18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37886

Menko Tedjo Minta Imigrasi Perketat WNI yang Pergi ke Turki

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, meminta pihak Imigrasi memperketat pemeriksaan terhadap warga negara Indonesia yang akan pergi ke Timur Tengah, khususnya Turki.
“Ini bukan berarti kami melarang orang bepergian untuk belajar, termasuk ke negara-negara Timur Tengah,” kata dia di Yogyakarta, Senin (9/3).
Dia pun meminta terkait dengan indikasi warga negara Indonesia yang bergerak ke arah Irak harus diperiksa, untuk mengantisipasi kembali munculnya WNI yang bergabung dengan ISIS.
Menurut dia, pihak Kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN) saat ini telah memiliki data-data warga negara yang memiliki indikasi rentan akan bergabung dengan ISIS.
“Data itu selanjutnya akan diserahkan kepada pihak Imigrasi untuk pencegahan,” kata dia.
Sesuai pengamatan BIN, dia mengatakan, di Indonesia hingga saat ini memang masih ada jaringan militan lokal yang memiliki kaitan dengan jaringan militan internasional. “Memang masih ada (kelompok militan), khususnya di Bima dan Poso,” kata dia.
Mengenai 16 WNI asal Surabaya dan Solo yang diduga hilang di Turki karena bergabung dengan jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dia mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Turki.
“Dari laporan Kedutaan Indonesia di Turki, memang diduga ke arah sana (bergabung dengan ISIS).”
Menurut Tedjo, akan ada tindakan hukum apabila 16 WNI yang diduga bergabung dengan ISIS tersebut kembali ke Indonesia. “Tentu nanti kami akan ada tindakan hukum,” kata dia.
Sebelumnya, sebanyak 16 WNI dilaporkan hilang di Turki sewaktu berwisata, namun rumor yang beredar menyebutkan mereka kemungkinan bergabung ISIS mengingat Turki berbatasan dengan Irak dan Suriah yang wilayahnya dikuasai ISIS.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Telkom Bukukan Pendapatan Rp89,70 Triliuh di 2014

Jakarta, Aktual.co — PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sepanjang 2014 berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp89,70 triliun atau tumbuh 8,11% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp82,97 triliun.

“Naiknya pendapatan tersebut diikuti meningkatnya beberapa beban, seperti beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi yang naik menjadi Rp22,29 triliun dari Rp19,33 triliun,” kata Direktur Utama Alex Sinaga dalam keterbukaan informasinya di Jakarta, Senin (9/3).

Selain itu, beban penyusutan dan amortisasi menjadi Rp17,13 triliun dari Rp15,78 triliun dan beban pemasaran bertambah menjadi Rp3,09 triliun dari Rp3,04 triliun. Kendati demikian, perusahaan telekomunikasi plat merah ini berhasil memangkas beban karyawan menjadi Rp9,62 triliun dari Rp9,73 triliun, beban interkoneksi menjadi Rp3,96 triliun dari Rp4,15 triliun, beban lain-lain menjadi Rp396 miliar dari Rp480 miliar.

“Perseroan juga mampu menekan rugi selisih kurs sepanjang 12 bulan sebesar 94,38% menjadi Rp14 miliar dibanding 2013, yang mencapai Rp249 miliar,” ujarnya.

Akibatnya, laba tahun berjalan perseroan tercatat sebesar Rp21,45 triliun, meningkat 5,72% dibanding tahun sebelumnya Rp20,29 triliun. Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik tipis 3,10% menjadi Rp14,64 triliun dari Rp14,20 triliun.

Sementara laba per saham dasar dan dilusian menguat tipis menjadi Rp149,83 dibanding tahun 2013 sebesar Rp147,42/lembar. Adapun jumlah aset perusahaan pada akhir tahun lalu mencapai Rp140,89 triliun, dengan total utang Rp54,77 triliun. Jumlah itu meningkat dibanding tahun sebelumnya, di mana aset sebesar Rp127,95 triliun, dengan total utang Rp50,53 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Romi Herton Divonis 6 Tahun Penjara

Walikota non aktif kota Palembang Romi Herton bersama Istri saat mendengarkan vonis hakim di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (9/3/2015). Romi divonis hukuman pidana penjara selama 6 tahun, sementara istrinya Masyito divonis hukuman pidana penjara selama 4 tahun. Keduanya tersangkut kasus penyuapan eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar untuk memuluskan gugatan sengketa Pilkada Palembang 2013. AKTUAL/MUNZIR

Agung Cs Mau Rombak Ketua DPR RI, Ini Kata Setya Novanto..

Jakarta, Aktual.co — Perselisihan dualisme kepengurusan Partai Golkar antar kubu Aburizal Bakrie (Ical) dengan Agung Laksono terus memanas.
Ketua DPR RI Setya Novanto mengingatkan agar kelompok Agung Laksono Cs tidak melakukan pergantian terhadap dirinya (ketua DPR) dengan mengabaikan ketentuan yang berlaku. Sebab, keberadaannya bukan lagi mewakil partai melainkan DPR RI dan seluruh rakyat Indonesia.
“Kita harapkan tidak ya, karena saya tidak berdiri pada satu kelompok tapi sebagai keluarga besar DPR untuk Indonesia, meskipun ngga bisa lepas bahwa saya jadi ketua dari partai. Tapi sebagai kader tentu sebagai kandidat saya akan ikuti AD/ART dan tata tertib,” ucap Setya, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (9/3).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali itu berharap jika perseteruan dua kubu ini dapat selesai dengan baik. Dirinya menegaskan akan mengikuti apapun keputusan yang dikeluarkan oleh DPP Partai Golkar.
“Kita harapkan semuanya berjalan secara baik sebagai kader Golkar akan ikuti apa-apa yang akan dilakukan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.
Sebelumnya, kubu Munas Jakarta mengklaim sebagai munas yang sah berdasarkan keputusan majelis Mahkamah Partai Golkar (MPG) dan akan merombak struktur fraksi beringin di DPR RI termasuk ketua DPR.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Wacana Anggaran Untuk Parpol didukung ICMI

Jakarta, Aktual.co — Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Nanat Fatah Natsir, mendukung wacana yang digagas Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengenai anggaran Rp1 triliun dari APBN untuk partai politik.
“Gagasan Mendagri itu bagus dan perlu didukung untuk meningkatkan kualitas partai politik, calon kepala daerah dan dalam jangka panjang akan menekan korupsi,” kata Nanat Fatah Natsir di Jakarta, Senin (9/3).
Dia menilai korupsi yang dilakukan kepala daerah dan politisi disebabkan partai politik tidak memiliki dana untuk melakukan pembinaan kader dan menggerakkan mesin partai.
Akibatnya, ketika berkuasa dan mendapat jabatan di pemerintahan dan lembaga legislatif, kepala daerah dan legislator melakukan korupsi dan disetorkan ke partai politik untuk membiayai partai politik.
“Saya juga mendukung bila calon kepala daerah diberi anggaran dari pemerintah untuk membiayai kampanyenya. Dengan begitu akan muncul calon yang berkualitas, meskipun tidak kaya, dan tidak ada beban mengembalikan dana kampanyenya,” tuturnya.
Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo menggulirkan wacana pembiayaan untuk partai politik Rp1 triliun yang bersumber dari APBN untuk meningkatkan transparansi dan demokrasi. Tjahjo berharap wacana itu mendapat dukungan dari DPR dan elemen masyarakat pro demokrasi.
“Hal ini perlu karena partai politik merupakan sarana rekrutmen kepemimpinan nasional dalam negara demokratis. Namun, persyaratan kontrol terhadap partai harus ketat dan transparan,” katanya.
Menurut Tjahjo, partai politik memerlukan dana untuk melakukan persiapan dan melaksanakan pemilu serta melakukan pendidikan kaderisasi dan program operasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Tangani Krisis Listrik, Asian Agri Bangun Pabrik Biogas dari Limbah Cair

Jakarta, Aktual.co —  Asian Agri Group membangun lima pabrik biogas dengan menggunakan bahan baku limbah cair “palm oil millpalm effluent” atau POME untuk ikut berperan menangani krisis listrik.

“Pengolahan POME yang merupakan limbah CPO dan inti kelapa sawit menjadi energi dari selama ini masih hanya dimanfaatkan sebagai subsitusi pupuk, menjaga kelembapan tanah dan penahan erosi tanaman sawit itu, diharapkan benar-benar bisa menghasilkan energi yang memadai,” kata Head Mill and Engineering Asian Agri Sahat Sibuea di Medan, Senin (9/3).

Pengolahan POME untuk energi itu dilakukan perusahaan tersebut sejalan dengan penerapan budaya kerja Asian Agri sebagai perusahaan inovatif dan kreatif. Langkah itu juga termasuk sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Dia menjelaskan, pembangunan lima unit pabrik biogas dengan masing-masing menghasilkan listrik dua MW dilakukan di tiga provinsi dimana ada usaha bisnis sawit Asian Agri yakni Sumut, Riau dan Jambi.

Di Sumut, ada dua pabrik masing-masing Pabrik Biogas Negeri Lama Dua di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhan Batu dan Pabrik Gunung Melayu Satu di Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan. Sementara di Riau, pabrik biogas yang berjumlah dua unit juga masing-masing Pabrik Ukui Satu, di Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan dan Pabrik Biogas Buatan Satu, di Desa Bukit Agung, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Sedangkan di Jambi, ada Pabrik Biogas Taman Raja, Desa Lubuk Bernai, Kecamatan. Batang Asam, Kabupaten. Tanjung Jabung Barat.

Sahat menjelaskan, teknologi dari Jepang itu berbeda dengan teknologi yang telah diterapkan oleh beberapa perusahaan sejenis. “Asian Agri menggunakan teknologi ‘digester tank’ dan ‘an MBR tank’. Teknologi dari Jepang itu dinilai manajemen lebih unggul,” katanya.

Lebih unggul, karena penggunaan teknologi itu dalam prosesnya menggunakan “an MBR” (Kubota Anaerobic Membrane Bio reactor). Sistem dengan bakteri Thermophilip itu berfungsi mempercepat dan memaksimalkan proses pembentukkan gas metan. “Kalau kelima pabrik itu beroperasi, maka energi yang akan dihasilkan Asian Agri dengan memanfaatkan POME tersebut ada sebesar 10 MW karena masing-masing pabrik bisa menghasilkan 2 MW,” katanya.

Energi yang dihasilkan itu tentu saja memberikan harapan baru bagi semua kalangan ditengah masih terus berlangsungnya krisis energi listrik. Dia menjelaskan, dewasa ini, kelima pabrik biogas tersebut dalam proses “finishing” yang dua pabrik direncanakan akan “commissioning” pada pertengahan bulan.

Wakil Gubernur T Erry Nuradi menyebutkan, Sumut yang memiliki potensi luar biasa di sektor perkebunan, mulai karet, kakao hingga sawit, memang seharusnya melihat peluang bisnis lainnya di luar hanya mengekspor dalam bentuk setengan jadi atau produk jadinya seperti selama ini. Bahkan diharapkan, pengusaha dan masyarakat bisa memanfaatkan limbah hasil perkebunan maupun industri. “Sudah saatnya memang memperkuat hilirisasi dan bahkan menggunakan teknologi untuk bisa mengolah limbahnya menjadi produk yang menguntungkan,”katanya.

Mengolah limbah sawit menjadi energi misalnya merupakan langkah tepat. “Dengan mengolah limbah, maka selain memberi keuntungan tambahan bagi pengusaha, juga bisa menjadi peredam isu limbah pada perkebunan dan industri sawit itu,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain