6 April 2026
Beranda blog Halaman 38000

Kubu ARB Siapkan Munaslub Partai

Jakarta, Aktual.co — Kubu pendukung Aburizal Bakrie (ARB) mempersiapkan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar jika proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Barat gagal atau ditolak.

“Langkah perjuangan kita terakhir adalah menggelar Munas Luar Biasa berdasarkan Pasal 30 ayat 3 tentang Anggaran Dasar Partai Golkar,” kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Nurdin Halid saat menghadiri Rapat Koordinasi daerah (Rakorda) di Denpasar, Minggu (15/3).

Menurut dia, ada dua poin dalam Pasal 30 ayat 3 yakni situasi partai genting dan Dewan Pimpinan Partai (DPP) melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). “Kita memakai poin yang pertama yakni situasi partai genting,” ujarnya.

Strategi yang diambil kubu ARB saat ini adalah “menyerang” melalui tiga sisi yakni langkah hukum di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, langkah politik melalui Koalisi Merah Putih (KMP) yang tetap solid memberikan dukungan, dan melalui proses pidana di Mabes Polri.

“Jadi, kalau dalam strategi pemain bola, menyerang itu adalah langkah terbaik dibandingkan bertahan,” ujarnya.

Dengan demikian, ia meminta para kader untuk tetap solid dan menunggu proses hukum yang sedang berlangsung di PN Jakarta Barat.

Artikel ini ditulis oleh:

Sebanyak 40 Lapangan Bulu Tangkis Akan Dibangun di Beberapa Kota

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 40 lapangan bulu tangkis di beberapa kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan akan diperbaiki dan dibangun oleh Coca-Cola Indonesia bekerja sama dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia.

“Perbaikan dan pembangunan lapangan bulu tangkis di area permukiman itu merupakan bentuk nyata Gerakan Angkat Raketmu,” kata Asset and Promotion Manager Coca-Cola Indonesia Intan Asmara di Yogyakarta, Minggu (15/3).

Usai serah terima lapangan bulu tangkis di Perumnas Condongcatur, ia mengatakan Gerakan Angkat Raketmu merupakan kolaborasi Coca-Cola dan PBSI dengan misi mengembailkan kejayaan bulutangkis dan membangun kembali kecintaan masyarakat terhadap olahraga tersebut.

Menurut dia, sejak awal digulirkan pada Oktober 2013, gerakan itu telah membangun kembali dan memperbaiki 16 lapangan bulu tangkis di beberapa kota di Pulau Jawa di antaranya Jakarta, Tangerang, Cirebon, Magelang, Purwokerto, dan Malang.

“Gerakan itu kini hadir di Yogyakarta dengan membangun tiga lapangan bulu tangkis di Perumnas Condongcatur, Perum Mrisi Indah Permai, dan Baciro. Ketiga lapangan bulu tangkis itu merupakan bagian dari total 40 lapangan yang akan dibangun pada 2015,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Beranikah Jokowi Putus Kontrak Freeport di 25 Juli 2015?

Jakarta, Aktual.co —  Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) mengungkapkan bahwa harapan besar masyarakat Indonesia khususnya Papua yang menginginkan supaya pemerintah tidak memperpanjang kontrak PT Freeport sepertinya akan sia–sia.

“Pasalnya, penandatangan MOU perpanjangan antara pemerintah dengan PT Freeport beberapa waktu mengisyarakatkan Jokowi tidak akan berani memutus kontrak dengan Freeport sebelum 25 Juli 2015 nanti,” ujar Direktur Eksekutif (NCID) Jajat Nurjaman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (17/3).
 
Menurut Jajat, dengan memberikan MOU perpanjangan saja membuktikan Indonesia sudah takluk sama asing, padahal sudah jelas dalam hal ini Freeport telah lalai menjalankan kesepakatan sebelumnya yang akan segera membangun smelter di Indonesia.

“Nyatanya hingga hari ini smelter tidak kunjung jadi. Kondisi seperti itu seperti itu saja pemerintah masih diam, apalagi sampai berani memutus kontraks sepertinya merupakan hal yang mustahil terjadi,” jelasnya.
 
Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat bagi Indonesia untuk memutus kontrak dan mengambil sikap tegas terhadap Freeport. Jika kontrak tersebut dibiarkan terjadi dan pemerintah kembali dirugikan maka Indonesia akan mengalami kerugian besar-besaran.
 
“Dengan adanya pelanggaran pembangunan Smelter, kita mempunyai posisi kuat untuk mengambil keuntungan. Papua itu penting bagi Indonesia, jika Freeport terus dibiarkan mengeksploitasi tanpa aturan yang jelas, berarti secara tidak langsung menunjukan pemerintahan yang lemah dan takut sama bangsa asing,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pangdam Cendrawasih: Sertu Murib Tak Terbukti Jual Senjata

Jakarta, Aktual.co — Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan mengungkapkan Sertu Murib dibebaskan karena tidak terbukti menjual amunisi kepada Kelompok Separtis Bersenjata (KSB) di daerah Papua itu.

“Setelah diperiksa tidak ada keterkaitan. Jadi tidak terlibat. Ini masih menurut laporan dari Danpom bahwa dia (Sertu Murib) tidak ada bukti keterlibatannya,” kata Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan di Jayapura, Papua, Minggu (15/3).

“Kalau ada bukti berarti enam orang kan, tapi ini hanya lima kan? Jadi saya bilang kalau tidak terbukti ngapain kita tahan,” lanjutnya.

Mengenai lima orang oknum TNI yang sedang menjalani persidangan, Fransen menyampaikan tidak mentoelir prajuritnya yang menjual senjata atau amunisi kepada kelompok berseberangan dengan NKRI.

“Kami berharap lima oknum prajurit TNI itu mendapat hukuman yang terberat, untuk mereka adalah hukuman mati. Paling ringan itu hukuman seumur hidup ditambah dengan pemecatan. Dan tidak ada toleransi yang mengkhianati bangsa ini,” katanya.

Terkait pembebasan itu, lima oknum TNI yang sudah menjadi tersangka dan pasti merasa iri serta kecewa karena Sertu Murib diduga merupakan otak dari penjualan amunisi kepada KSB tetapi dibebaskan, Fransen mengatakan hal itu sah-sah saja, asalkan ada bukti.

“Boleh saja sakit hati, tapi buktinya mana? Kita berdasarkan proses hukum dan delik aduan. Jadi jangan sampai kita hukum ternyata tidak terbukti lalu kita dipraperadilankan. Apa lagi saat ini lagi musim praperadilan,” katanya.

Ketika ditanya apakah pembebasan Sertu Murib ada intervensi dari pihak luar seperti yang diisukan bahwa ada permintaan dari salah satu pejabat berkuasa di Papua, Fransen menjawab jika hal itu tidak demikian.

“Tidak pernah pak pejabat menelepon saya terkait masalah ini. Ingat yah, kalau masalah hukum tidak ada intervensi. Tidak ada yang berani. Siapapun dia tidak ada intervensi. Jadi jangan ada yang dipolitisir seperti itu,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kasus Pabrik Sabu-Sabu Kalsel Dilimpahkan ke Kejaksaan

Jakarta, Aktual.co — Kasus pabrik sabu-sabu yang digerebek oleh Subdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel saat ini berkas acara pemeriksaannya sudah rampung dan telah dinyatakan lengkap selanjutnya akan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Tinggi Kalsel.

“Berkas sudah dinyatakan lengkap dan rencananya kami akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut,” ucap Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel AKBP Edy Saprianadi di Banjarmasin, Minggu (15/3).

Ia mengatakan, proses penyidikan terhadap kasus ini terlihat memakan waktu sekian bulan dari awal penggerebekan Desember 2014 hingga saat ini baru dinyatakan rampung dan lengkap.

Lamanya penyidikan yang dilakukan dalam kasus ini dikarenakan pihak penyidik menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti hasil tangkapan di tempat kejadian saat melakukan penggerebekan itu.

“Tes uji labfor itu harus antri karena selain kami masih ada yang lebih duluan dari satuan lain yang mengirimkan barang bukti,” tuturnya kepada awak media.

Untuk diketahui terbongkarnya kasus pabrik sabu-sabu itu karena sebelumnya polisi dari Subdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel menangkap seorang tersangka bernama Rustam yang akan melakukan transaksi sabu-sabu dengan seseorang di kawasan jalan Ampera Banjarmasin Barat.

Saat Rustam tertangkap, polisi langsung melakukan introgasi dan alangkah terkejutnya barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka sabu-sabu seberat 4,38 gram itu merupakan olahannya sendiri.

Mendengar hal tersebut polisi langsung melakukan pengembangan ke rumah tersangka di jalan Sungai Andai Komplek Herlina Blok D Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara.

Saat berada di dalam rumah tersangka polisi menemukan berbagai alat pembuat sabu-sabu dan bahan kimia lainnya sebagai bahan campuran untuk membuat barang haram tersebut.

Menurut keterangan Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel pada saat penangkapan bahwa Rustam belajar membuat sabu-sabu itu dari internet dan alat-alat produksi ia beli dengan bermodalkan uang sebanyak Rp20 juta.

Terus dikatakannya, hasil keterangan Rustam awalnya ia sempat gagal dan pada percobaan kedua berhasil. Dalam satu bulan bisa memproduksi sabu-sabu seberat 30 gram.

“Menurut pengakuan tersangka yang kami peroleh ia menjalankan bisnis haram ini sudah dua bulan dan sudah 60 gram sabu-sabu ia produksi,” ujarnya.

Tersangka nekat melakukan bisnis haram dan berani membuat sabu-sabu itu dikarenakan usahanya sebagai seorang pemborong mengalami gulung tikar alias bangkrut.

Artikel ini ditulis oleh:

Proses Ekskavakasi Jalan Masuk Candi Boko Dimulai

Jakarta, Aktual.co — Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta dijadwalkan mulai melakukan ekskavasi jalan masuk ke Gapura Candi Ratu Boko, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (16/3).

“Pemugaran jalan masuk Gapura Candi Ratu Boko tersebut memakan waktu sekitar 2,5 bulan, proses pemugaran ini dapat dimanfaatkan pengunjung yang mempunyai minat khusus berkaitan dengan ekskavasi, terutama turis-turis asing,” kata Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta Wahyu Astuti, Minggu (15/3).

Menurut dia, pemugaran jalan masuk ke Gapura Candi Ratu Boko ini tidak akan terlalu mengganggu pengunjung yang datang di objek wisata sejarah budaya tersebut.

“Pemugaran ini nanti justeru bisa menjadi salah satu daya tarik. Wisatawan yang mempunyai minat khusus, ingin melihat langsung bagaimana pemasangan batu-batu candi seperti aslinya,” katanya.

Ia mengatakan, wisatawan yang mempunyai minat khusus tersebut, pengalamannya terutama wisatawan manca dari Jepang, karena dinegara mereka tidak mempunyai candi.

“Mereka biasanya terheran-heran. Batu-batu candi disatukan kembali seperti aslinya,” katanya.

Wahyu mengatakan, jalan masuk ke gapura yang akan dipugar tersebut saat ini bukan dalam bentuk aslinya, yakni memakai konblok, terpaksa dipasang karena untuk peresmian yang dilakukan Presiden Soeharto sekitar 1996-1997.

“Masyarakat sekitarnya selama ini belum tahu, kalau jalan masuk ke gapura itu bukan aslinya,” katanya.

Candi Ratu Boko ini terletak di atas kawasan perbukitan Prambanan di wilayah Desa Bokoharjo dan Sambirejo, Prambanan, Sleman.

“Dengan adanya ekskavasi seperti ini, diharapkan pengunjung bisa meningkat. Ini kan menjual, menjadi atraksi wisata khusus,” katanya.

Ia mengatakan, dalam pemugarannya ini BPCB Yogyakarta tidak hanya bekerja bersama dengan para ahli saja. Namun juga tetap melibatkan masyarakat setempat.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain