16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37864

Jokowi Effect Digilas Dollar AS, Banyak Korporasi Terancam Bangkrut

Jakarta, Aktual.co — Pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menembus Rp 13.000 per dolar AS. Ini merupakan titik terlemah sejak 17 tahun terakhir, alias sejak era krisis ekonomi 1998 (krisis moneter/krismon). Dan hari ini juga berlanjut hingga tembus di kisaran Rp 13.100 per dolar AS

Bak group paduan koor, mulai dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga sejumlah menteri menyatakan, pelemahan rupiah disebabkan oleh faktor eksternal. Terutama karena mulai menguatnya perekonomian Amerika Serikat (AS), setelah dilanda krisis hebat pada 2008 lalu.

Kondisi ini membuat dolar AS yang menyebar di negara-negara berkembang ‘pulang kampung’. Sehingga tak hanya rupiah, tapi banyak mata uang di dunia yang juga melemah terhadap dolar.

“Sepertinya pernyataan Jokowi dan menteri benar benar tidak mengetahui apa sebenarnya yang membuat nilai tukar rupiah makin melemah , bahwa nilai tukar Rupiah adalah yang paling hancur dibandingkan negara negara ASEAN  nilai tukar rupiah melemah hingga 10 persen lebih pasca pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli 2014,” ujar Widodo Edisektianto, Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu dan Ketua Lembaga Penelitian dan Kajian Ekonomi Dan BUMN, dalam rilis yang diterima Aktual.co, Selasa (10/3)

Terbukti, lanjut dia,  terpilihnya Jokowi sebagai presiden tidak memberikan ‘effect’ terhadap masuknya arus modal ke Indonesia,  malah cenderung terjadinya capital flight besar besaran.

“Hal ini mengartikan pelaku pasar  saat ini sudah mulai rasional, dan sepertinya euforia terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden, atau sering disebut Jokowi Effect, sudah memudar dan tidak memberikan kesan kondusif dan tidak jelas program ekonomi Jokowi bagi pelaku pasar sehingga terus meyebabkan rupiah terperosok,” terangnya.

Tim ekonomi Jokowi, menurut dia, tidak punya platform yang terkait fundamental ekonomi Indonesia misalnya defisit transaksi berjalan yang berada di kisaran 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).  Dan yang ada hanya deficit neraca berjalan ditutup dengan hutang luar negeri serta kenaikan pendapatan sektor pajak sehingga  arus modal masuk itu tidak berkelanjutan. Jika tidak ada strategi yang jelas terkait perbaikan fundamental ekonomi, kata dia,  diperkirakan rupiah akan terus melemah lagi. Pada akhir tahun rupiah akan berada di posisi Rp 14.550 per dolar AS.

Jokowi Effect, imbuh dia, justru telah meningkatkan beban anggaran negara diakibatkan melemah nya nilai kurs rupiah hingga Rp1.000 dan negara akan mengalami defisit anggaran sebesar Rp9 triliun-Rp12triliun.

Selain itu, kata dia, akibat pelemahan kurs rupiah selama Jokowi memerintah berakibat pada meningkatnya  biaya bunga hutang luar negeri Pemerintah dan korporasi, dan jika hutang vallas tidak melakukan  hedging maka Pemerintah dan korporasi sudah harus bersiap gulung tikar jika nilai tukar rupiah terus melemah yang berakibat pada peningkatan pengangguran .

Artikel ini ditulis oleh:

Kamis, Denny Indrayana Kembali Diperiksa Bareskrim Polri

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Bareskrim Polri kembali menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap bekas Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana, Kamis (12/3) mendatang.
Pemanggilan ini untuk kali kedua dilayangkan penyidik kepada Denny untuk diperiksa sebagai saksi, setelah sebelumnya tidak memenuhi pemanggilan pada Jumat (6/3).
“Denny kan dipanggil Kamis, sebagai saksi. Masih saksi,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri, Kombes Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/3).
Denny sebelumnya dilaporkan oleh Syamsul Rizal ke polisi terkait adanya temuan dugaan tindak pidana korupsi proyek layanan singkat pembuatan paspor senilai Rp 32 miliar. Laporan tersebut dibuat pada 10 Februari 2015.
Rikwanto mengatakan, hingga kini sudah ada 12 saksi yang telah diperiksa penyidik terkait kasus Payment Gateway yang dipimpin Denny. Salah satu saksi yang diperiksa, yakni mantan Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin.
“Udah diperiksa kan Pak Amir, di antara 12 saksi, Pak Amir salah satunya,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

PLN: Listrik Prabayar Lebih Untungkan Pelanggan

Jakarta, Aktual.co — Penggunaan sistem pembayaran listrik prabayar lebih menguntungkan pelanggan dibandingkan sistem pembayaran pascabayar, kata Supervisor Bidang Administrasi dan Pelayanan Pelanggan PT PLN Ranting Sawahlunto Yulius Ferianto.

“Harga satuan per kilowatt hour (KwH) tetap sama, tapi pembayaran listrik prabayar tidak dikenai biaya beban, seperti sistem pascabayar,” katanya di Sawahlunto, Selasa (10/3).

Di samping itu, lanjut dia, bagi pelanggan yang tidak membayar selama tiga bulan berturut-turut karena alasan sedang tidak berada di tempat, tidak diberlakukan sanksi pembongkaran meteran. “Jumlah nilai Kwh yang sudah diisikan dalam bentuk token listrik melalui alat pencatat yang tersedia, tidak akan berkurang selama tidak dipakai dan masa berlakunya tidak terbatas,” jelas dia.

Ia mengatakan kemudahan lain yang bisa diperoleh dengan sistem tersebut, pelanggan lebih mudah memantau penggunaan arus listrik.

Di samping itu, pelanggan bisa lebih menghemat waktu dan biaya karena tidak perlu lagi mengantri di loket pembayaran tagihan setiap bulannya. “Cukup beli token sesuai kebutuhan dan ketik kode digitnya pada alat pencatat yang tersedia,” ujar dia.

Terkait prosedur pemindahan sistem penghitungan ke sistem token tersebut, dia menjelaskan pelanggan cukup datang ke kantor PLN terdekat dengan membawa foto kopi identitas diri. “Petugas akan memproses administrasinya dan melakukan penggantian alat pencatat di rumah atau gedung milik pelanggan ke sistem pra bayar, kata dia.

Selanjutnya, tambah dia, pelanggan dikenai kewajiban membeli token senilai Rp20 ribu untuk pengisian untuk pertama penggunaan. “Tidak ada biaya pemasangan atau biaya-biaya lain, karena sudah ditanggung oleh negara,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rakernas BNPB, Teken Kerjasama dan Penghargaan kepada Kepala Daerah

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif berjabat tangan dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai menandatangani kerjasama dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansyah pada acara Rakernas BNPB di Jakarta, Selasa (10/3/2015). BNPB bersama Menteri Sosial dan Menteri dalam Negeri melakukan kerjasama dibidang penangan bencana. Selain itu, BNPB memberikan penghargaan kepada sejumlah Gubernur. Acara tersebut dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

16 Jam Pemadam Kebakaran Berjibaku dengan Api di Wisma Kosgoro

Para petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api yang membakar gedung Wisma Kosgoro yang berada di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2015). Api yang awalnya membakar lantai 16 di Wisma Kosgoro, kini mencapai puncak gedung Wisma Kosgoro, kebakaran yang terjadi sejak Senin (9/3/2015) petang dari lantai 16 dan merembet ke lantai 17/18 sampai ke lantai 20 dan puncak gedung Wisma Kosgoro. AKTUAL/MUNZIR

IHSG Dibuka Melemah 7,50 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini dibuka melemah sebesar 7,50 poin atau 0,14 persen menjadi 5.437,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan(indeks LQ45) turun 1,89 poin (0,20 persen) ke level 944,65.

“Bursa saham Indonesia masih dibayangi oleh kekhawatiran pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp13.000 per dolar AS. Melemahnya rupiah seiring membaiknya perekonomian AS, hal itu terlihat dari mulai meningkatkan pertambahan jumlah tenaga kerja,” kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah di Jakarta, Selasa (10/3).

Alfiansyah mengemukakan bahwa jumlah penambahan pekerja AS diluar sektor pertanian mencapai sekitar 295.000 pekerja, itu melebihi perkiraan analis sebanyak 240 ribu pekerja. Tingkat pengangguran AS juga turun ke 5,5 persen di bulan Februari dari 5,7 persen pada bulan sebelumnya.

“Data ekonomi AS yang melebihi perkiraan analis telah mendorong spekulasi bahwa Bank Sentral AS atau the Fed akan menaikkan suku bunga acuan pada Juni mendatang. AS dinilai sebagai tempat yang lebih baik, dibanding negara maju lainnya,” katanya.

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Guntur Tri Haryanto menambahkan bahwa ekspektasi bank sentral AS akan menaikkan suku bunganya lebih cepat dari perkiraan akan memicu aset dalam bentuk dolar AS menjadi lebih menarik bagi investor sehingga dapat mendorong dana investasi di negara berisiko berpindah, salah satunya di pasar saham.

Kendati demikian, menurut Guntur Tri, sentimen the Fed itu hanya bersifat sementara, setelah the Fed melakukan kebijakannya maka pelaku pasar akan melakukan perhitungan ulang investasinya. Investor akan kembali melihat fundamental negara-negara berkembang yang dinilai mencatatkan pertumbuhan.

“Ekspektasi Indonesia yang masih tumbuh pada tahun ini akan menjadi tujuan investasi bagi investor, yang pada gilirannya akan kembali mendorong IHSG menguat,” katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 49,34 poin (0,20 persen) ke 24.073,71, indeks Bursa Nikkei naik 71,94 poin (0,38 persen) ke 18.863,07, dan Straits Times menguat 5,82 poin (0,18 persen) ke posisi 3.411,50.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain