3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37806

Kubu Ical Mosi Tak Percaya, Agung Cs: Silahkan Saja

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol, TB Ace Hasan, mempersilahkan kepada kubu Aburizal Bakrie atau ARB untuk melakukan mosi tak percaya kepada kubu Agung Laksono.
“Silahkan saja mereka melakukan langkah-langkah politik untuk mempertahankan eksistensi mereka,” kata TB Ace Hasan di Jakarta, Selasa.
Katanya, dalam penyelesaian konflik internal partai sudah ada mekanismenya.
“Mekanisme hukum kan sudah dilakukan di PN Jakarta Pusat maupun di PN Jakarta Barat. Hasilnya mengembalikan kepada penyelesaian melalui Mahkamah Partai. Mahkamah Partai kan sudah digelar. Kubu ARB-pun hadir dalam persidangan di Mahkamah Partai. Hasilnya kan sudah jelas Mahkamah Partai telah menghasilkan keputusan,” kata mantan anggota DPR RI itu.
Malam ini, Kubu ARB akan mengumpulkan semua DPD I dan II Golkar se Indonesia. Pertemuan tersebut juga untuk memastikan soliditas Golkar kubu ARB.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejati Maluku Tahan Eks Kadis Pariwisata Kepulauan Aru

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Tinggi Maluku menahan bekas Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Aru, William Botmir, karena terlibat kasus dugaan korupsi dana MTQ Maluku pada 2012 senilai Rp 4 miliar. Wiliam ditahan di Rutan Klas II Waiheru, Kota Ambon, Senin (9/3) kemarin.
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku Bobby Palapia mengatakan, penahanan Wiliam dilakukan setelah penyidik Ditreskrimsus Polda setempat melimpahkan barang bukti dan berkas tersangka (tahap II) bersama mantan Bendahara Setda Kepulauan Aru, Elifas Leauwa. Sedangkan Elifas hanya berstatus tahanan kota karena beritikad baik untuk mengembalikan kerugian negara.
Bobby mengakui dalam kasus korupsi dana MTQ Provinsi Maluku di Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru, pada 2012 sudah enam orang yang diproses di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ambon.
Dalam kasus ini, dari delapan tersangka yang ditetapkan penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku hanya dua yang sudah memiliki keputusan hukum tetap, yakni Penjabat Bupati Kepulauan Aru nonaktif Umar Djabumona dan mantan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten setempat Ambo Walay.
Umar divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Ambon dan sementara menunggu putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Sedangkan Ambo Walay divonis satu tahun penjara, dan jaksa sementara melakukan banding.
Berkas empat tersangka lainnya yang dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada 13 November 2014 adalah pemilik Rumah Makan Prima Rasa, Jefry Oersepuny dengan nomor perkara 35/TPK/2014/PN-AB.
Istri mantan Penjabat Bupati Kepulauan Aru Ny Henny Djabumona, anggota KPU Kepulauan Aru, Jermina Larwuiy dan Bendahara KPU Kepulauan Aru, Reny Awal dengan nomor perkara 36/TPK/2014/PN-AB.
Umar (Wakil Bupati Kepulauan Aru) menjadi Penjabat Bupati setempat berdasarkan SK Mendagri No.131.81.151 tertanggal 11 Maret 2011 karena pemberhentian sementara Bupati Teddy Tengko melakukan penyalahgunaan kewenangan.
Umar yang juga telah dinonaktifkan Mendagri Gamawan Fauzi dari jabatan Wakil Bupati Kepulauan Aru dengan SK No.132.81- 4842 tertanggal 2 Agustus 2013 dinilai melakukan atau turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Polisi Masih Selidiki Kebakaran Wisma Kosgoro

Jakarta, Aktual.co — Meski sudah berhasil dipadamkan, petugas pemadam belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran yang ‘melahap’ lantai 18,19,20 Wisma Kosgoro Thamrin, Jakarta Pusat. 
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Subejo mengatakan saat ini petugasnya masih fokus mendinginkan lokasi kebakaran untuk memastikan tidak ada potensi api.
“Tadi sempat ada titik api dilantai 12, tapi berhasil diatasi,” kata Subejo dilokasi kebakaran, Selasa (10/3).
Untuk mencari tahu penyebab kebakaran, Subejo menyatakan pihaknya akan melibatkan pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi sejak Senin kemarin.
“Titik awal api di lantai 16. Tapi untuk penyebab kebakaran nanti menunggu investigasi dari kepolisian,” ungkapnya.
Ditanya kapan proses investigasi akan dimulai, Subejo tidak berani memastikan dan masih fokus untuk mengendalikan situasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Naik Tangga Manual, Petugas PMK Lakukan Pendinginan Wisma Kosgoro

Jakarta, Aktual.co — Pukul 11.30 WIB, kobaran api serta kepulan asap dari lantai atas Wisma Kosgoro sudah menghilang. Petugas pemadam kebakaran pun saat ini tengah fokus melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi muncul.
“Petugas sedang melakukan pendinginan. Api sudah padam,” kata Kepala Dinas Kebakaran DKI Jakarta Subejo yang turun kelapangan memantau langsung proses pemadaman, Selasa (10/3).
Meski begitu, petugas damkar masih harus berjuang untuk menjangkau titik kebakaran yang berada di lantai 16 sampai 20 Wisma Kosgoro. Sistem lift yang tidak berfungsi memaksa petugas harus menaiki tangga darurat untuk mencapai lokasi.
“Kita sudah ga bisa pakai lift, mungkin listriknya sudah dimatikan,” ungkap Subejo diplomatis.
Sejak kemarin sore, sumber api yang pertamakali diketahui dari lantai 16 menjalar dengan cepat dan membakar habis lantai 18 hingga 20 Wisma Kosgoro.”15 jam petugas bekerja sejak semalam, pagi ini baru diaplus,” ucap salah seorang petugas damkar yang duduk kelelahan.
Sementara untuk menyiasati, petugas menggunakan mobil damkar khusus yang mampu menjangkau hingga lantai atas Wisma Kosgoro untuk mensuplai alat kebutuhan pendinginan.

Artikel ini ditulis oleh:

Petugas Proyek MRT Usir Mobil PMK dan Wartawan

Jakarta, Aktual.co — Ditengah fokus pemadaman api di Wisma Kosgoro Thamrin Jakarta Pusat, ada insiden kecil yang cukup membetot perhatian. Tepat di depan Wisma Kosgoro, ada pengerjaan proyek MRT yang menutup sebagian badan jalan di MH Thamrin.
Salah satu mobil pemadam kebakaran tampak parkir di dalam kawasan proyek tersebut. Petugas MRT yang tengah sibuk dengan pekerjaannya pun menanyakan izin mobil Damkar karena telah memasuki wilayah proyek.
Hal tersebut, diketahui ketika awak media yang tengah meliput, ditanya oleh salah satu petugas karena telah memasuki proyek tepat di Gedung Wisma Kosgoro.
“Ini ijin masuk ke wilayah proyek dari mana?,” kata petugas menggunakan seragam SMCC dikawasan proyek MRT, Selasa (10/3).
Tanpa komando, puluhan wartawan yang juga ikut berkumpul disekitar mobil damkar untuk mendapat informasi sontak menjawab.”Gak ada pak, kita lagi liputan,” teriak wartawan.
Karena merasa belum mendapat izin masuk kawasan proyek, petugas yang tidak ingin namanya disebut pun langsung meminta wartawan untuk meninggalkan kawasan proyek MRT.
“Kalau gitu keluar,” ucapnya tegas.
“Ini mobil Damkar juga gak boleh nih, karena gak ada izinnya,” sambungnya melihat mobil berwarna merah khas damkar terparkir di dalam kawasan proyek.
Puluhan wartawan pun terpaksa pergi keluar kawasan proyek MRT. Sementara petugas proyek MRT tengah sibuk berdiskusi dengan petugas damkar terkait izin mobil tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Diminta Tidak Remehkan Pelemahan Rupiah

Jakarta, Aktual.co —  Pengamat Ekonom Universitas Widaya Mandira (Unwira) Kupang Dr Thomas Ola Langoday mememinta pemerintah tidak meremehkan melemahnya nilai tukar rupiah (NTR) terhadap dolar AS karena lama kelamaan bisa berdampak buruk terhadap tingkat pertumuhan ekonomi dalam negeri.

“Tingkat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari waktu ke waktu terus mengalami gejolak yang sangat fundamental, sehingga pemerintah tidak perlu meremehkan gejolak nilai tukar ini agar tidak berdampak buruk bagi perekonomian rakyat,” katanya, Selasa (10/3).

Bayangkan sejak Kamis (5/3) nilai tukar rupiah mulai bergerak melemah bahkan anjlok ditransaksikan antarbank di Jakarta, sebesar 15 poin menjadi Rp12.990 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.975 per dolar AS sempat mencapai level Rp13.000 pada awal Maret dan hingga hari ini Selasa pagi sudah mencapai Rp13.050, terhadap dolar AS.

Artinya, kata Dekan Fakultas Ekonomi Unwira, dari hari ke hari tingkat pelemahannya terus meningkat sehingga perlu serius mencari langkah-langkah antisipatif dan alternatif sebagai tindakan pencegahan sebelum terlambat. “Memang Pemerintah maupun Bank Indonesia (BI) minta masyarakat tidak panik meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah, bahkan sempat melampaui level Rp13.050 pada Selasa pagi hingga pukul 11.00 Wita, karena fundamental ekonomi nasional aman.

Hal ini (tidak panik) disampaikan langsung Presiden Joko Widodo yang mengatakan tekanan terhadap rupiah disebabkan oleh penguatan dolar AS dan dialami oleh mata uang sejumlah negara lainnya sehingga ia menilai hal ini hanya bersifat sementara. Dengan kondisi saat ini, pemerintah melakukan sejumlah hal untuk memastikan pelemahan rupiah ini tidak terlalu mempengaruhi kondisi perekonomian nasional.

Meski demikian (fundamental ekonomi nasional aman), kewaspadaan melalui antisipasi dari pemerntah perlu terus dilakukan sebagai langkah pencegahan. “Semua tentu sepakat bahwa pelemahan mata uang rupiah dominan dipengaruhi oleh faktor eksternal atau faktor luar negeri seperti kondisi perekonomian terkini di sejumlah negara misalnya di Tiongkok dan AS,” katanya.

Tetapi jangan salahkan faktor pasar atau resiko sistematis untuk pelemahan rupiah saat ini, tapi salahkan faktor resiko unik atau resiko faktor fundamental ekonomi kita yang tidak berorientasi ekspor.

Solusinya adalah jangan menaruh beban 100 persen untuk stabilisasi kurs rupiah kita pada Bank Indonesia saja, itu hanya jangka pendek, tapi pada seluruh kementerian saling kerja sama untuk menciptakan industri kita yang berbasis ekapor dengan daya saing serta value added yang tinggi di dunia. “Jika ini terjadi maka cadangan valas khususnya dolar kita akan mampu menstabilkan abnormal pasar jangka pendek karena fundamental ekonomi dan industri serta daya saing global produk kita tinggi,” jelasnya.

Pemerintahan Jokowi, katanya, harus melihat dengan perpektif jangka panjang terhadap daya saing produk global kita, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) harus digenjot misalnya, jangan hanya fokus pada masalah-masalah pragmatis jangka pendek saja.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain