants Angkasa Pura II Bandara Soekarno Hatta. Hal ini dilakukan karena jumlah barang sitaan yang didapat tergolong cukup besar. Dari sejumlah barang bukti yang dimusnahkan tersebut, sebanyak 94.149,8 gram sabu-sabu berasal dari pengungkapan dua kasus.
Kasus pertama adalah kerja sama BNN dengan Subden 2 Detasemen B Pelopor, Sat Brimob Polda NAD dan Polres Aceh Timur. Petugas berhasil mengamankan sejumlah 78.106,6 gram sabu-sabu yang disembunyikan di dalam mobil Avanza. Dari pengungungkapan kasus ini, petugas mengamankan lima orang laki-laki yang kini berstatus tersangka. 
Mereka berinisial DL (37), Warga Langsa Baro-Aceh Timur, HD (38), Warga Darul Aman-Aceh Timur, HS (36), Warga Bukit Mata Lhok Asahan-Aceh Timur US (43) dan SB (37), Warga Kec. Julok-Aceh. Kelimanya diamankan petugas di kawasan Desa Alue Bu, Kecamatan Pereulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (15/2) sekitar pukul 06.30 WIB.
Selain narkotika, petugas juga mengamankan uang tunai sebesar Rp49,3 juta, tiga pucuk senjata api jenis pistol dalam bagasi mobil, satu pucuk M16 dengan beberapa peluru dan magazine di bawah kolong torrent. Petugas juga menyita beberapa aset milik tersangka di antaranya empat unit mobil mewah, tiga kendaraan alat berat, serta kebun karet seluas 323 Ha dan 312 ladang kebun. Seluruh aset tersebut diduga kuat merupakan hasil tindak pencucian uang terkait bisnis sabu-sabu yang mereka jalankan.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui DL berperan sebagai distributor dan penyandang dana. Sedangkan HD, R (DPO) dan M (DPO) yang tinggal di Malaysia, bertugas mengambil barang dari Malaysia dengan menggunakan kapal nelayan. Kemudian HD memberikan barang tersebut kepada HS sebagai pengumpul. Sementara US dan SB bertugas mempersiapkan barang yang akan diedarkan.
Kasus berikutnya adalah hasil pengungkapan BNN, dimana telah diamankan sejumlah 16.043,2 gram sabu-sabu yang disembunyakan di dalam kereta dorong bayi. Dari kasus tersebut petugas mengamankan seorang kurir wanita berinisial F (35), warga Kelurahan Ngedukelu, Kecamatan Bajawa, Nusa Tenggara Timur.
F diamankan petugas di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, Senin (16/2), saat membawa 17 set kereta dorong dengan menumpang pick up. Saat dilakukan pemeriksaan petugas menemukan belasan ribu gram sabu-sabu yang disembunyikan di dalam 15 set kereta dorong. Kepada petugas, F mengaku diperintah oleh seseorang untuk menjemput paket kereta dorong asal Cina tersebut. F yang saat ini bermukim di Pakusari, Jember, Jawa Timur, berangkat ke Jakarta untuk mengambil paket dan menunggu perintah selanjutnya.
Hingga saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan penyidik. Atas perbuatannya, para tersangka terancam pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
Dalam kurun waktu tiga bulan, BNN telah berhasil memusnahkan sedikitnya 2.541,8 Kg ganja, 973,6 kg sabu dan 1.490 butir pil ekstasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Polri: Kata Kriminalisasi Cuma Tameng Menghindar dari Proses Hukum

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Kriminalisasi muncul pada saat adanya perseturuan antara Polri dan KPK beberapa bulan terakhir ini. Ungkapan tersebut mencuat lantaran pihak polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus-kasus yang menjerat dua komisioner KPK nonaktif yakni Abraham Samad dan Bambang Widjojanto (BW).
Kemudian menyusul, mantan wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana pun digembar gemborkan beberapa pihak tertentu yang menilai bagian dari kriminalisasi.‎ Padahal, bahwa Denny Indrayana tak ada kaitannya sama sekali dengan lembaga antirasuah KPK.
Kepala Bagian Penerangan Umum Div Humas Mabes Polri Kombes Rikwanto menilai, kata kriminalsasi itu sengaja dibuat untuk menjadi ‘tameng’ agar kasus-kasus yang menjerat Samad, BW dan Denny tidak diteruskan.
“Mereka memang sengaja membuat opini,” ujar Rikwanto di Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).
Menurut Rikwanto, dalam penyelidikan maupun penyidikan kasus-kasus, pihaknya telah melakukan sesuai prosedur hukum dan sesuai laporan-laporan yang ada.
Rikwanto menyadari akan ada yang suka dan tidak suka dengan kepolisian sebagai lembaga penegak hukum yang menindak pelaku tindak pidana. 
“Kita memang lagi ditembakin, jadi tidak apa-apa, melewati proses hukum aja. Orang mau diluruskan itu kaget,” ujarnya.
Sementara, hal senada juga disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie saat ditemui di kantor Bareskrim Mabes Polri.
Dia mengatakan, pemberhentian sementara Samad dan BW sebagai komisioner KPK lantaran telah kasus dan bukti-bukti yang telah menjeratnya sebagai seorang tersangka di Bareskrim Mabes Polri. 
“Kasus AS dan BW sudah dibuktikan dengan minimal tiga alat bukti yang sah,” kata Ronny.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain