16 April 2026
Beranda blog Halaman 37929

Belasan Turis Tewas dalam Serangan di Museum Tunisia

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 21 orang mengalami luka cukup serius dan 17 orang lainnya, dikabarkan meninggal dunia akibat penyanderaan di Museum, Ibu Kota Tunisia.

Perdana Menteri Tunisia Habib Essid mengatakan, pria bersenjata melakukan penyanderaan dan menembak para sandera dari bus di depan Bardo Museum Nasional di pusat kota Tunisia.

“Saya ingin orang-orang dari Tunisia untuk memahami pertama dan terakhir bahwa kita berada dalam perang dengan teror, dan kelompok-kelompok minoritas ‘buas’ tidak akan menakut-nakuti kami,” katanya, demikian Aljazeera melaporkan, Kamis (19/3).

“Perang melawan mereka akan berlanjut sampai mereka dibasmi.”

Dia menilai, serangan yang dilakukan oleh kelompok teror ini merupakan serangan pengecut. Hal tersebut hanya untuk melemahkan perekonomian khususnya di sector pariwisata.

“Ini adalah tindakan pengecut untuk melemahkan perekonomian kita dan sektor penting [pariwisata] berkontribusi untuk itu,” katanya.

Turis yang tewas dalam insiden itu diantaranya turis asal Italia, Jerman, Polandia, dan Spanyol. Sementara itu, 22 turis lain, ditambah dua warga Tunisia, terluka akibat serangan tersebut.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Tunisia menyatakan, bahwa satu polisi tewas saat aparat keamanan negeri itu mencoba untuk menyelamatkan sandera yang berada di dalam museum.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Ali Aroui, kepada stasiun radio Mosaique menerangkan, bahwa penyanderaan di Museum Bardo sudah berakhir, dan semua sandera dalam kondisi selamat.

Serangan dengan target lokasi tujuan wisata utama seperti ini menjadi pukulan berat bagi Tunisia yang mengandalkan kedatangan wisatawan Eropa untuk menunjang perekonomian negeri tersebut.

Sebenarnya, situasi politik Tunisia jauh lebih stabil ketimbang negara-negara tetangganya di kawasan Maghribi. Namun demikian, beberapa tahun terakhir, Tunisia harus berjuang keras menghadapi kelompok-kelompok ekstremis yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Selain itu, terdapat kelompok ekstremis yang terkait dengan Al Qaeda di Afrika Utara (AQIM), yang kerap menyerang pasukan keamanan Tunisia. Serangan yang terjadi di Museum Bardo itu adalah yang terburuk sejak bom Al Qaeda menghancurkan sebuah sinagoge di pulau wisata Djerba, dan menewaskan 21 orang. (Laporan: Wisnu Yusep)

Artikel ini ditulis oleh:

Bulog Akui Persoalan Distribusi Raskin Pemicu Kenaikan Harga Beras 30 Persen

Jakarta, Aktual.co — Dalam diskusi terbatas ‘Penguatan Perberasan Nasional’ di Gedung Perum Bulog Jakarta, Kamis (19/03), Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Lely Pelitasari S mengatakan, meroketnya harga beras yang sempat naik hingga 30 persen beberapa waktu lalu disebabkan oleh persoalan terlambatnya distribusi beras untuk masyarakat miskin (raskin).

Seperti diketahui, distribusi raskin pada bulan Januari 2015 mengalami keterlambatan, pun ternyata pemerintah memang tidak menyalurkan raskin sebesar 460.000 ton pada bulan November dan Desember 2014. “Artinya ada 700.000 ton kekosongan suplai di pasar dan ditutup atau ditambal hanya dengan operasi pasar (OP) sebesar 75.000 ton di bulan November-Desember dan 139.000 ton di bulan Januari atau jumlahnya 260.000,” ujar Lely.

Selama ini raskin membantu pasokan di tingkat pasar dan suplai beras kepada masyarakat umum.  Tidak adanya penyaluran raskin selama hampir 3 bulan, lanjut Lely,  memang memiliki pengaruh signifikan terhadap meroketnya harga beras.  

“Suplai yang biasa rutin setiap bulan ada 230.000 ton untuk raskin. Kenapa 230.000 ton itu penting? konsumsi kita per bulan dengan asumsi konservatif 139 kg beras/kapita/tahun dikalikan jumlah penduduk kita maka dibutuhkan 2,6 juta ton beras per bulan. Diisi 230.000 ton untuk program raskin tadi. Share 10% terhadap pasar sangat signifikan,” paparnya.

Tak hanya soal keterlambatan distribusi, ketersediaan pasokan beras yang ikut terganggu karena ketiadaan stok akibat mundurnya musim panen juga menjadi pemicu terjadinya kenaikan harga beras.

“Belum lagi paceklik dan tanam mundur, jadi lengkap sudah harga beras naik,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jurus Jitu Asup Makanan dan Minuman Sehat di dalam Pesawat

Jakarta, Aktual.co — Selektif memilih makanan dan minuman dalam  perjalanan di pesawat dapat membantu Anda merasa segar. Hal yang mesti Anda lakukan agar nyaman dalam pesawat di antaranya, makan sesuai jadwal, makan makanan rendah kalori, minum cukup air, dan tidak stres.

Ketika penerbangan melintasi zona waktu,  mengatur rasa lapar dengan menjaga jadwal makan yang biasa dilakukan berdasarkan titik asal, kurang tepat dalam melakukan sarapan, makan siang atau makan malam. Selama sisa perjalanan,, sesuaikanlah dengan waktu setempat dan makanlah dengan mengasup makanan ringan.
 
Bila Anda melakoni penerbangan dalam jarak yang panjang, pilihlah makanan yang padat nutrisi dan tinggi serat. Fiber memiliki nol kalori dalam mencerna makanan secara perlahan. Itulah sebabnya, makan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan, dapat terasa lebih ringan dan lebih dari makanan olahan lainnya.

Untuk diketaui, ketika Anda terbang, maka dehidrasi tubuh akan meningkat.  Bawa botol tambahan  atau bawa banyak air  untuk membantu menjaga cairan tubuh. Dan, menghindari gangguan dehidrasi lainnya, seperti kulit kering, kelelahan, sembelit dan sakit kepala.

Selain air minum, Anda dapat memilih makanan dengan kadar air yang tinggi juga akan membantu  tetap terhidrasi dan merasa kenyang lebih lama. Buah-buahan dan sayuran adalah pilihan terbaik.

Jadi Anda bisa menerapkan mengasup makanan ringan yang menggabungkan serat dan protein, seperti, daun salad dengan ayam atau ikan nila, irisan mentimun dicelupkan ke dalam lemak bebas keju cottage, atau raspberry dengan bebas lemak, dan yogurt.

Kemudian, untuk meringankan beberapa kecemasan yang tiba-tiba timbul dalam perjalanan udara, Anda bisa membawa makanan yang kaya nutrisi, mengurangi stres dengan mengasup Omega-3.

Sebuah sajian lezat yakni, kembali makan salmon rebus dingin dan sayuran kukus, dan makanan ringan merupakan pilihan yang bijaksana buat Anda, demikian laman FoxNews melaporkan.

Artikel ini ditulis oleh:

KPI Kecam Ahok Bicara Kasar di Televisi

Jakarta, Aktual.co —Komisi Penyiaran Indonesia mengecam sikap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang melontarkan kata-kata kasar saat tampil live di stasiun televisi KompasTV, Selasa (17/3) lalu.
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bidang pengawasan isi siaran,  Agatha Lily mengatakan lembaganya mengecam pejabat publik bicara kata-kata kotor dan kasar di televisi yang menggunakan frekuensi milik publik.
“Televisi disaksikan oleh sejumlah masyarakat dari berbagai latar belakang, juga disaksikan anak-anak dan remaja, Ini bisa menjadi contoh buruk,” ujar Agatha, saat dihubungi Aktual.co, Kamis (19/3).
Diakui dia, kasus seperti ini merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia, di mana ada pejabat berbicara sangat kasar seperti itu di lembaga penyiaran.
Sebagai seorang pejabat perilaku dan tutur kata harapannya menjadi tauladan bagi masyarakat. Karena itu, ujar Agatha, kasus Ahok ini menjadi lebih berat karena mengemban tanggung jawab yang lebih berat pada masyarakat yang dipimpinnya. “Jadi penggunaan kata-kata dan bahasa tidak bisa sembarangan terutama di ruang publik” ucap dia.
Menurut dia, kasus ini harus jadi pembelajaran bagi lembaga penyiaran jika akan mengundang seorang pejabat atau narasumber menjadi pembicara di salah satu acara serta memperhitungkan kemungkinan tersiarkannya kata-kata tak pantas di ruang publik.
“Bagaimana kalau anak remaja melihat sikap pejabat publiknya berbicara seperti itu, lalu dianggap sebagai hal yang lumrah dan kemudian mencontohnya. Akan seperti apa  generasi mendatang kita? Bahkan dengan Ahok berbicara dengan pilihan kata ‘gue-elu’ di televisi saja oleh sebagian masyarakat dinilai tidak elok dan tidak nyaman didengar. Apalagi menggunakan kata kata kasar seperti yang diucapkan Ahok,” kata dia.
Sambung dia, lembaga penyiaran harusnya selektif memilih narasumber dan tidak membiarkan seorang pejabat publik berbicara dengan bahasa yang tidak pantas dan kasar secara live.
Lanjut Agatha, kalau di luar negeri, sebutlah Amerika, kata-kata seperti yang diucapkan Ahok sudah masuk kategori ‘Seven Dirty Word’ yang dilarang diucapkan di lembaga penyiaran. Terlebih di Indonesia yang sarat budaya ketimuran, keramahan dan menjunjung sopan santun dan etika.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR Minta Pemerintah Jelaskan Nomenklatur Wakil Panglima TNI

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pemerintah memberikan penjelasan terkait rencana jabatan nomenklatur wakil panglima TNI.
“Dahulu memang ada wakil panglima TNI sehingga itu bukan wacana baru, namun dalam kondisi saat ini perlu penjelasan mengapa diperlukan wakil panglima TNI,” kata Fadli, di Gedung Nusantara III, Jakarta, Kamis (19/3).
Selama ini nomenklatur di institusi TNI sudah cukup sehingga tidak diperlukan posisi wakil panglima TNI. Hal ini agar tidak muncul sikap ragu, agar tidak ada penambahan jabatan baru yang kaitannya dengan anggaran.
“Namun kalau diperlukan jabatan itu (wakil panglima TNI) maka perlu penjelasan yang saat ini belum diberikan pemerintah,” ujarnya.
Fadli menilai selama ini fungsi dan tugas TNI sudah berjalan relatif baik kecuali alasan pembentukan posisi wakil panglima TNI untuk membesarkan pasukan, dan penambahan alat utama sistem senjata.
Apabila alasan yang diberikan pemerintah masuk akal maka kebijakan itu tidak akan dipersoalkan.
“Kami harap ada penjelasan sehingga bukan hanya penciptaan nomenklatur.”

Artikel ini ditulis oleh:

Dua Menteri Jokowi Temui KPK Bahas Pangan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil bertandang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sofyan yang tiba pukul 13.08 WIB mengaku akan membicarakan sejumlah proyek pangan di Indonesia.
Sofyan yang datang dengan mengenakan baju batik dan celana hitam mengaku, pokok pembicarakan akan membahas penyamaan persepsi mengenai salah satu proyek.
“Kick of meeting tentang apa gitu, kalau tidak salah soal gula,” ujar Sofyan di pelataran gedung KPK, Kamis (19/3).
Meski begitu, ketika ditanya apakah dalam pertemuan nanti akan dibahas masalah kenaikan harga beras, Sofyan belum bisa memastikan hal tersebut. “Belum tahu nanti kalau sudah selesai, kita kasih tahu ya.”
Menteri Perindustrian Saleh Husin yang datang lebih awal mengatakan, secara garis besar agenda yang dibahas adalah mengenai masalah pangan. “Kick of meeting pangan,” kata Saleh.
Seperti diketahui, masyarakat Indonesia saat ini tengah dihadapkan dengan persoalan tingginya harga bahan pokok, terutama beras. Melambungkan harga beras diduga akibat permainan mafia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain