17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37873

Puluhan Ribu Warga Israel Lakukan Demonstrasi Anti Netanyahu

Jakarta, Aktual.co — Puluhan ribu warga Israel, berunjuk rasa di Ibu Kota Tel Aviv, untuk menentang Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu dan mendesak dilakukannya “perubahan”.

Demonstrasi besar-besaran itu berlangsung 10 hari menjelang berlangsungnya pemilihan PM di Israel.

Aksi protes diselenggarakan oleh organisasi akar-rumput Million Hands, yang melancarkan kampanye perjanjian perdamaian antara Israel dan Palestina serta pembentukan negara Palestina.

Polisi mengatakan 25.000 orang mengikuti aksi unjuk rasa yang dipusatkan di Lapangan Yitzhak Rabin di Tel Aviv. Nama lapangan itu sendiri diambil dari nama mantan perdana menteri Israel tersebut. Yitzhak Rabin dibunuh di lokasi itu saat berlangsungnya demonstrasi damai pada 1995.

Adapun para penyelenggara menyebut para peserta unjuk rasa berjumlah dua kali lipat dari yang diperkirakan polisi.

“Ini adalah demonstrasi oleh para warga negara Israel, yang menuntut perubahan politik, adanya perjanjian perdamaian antara Israel dan Palestina,” kata salah satu penyelenggara, Dror Ben Ami, dilansir dari AFP, Senin (9/3).

“Pemerintah saat ini telah gagal di bidang sosial dan ekonomi dan belum dapat meningkatkan kondisi keamanan –negara sudah rusak,” katanya mengungkapkan.

Aksi protes menentang Netanyahu itu merupakan yang terbesar menjelang pemilihan pada 17 Maret dan menggambarkan meningkatnya ketidakpuasan terhadap pemerintahannya yang berhaluan sayap kanan.

“Kami berharap (sayap) kiri akan kembali,” kata Ben Ami.

Menurut hasil jajak pendapat, partai Netanyahu, Likud, bersaing hampir ketat dengan Persatuan Zionis.

Pemerintahan Netanyahu berikutnya tampaknya tidak akan menekankan perdamaian, karena anggota-anggota kabinet saat ini menentang pembentukan negara Palestina.

Mantan kepala badan intelijen Mossad Israel, Meir Dagan, juga bergabung dalam aksi unjuk rasa dan memberikan pidato tajam menentang Netanyahu.

“Israel punya musuh-musuh, tapi saya tidak takut terhadap mereka. Apa yang saya takutkan adalah kepemimpinan negara saat ini,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Awang Faroek: Total Kuasai 30 Persen Saham Blok Mahakam

Jakarta, Aktual.co —   Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyatakan skema besaran saham untuk mengelola migas di Blok Mahakam telah disusun, baik saham yang akan dimiliki pemerintah pusat, daerah, hingga perusahaan nasional.

“Dari saham yang telah disusun iTU, PT Total Indonesie masih memiliki sebanyak 30 persen, sedangkan selebihnya yang 70 persen merupakan saham untuk nasional,” kata gubernur di ruang kerjanya di Samarinda, Senin (9/3).

Kemudian, lanjut dia, dari saham yang 70 persen secara nasional itu akan dibagi lagi, yakni untuk Pertamina sebanyak 51 persen dan untuk pemerintah daerah hanya 19 persen.

Selanjutnya dari saham untuk daerah yang hanya 19 persen itu dibagi lagi, untuk Pemprov Kaltim mendapat andil 11,4 persen dan untuk Pemkab Kutai Kartanegara mendapat jatah pengelolaan 7,6 persen.

Kemudian dari saham 11,4 persen yang dimiliki Kaltim, pihaknya akan membentuk konsorsium dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan nama PT Migas Mandiri Pratama dan perusahaan swasta bernama PT Yudistira Bumi Energi (YBE).

Menurut Awang Faroek, Pemprov Kaltim tidak mampu mengelola sendiri Blok Mahakam dari saham 11,4 persen tersebut karena terbatasnya APBD, sehingga dibutuhkan peran swasta untuk membantu mencukupi sahamnya.

Ditanya mengapa tidak dilakukan melalui sistem lelang soal keterlibatan investor nasional guna mencari perusahaan terbaik dalam pengelolaan Blok Mahakam, Awang Faroek mengatakan bahwa selama ini tim telah menelaah tentang perusahaan mana saja yang layak terlibat.

Dari hasil telaahan itu, kemudian ditetapkan bahwa PT YBE yang paling layak.

Sedangkan dari jatah saham untuk Kabupaten Kutai Kartanegara yang sebesar 7,6 persen, pemerintah setempat juga akan menggandeng perusahaan daerah (perusda) dan perusahaan swasta, karena dalam investasi ini sangat rentan menggunakan 100 persen dana APBD, mengingat investasi yang ditanamkan sangat besar dan risikonya juga tinggi.

Mengenai berapa perkiraan kasar dari nilai investasi untuk mengelola Blok Mahakam, ia mengaku belum bisa memastikan karena hingga kini masih dilakukan perhitungan oleh pemerintah pusat.

Sementara khusus biaya untuk mengelola sebuah blok migas, selain membutuhkan penguasaan teknologi dan sumber daya mumpuni, pengelolaannya juga membutuhkan dana besar yang diperkirakan mencapai Rp25 triliun per tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KONI Medan Lakukan Pemetaan Cabor Unggulan

Jakarta, Aktual.co — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan, Sumatera Utara, melakukan pemetaan terhadap cabang-cabang olahraga yang dapat dijadikan unggulan, sehingga lebih memudahkan dalam pemantauan dan pembinaan.

“Kita ingin melihat potensi atlet yang ada di kecamatan-kecamatan. Itulah makanya kita melakukan pendataan kembali, sehingga akan lebih mudah dalam melakukan pemantauan, sekaligus dapat melakukan pemetaan,” kata Plt Ketua KONI Medan, Eddy Sibarani di Medan, Senin (9/3).

Untuk mendukung pemetaan cabang olaharaga unggulan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pendataan terhadap atlet-atlet yang ada di kecamatan-kecamatan, karena memang selama ini potensinya yang ada di kecamatan kurang terpantau.

“Kita ingin setiap kecamatan punya cabang olahraga unggulan dan nantinya fokus di cabor tersebut,” katanya.

KONI Medan, sebutnya, tentu berharap Porwil Sumatera, bisa membawa hasil maksimal karena juga akan dijadikan bahan evaluasi.

“Sebelumnya, di 2014 kita sudah melakukan pendataan ke Pengcab olahraga. Dan tahun ini pendataan berlanjut ke kecamatan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Laporan: Seorang Wanita Bakar Diri di Tibet

Jakarta, Aktual.co — Seorang perempuan Tibet, melakukan bakar diri hingga tewas –kejadian pertama pada tahun ini– sebelum ulang tahun pemberontakan gagal terhadap kekuasaan Tiongkok.

Wanita berusia 40-an tahun itu, yang hanya disebut Norchuk, membakar diri pada Jumat (6/3) di dekat kota Trotsuk di distrik Aba di provinsi baratdaya, Sichuan, kata kelompok Free Tibet, yang berkantor di Inggris, dan Radio Free Asia (RFA), yang didanai Amerika Serikat.

Itu bakar diri pertama di daerah Tibet pada tahun ini dan terjadi beberapa hari sebelum 10 Maret, ulang tahun pemberontakan yang gagal pada tahun 1959, yang menyebabkan pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama melarikan diri ke pengasingan di India.

Norchuk adalah warga Tibet ke-137 yang diketahui telah membakar diri sejak 2008, kata RFA pada akhir pekan. Ia disebutkan terkait dengan sebuah biara di daerah itu.

Laporan berbahasa Tiongkok itu mengatakan dia memiliki seorang anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Tubuhnya dikremasi oleh pemerintah daerah, kata Free Tibet pada Minggu (8/3), “yang mencegah keluarga dan masyarakat untuk melakukan upacara pemakaman tradisional”.

Tapi, pejabat kantor Partai Komunis di distrik Aba, Senin (9/3) membantah laporan itu.

“Laporan itu salah,” katanya seraya menambahkan bahwa tidak pernah ada aksi bakar diri di daerah itu dalam beberapa hari terakhir.

Keamanan di banyak daerah Tibet telah diperketat baru-baru ini, kata RFA.

Organisasi itu mengutip penduduk setempat yang mengatakan langkah itu ditujukan untuk mengintimidasi warga Tibet yang ingin merayakan perayaan keagamaan selama Tahun Baru Imlek, dan mencegah digelarnya aksi protes pada ulang tahun yang akan diperingati pada Selasa.

Foto-foto tentang adanya pengamanan ketat di biara Kumbum di Qinghai untuk festival doa Monlam pekan lalu muncul di media sosial, yang menunjukkan jajaran personil berseragam di halaman biara.

Banyak warga Tibet di Tiongkok menuduh pemerintah melakukan penindasan agama dan mengikis budaya mereka, karena mayoritas kelompok etnis Han negara itu semakin bergerak ke daerah bersejarah Tibet.

Bakar diri memuncak menjelang kongres lima tahunan Partai Komunis yang berkuasa, pada bulan November 2012, dan kemudian berkurang dalam beberapa bulan terakhir.

Beijing mengutuk tindakan itu dan menyalahkan aksi itu pada Dalai Lama, yang disebutnya menggunakan mereka untuk lebih mendorong agenda separatis.

Dalai Lama, peraih Nobel Perdamaian, telah menggambarkan aksi pembakaran itu sebagai tindakan putus asa yang ia tidak berdaya untuk menghentikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Dinilai Kurang Perhatian, Kemenpora Diminta Asuransikan Atlet Nasional

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dinilai kurang perhatian terhadap atlet nasional. Pasalnya, Kemenpora tidak mengasuransikan para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Oleh sebab itu, pakar kesehatan, DR. dr. Zainal Abidin, meminta kepada pihak Kemenpora, untuk lebih perhatian terhadap atlet yang masuk dalam Program Indonesia Emas (Prima), untuk diikutkan asuransi, karena asuransi dinilai sangat penting untuk menjamin kesehatan dan keamanan atlet.

Diungkapkan DR. dr. Zainal Abidin, dengan atlet diikutkan asuransi maka beban pemerintah akan lebih ringan dan biaya yang selama ini dianggarkan bisa dipindahkan ke pos-pos yang lain.

“Misalnya didaftarkan menjadi anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Selain lebih efektif karena jaminan kesehatan olahragawan nasional ditanggung pemerintah,” katanya di Jakarta, Senin (9/3).

Menurut dia, jika ada seribu atlet nasional yang didaftarkan ke BPJS dengan mengambil layanan kelas satu, maka anggaran yang dibutuhkan tidak sampai Rp1 miliar per tahun. Kondisi ini dinilai cukup efektif untuk menghemat anggaran.

Untuk itu, kata dia, pihaknya berharap pemerintah dalam hal ini Kemenpora membuat nota kesepahaman dengan Kementerian Kesehatan terkait dengan perlindungan atlet. Terkait dengan program BPJS yang disarankan adalah dengan Coordination of Benefit (COB).

“Atletkan berjuang demi negara, maka kesehatan dan keamanannyapun harus ditanggung negara. BPJS tentu saja harus memahami dan bekerja cepat dan profesional dalam penanganan kesehatan bagi kalangan olahragawan,” katanya menambahkan.

Pria yang juga Ketua Bidang Sport Science dan Iptek Olahraga KONI Pusat menegaskan, dengan adanya efisiensi melalui asuransi, maka anggaran yang ada di Kemenpora bisa dialihkan untuk pembinaan serta optimalisasi sport science yang saat ini dinilai masih belum maksimal.

Dengan memaksimalkan pembinaan dan sport science, kata dia, maka dipastikan akan berdampak pada peningkatan prestasi atlet Indonesia. Apalagi, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Untuk itu semuanya harus dimaksimalkan.

Kegagalan Indonesia bersaing pada berbagai ajang kejuaraan multi event dalam dua tahun terakhir, lanjut Zainal, diharapkan menjadi pendorong untuk secepatnya memaksimalkan penerapan sport science.

Artikel ini ditulis oleh:

Jembrana Surplus Beras 400 Ton

Jakarta, Aktual.co — Kabupaten Jembrana, Bali, surplus atau kelebihan produksi beras 400 ton lebih, sepanjang tahun 2014 yang diharapkan bisa dipertahankan tahun ini.

“Itu perhitungan dari panen seluruh lahan panen seluas 6.000 hektare lebih, dibagi dengan rata-rata konsumsi warga Jembrana setiap tahun. Artinya, kami berhasil melakukan swasembada pangan tahun 2014 lalu,” kata Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Jembrana, Ketut Wiratma, di Negara, Senin (9/3).

Ia mengatakan, pada panen raya tahun tersebut, rata-rata diperoleh gabah 6,9 ton dari setiap hektare sawah. Hasil panen tersebut merupakan salah satu yang terbaik di Bali, meskipun beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana seperti Kecamatan Melaya, masa tanamnya sangat tergantung pada musim hujan.

“Di sisi barat Sungai Ijogading, termasuk Kecamatan Melaya, petani hanya bisa melakukan satu kali tanam setiap tahun. Kalau di sisi timur, seperti Kecamatan Mendoyo, rata-rata bisa dua kali tanam dalam setahun,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai jika di seluruh lahan sawah bisa dilakukan dua kali tanam, produksi beras Kabupaten Jembrana akan jauh melebihi dari konsumsi penduduknya. Untuk mencapai hal tersebut, harus dibangun daya dukung pengairan pertanian, seperti usulan Pemkab Jembrana ke pemerintah pusat, untuk melakukan perbaikan Bendungan Palasari, Kecamatan Melaya, agar bisa mengairi sawah dengan jangkauan lebih luas.

Sementara terkait distribusi pupuk, khususnya yang bersubsidi, ia mengatakan, pihaknya menyerahkan kepada subak yang melakukan pendataan dan menyusun rencana kebutuhan kelompok.

“Rencana kebutuhan kelompok yang disusun subak tersebut, kami lanjutkan ke provinsi lalu ke pusat. Nanti pupuk subsidi akan turun ke kabupaten, dalam jumlah sesuai kebutuhan tersebut,” katanya.

Ia mengakui, petani yang tidak masuk anggota subak, tidak akan bisa membeli pupuk subsidi ke penyalur, karena dianggap usaha mandiri sehingga harus menggunakan pupuk non subsidi.

“Subak ini merupakan kelompok petani khas Bali, yang sudah diakui. Kalau ada petani yang tidak menjadi anggota subak, kami jadi bertanya-tanya motivasinya, karena banyak keuntungan diperoleh dengan menjadi anggota subak, salah satunya bisa mendapatkan pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain