16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37858

Pengamat: Tidak Satu Pun Kebijakan Ahok Pro Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Mantan juru bicara presiden ke 4 Abdurrahman Wahid, Adhie M Massardi mengatakan bahwa belum ada kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama pro terhadap rakyat.
“Jakarta jadi elitis, rakyat yang punya rumah di jakarta naik pajaknya, akhirnya dia mau bilang dijualin aja itu rumah kalau tak mampu bayar pajak. Belum lagi jalur motor yang harusnya dinikmati rakyat di Thamrin sampai merdeka barat dilarang,” katanya, Selasa (10/3). 
“Belum ada kebijakan Ahok yang pro rakyat, Saya tidak menemukan prodak gubernur yang pro rakyat,”  tambahnya.
Menurut Adhie, sikap Ahok yang cenderung emosional dan terkesan mencari momen untuk pencitraan politik bisa mencederai semangat Gusdur. Dikatakan mantan juru bicara bapak Prulalisme itu, Ahok mungkin lupa, bahwa berkat jasa Gusdur lah etnis Tionghoa seperti Ahok bisa menjadi pemimpin atau kepala daerah.
“Jangan sampai nanti orang tidak mau milih etnis Cina gara-gara sikap ahok itu. Ahok sudah cederai semangat Gusdur,” pungkasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pebalap Rio Haryanto Ikuti Tes Pra Musim GP2 Series di Abu Dhabi

Jakarta, Aktual.co — Pebalap nasional Rio Haryanto yang tergabung dalam tim Campos Racing mengikuti tes pramusim di Sirkuit Yas Marin Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 9-11 Maret 2015.

Ibunda Rio Haryanto, Indah Pennywati ketika dihubungi dari Semarang, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan tes ini wajib diikuti oleh semua pebalap yang akan berlaga pada lomba balap GP2 Series yang dijadwalkan mulai diputar pada 17 April.

Tes pramusim GP2 Series di Yas Marin ini setiap harinya dilakukan dua sesi yaitu pada pagi dan sore hari mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore waktu setempat.

Pada hari pertama atau Senin (9/3) sesi pagi hari, pebalap asal Solo, Jateng, tersebut menempati posisi ke-14 dengan catatan waktu 1:52.273 dari 15 putaran sedangkan peringkat pertama ditempati pebalap tim Racing Engineering Alexander Rossi dengan catatan waktu 1:50.845.

Posisi kedua ditempati pebalap tim DAMS Pierre Gasly dengan catatan waktu 1:51.298 sedangkan ketiga adalah Alex Lynn juga dari tim DAMS dengan catatan waktu 1:51.544.

Sementara itu, pada sesi sore hari, Rio Haryanto menempati posisi kedelapan dengan catatan waktu 1:49.456 dari 24 kali putaran sedangkan peringkat pertama direbut pebalap tim DAMS Pierre Gasly dengan catatan waktu 1:48.897, posisi kedua ditempati rekan satu tim Rio Haryanto di Campos Racing Arthur Pic dengan catatan waktu 1:48.955 sedangkan ketiga adalah pebalap Trident Raffaele Marciello dengan catatan waktu 1:49.252.

Indah Pennywati mengatakan, pada sesi pagi hari Rio Haryanto masih mencoba settingan mobil balapnya dan yang bersangkutan mengaku mobilnya masih ‘understeer’ hingga siang hari hari.

Setelah itu, Rio Haryanto kembali lagi ke perlombaan dan sudah tidak ada persoalan dengan mobilnya karena teknisi timnya membuat setelan yang bagus. Tetapi sayangnya ban mobil Rio Haryanto bocor 45 menit sebelum perlombaan selesai sehingga harus keluar dari lintasan untuk mengganti bannya.

Setelah ganti ban baru tersebut, Rio langsung menyodok ke posisi kedua tetapi ternyata Rio terlalu cepat mengganti ban mobilnya mengingat pebalap yang lain justru mengganti ban menjelang putaran atau lap-lap akhir supaya bisa maksimal dengan kondisi lintasan yang grip.

Akhirnya pada sesi sore hari ini, Rio Haryanto menemapti posisi kedelapan dari 26 pebalap yang tampil pada tes pramusim ini. “Secara umum Rio Haryanto merasa puas dengan tes yang dilaksanakan hari itu,” kata Indah Pennywati.

Setelah tes pramusim di Abu Dhabi ini, Rio Haryanto masih akan menjalani tes pramusim kedua di Bahrain (1-3 April) sebelum tampil pada lomba seri pertama yang juga dimainkan di Sirkuit Sakhir, Bahrain (17-19 April).

Lomba balap mobil GP2 Series 2015 ini dibagi dalam 11 seri. Seri pertama dimainkan di Sirkuit Sakhir, Bahrain (17-19 April), seri kedua di Barcelona, Spanyol (8-10 Mei), seri ketiga di Monte Carlo, Monaco (21-23 Mei), seri keempat di Sirkuit Red Bull Ring, Austria (19-21 Juni), seri keempat di Silverstone, Inggris (3-5 Juli).

Kemudian seri keenam di TBA Jerman (17-19 Juli), seri ketujuh di Budapes, Hongaria (24-26 uli), seri kedelapan dimainkan di Spa-Francorchamps, Belgia (21-23 Agustus), kedelapan di Sirkuit Monza, Italia (4-6 September), kesepuluh digelar di Sochi, Rusia (9-11 Oktober), sedangkan terakhir atau kesebelas dimainkan di Yas Marina, Uni Emirat Arab (27-29 November).

Artikel ini ditulis oleh:

ICW Laporkan Perkembangan Korupsi ke DPD

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman menerima delegasi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) di Ruang Tamu DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2015). Kedatangan ICW untuk memberikan laporan terkait informasi korupsi yang semangkin berkembang. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

LKM Belum Terdaftar, OJK Beri Tenggat Hingga 8 Januari 2016

Padang, Aktual.co — Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Sumatera Barat (Sumbar) saat ini diakui masih banyak belum terdaftar atau memperoleh izin, terutama dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Dewan Komisioner OJK Pusat, Firdaus Djaelani, masyarakat masih belum banyak mengetahui terkait lahirnya LKM tersebut. Undang-undang No.1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro dan Peraturan Pelaksanannya dinilai masih baru ditelinga masyarakat.

“Makanya kita perlu mendorong dan mensosialisasikan aturan ini kepada para LKM. Karena, sesuai aturannya LKM harus terdaftar dalam badan hukum, baik koperasi dan Perseroan Terbatas (PT), dimana penyertaan modal bekerjasama dengan Pemerintah setempat,” katanya di Padang, Selasa (10/3).

Ia menjelaskan, Sumatera Barat termasuk terbanyak dalam pembentukan LKM. “Berdasarkan data yang kita dapat, Sumbar itu ada sekitar 2.500 LKM yang baru terdaftar. Untuk itu kita perlu mensosialisasikannya agar masyarakat dan pemerintah daerah paham dengan fungsi LKM itu sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, OJK sendiri memberikan tenggat waktu paling lambat hingga 8 Januari 2016 agar LKM yang belum diregistrasi supaya dengan segera mendaftar. “Nantinya, jika telah terdaftar, disitulah fungsi Pemerintah Daerah untuk membimbing dan melakukan pembinaan sesuai aturannya,” jelasnya.

Firdaus sendiri menegaskan terkait tenggat waktu tersebut, apabila LKM tidak kunjung mendaftar maka pengoperasian simpan pinjam LKM yang bersangkutan harus dihentikan. “Itu amanat Undang-undangnya, kalau tidak kunjung mendaftar, terpaksa LKM tidak boleh beraktifitas,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DPR: Kendaraan Nasional Baiknya Dikelola BUMN, Bukan Proton Malaysia

Jakarta, Aktual.co — Legislator yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Heri Gunawan, menyarankan pembuatan hingga penjualan kendaraan nasional dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara dan bukan justru dikerjasamakan dengan Proton Malaysia.

“Namanya kendaraan nasional baik motor maupun mobil, harus hasil dari karya anak bangsa dan Indonesia punya sumber daya manusia yang mumpuni untuk membuat kendaraan yang bisa dikerjasamakan dengan BUMN,” katanya, di sela reses di Sukabumi, Selasa (10/3).

Pihaknya juga menolak kebijakan pemerintah pusat yang melakukan kerja sama dengan Proton Malaysia, yang ternyata perusahaan otomotif ini sudah hampir bangkrut karena karyanya kurang diminati. “Seharusnya, pemerintah mengembangkan produk-produk otomotif anak bangsa, salah satunya mobil ESEMKA yang merupakan karya pelajar SMK itu,” katanya.

Menurut dia, jika pemerintah memaksakan kerja sama dengan Proton maka akan menyakiti hasil karya anak bangsa, bahkan pihaknya berani menguji kualitas kendaraan yang dihasilkan pabrikan Proton dengan karya anak bangsa. “Di sini, peran BUMN sangat penting, karena badan usaha ini dibentuk pemerintah selain untuk menghasilkan pendapatan negara juga untuk kesejahteraan,” katanya.

Oleh karena itu, Komisi VI sudah memanggil Menteri Perindustrian RI, agar dikaji ulang kerja sama dengan Proton tentang kendaraan nasional dan hendaknya lebih percaya kepada BUMN untuk mengelola mobil nasional yang benar-benar hasil karya anak bangsa. Ia mengatakan dengan dikuasainya pengelolaan kendaraan nasional oleh negara maka hasilnya akan dinikmati oleh rakyat, selain itu kendaraan karya anak bangsa ini bisa diekspor dan mampu bersaing dengan kendaraan-kendaraan seperti dari Jepang, Korea, Eropa dan Amerika Serikat.

Selain itu, pemerintah yang terus menggaungkan agar masyarakat cinta produk Indonesia harus juga ditopang berbagai hal mulai dari penyertaan dana, pelatihan dan pembinaan kepada para pelaku usaha nasional dan tidak mengandalkan produk asing. Apalagi, menuju Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun 2015, ribuan produk asing akan menyerbu bangsa ini.

“Kita harus perkuat mulai dari sisi kuantitas dan kualitasnya, agar produk nasional, khususnya kendaraan bisa menguasasi pasaran nasional dan tidak tergerus oleh produk asing,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi India Tangkap Pelaku Pengadilan Jalanan di Kota Assam

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian kota Assam, India, akhirnya berhasil menangkap beberapa orang yang diduga menjadi penyulut terjadinya pengadilan jalanan terhadap salah satu tersangka kasus pemerkosaan, Syed Sharif Khan. Penangkapan tersebut dilakukan pada Senin (9/3) waktu setempat.

Demikian disampaikan Inspektur Jenderal Polisi Wabang Jamir, bahwa pihaknya telah menangkap sebagian pelaku yang diduga menjadi provokator untuk memberikan hukuman gantung kepada Khan. Para pelaku juga dituduh telah membuat kerusuhan dan praktek pelanggaran hukum lainnya.

“Beberapa pelaku dari 42 orang yang terlibat langsung dalam insiden penggantungan telah ditangkap,” ungkap Jamir, demikian dilansir BBC, pada Selasa (10/3).

Peritiwa tragis yang terjadi pada Kamis (6/3) itu, bermula setelah Khan terbukti tidak bersalah atas kasus pemerkosaan. Mendengar kabar tersebut, para warga yang geram langsung menggeruduk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Dimapur Nagaland, untuk menyeret Khan keluar dari penjara.

Alhasil, pria yang bekerja sebagai pedagang itu berhasil diseret keluar oleh warga. Sebelum menggantung, Khan sempat ditelanjangi, dipukul dan diseret oleh para warga. Meskipun sempat mendapatkan peringatan dari polisi, aksi pengadilan jalanan itu tetap tidak bisa dihentikan.

Sementara itu, Khan sendiri ditangkap oleh Kepolisian kota Assam pada Februari 2015 lalu. Dia ditangkap karena diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita berusia 19 tahun.

Namun, setelah ditelusuri, Khan malah tidak terbukti telah memerkosa wanita tersebut. Fakta yang sebenarnya justru wanita itu merupakan istri dari si pelaku. Menurut pengakuan Khan, wanita tersebut dia nikahi karena alasan etnis.

Meski begitu, terdapat beberapa indikasi yang menganggap 42 warga tersebut tidak bersalah. Fakta yang juga berkembang, bahwa petugas penjara Dimapur telah mengabulkan permintaan warga untuk menyerahkan Khan kepada mereka.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain