17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37878

Ketua Prasetyo: Ahok, Tolonglah Mulutnya

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengatakan bahwa dirinya menghargai tindakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengenai transparansi. Namun ia sangat menyayangkan bahwa perilaku terutama komunikasinya tidaklah baik.
“Saya pribadi ‘apreciate’ tindakan pak Basuki sebagai pemimpin untuk transparansi namun tolonglah mulutnya,” kata Prasetyo, Senin (9/3).
Dikatakan Prasetyo dalam masalah APBD memang harus ada pembahasan karena sesuai dengan undang-undang, jika tidak cocok maka harus dihapus. 
“Kan ini buat warga Jakarta, kita kan mengawasi uang yang dikuasai Pemprov itu. Sebetulnya bisalah tinggal komunikasi yang baik, ini selesai tapi jika mau dibuat kayak orang berantem ya terserah,” kata Praseyo.
Prasetyo mengatakan saat ini ada tiga proses yang berjalan di ibu kota yaitu politik dengan hak angket, hukum dengan laporan di KPK dan Kepolisian serta administrasi yaitu pembahasan APBD oleh Kemendagri.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kebakaran Kosgoro, Saksi: Lantai 16 Kantor Perusahaan Media

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak tiga lantai perkantoran Wisma Kosgoro, Jalan MH Thamrin, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat ludes dilahap api. Akibat peristiwa tersebut, seluruh karyawan dan karyawati yang beraktivitas di wisma Kosgoro tersebut lari berhamburan keluar kantor. 
Reno, saksimata kejadian yang bekerja di kantor optimum grup Wisma Kosgoro menuturkan, kejadian kebakaran terjadi sekitar pukuk 19.00 WIB. 
“Api berasal dari lantai 16, gak ada ledakan,” ujarnya, Senin (9/3). 
Reno menjelaskan, lantai 16 adalah kantor perusahaan media. “Api merambat cepat. Pas gue lagi dikantor, api udah naik ke lantai atas, karyawan pada kabur ke bawah semua,” kata karyawan lantai 10 ini. 
Dalam peristiwa kebakaran tersebut, sebanyak 20 mobil pemadam dan mobil crane pemadam dikerahkan ke lokasi pemadaman. Sulitnya akses pemadaman di lokasi membuat sejumlah bagian gedung runtuh ke bawah. 
Sejumlah pekerja kantoran disekitar lokasi terpantau menyemut dibagian belakang kantor menyaksikan peristiwa kebakaran itu. 
“Kaget banget, kirain ada apa. Gak taunya kebakaran. Langsung pada panik gitu,” ujar Selvia (22) salah seorang karyawati disekitar wisma Kosgoro. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ketua DPRD DKI: Ahok Marah-Marah Jangan di Kemendagri Tapi Rumah Sendiri

Jakarta, Aktual.co —  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menilai mediasi dengan Pemerintah Provinsi DKI terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta, sudah cukup.

“Saya kira sudah cukup mediasinya karena kemarin itu sebenarnya bisa diselesaikan,” kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di Jakarta, Senin (9/3).

Terkait dengan sikap Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang memarahi stafnya saat mediasi di Kemendagri, menurut Prasetyo, dirinya tidak keberatan namun harus diperhatikan tempatnya.

“Kalo Pak Basuki mau marah-marah ya silakan, namun lebih baik di rumahnya sendiri jangan di Kemendagri,” katanya.
Prasetyo juga memuji komitmen Basuki untuk menjadikan Jakarta yang baru namun dia heran komunikasi yang terbangun tidak terjalin antara DPRD dan Pemprov.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polisi: Penyebab Kebakaran Wisma Kosgoro Belum Diketahui

Jakarta, Aktual.co — Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran yang terjadi di Wisma Kosgoro Thamrin, Jakarta Pusat. 
“Penyebab belum tahu. Kita masih berusaha semaksimal mungkin melakukan pemadaman,” ujarnya, Senin (9/3). 
Seperti diberitakan sebelumnya  kebakaran terjadi di Wisma Kosgoro yang terletak di Jalan MH Thamrin Menteng, Jakarta. 
23 unit mobil dinas pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Cuaca Pengaruhi Harga Cabai Rawit di Bali

Jakarta, Aktual.co — Kondisi cuaca pada musim penghujan memengaruhi harga jual cabai rawat di sejumlah pasar tradisional di Kota Denpasar, Bali.

“Hari ini harga cabai rawit naik Rp5.000 menjadi Rp40.000 per kilogram,” kata Made Puri, pedagang cabai di Pasar Badung, Kota Denpasar, Senin (9/3).

Menurut dia, cabai rawit itu didatangkan dari kawasan pergunungan Kintamani, Kabupaten Bangli. Ia berharap pemerintah daerah setempat menggelar operasi pasar murah untuk menurunkan harga cabai rawit.

Sementara itu, Wayan Windia, pedagang cabai di Pasar Kumbasari, Kota Denpasar, menjual barang dagangannya itu dengan harga Rp38.000 per kilogram.

Menurut dia, penyebab harga cabai adalah banyaknya petani cabai di Bali gagal panen karena tanamannya rusak dilanda banjir.

“Saya membeli cabai rawit ini dari petani di Kabupaten Gianyar. Namun banyak pula yang didatangkan dari Jawa,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Polda Metro Telisik Keterlibatan Pengusul Pengadaan UPS

Jakarta, Aktual.co — Polda Metro Jaya terus menelisik dugaan keterlibatan pihak-pihak lain terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan UPS (Uninterruptible Power Supply) di 49 SMA di DKI Jakarta pada tahun 2014 lalu.‎
Tak hanya pemenang tender proyek tersebut akan digarap penyidik. Bahkan, Penyidik Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus dipastikan akan mendalami pejabat di tingkat Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) DKI Jakarta, tetapi juga hingga level anggota dewan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Sitompul mengatakan, sebelum memeriksa anggota DPRD DKI, kata dia, penyidik akan mulai melakukan penyidikan dari level bawah.
“Kita akan mulai dari bawah proses tersebut siapa saja yang bertanggungjawab sampai pemberi keputusan yang bertanggungjawab dalam hal ini, Kalau kita lihat dari penentuan ini melibatkan, bukan hanya dinas, tapi juga anggota dewan,” kata Martin dikantornya, Jakarta, Senin (9/3).
Dalam penyidikan perkara ini, lanjut Martin, penyidik tidak hanya mencari berapa kerugian negara yang ditimbulkan. Tetapi juga apakah perencanaan penganggaran UPS tersebut telah sesuai dengan pemanfaatannya, hingga prosedur dalam proses pengadaan‎ barang.
“Kemudian juga apakah ada penyalahgunaan wewenang, sesuai tidak dengan SOP-nya. Ini terjadi penyalahgunaan disitu,” imbuhnya.‎
Terkait pemeriksaan saksi-saksi, penyidik akan memfokuskan kepada mekanisme dalam pengadaan UPS tersebut. 
“Mulai dari kerangka acuan kerja karena ini APBD perubahan, kemudian setelah dibuat kerangka acuan kerja, ke mekanisme untuk penentuan mata anggaran sampai turunnya anggaran biaya tambahan sampai mekanisme lelang, proses lelang, pemenanglelang sampai barang itu ada di lokasi sekolah,” paparnya.
“Kemudian ada tahap akhir pemeriksa pejabat tim pengawas melihat itu. Dari awal sampai akhir kita lihat mekanismenya, apa saja yang jadi dokumen beberapa tahapan tadi, apa saja yang dituju ke pngadaan, barang lelang sampai pada manfaat barang itu atau tidak,” lanjutnya.
Menurutnya, dalam pengadaan suatu barang, tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan.‎ “Pemanfaatan barang sesuatu itu harus jelas, misalnya ada 2 komputer kemudian diberi tenaga 10, ini berlebihan. Ini yang kita lihat apa outcomenya itu kita lihat,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain