17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37876

Kebakaran Gedung Kosgoro, Arus Lalin Thamrin Dialihkan

Jakarta, Aktual.co — Kebakaran yang terjadi di Wisma Kosgoro, Jl. MH Thamrin, tak membuat arus lalu lintas di kawasan MH Thamrin dialihkan, Senin (9/3) malam.
Namun, pihak kepolisian meminta para pengendara yang akan melintasi jalur tersebut, mencari jalur alternatif, pascakejadian kebakaran yang terjadi di Wisma Kosgoro, Jakarta Pusat.
“Tentunya para pengendara dari HI, menggunakan jalan lain, jangan lewati objek kebakaran,” kata Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hendro Pandowo dilokasi. Meski begitu, pihaknya belum melakukan pengalihan arus lalu lintas dilokasi.
Diketahui, kebakaran di Jl. MH Thamrin terjadi sekitar pukul 18.20 WIB. Si jago merah melalap lantai 16 gedung tersebut, hingga merembet ke lantai 17. Hingga saat ini petugas pemadam kebakaran, masih melakukan kegiataan pemadaman.

Artikel ini ditulis oleh:

Hingga Maret 2015, WIKA Bukukan Kontrak Rp3,4 triliun

Jakarta, Aktual.co —  PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan selama triwulan 2015 telah berhasil meraih kontrak baru senilai Rp3,4 triliun. Kontrak baru tersebut setara dengan 10,87 persen dari target kontrak tahun 2015 sebanyak Rp 31,64 triliun.

‎”WIKA menargetkan pada tahun 2015 akan memperoleh total  kontrak dihadapi sebesar Rp54,39 triliun‎,” ujar Corporate Secretary WIKA, Suradi dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (9/3).

‎Adapun total kontrak yang dikerjakan tersebut terdiri dari dari target  kontrak baru tahun 2015 sebesar Rp31,64 triliun dan carry over dari tahun 2014 sebesar Rp22,75 triliun.

Ia menerangkan, beberapa proyek yang telah diperoleh hingga Pekan-I Maret 2015, antara lain Proyek Bendungan Keureto Aceh Rp403 miliar, Proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Tahap I Rp355 miliar, Proyek Jalan Layang Non Tol (JLNT) Ciledug Rp351 miliar, proyek Funtasy Island di Pulau Manis Batam Rp161 miliar dan Proyek Pembangunan Konstruksi Runway Bandara Samarinda Baru Samarinda Rp124,20 miliar‎.

Tidak hanya itu, sambungnya, proyek terbaru yang ditandatangani adalah Proyek Oe-Cusse Airport Timor Leste US$92 juta. Rencananya, proyek ini akan dikejakan selama 690 hari kalender kerja.

“Lingkup pekerjaan proyek tersebut meliputi rehabilitasi existing bandara, perpanjangan runway dari 1,5 km menjadi 2,5 km, pelebaran dan perluasan wilayah bandara agar bisa dijadikan bandara komersial, pemutakhiran sistem radar dan navigasi serta pemutakhiran sistem dan standar safety bandara‎,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kelola Blok Mahakam, Pertamina Siapkan Rp315 Triliun

Jakarta, Aktual.co —  Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan, PT Pertamina (Persero) menyiapkan dana sekitar USD25,2 miliar atau setara Rp315 triliun untuk mengelola Blok Mahakam, Kaltim selama 20 tahun pasca-2017.

“Setelah Pertamina mempresentasikan proposal kesiapannya mengelola Mahakam, pemerintah berkeyakinan Pertamina mampu mengelola blok tersebut,” katanya dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Senin (9/3).

Saat ini, Mahakam yang dikelola Total E&P Indonesie sejak 1967 akan habis masa kontraknya pada 2017.

Pertamina secara resmi telah mempresentasikan proposal kesanggupan mengelola Mahakam pada Sabtu (7/3) di Kementerian BUMN, Jakarta.

Hadir dalam pertemuan antara lain Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Soemarno, Wamenkeu Mardiasmo, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, dan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto.

Sesuai Pasal 28 ayat 9 dan 10 Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, Pertamina dapat mengajukan pengelolaan blok habis kontrak kepada Menteri ESDM.

Dan, Menteri ESDM bisa menyetujui permohonan itu sepanjang Pertamina 100 persen dimiliki negara.

“Sesuai aturan, begitu blok habis kontrak, kalau mau melanjutkan, Pertamina harus memberikan proposal untuk dipertimbangkan pemerintah. Setelah mendengar presentasi Pertamina dan juga ada tanya jawab, di-‘challenge’ dan ditanya berbagai hal, maka pemerintah merasa yakin Pertamina memiliki kesiapan untuk menjadi operator Mahakam sesudah selesai kontrak dengan Total,” ujar Sudirman.

Ia melanjutkan, sejak November 2014, pihaknya sudah menyampaikan keinginan memberikan pengelolaan Mahakam ke Pertamina.

Selanjutnya, pada periode November 2014 sampai Februari 2015, dilakukan dialog secara berkala antara Kementerian ESDM, Pertamina, dan Total agar transisi dari Total ke Pertamina sampai 2017 dapat berjalan dengan baik.

“Pemerintah akan terus menjadi fasilitator agar masa transisi berjalan baik. Saya yakin keduanya akan bertemu pada satu titik kompromi yang produktif, karena saling membutuhkan. Saya juga yakin Total punya kepentingan yang lebih luas untuk terus berada di Indonesia mengembangkan blok lain,” tuturnya.

Pemerintah menyerahkan kepada Pertamina apakah akan bermitra kembali dengan Total atau tidak.

“Minggu depan, Pertamina dan Total akan kami undang, sehingga transisi berlangsung dengan baik,” kata Sudirman.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kemenkeu: April Momen Tepat Untuk Terapkan PPN Tol

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengakui waktu pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Jalan Tol masih dalam kajian, karena implementasi aturan ini membutuhkan momen yang tepat.

“Kita lebih melihat ‘timing’, dalam artian kapan ‘timing’ yang bagus untuk menaikkan PPN, misalnya ketika inflasi lagi rendah dan masyarakat sedang tidak punya pengeluaran besar,” ujarnya di Jakarta, Senin (9/3).

Suahasil mengatakan April merupakan momen yang pas untuk pemberlakukan kebijakan ini karena tingkat inflasi nasional diperkirakan sedang mengalami penurunan, apalagi dalam dua bulan pertama 2015 masih tercatat deflasi.

“Kita lihat lagi profil inflasinya. Menurut saya April juga kecil inflasinya, tapi angka pastinya masih dilihat lagi,” ujarnya.

Suahasil menambahkan pengenaan pajak ini harus dilakukan karena jalan tol memang merupakan jasa kena pajak yang penerapannya ditunda, karena pada waktu itu pengusaha jalan tol belum mendapatkan profit.

Sementara, Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito optimistis pengenaan PPN ini jadi diberlakukan, bersamaan dengan kenaikan tarif tol yang rencananya sedang dirumuskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Yang sedang kita bicarakan lagi apakah dikaitkan dengan kapan naiknya, masih menunggu pembicaraan. Biar tidak dua kali (naiknya), sekali aja pas dia naik plus PPN,” katanya.

Pengenaan PPN atas penyediaan jasa jalan tol ini merupakan salah satu dari rencana pemerintah untuk mencari potensi pajak dan mendorong penerimaan perpajakan yang ditargetkan dalam APBN-P 2015 sebesar Rp1.489,3 triliun.

Menurut perkiraan awal, pengenaan PPN sebesar 10 persen kepada para pengguna jasa jalan tol ini berpotensi menambah kas negara hingga mencapai kurang lebih Rp1,2 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengamat: E-Budgeting DKI Bukanlah Transparansi Dana

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Ekonomi Politik Salamuddin Daeng menilai sistem e-budgetting yang dianut oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bukanlah transparansi dana dan lebih jauh merupakan sesuatu yang berbeda satu dengan lainnya.

“E-budgetting itu tidak sama dengan keterbukaan dan merupakan aspek lain,” kata Daeng seusai acara Diskusi Publik yang mengusung judul “APBD DKI Siapa Sebenarnya yang Begal” di Jakarta, Senin (9/3).

Daeng memandang bahwa e-budgetting sendiri adalah model penyusupan perundang-undangan oleh institusi keuangan asing yang terlihat dalam proyek besar di Jakarta seperti Giant Sea Wall, MRT, Monorail bahkan saluran air atau drainase di ibu kota.

“Monorail itu dipegang Tiongkok, MRT Jepang, GWS sepertinya Tiongkok dan drainase itu bank dunia nah mereka menyusupkan satu instrumen namanya e budgetting,” katanya.

Lebih lanjut Daeng mengatakan e-budgetting ini satu paket dengan e-government dan e-procurement di dalam kerangka e-office system yang dimaksudkan untuk bagaimana caranya setiap belanja daerah yang dilakukan oleh DKI bisa diakses oleh perusahaan secara bebas.

“Dengan ini artinya siapapun dia baik tingkatan perusahaan nasional maupun multi nasional memiliki kesempatan dan perlakuan yang sama untuk mengakses anggaran DKI secara bebas. Ini yang ada di balik sistem e-budgetting itulah sebabnya proyek besar di Jakarta dikuasai oleh multinasional,” ujarnya.

Daeng menambahkan itu artinya Basuki dan Pemprov Jakarta merupakan bagian dari rezim internasional untuk mengangkangi anggaran Pemprov DKI karena gagasan yang dia bawa adalah memang yang disusupkan oleh asing.

“Yang harus diingat adalah e-budgetting itu berkaitan dengan e-procurement yang berkaitan dengan tender dan e-government dengan tata kelola pemerintah yang bisa diakses dalam artian dipakai secara bebas dan terbuka secara internasional jadi mereka bisa bebas ikut tender yang tujuannya agar keuangan DKI bisa masuk ke dalam global sistem,” ujarnya.

Selain itu juga Pemda DKI didorong untuk mengambil utang di pasar keuangan secara mandiri dengan mencetak obligasi sendiri pada institusi keuangan dunia. “Coba anda searching di internet itu sudah banyak tulisan yang memuat bahwa DKI nanti menerbitkan surat utang sendiri,” katanya.

Terkait kenapa dipaksakan menggunakan sitem ini, Daeng berpendapat bahwa ini mengambil model pelaksanaan anggaran sebuah perusahaan.

“Jadi diibaratkan seperti perusahaan alokasi yang anggarannya diusulkan oleh bagian-bagian di dalamnya jadi tidak perlu ada persetujuan dewan tentu saja itu bertentangan dengan undang-undang karena memang dewan punya hak budgetting bahkan dalam pengajuan proyek,” katanya.

Ketika ditanya tentang transparansi sesuai yang diamanatkan Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Daeng sangat menekankan pentingnya masyarakat tahu alokasi dana itu digunakan untuk apa saja.

“Sangat penting itu karena amanat Undang-undang tapi perlu dicatat adalah transparansi dan sistem e-budgetting adalah sesuatu yang sangat berbeda,” ujar Daeng menegaskan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kabid Humas: Tahanan Kabur Saat Petugas Tertidur

Jakarta, Aktual.co — Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul mengatakan bahwa kelima tersangka yang berhasil melarikan diri dari tahanan Mapolsek Jagakarsa Jakarta Selatan memanfaatkan kelengahan petugas.
“Mereka semua langsung bangun, kemudian dicek, ternyata benar di ruang kamar tahanan nomor 1 tahanan yang seharusnya berjumlah delapan orang, hanya tersisa tiga,” katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (9/3). 
Martinus menduga bahwa kelima tersangka tersebut dalam proses melarikan diri telah merencanakan sejak lama. Karena, lima tahanan berhasil memotong besi jeruji tahanan hanya dalam kurun waktu kurang dari satu jam.
“Ada dua lapis teralis yang dijebol, teralis di ruang tahanan dan teralis di ruang olah raga di belakangan ruang tahanan,” tambahnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain