18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37991

Cari Sumber Cadangan Minyak, SKK Migas Gunakan Survei Seismik

Jakarta, Aktual.co — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan terus mengembangkan survei seismik dalam rangka mencari sumber-sumber cadangan minyak baru.

“Nantinya, survei seismik dipergunakan secara intensif untuk mencari target reservoir yang akan dibor dan diproduksi,” kata Kepala Humas SKK Migas Rudianto Rimbono di Jakarta, Kamis (5/3).

Hal tersebut ia sampaikan setelah mengikuti acara “Nonton Bareng Video Northwest Tunu 3D Seismic Acquisition” yang juga dihadiri oleh President and General Manager Total E&P Indonesie Hardy Pramono dan Vice President Geoscience and Reservoir Total E&P Indonesie Noor Syarifuddin.

Ia menjelaskan sebelum survei seismik tersebut, diperlukan ahli-ahli geofisika untuk melakukan studi-studi analisa sehingga dapat menentukan tempat yang akan dieksplorasi.

“Mudah-mudahan hasil analisa mereka kuat sehingga bisa menentukan tempat pengeboran apabila berhasil berarti akan menambah cadangan minyak,” katanya.

Menurut Rudianto, cadangan minyak saat ini sekitar 40 persen tetapi masih terkendala dengan belum jelasnya tingkat keberhasilan temuan cadangan minyak di Indonesia.

“Namun, angka tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan cadangan minyak global yang berkisar 20 sampai 30 persen,” tuturnya.

Ia juga menambahkan kegiatan survei seismik harus memerlukan kerja sama dan komunikasi yang baik perusahaan, kontraktor utama, dan pemborong.

Sebelumnya, pada Oktober 2014 lalu, Total E&P Indonesie salah satu operator Blok Mahakam menyelesaikan kegiatan survei seismik di Lapangan Tunu, Kalimantan Timur yang berlangsung sejak April 2012.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menentukan dan mencari lokasi reservoir yang menjadi target pengeboran dan lokasi sumur di zona Northwest Tunu.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rupiah Melemah, Menko Sofyan: Hanya Sedikit Hal yang Dapat Dilakukan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diyakini tidak akan berkepanjangan atau menembus rentang yang sudah dijaga oleh pemerintah dan Bank Indonesia.

“Pelemahan kurs rupiah hingga Rp13.000 per dolar AS pada pembukaan pasar hari ini, lebih dikarenakan keberlanjutan pemulihan ekonomi di AS yang membuat dolar semakin perkasa terhadap mata uang lain, bukan hanya rupiah,” ujar Sofyan Djalil di Jakarta, Kamis (5/3).

Menurutnya,tidak banyak hal yang bisa dilakukan karena ini faktor eksternal. Namun pemerintah tetap memperbaiki fundamental perekonomian untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik sehingga dapat mengantisipasi tekanan-tekanan dari kondisi ekonomi global.

Menurut dia, pemulihan ekonomi di AS yang ditandai dengan semakin positifnya indeks ketenagakerjaan, telah menopang stimulus positif bagi investor global untuk terus memburu dolar AS.

Maka dari itu, ujarnya, jika dilihat secara keseluruhan, semua mata uang di dunia melemah terhadap dolar AS, termasuk rupiah. Namun jika melihat, real exchange rate (RER), mata uang rupiah justru terus semakin kompetitif dibanding mata uang asing lain selain dolar AS.

“(dolar AS) terhadap semua mata uang lain sama. Rupiah relatif lebih tinggi dibanding ringgit Malaysia,” ujarnya.

Menko Perekonomian optimistis kurs rupiah tidak akan semakin melemah atau jauh dari ancang-ancang yang dijaga pemerintah dan BI. Misalnya, dia mengaku sangat yakin kurs rupiah tidak akan menyentuh hingga Rp13.500 per dolar AS.

Lebih lanjut, menurut Sofyan, perlu dilihat juga kondisi situasional saat terjadi tren pelemahan rupiah saat ini.

Dia menyebut permintaan dolar di domestik memang saat tinggi, kemungkinan karena perusahaan asing sedang membayar dividen ke induk usaha di luar negeri.

Sementara, defisit neraca transaksi berjalan yang sangat dipengaruhi transaksi ekspor dan impor, menurut Sofyan, masih terjaga dengan baik.

“Saya lihat persentase apa yang terjadi sebelum dan sesudahnya tidak banyak yang berbeda. tapi malah terjadi perbaikan,” kata dia.

Pemerintah mengasumsikan kurs rupiah dalam APBN-Perubahan 2015 sebesar Rp12.500/dolar AS.

Pada Kamis pagi ini, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank melemah sebesar 25 poin menjadi Rp13.000. Sedangkan, berdasarkan data kurs JISDOR BI pada Kamis, rupiah berada di level Rp13.022 per dolar AS Namun, pada Kamis sore, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank bergerak menguat menjadi Rp12.968 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

651 Pendaftar Berpatisipasi ke dalam Kompetisi Film Pendek

Jakarta, Aktual.co — Ini adalah tahun ketiga bagi XXI Short Film Festival dalam menyelenggarakan kompetisi film pendek yang dimulai pada tanggal 18-22 Maret 2015 di XXI Epicentrum, Jakarta.  Film maker tersebut dikhususkan bagi anak muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka melalui kompetisi film pendek.

Panitia sudah menerima sebanyak 651 pendaftar yang telah dikurasi ke dalam tiga kategori kompetisi yakni, sembilan finalis kompetisi film pendek fiksi, enam finalis kompetisi film pendek dokumenter dan delapan finalis kompetisi film pendek animasi.

Film-film yang masuk ke dalam nominasi akan memperebutkan penghargaan sebagai film pendek terbaik, film pendek pilihan media, film pendek penghargaan khusus Indonesia Motion Pictures  Association (IMPAS) dan film pendek favorit.

Selain penghargaan, film-film pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai, beasiswa dan yang paling bergengsi adalah pemutaran film-film pemenang  di jaringan bioskop Cinema XXI seusai festival.

“Menurut saya, film dokumenter adalah format film yang sangat demokratis. Bagi para pemula sangat mudah dibuat dan bisa menjadi wadah untuk belajar,” ujar Vivian Idris, sebagai salah satu juri dalam kompetisi film pendek, di Jakarta, Kamis (5/3).

Artikel ini ditulis oleh:

Penjual Daging Ditangkap Polisi Karena Bawa Sabu

Jakarta, Aktual.co — Satuan Reserse Kriminal Polsek Ciputat berhasil menangkap seorang penjual daging yang kedapatan memiliki dan menyimpan empat paket narkotika jenis sabu di Jalan Kampung Duren, Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan.
“Tersangka ditangkap saat razia cipta kondisi untuk memberantas tindak kriminalitas seperti kasus pembegalan,” ujar Humas Polsek Ciputat Aiptu Mulyawan Amsur kepada wartawan, Kamis (5/3).
Dikatakan Mulyawan atas kepemilikian barang haram jenis narkotika tersebut tersangka CH (40) terpaksa harus mendekam di tahanan Mapolsek Ciputat.
“Tersangka bakal dikenakan Pasal 112 Subsider 127 Undang- Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman di atas delapan tahun penjara,” katanya. Sementara itu pengakuan CH kalau dirinya mengonsumsi sabu untuk menambah semangat dirinya saat berjualan.
“Ya buat semangatin diri saya saja pas lagi jualan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Protes Diabaikan Menteri Susi, Nelayan Ngadu ke DPRD

Semarang, Aktual.co — Para nelayan dari berbagai dermaga di Juwana dan Pati menggeruduk gedung Berlian Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah di jalan Pahlawan Semarang. Kedatangan mereka tiada lain ingin menyampaikan aspirasinya yang sempat diabaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait Keputusan Menteri No 2 tahun 2015 saat mendatangi kantor Kementerian setempat di Jakarta, pekan lalu.

Para nelayan meminta kepada dewan supaya memberlakukan regulasi Peraturan Daerah tentang penangkapan ikan dengan menggunakan cantrang.

Menurut koordinator nelayan, Riyanto, penangkapan ikan dengan pukat helat (trawis) dan pukat tarik (seine nets) tidak merusak populasi ikan. Buktinya, nelayan dari dulu memakai pukat tarik untuk kapal-kapal di bawah 30 grass ton.

“Kami ke sini memilih jalur audiensi ini supaya para wakil rakyat melihat di lapangan. Bu Menteri itu tidak bukan pelaut, dan belum melihat kondisi lapangan,” ujar di Jawa Tengah, Kamis (5/3).

Saat aksi demo di Jakarta, para nelayan kecewa dengan sikap dan pernyataan menteri Susi yang menganggap mereka adalah demo bayaran, bukan murni aspirasi nelayan.

“Mereka menganggap aksi kami besar-besaran di Jakarta waktu itu dibayar. Sepeser pun itu uang iuran kami (nelayan-red) dikumpulkan untuk biaya akomodasi,” tegasnya.

Selain itu, juga para masyarakat yang bekerja di bidang perikanan tidak makan. Sebab, hasil tangkap ikan berkurang, disamping itu mengurangi pendapatan para buruh ikan.

Diskusi panjang mengenai kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan antara nelayan dan dewan berujung menemui benang merah. Nelayan tetap ngotot agar Permen No 2 Tahun 2005 dicabut.

Menanggapi tuntutan para nelayan, Ketua Komisi B DPRD Jateng M Chamim Irfan berjanji akan menyampaikan tuntutan dan aspirasinya secara tertulis kepada Menteri Kelautan dan Perikanan. Selain itu, pihaknya akan mengawal bertemu menteri Susi dengan tim ahli yang membuktikan bahwa cantrang tidak menganggu lingkungan.

“Aspirasi yang disampaikan secara lisan ini biar kami tulis. Dan selanjutnya disampaikan kepada bu Menteri dalam minggu. Adapun hasil nanti kami akan sampaikan dan didiskusikan kepada anda semua,” timpalnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jaksa Agung: Tawaran Australia Tidak Relevan

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Australia tetap ‘ngotot’ untuk menyelamatkan dua warganya Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari jeratan eksekusi mati. Upaya itu dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, untuk melobi pemerintah Indonesia dengan cara membarter narapidana.
Jaksa Agung HM Prasetyo memastikan, upaya pemerintah Australia untuk melobi pertukaran narapidana tidak akan digubris pemerintah Indonesia. Dia menegaskan, komitmen Indonesia melakukan eksekusi mati terhadap terpidana kasus narkotika tidak bisa diganggu gugat.
Apalagi, lanjut Prasetyo, persiapan pelaksanan teknis maupun yuridis untuk melakukan eksekusi mati sudah 95 persen. “Wacana yang disampaikan oleh Menlu Australia itu cukup kita tampung saja. Tentunya, apakah itu bisa dipenuhi atau tidak tergantung kita. Saya kira sulit untuk bisa diterima,” kata Prasetyo, di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (5/3).
Isu barter terpidana yang ditempuh Australia, dinilai Prasetyo sangat tidak lazim. Dia menganggap, tawaran Australia sangat tidak sesuai dengan rencana Indonesia yang akan menghukum mati terpidana kasus narkotika.
“Saya rasa itu tidak lazim. Tawarannya tidak relevan dengan apa yang akan kita lakukan,” ujarnya.
Menurut Prasetyo, meski Indonesia sempat berupaya menyelamatkan terpidana di luar negeri, namun bukan dengan cara barter. Apalagi, kata dia, terpidana narkotika yang dikenal sebagai kelompok ‘Bali Nine’ itu, terlibat peredaran besar narkotika di Indonesia.
“Ya case by case, tidak seperti itu. Sekarang saya tanya, rela tidak orang yang sudah meracuni bangsa kita kemudian ditukar? Itu sangat tidak seimbang,” katanya.
Dia memastikan, pemerintah Indonesia tidak akan mengurungkan niat untuk eksekusi terpidana mati gelombang kedua yang akan dilangsungkan di Nusakambangan Cilacap, Jawa Tengah.
“Saya pastikan, barter itu tidak pernah dilaksanakan, dan terpikirkan. Semua terpidana mati yang hak hukumnya sudah terpenuhi, segera menjalankan eksekusi,” ujar bekas politisi partai NasDem itu.
Dikatakan Prasetyo, sebelumnya Indonesia dan Australia sudah melakukan kesepakatan, yakni saling menghargai kedaulatan hukum masing-masing. Oleh karena itu, upaya barter narapidana sangat sulit dan tidak perlu dipertimbangkan.
“Saya katakan itu sulit dan tidak perlu dipertimbangkan. Komitmen saling menghargai mustinya menjadi acuan. Bukan berarti kita head to head melawan Australia, tetapi ini serious crime,” tuntasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain