17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38007

Pesawat Komersial Turki Airlines Tergelincir Saat Take Off di Nepal

Semarang, Aktual.co — Pesawat Turkish Airlines yang membawa sebanyak 224 penumpang, tergelincir saat take off dari landasan pacu bandara Kathmandu di Nepal, Rabu (4/3) kemarin. Akibatnya, satu-satunya operasional bandara Internasional di Nepal harus dihentikan sementara, guna proses evakuasi penumpang pesawat.

Pihak Otoritas Bandara menyatakan,  bahwa awak Airbus A330 pertama kali mencoba mendarat pesawat sekitar pukul 07:00 WIB (atau pukul 08:30 ET/ waktu setempat, Selasa). Ketika pesawat mendarat, justru tidak menyentuh landasan pacu bandara,

Menurut salah satu penumpang Deepak Malhotra, pihak otoritas mengumungkan, bahwa pesawat tidak bisa mendarat karena jarak pandang tidak terlihat karena cuaca buruk.

CNN melaporkan, bahwa pesawat Turkish Airlines tergelincir dan tidak dapat mendarat di landasan pacu bandara. Posisi pesawat saat turun justru melengking dengan bagian kepala pesawat menukik.

Meskipun pendaratan gagal, kata juru bicara Maskapai Turkish Airlines, tidak ada korban yang mengalami luka cukup serius.

Namun demikian, insiden itu melumpuhkan aktivitas keluar masuk berbagai Maskapai dari Bandara Internasional Tribhuvan. Itu dikarenakan sebagian dari Airbus A330 sedang bergerak untuk melakukan proses evakuasi bagian dari landasan pacu.

“Bandara Nepal tidak memiliki alat berat yang diperlukan untuk memindahkannya,” kata Ratish Chandra Lal Suman, Kepala Otoritas Penerbangan Sipil wilayah pegunungan Asia tersebut.

“Dan pesawat kargo besar yang bisa dibawa dapat membantu pekerjaan mendarat sekarang,” imbuhnya.

Setelah mereka mendarat di tempat lain, di Nepal, lanjut dia, itu bukanlah pilihan baik. Sebaliknya, pihak berwenang sedang menjajaki untuk terbang dengan membawa peralatan untuk dibawa ke India.

Hingga saat ini, semua penerbangan internasional ke Kathmandu telah dibatalkan sampai informasi penerbangan kembali lancar. Pembatalan termasuk 40 pesawat yang tiba dan 40 pesawat penerbangan yang batal diberangkatkan pada Rabu kemarin.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Media Hadirkan ‘Hyperreality’ di Pemberitaan Begal

Jakarta, Aktual.co —Pemberitaan masif mengenai aksi begal motor memberi efek positif sekaligus negatif. Positifnya, masyarakat jadi waspada, namun di sisi lain juga menimbulkan keresahan.
Pengamat sosial dan budaya dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, mengetahui pemberitaan media yang masif sebenarnya tidak benar-benar merepresentasikan fakta. 
“Menurut pihak kepolisian, justru kasus pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan atau begal sebenarnya menurun,” kata Devie, Kamis (5/3).
Kata dia, massifnya pemberitaan mengenai begal mampu membius publik, sehingga membuktikan kebenaran teori klasik komunikasi. Yaitu teori peluru, dengan asumsi publik akan dengan mudah mempercayai pemberitaan media.
Media dinilainya telah menghadirkan ‘hyperreality’ atau realita yang berbeda dengan yang nyata.
Devie juga menilai pemberitaan dan informasi viral (word of mouth) di media sosial, telah memunculkan kecemasan sosial pengguna jalan. Di satu sisi ini positif dalam memunculkan kewaspadaan sekaligus melahirkan kembali budaya kesetiakawanan sosial.
Dikatakannya pemberitaan begal motor di media massa, telah memunculkan kearifan publik untuk bersama-sama menemukan solusi perlindungan diri. Dan media sosial yang bersifat partisipatoris, memang menjadi medium silahturahmi yang produktif.
“Inisiatif warga menjadi sangat baik bila kemudian dikelola sebagai bagian dari jaringan formal aparat keamanan seperti polisi,” katanya.
Ia juga menjelaskan mengingat jumlah SDM kepolisian yang masih belum ideal, jaringan komunikasi dengan pihak kepolisian dapat dihidupkan sehingga membantu aparat untuk melakukan tindakan.
Untuk itu, kata dia, agar tidak menjadi korban begal tentu memerlukan perubahan perilaku yaitu pilihan waktu pulang menjadi tidak terlalu larut malam, dan orang tua tidak mengizinkan anak keluar pada malam hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Aksi Begal Kian Marak, Zarry Hendrik: Itu Meresahkan bagi Pengguna Motor

Jakarta, Aktual.co — Pencurian kendaraan bermotor dengan menggunakan kekerasan atau yang dikenal dengan sebutan “begal” semakin membuat resah masyarakat. Tak hanya masyarakat biasa, kaum selebriti pun mengaku resah dengan tindakan criminal di jalan raya ini.

Aktor berbakat Zarry Hendrik mengomentari terkait banyaknya aksi ‘begal’ yang terjadi di wilayah Jabodetabek.

“Menurut saya itu sangat meresahkan sekali ya, apalagi saya pengguna motor,” ungkap Zarry Hendrik, kepada Aktual, di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Zarry mengaku, bahwa rasa aman di Jakarta ini sendiri sudah semakin menipis dan sangat memprihatinkan.

“Saya berharap saja bahwa pemerintah bisa menangkap gembong pelaku tersebut, dan menghukum seberat-beratnya para pelaku begal,” tegas pemeran ‘Sidik’ sebagai kekasih Mita ‘The Virgin’ dalam film terbaru berjudul ‘Kok Putusin Gue’ tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Instruksikan Jalan Tol Trans Sumatera Mulai Dibangun

Presiden Joko Widodo bersiap memimpin jalannya rapat terbatas kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/3). Presiden menginstruksikan proyek jalan tol Trans Sumatera dimulai pembangunannya pada kuartal I/2015. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Produk Hukum Baru, Inpres Pemberantasan Korupsi Segera Diterbitkan

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menyebut bahwa saat ini Presiden Jokowi sedang mempersiapkan produk hukum baru berupa inpres dalam hal pemberantasan korupsi.
Inpres ini nantinya untuk mensinergikan unit penegak hukum yang bergerak dalam pemberantasan korupsi.
“Ada KPK, Kepolisian, Kejaksaan Agung. Minggu ini diharapkan selesai inpres 2015 tentang pemberantasan korupsi yang harus dilakukan kementerian dan lembaga,” kata Andi, Rabu (4/3).
Inpres disusun berdasarkan usulan seluruh kementerian dengan bertujuan memberantas korupsi dari sisi pencegahan.
“Benar-benar sistem building yang memungkinkan instansi penegak hukum itu bisa secara cepat mengindetifikasi kemungkinan pelanggaran adminsitrasi, atau kemungkinan intensi sengaja untuk menggunakan keuangan negara secara tidak sah, nah itu yang kemudian bergerak melakukan pencegahan,” ucap Andi.
Berdasarkan hal itu, presiden menempatkan Badan Pengawas Keuangan Pemerintah sebagai bagian yang terintegrasi dengan kantor Staf Kepresidenan.

Artikel ini ditulis oleh:

Seniman Mandra Datangi Bareskrim Polri

Jakarta, Aktual.co — Komedian Mandra Naih alias Mandra mendatangi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Kamis (5/3). Seniman asal Betawi itu sempat luput dari pengamatan awak media yang ada di Bareskrim Polri.
Mandra tiba di Bareskrim sekira pukul 10.00 WIB. Dia pun menutupi wajahnya dengan tangan saat memasuki lobi Bareskrim Polri. Mandra yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi program siap siar di TVRI.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Rikwanto membenarkan kedatangan Mandra tersebut. Menurut dia, pelawak ini datang untuk memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik sebagai saksi untuk kasus pemalsuan surat atau dokumen. 
“Ada kaitannya dengan kasusnya di TVRI,” ujar Rikwanto saat dikonfirmasi di PTIK, Jakarta, Kamis (5/3).
Hingga saat ini Mandra masih berada di Bareskrim Polri. Dia belum memberikan keterangan terkait laporan yang dilayangkannya tersebut. 
“Saudara Mandra datang sebagai saksi pelapor dan diambil keterangannya. Sekarang pemeriksaan masih berlangsung.”
Sebelumnya Jaksa penyidik telah menetapkan Mandra sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yaitu Iwan Chermawan selaku Direktur PT Media Art Image, dan Yulkasmir selaku pejabat pembuat komitmen yang juga adalah pejabat di stasiun televisi milik pemerintah itu. Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 juncto UU nomor 20 tahun 2001.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain