16 April 2026
Beranda blog Halaman 37928

Impor Gula Diindikasikan Korupsi, Menko Sofjan Diminta Perbaiki Kebijakan

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil untuk memperbaiki kebijakan impor gula. Pasalnya, lembaga antirasuah mengindikasikan terjadinya tindak korupsi dari kebijakan impor gula.

“Jadi, intinya adalah KPK akan lakukan studi untuk melakukan perbaikan kebijakan. Ini bagian dari tugas KPK yaitu program pencegahan,” ujar Menko Sofyan di Jakarta, Kamis (19/3).

Lebih jauh disampaikan mantan Menteri BUMN, beberapa aspek yang menjadi sorotan KPK adalah mengenai mekanisme kebijakan, termasuk pembatasan gula yang diimpor.

Menanggapi permintaan itu, Sofyan mengaku akan segera memperbaikinya. Karena sejatinya, pencegahan korupsi yang dilakukan KPK juga menjadi semangat pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Kita melakukan studi misalnya mekanisme impor, kemudian mekanisme pemberian jatah gula impor rafinasi dan lain-lain. Sebenarnya itu perbaikan kebijakan,” papar Sofyan,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan yang harus diperbaiki adalah sistem importasi gula.

“Kebijakan yang harus kita perbaiki itu adalah sistem. KPK adalah melakukan studi untuk memberi impulse kepada pemerintah untuk perbaikan sistem dan menghindarkan potensi perilaku korupsi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sambangi KPK, Menko Sofyan Ogah Ditanya Soal Mafia Beras

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil menolak untuk berkomentar terkait melambungnya harga beras yang diduga akibat permainan mafia pangan. Dirinya beralasan bahwa di KPK tidak tepat untuk menanyakan harga. Dia malah melemparkan senyuman pada awak media ketimbang menjawab pertanyaan soal harga beras.

“Masa di KPK tanya harga dan Mafia beras,” ujar Sofyan di pelataran gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/3).

Seperti diketahui, Menko Sofyan merupakan salah satu Menteri yang kena ‘semprot’ oleh Presiden Joko Widodo. Pasalnya, saat harga beras merangsek naik, dirinya tidak memberitahukan perkembangan penanganan kenaikan harga beras kepada Presiden.

“Ini adalah terbalik, mestinya saya dilapori, tapi ini saya akan menyampaikan (laporan harga beras) karena saya tunggu-tunggu tak ada yang lapor,” kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, mantan Menteri BUMN merasa bahwa dirinya tidak perlu memberitahukan informasi hal itu, lantaran harganya sudah turun. Menurut Sofyan, untuk informasi terbaru, tidak perlu dilaporkan ke Presiden.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Progres Pembangunan Pipa Kalija Mencapai 49,5 Persen

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) Ismet Pane melaporkan bahwa pelaksanaan proyek pipanisasi Kalimantan Jawa Tahap I (Kalija) telah berjalan dengan lancar sesuai progres yang direncanakan.

Proyek Kalija I adalah pembangunan pipa gas bumi bawah laut dan di darat untuk menghubungkan lapangan gas Kepodang di lepas pantai laut Jawa ke pembangkit listrik PLN di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.

“Progres dari proyek Kalija I tersebut per 13 Maret 2015 sudah mencapai 49,5 persen,” kata Ismet Pane dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/3).

Menurutnya, pembangunan proyek ini berjalan sesuai dengan jadwal perencanaan sejak diambil alih oleh PT KJG. Nilai investasi untuk pengembangan pipa bawah laut dan darat ini diperkirakan mencapai US$ 250 juta – US$ 300 juta.

Ada dua lokasi pekerjaan konstruksi yang dilakukan yaitu di darat berupa pembangunan Offtake Receiving Facilities (ORF) dan pembangunan pipa offshore (bawah laut). Proyek pipanisasi Kalija I sepanjang 207 kilometer ini menghubungkan sumber gas bumi dari Lapangan Kepodang (di pantai utara Jawa Tengah) ke pembangkit listrik PLN Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.

“Penyelesaian proyek Kalija I yang mengalirkan gas dari Lapangan Kepodang ini, akan membuat PLTG Tambak Lorok merealisasikan penghematan bahan bakar sekitar Rp 2 trilyun per tahun,” ujarnya.

Perlu dimetahui, PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) adalah perusahaan yang 80% sahamnya dikendalikan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). PGN diminta mengambil alih proyek Kalija di tahun 2014, untuk menyelesaikan proyek yang tertunda sejak 2006.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para stakeholder sehingga progres pembangunan proyek Kalija I on schedule,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Harga Bawang Melonjak

Pedagang memilih bawang merah yang akan dijual di Pasar Inpres Senen, Jakarta, (19/3). Harga bawang merah di tingkat pengecer melonjak tajam dari Rp. 18.000 menjadi Rp. 33.000 per kilogram, kenaikan harga itu terjadi akibat Jalur Pantura terendam banjir sehingga stok bawang di pasaran menipis. ANTARA FOTO/David Muharmansyah

Cegah ISIS Masuk ke Indonesia

Nasir Abbas (kiri) dan juru bicara BNPT Irfan Idris (kanan) saat keduanya hadir menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk ISIS di Indonesia dan Upaya Pencegahan di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2015). Pengamat teroris Nasir Abbas yang juga mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) menilai gerakan Islamic State Iraq and Syria (ISIS) bisa jadi menjadi ancaman serius untuk Indonesia sepuluh tahun mendatang. AKTUAL/MUNZIR

BNPT: Teroris Berlindung Disimbol Langit, Tapi Ajarkan Paham Radikal

Jakarta, Aktual.co — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengibaratkan, pertumbuhan teroris di Indonesia seperti kanker ganas yang berada di tubuh manusia. 
 “Mereka berlindung di balik simbol langit. Padahal, mereka mengajarkan paham radikal,” kata juru bicara BNPT Irfan Idris saat dalam diskusi di Jakarta, Kamis (19/3).
Dia menyebut, paham terorisme sebenarnya sudah tumbuh sejak masa penjajahan. Saat itu, para penyebar paham tersebut sama-sama berjuang untuk memerdekakan Indonesia. 
Tapi, saat kemerdekaan telah diraih dan para pelopor kemerdekaan menyuarakan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mereka justru ingin mendirikan negara Islam di Tanah Air.
“Oleh sebab itu sempat muncul negara islam di Garut. Mereka menyebarkan paham bahwa jika ada sejengkal negara islam dikuasai, maka fardhu ain (wajib) direbut.”
Irfan menyebut, paham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang kini mulai merambah ke Indonesia merupakan paham yang telah berkembang sejak lama. Hanya saja, ISIS adalah sebutan baru dari perkembangan paham teroris tersebut, namun secara ideologi masih sama.
“Kalau nama bisa berganti-ganti, mau apapun namanya tetap saja itu ideologi radikalisasi.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain