12 April 2026
Beranda blog Halaman 37954

Pemesanan Tiket Online, PT AP I Siapkan Komputer dan Mesin Cetak

Jakarta, Aktual.co — Pengelola Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, PT Angkasa Pura (AP) I, menyiapkan sejumlah komputer dan mesin pencetak di beberapa counter Customer Service Terminal 1 dan 2 untuk pengguna jasa guna memesan tiket secara online.

“Upaya tersebut dilakukan pascaditutupnya beberapa loket penjualan tiket di sejumlah bandara per 15 Maret lalu. Setelah memakai fasilitas itu masyarakat yang sudah memesan tiket secara online bisa melakukan pembayaran melalui fasilitas ATM di Bandara Juanda,” kata Airport Security Department Head Bandara Internasional Juanda, Sukirman, di Surabaya, Rabu (18/3).

Menurut dia, diberlakukannya penutupan loket penjualan tiket tersebut sesuai dengan surat edaran Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor: HK.209/I/16.PHB.2014 tanggal 31 Desember 2014 tentang Peningkatan Pelayanan Publik di Bandar Udara Seluruh Indonesia. “Dengan demikian, terhitung mulai tanggal 15 Maret 2015, penjualan tiket di bandara ditiadakan,” ujarnya.

Namun, jelas dia, bagi sejumlah masyarakat transportasi yang masih bingung dengan penerapan kebijakan itu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut di pusat layanan Bandara Internasional Juanda. Untuk di Terminal 1 (T1) di nomor telepon 031-2986200 sedangkan di Terminal 2 (T2) di nomor 031-2986700. “Mereka juga bisa mengakses sejumlah informasi terbaru melalui http://suara-juanda.com atau Customer Service di Terminal 1 dan 2,” katanya.

Saat ini, tambah dia, beberapa counter maskapai yang beroperasi di Bandara Juanda sudah beralih fungsi menjadi Customer Service masing-masing operator penerbangan. Meski begitu, keberadaan Customer Service melayani penumpang yang sudah memiliki tiket untuk penjadwalan ulang, upgrade, refund, dan informasi penerbangan. “Kami harap masyarakat sebagai pengguna jasa wajib mengantongi tiket lebih dahulu sebelum mereka berangkat ke bandara,” katanya.

Akan tetapi, kata dia, khusus masyarakat yang memiliki keperluan penting sehingga harus membeli tiket secara mendadak juga tetap bisa terlayani. Untuk itu, mereka dapat langsung mendatangi loket Customer Service dan membayar dengan sistem online. “Kami yakin, kebijakan pemerintah tersebut sengaja dibuat untuk mengurangi praktek calo di bandara,” katanya.

Sebelumnya, sebut dia, Bandara Internasional Juanda memiliki dua terminal di mana di Terminal 1 ada delapan maskapai penerbangan yang membuka counter sales. Maskapai yang membuka loket penjualan tiket di T1 yaitu Wing Air, Lion Air, Trigana, Batik, Sriwijaya Air, Kalstar, Citilink, dan Garuda Indonesia. “Kalau di T2 terdapat tiga maskapai penerbangan yaitu Lion Air, Garuda Indonesia, dan AirAsia Indonesia,” katanya.

Secara terpisah, Sekretaris Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) Jawa Timur, Nanik Sutaningtyas, optimistis, kebijakan pemerintah itu juga akan menutup pintu kecurangan yang diduga melibatkan oknum dari pihak maskapai maupun bandara. Apalagi, selama ini keberadaan sejumlah calo di bandara sangat merugikan pihak biro perjalanan dan masyarakat. “Contohnya saat peak season, tiket di loket bandara pasti habis. Tapi anehnya, di calo ada banyak tiket,” katanya.

Ia melanjutkan jika masih banyak calo di bandara maka hal itu berdampak buruk bagi industri pariwisata di penjuru Nusantara. Apalagi, tak jarang wisatawan mancanegara juga mengeluhkan keberadaan calo yang mengganggu sedangkan bandara adalah gerbang masuk ke suatu negara. “Kami imbau, dengan ditutupnya loket tiket di bandara calon penumpang bisa mempersiapkan tiket sejak jauh hari sebelum keberangkatan. Penumpang bisa memesan tiket secara online dan mencetak tiket di bandara menggunakan kode booking yang sudah diperoleh,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mentan Bantah Tarik Kembali Traktor Bantuan Presiden

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membantah menarik kembali bantuan traktor Presiden Joko Widodo ke kelompok petani.

“Mungkin bahasanya yang harus diubah, bukan ditarik, melainkan didistribusikan,” kata Amran saat menghadiri acara panen raya di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (18/3).

Mentan menjelaskan berdasarkan perintah Presiden pemberian bantuan secara simbolis harus didatangkan fisik traktor tidak hanya menghadirkan kertas. “Pembagian di Ngawi sebanyak 1.000 unit telah dihadirkan semua fisiknya dan itu untuk seluruh Jawa Timur,” ungkapnya.

Amran mengatakan setelah penyerahan secara simbolis oleh Presiden, traktor-traktor tersebut diangkut untuk disalurkan ke kelompok petani ke 24 kabupaten di seluruh Jawa Timur. Dia juga menjelaskan bahwa traktor untuk Kabupaten Ponorogo ini sudah didistribusikan sebanyak 207 unit.

Mentan mengungkapkan hingga saat ini sudah 30 ribu unit dari 60 ribu traktor yang akan dibagikan tahun ini. Dengan adanya kesalahpahaman pembagian di Jawa Timur, kata Amran, pihaknya mengubah sistemnya. “Untuk pembagian di Jawa Barat sebanyak 5.000 unit akan didatangkan hanya 400 unit,” katanya.

Amran berjanji didistribusi traktor ke pihak petani akan selesai dua pekan.

Artikel ini ditulis oleh:

BPS: Nilai Tukar Petani Banten Februari Turun 0,22 Persen

Jakarta, Aktual.co — Nilai Tukar Petani Banten pada Februari 2015 turun 0,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dari 105,42 menjadi 105,19. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Syech Suhaimi di Serang, Rabu (18/3), mengatakan penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2015 disebabkan laju penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang turun 0,25 persen, lebih cepat daripada laju penurunan pada Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang turun 0,03 persen.

Penurunan NTP Februari 2015 terutama disebabkan oleh turunnya NTP tiga subsektor antara lain: subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun 1,02 persen, subsektor Peternakan turun 0,51 persen dan subsektor Hortikultura turun 0,40 persen. Ia mengatakan penurunan NTP tersebut diperlambat dengan naiknya NTP Subsektor Perikanan sebesar 1,48 persen dan Subsektor Tanaman Pangan yang naik 0,20 persen.

Ia juga menjelaskan, It Banten yang turun 0,25 persen yaitu turun dari 122,02 menjadi 121,71. Penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya It pada tiga subsektor yakni subsektor Hortikultura turun sebesar 0,58 persen, tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 1,01 persen dan It subsektor Peternakan turun 0,56 persen. Sementara It pada dua Subsektor lainnya mengalami kenaikan yakni It subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 0,25 persen dan It Subsektor Perikanan naik 1,04 persen.

Pada Februari 2015 indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,03 persen. Hal ini terjadi karena Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami penurunan 0,04 persen dari 117,39 menjadi 117,34, sementara Indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen atau naik dari 110,97 menjadi 111,06.

Kenaikan BPPBM ini dikarenakan naiknya lima kelompok yakni kelompok bibit sebesar 1,07 persen, kelompok pupuk, obat-obatan, dan pakan naik 0,15 persen, biaya sewa dan pengeluaran lainnya naik 0,25 persen, kelompok penambahan barang modal 0,36 persen, dan upah buruh tani 0,54 persen. Sementara satu kelompok pada pembentuk indeks BPPBM yaitu kelompok transportasi mengalami penurunan sebesar 2,98 persen. Suhaimi juga menyebutkan pada Februari 2015 terjadi deflasi di daerah perdesaan di Provinsi Banten sebesar -0,04 persen terutama disebabkan oleh turunnya indeks kelompok transportasi dan komunikasi yang turun sebesar -2,92 persen.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Banten Februari 2015 sebesar 109,59 atau mengalami penurunan 0,34 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. Dari 33 provinsi di Indonesia, sebanyak 18 provinsi yang NTP-nya berada di atas angka 100. NTP tertinggi dicapai oleh Provinsi Jawa Timur dengan nilai indeks sebesar 106,18 yang diikuti Provinsi Jawa Barat sebesar 105,69 dan Provinsi Banten sebesar 105,19. Sedangkan Nilai Tukar Petani terendah terjadi di Provinsi Bengkulu sebesar 95,67.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemprov DKI Dipimpin Ahok, Banyak Pegawai Ingin Mundur

‎Jakarta, Aktual.co —Gaya kepemimpinan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam memimpin jajaran Pemprov DKI, ternyata membuat banyak bawahannya tak betah bekerja.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Agus Suradika mengakui memang banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI yang meminta mundur di era kepemimpinan Ahok. “Yang mau mundur itu banyak makanya kita beri pembinaan,” kata dia, di Balai Kota, Jakarta, Selasa (17/3). 
Enggan mengungkap secara detail siapa saja PNS yang mau mundur, Agus hanya ‘membocorkan’ alasan para pegawai itu ingin hengkang. “(Pejabat eselon) IV seperti Kepala Seksi Sekolah, mereka ingin mundur karena kaget dan merasa enggak cocok,” ujar Agus.
Meski mengajukan permohonan pengunduran diri, mereka tak begitu saja bisa mundur. Sesuai peraturan, ujar Agus, mereka harus menunggu evaluasi tiga bulanan sebagai landasan melakukan pemutusan kontrak kerja.
“Sepanjang April kita evaluasi. Absensinya bagaimana, atau kalau kinerja belum jalan ya bisa. Lagi pula APBD 2015 kan juga belum disahkan,” ‎ucap dia.
Di awal tahun ini, Ahok telah lantik 6.511 PNS di semua tingkat jabatan. Mereka-mereka itu merupakan yang lolos seleksi penerimaan CPNS di November 2014.
Lalu menyusul dilantik lagi 701 PNS untuk mengisi kekosongan jabatan sebanyak 1.835 dari 8.011 struktur jabatan hasil seleksi Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Atau total ada sekitar 7200 pegawai di DKI di kepemimpinan Ahok. 

Artikel ini ditulis oleh:

Jalur Khusus Sepeda Motor

Petugas kepolisian melakukan sosialisasi penggunaan jalur khusus dan menyalakan lampu bagi pengguna sepeda motor di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (18/3). Uji coba kebijakan yang diberlakukan dari pukul 06.00 hingga 10.00 dari sepanjang jalan di depan Kantor Pajak hingga Polda Metro Jaya itu bertujuan untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna

Pengamat Sebut Banyak Spekulan di Pasar Modal Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Dr Joubert Maramis mengatakan spekulan di pasar modal Indonesia masih cukup banyak sehingga mempengaruhi kondisi bursa jangka pendek.

“Memang pasar modal khususnya di Indonesia, spekulan masih relatif signifikan dan mempengaruhi kondisi bursa jangka pendek,” kata Joubert,di Manado, Rabu (18/3).

Joubert mengatakan namun jika kondisi emiten pada umumnya kuat atau kinerja keuangannya tinggi maka spekulan ataupun capital fly hanya akan sedikit karena investasi pasar modal berdasarkan aspek rasional atas trade off risk and return,” katanya.

Dia mengatakan investor berbeda dengan spekulan. Investor cenderung menginvestasikan uangnya dalam saham, obligasi dan derivatif dalam jangka panjang dan jumlah yang relatif besar sehingga benefitnya jangka panjang. Sedangkan spekulan, katanya, kebalikannya yaitu jangka pendek, profit taking dan relatif tidak besar per institusi atau perorang dibanding investor.

Dia menjelaskan return di pasar saham khususnya saham kan ada dua yaitu capital gain dan deviden, kalau obligasi ada coupon rate, capital gain dan maturity price. Spekulan akan menjual menjual portofolio investasinya jika dianggap margin keuntungannya sudah melebihi dari return yang diharapkan sedangkan investor akan jual portofolionya jika emiten berkinerja jelek.

Kalau suku bunga di Amerika Serikat (AS) naik namun return yang ditawarkan lebih baik di pasar modal Indonesia lebih tinggi untuk tingkat resiko yang sama maka tidak logis dana kembali atau ditanamkan di USA. “Memang saat ini psikologi pasar lagi menurun, kurs yang melemah, kecendrungan teejadinya inflasi dan tidak stabilnya kondisi politik membuat tingkat resiko di pasar modal Indonesia secara psikologis meningkat.

Jika peningkatkan resiko ini tidak diimbangi oleh peningkatan return, katanya, maka logis kalau dana keluar dari Indonesia, karena investor takut rugi. Portofolio investasi di pasar modal itu tergantung tingkat risk and return serta preferensi atau perilaku atas risk dan return investor.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain