7 April 2026
Beranda blog Halaman 37993

Sambut Pesta Kesenian Bali, Duta Seni Gong Kebyar Lakukan Persiapan

Jakarta, Aktual.co — Pengamat dan pelaku seni budaya Bali, Kadek Suartaya, SS Kar, MSi menegaskan, duta seni gong kebyar dari masing-masing kabupaten/kota di Bali telah melakukan persiapan secara matang dalam menyambut Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37 tahun 2015.

“Meskipun aktivitas seni tahunan itu baru berlangsung Juni-Juli 2015, namun masing-masing kabupaten/kota sudah menunjukkan geliatnya,” kata Kadek Suartaya yang juga dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Senin (16/3).

Ia mengatakan, penampilan parade (kompetisi) gong kebyar di arena PKB menjadi favorit masyarakat Pulau Dewata yang telah berlangsung selama 36 tahun.

Wakil grup gong kebyar dari masing-masing kabupaten/kota jauh sebelumnya sudah mempersiapkan diri untuk berlaga di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali.

Kadek Suartaya menjelaskan, masing-masing kabupaten/ kota telah mempersiapkan tiga tim gong kebyar yakni kelompok dewasa, wanita dan kontingen anak-anak.

“Begitu sebuah sekaa atau sanggar yang ditunjuk kabupaten/kota otomatis menjadi utusan kabupaten/kota tersebut, sehingga latihan dan kesibukan mulai memancar,” ujar pria yang mengamati aktivitas seni menjelang pelaksanaan PKB.
Seluruh komponen yang terlibat dalam tim seperti para pelaku seni (penabuh, penari, dalang) termasuk para kreator (komposer dan koreografer), panitia dan pihak birokrasi masing-masing kabupaten/kota.

“Semuannya bersatu padu menjalin kerja sama untuk tujuan yang sama yakni meraih juara bergengsi tersebut,” ujar Kadek Suartaya.

Duta seni yang berada pada barisan paling depan seniman, baik penyaji maupun penggarap. Seniman penyaji adalah para penabuh dan penari festival gong kebyar berintikan lomba tabuh sekaligus kompetisi seni tari.

Mereka sudah direkrut jauh-jauh hari sebelumnya, ada yang mengunggulkan para “pengerawit sekaa sebunan” (banjar atau desa) maupun gabungan dari seluruh kabupaten/kota, termasuk penarinya.

“Namun beberapa tahun terakhirnya, demi hasrat menjadi yang terbaik, cenderung memadukan seluruh seniman kabupaten/kota yang dikualifikasikan memiliki potensi dalam bidangnya masing-masing,” ujar Kadek Suartaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Fahri Hamzah: Nggak Bisa Seenaknya Agung Rombak AKD Fraksi Golkar

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan jika pimpinan DPR RI tidak dapat memproses rencana kubu Partai Golkar pimpinan Agung Laksono untuk merombak kepengurusan fraksi Golkar di DPR RI.
Pasalnya, proses perselisihan dua kepengurusan DPP Golkar saat ini masih dalam proses hukum, menyusul gugatan yang dilakukan oleh kubu Aburizal Bakrie (Ical).
“Nggak bisa, kan proses masih berjalan. Kesetjenan DPR nggak bisa memproses kepengurusan yang masih diproses,” kata Fahri kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (16/3).
Menurut Fahri, sampai saat ini yang sah dan diakui adalah kepengurusan yang memenuhi syarat administrasi yang sudah sah, mengikat, memiliki kekuatan hukum, dan dicatat di Kesetjenan DPR RI.
“Saya mengusulkan dilakukan penyelidikan supaya lebih clear, itu sebenarnya cara pemimpin,” tandas Wasekjen PKS itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Mabes Polri Komitmen Bawa Kasus BW dan AS ke Meja Hijau

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri menegaskan bahwa tetap akan membawa kasus dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto ke meja hijau.
“Tidak ada alasan untuk menghentikan, kasusnya terang benderang dan jelas,” ujar Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol, Rikwanto, di Kantornya, Jakarta, Senin (16/3).
Ia mengatakan, yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri saat ini hanya menunda sementara kasus tersebut, hingga situasi kondusif.
“Cooling down dululah,” ujar Rikwanto
Sebelumnya plt Kapolri, Komjen Pol  Badrodin Haiti menegaskan bahwa Bareskrim Mabes Polri memutuskan untuk menunda sementara kasus dua pimpinan KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pemerintah Salah Kaprah Terapkan Kebijakan Cukai Rokok

Jakarta, Aktual.co —     Direktorat Jenderal Bea Cukai mencatat, jumlah penerimaan bea masuk, cukai dan bea keluar hingga akhir Februari 2015 hanya mencapai 70% dari target. Khusus untuk cukai dari target Rp24,3 triliun hanya tercapai Rp17,3 triliun.

Direktur Institute for Development of Economy and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai, penurunan penerimaan cukai tersebut menandakan pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh terhadap kebijakan cukai, utamanya cukai atas rokok. Pasalnya, pemerintah mendapatkan 80% lebih cukai berasal dari industri hasil tembakau alias rokok.

“Dengan tren seperti itu, kebijakan cukai dievaluasi total. Konsumsi rokok inelastis, permintaan tetap tinggi tetapi penerimaan cukai justru turun drastis,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (16/3).

Dirinya menilai kurang tepat terkait rencana pemerintah mengenakan cukai ganda dalam kurun waktu satu tahun. Akan lebih baik kebijakan cukai yang ada dievaluasi total karena ada disparitas tinggi antar golongan sehingga memicumoral hazard.

“Pemerintah sah saja mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai sistem cukai baru tetapi realitasnya penerimaan turun. Masa mau tutup mata terus,” jelasnya.

Menurut dia, kalangan industri termasuk industri hasil tembakau (IHT) ini sudah patuh membayar pajak dan cukai. Namun, pemerintah justru menekan terus dengan kebijakan yang tidak rasional, seperti menaikan cukai tanpa terlebih dahulu melakukan evaluasi.

“Tidak seharusnya pemerintah menaikkan cukai tinggi-tinggi sementara ada masalah dengan daya beli,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) Ismanu Soemiran menandaskan, tidak tercapainya target lantaran pemerintah terlalu ambisius tanpa melihat kondisi rill industri. Apalagi pengusaha tidak pernah diajak bicara soal kenaikan cukai.

Menurutnya, tidak tercapainya target cukai merupakan bukti pemerintah mengabaikan faktor rill di lapangan dengan kebijakan dan target-target tidak realitis sama-sekali.  

“Pemerintah mestinya realistis. Seringkali pemerintah berargumen bahwa data menentukan kebijakan. Jika pemerintah tak mampu melihat data kondisi rill maka kebijakan pun salah, sehingga terkesan industri jadi target buru pemerintah,” ujar dia.

Gappri menolak jika target cukai di triwulan pertama ini tak tercapai kemudian pemerintah akan menaikkan cukai kedua di pertengahan tahun. Kenaikan cukai rokok selama dua kali dalam setahun dipastikan akan merugikan pengusaha.

Ia juga mengkritik Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20 Tahun 2015 tentang Penundaan Pembayaran Cukai Untuk Pengusaha Pabrik atau Importir Barang Kena Cukai yang Melaksanakan Pelunasan dengan Cara Pelekatan Pita Cukai.

PMK tersebut dinilai memberatkan lantaran pengusaha harus selalu menyediakan ‘fresh money’ bisa-bisa pabrik rokok gulung tikar.  

“Cukai itu kan sekarang sudah hampir 50%, jika dibayar tiga bulan sekaligus mencapai 150%. Pembayaran cukai bisa senilai investasi pabriknya, bisa-bisa banyak yang bangkrut,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polisi London Periksa 3 Remaja yang Diduga Anggota ISIS

Jakarta, Aktual.co —Polisi di kota London sedang mengintrogasi tiga remaja Inggris yang ditangkap di wilayah Turki, lantaran dicurigai akan pergi ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok Militan ISIS.

Ketiganya, yang masing-masing dua orang berusia 17 tahun dan seorang lainnya berusia 19 tahun,  sudah dipulangkan ke Inggris pada Sabtu (14/03) malam dan langsung ditangkap dengan tuduhan menyiapkan serangan teroris.

Dua remaja itu masuk ke Istanbul dan Barcelona, Spanyol, dengan tujuan diduga melintasi perbatasan ke Suriah. Tapi, ditangkap setelah Kepolisian Inggris memberi tahu pihak berwenang Turki.

Sedangkan, seorang remaja berusia 19 tahun berhasil dilacak oleh aparat keamanan Turki.

Kedua remaja dinyatakan hilang pada Jumat pekan lalu dan Kepolisian London bersama Scotland Yard, mendapatkan informasi bahwa mereka bersama dengan orang ketiga.

Artikel ini ditulis oleh:

Pusri Pasok Urea Industri Hingga 35.677 Ton

Jakarta, Aktual.co — Perusahaan pupuk yang berkantor pusat di Kota Palembang, Sumatera Selatan, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) pada Januari hingga Maret 2015 ini telah memasok pupuk urea ke sejumlah industri dalam dan luar negeri sebanyak 35.677 ton.

“Permintaan urea dari sejumlah industri dalam dan luar negeri hingga kini dapat dipenuhi dengan baik dan diupayakan ke depan bisa lebih besar lagi,” kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Sulfa Ghanie, di Palembang, Senin (16/3).

Dia menambahkan permintaan industri dapat dipenuhi jika pabrik baru proyek revitalisasi bisa diselesaikan tepat waktu sesuai target yang ditetapkan.

Dia menjelaskan, pihaknya tidak hanya memasok pupuk urea untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan, tetapi juga untuk kegiatan sejumlah industri seperti pabrik kayu lapis dan interior mobil (dashboard).

Penjualan pupuk ke industri tersebut dilakukan setelah kebutuhan petani di sembilan provinsi rayon pemasaran PT Pusri meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dipenuhi sesuai dengan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok atau RDKK petani.

Menurut dia, berdasarkan penugasan negara, pihaknya wajib memenuhi kebutuhan pupuk urea bersubsidi bagi petani di rayon sembilan provinsi tersebut.

Jika kebutuhan petani di rayon tersebut bisa dipenuhi dengan baik dan terdapat kelebihan produksi, PT Pusri diizinkan untuk melakukan kegiatan pemasaran secara komersial seperti penjualan ke perusahaan perkebunan swasta, industri, dan ekspor.

Penjualan pupuk urea untuk memasok kebutuhan industri tersebut merupakan salah satu kegiatan pemasaran pupuk urea secara komersial untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

Kegiatan pemasaran pupuk secara komersial itu akan terus ditingkatkan untuk memperluas pasar, agar dapat mengantisipasi peningkatan produksi seiring dengan sedang dibangun satu pabrik baru proyek rivitalisasi pabrik pupuk tertua di dunia yang dibangun pada tahun 1974.

“Saat ini dengan empat pabrik yang ada, PT Pusri memiliki total kapasitas produksi terpasang mencapai 2,262 juta ton pupuk urea per tahun, dan secara umum dapat memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi petani serta sebagian dipasarkan secara komersial,” ujar Sulfa.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain