17 April 2026
Beranda blog Halaman 37927

Korupsi ‘Payment Gateway’, Polri Sita Tujuh Alat Bukti

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri terus mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan ‘payment gateway’ yang diduga melibatkan bekas Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana.
Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Anton Charliyan mengungkapkan, hingga kini pihaknya sudah memeriksa 12 saksi dan telah menyita sejumlah alat bukti.
“Sudah disita tujuh alat bukti berupa surat. Tidak perlu saya sebutkan satu persatu,” kata Anton dikantornya, Jakarta, Kamis (19/3).
Namun, penyidik belum menyita dalam bentuk uang terkait penyidikan kasus yang terjadi di lingkungan Kementrian Hukum dan HAM ini. “Uang sementara belum,” katanya.
Meski begitu, Anton memastikan bahwa dalam kasus ini ada indikasi kerugian negara Rp 32 miliar lebih. Tak cuma itu, lanjut Anton, ada indikasi pungutan liar ratusan juta rupiah. Hal ini berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan Desember 2014.
“Adanya pungutan yang tidak sah sebesar Rp 605 juta. Itu berdasarkan hasil audit BPK,” ujarnya.
Polri menyiapkan pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Korupsi, terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan juncto pasal 55 KUHP untuk calon tersangka.
Namun, sejauh ini Polri memang belum menetapkan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut. “Ini akan dilihat dari hasil pendalaman. Yang jelas, yang jadi pimpro (payment gateway) itu kebetulan beliau, Denny Indrayana,” kata Anton.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Rupiah Terpuruk

(dari kiri) Sekertaris Partai Nasdem Jhony G Plate, Wakil Ketua MPR Mahyudin dan Pengamat Ekonomi Politik Ichsanuddin Noorsy menjadi narasumber pada Dialektika Demokrasi di Pressroom DPR, Kompleks Perlemen Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2015). Dialog ini membahas nilai Rupiah yang anjlok terhadap dollar AS di tahun ini dengan tajuk “Rupiah Terpuruk dan Dampaknya bagi Perekonomian Indonesia”. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Pengusaha Harap Hilirisasi Tidak Hambat Ekspor Rumput Laut

Jakarta, Aktual.co — Indonesia sebagai negara produsen terbesar untuk komoditi rumput laut tropis (Eucheuma sp dan Gracillaria sp), diharapkan dapat melakukan langkah-langkah strategis dalam pengembangan dan penguatan ekonomi dari hulu ke hilir pada komoditi rumput laut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan daya serap indutri dalam negeri dan permintaan industri luar negeri yang terus bertumbuh.

Ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), Safari Azis mengatakan bahwa terdapat beberapa hal strategis yang perlu dilakukan untuk menjadikan komoditi tersebut menjadi unggulan. Diantaranya yaitu menyusun roadmap pengembangan usaha rumput laut di Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Kami ingin semuanya terarah, kegiatan hulu hilir lebih baik dan selaras,” kata Safari dalam rilis yang diterima Aktual.co, Kamis (19/3).

Lebih lanjut dikatakan dia, pihaknya akan mendorong tumbuh kembangnya hilirisasi menuju tercapainya peningkatan nilai tambah, mediasi pemanfaatan, dan penggunaannya kepada industri produk jadi tanpa menghambat pemasaran ekspor bahan baku rumput laut. Menurut Safari, kelancaran pemasaran hasil produksi petani rumput laut perlu terus dibangun dengan memperkuat hubungan usaha antara petani, eksportir, dan industri rumput laut baik dalam maupun luar negeri.

“Rumput laut Indonesia produksinya cukup banyak, bila bisa mengekspornya kenapa harus ditahan dan dihambat? Kebutuhan industri lokal penyerapannya masih kecil sehingga masih bisa terpenuhi” ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto.

Menurut Yugi, untuk mencapai program hilirisasi rumput laut diperlukan juga pertukaran informasi antar negara, alih teknologi serta investasi harus diperhatikan dengan serius. Peta jalan rumput laut, kata dia,juga harus segera dibuat sebagai acuan semua pihak untuk mengembangkan hilirisasi komoditas rumput laut.

“Kami berkomitmen untuk memediasi dan memfasilitasi kredit atau pembiayaan dengan lembaga perbankan dan pembiayaan secara inklusif pada sektor rumput laut dengan mengoptimalkan program kerjasama Kadin Indonesia dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Agung Safari Politik, KMP Tetap Solid

Jakarta, Aktual.co — Safari politik yang dijalankan oleh DPP Partai Golkar Munas Ancol ke sejumlah partai pendukung pemerintah atau Koalisi Indonesia Hebat (KIH), dinilai tidak mempengaruhi soliditas partai politik di Koalisi Merah Putih (KMP).
Demikian disampaikan Wakil Sekjen PKS, Fahri Hamzah, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/3). dirinya menilai kunjungan yang dilakukan Agung Laksono hanya dalam konteks silaturahmi saja.
“Bahwa silaturahmi itu adalah tradisi baik bangsa Indonesia, bertemu dan ngobrol segala macam enggak apa-apa. KMP tetap solid, Kita tetap jalan dengan enam partai yang memimpin di lembaga legislatif,” kata dia.
Diketahui, safari politik yang dilakukan Agung Laksono cs tidak hanya menyambangi partai politik dari KIH, melainkan juga partai yang ada di KMP, seperti PAN. Rencananya, dalam waktu dekat kubu Agung akan melakukan safari ke Partai Demokrat.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Sofyan Djalil Kunjungi KPK

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil usai melakukan pertemuan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Kamis (19/3/2015). Kedatangannya ke KPK untuk melakukan diskusi dengan pimpinan KPK. Diskusi mengenai perbaikan kebijakan di bidang gula. AKTUAL/MUNZIR

Pertamina Dapat Kapal Tanker Baru dari PT PAL

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) menerima kapal pengangkut BBM baru berkapasitas 17.500 “long ton deadweight” (LTDW) dari PT PAL Indonesia. Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang di Jakarta, Kamis (19/3) mengatakan, kapal dengan investasi 24 juta dolar AS tersebut akan menjadi kapal ke-69 yang berstatus hak milik.

“Kapal milik ini akan semakin meningkatkan efisiensi biaya transportasi, sehingga Pertamina mampu bersaing di bisnis hilir migas global,” katanya.

Menurut dia, pengadaan kapal dari BUMN tersebut juga merupakan komitmen perusahaan turut serta membangun industri maritim nasional.

Kapal yang diberi nama Pangkalan Brandan itu merupakan kapal ke-2 dari PAL setelah Pagerungan yang diserahterimakan pada 12 November 2014. Pangkalan Brandan menjadi kapal milik Pertamina yang ke-69 dari total 200-an kapal yang dioperasikan untuk menjamin keamanan pasokan energi di dalam negeri.

Komisioning kapal telah dilakukan pada 9-12 Februari 2015. Kapal akan digunakan mengirim BBM dengan rute Pelabuhan Balongan/Tuban/Tanjung Wangi menuju depot di Kalimantan dan Sulawesi.

Ahmad Bambang juga mengatakan, hingga akhir 2015, Pertamina akan menerima tiga kapal baru dari galangan dalam negeri lainnya. Yakni, kapal tanker 17.500 LTDW bernama Pattimura dan Parigi yang dibangun PT Anggrek Hitam, Batam dan kapal tanker 17.500 Pasaman yang dibangun galangan PT Multi Ocean Shipyard, Karimun.

Ia menambahkan, pelaku bisnis maritim di Indonesia tentu paham kesulitan melakukan investasi pembangunan kapal baru di galangan dalam negeri.

“Namun, Pertamina menyerap semua potensi dan kendala tersebut dengan satu tujuan yakni Pertamina maju bersama industri maritim nasional,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain