17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38011

Atut jadi Saksi, Kerabat dan Simpatisan Geruduk PN Serang

Jakarta, Aktual.co — Puluhan kerabat dan simpatisan Gubernur Banten nonaktif Ratu Atut Chosiyah berkumpul di Pengadilan Tipikor Serang, menunggu kedatangan bekas orang nomor satu itu di Banten.
Atut dijadwalkan menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi dana hibah di PN Serang, Kamis (5/3). Pantauan di PN Serang, ada beberapa ibu-ibu yang memakai seragam seperti seragam kelompok pengajian serta sejumlah anggota DPRD dan pengurus Partai Golkar.
Tidak seperti biasanya, sekitar halaman PN Serang juga dijaga ketat ratusan aparat keamanan, termasuk penjagaan pintu masuk ke PN Serang.
Setiap pengunjung atau warga yang akan masuk PN Serang diwajibkan melewati ‘metal detector’ serta pemeriksaan polisi dan mengisi buku tamu yang disiapkan di depan pintu masuk PN Serang.
Ratu Atut Chosiyah dijadwalkan akan dihadirkan di PN Serang oleh tim JPU Kejaksaan Tinggi Banten, untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Banten 2011/2012 dengan tujuh orang tersangka.
Dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 7,6 miliar. Dalam kasus tersebut Kejaksaan Tinggi Banten menetapkan tujuh orang tersangka, salah satu diantaranya mantan pejabat Pemprov Banten ZM.
Menurut informasi, sebelum menjadi saksi di PN Serang, Ratu Atut Chosiyah transit terlebih dahulu di Kejaksaan Tinggi Banten.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Asian Agri Bangun Lima Pembangkit Listrik Tenaga Biogas

Jakarta, Aktual.co — Asian Agri telah membangun lima Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTB) yang bertujuan untuk menyediakan energi bagi masyarakat serta sejalan dengan komitmen untuk terus menjaga kelestarian lingkungan.

General Manager Asian Agri Freddy Widjaya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/3), mengatakan pembangunan PLTB yang masing-masing bisa menghasilkan daya sebesar dua egaWatt (MW) ini menggunakan teknologi digester tank dari Jepang. “Teknologi ini kami nilai lebih unggul karena prosesnya menggunakan `anaerobic membarne tank’ yang fungsinya mempercepat dan memaksimalkan proses pembentukkan gas metan,” ujarnya.

Freddy menambahkan kelima PLTB yang masing-masing beroperasi dua unit di Sumatera Utara, dua unit di Riau dan satu unit di Jambi ini sedang dalam proses penyelesaian, dan rencananya dua PLTB siap beroperasi pertengahan Maret 2015.

“Jika kelima pabrik tersebut telah beroperasi maka lima PLTB Asian Agri ini mampu menghasilkan listrik 10 MW yang nantinya dapat mendukung pasokan energi nasional,” jelasnya.

Menurut dia, PLTB ini ramah lingkungan, karena selain mengurangi emisi gas metan ke atmosfir, sisa limbah akhir proses produksi biogas yang sudah tidak ada gasnya juga masih dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir memberikan apresiasi atas pembangunan PLTB tersebut karena dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat yang membutuhkan listrik. “Saya pikir itu suatu langkah yang sangat bagus untuk penerangan listrik, apalagi tarif listrik juga naik. Ini juga lebih efisien dan bisa disalurkan ke masyarakat atau dijual ke PLN,” katanya.

PLTB merupakan pembangkit listrik yang menggunakan tenaga olahan limbah cair sawit Palm Oil Mill Effluent (POME). Sebelumnya, POME hanya dimanfaatkan untuk land aplication yang berfungsi sebagai pupuk bagi tanaman sawit.

Artikel ini ditulis oleh:

PLN Catatkan Laba Rp11,7 Triliun di 2014

Jakarta, Aktual.co — PT PLN Persero berhasil mencatatkan laba bersih pada 2014 sebesar Rp11,7 triliun dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya dimana perseroan merugi sebesar Rp26,2 triliun.

Menurut Direktur Utama PLN Sofyan Basir, capaian positif tersebut didukung oleh kenaikan laba usaha sebesar Rp45,8 triliun atau naik 11,9% pada 2014 dibandingkan periode serupa tahun lalu yang sebesar Rp40,9 triliun, serta peningkatan laba selisih kurs.

“Perusahaan tahun ini mencatatkan laba selisih kurs sebesar Rp1,3 triliun, lebih baik dibandingkan tahun 2013 yang mengalami rugi selisih kurs sebesar Rp48,1 triliun yang terutama diakibatkan oleh translasi liabilitas dalam mata uang asing yang didominasi oleh Dolar Amerika (USD) dan Yen,” kata Sofyan dalam siaran persnya, ditulis Kamis (5/3).

Selain itu, pendapatan usaha sepanjang 2014 sebesar Rp292,7 triliun menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, yaitu naik Rp30,9 triliun atau 11,8% dibandingkan dengan 2013 sebesar Rp261,8 triliun.

“Meningkatnya pendapatan usaha tersebut berasal dari kenaikan volume penjualan kWh tenaga listrik menjadi sebesar 198,6 Terra Watt hour (TWh) atau naik 5,9% dibanding dengan periode yang sama tahun 2013 sebesar 187,5 TWh,” jelas Sofyan.

Sementara untuk jumlah pelanggan yang dilayani perusahaan hingga akhir tahun mencapai 57,49 juta pelanggan atau naik 6,5% dari tahun sebelumnya. Subsidi listrik dari Pemerintah tahun 2014, sebagai salah satu komponen pendapatan usaha perusahaan, adalah Rp99,3 triliun turun menjadi 98,1% dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp101,2 triliun sebagai dampak adanya kenaikan tarif tenaga Listrik.Ebitda turut naik sebesar 8,6% menjadi Rp70,8 triliun pada 2014 dibandingkan 2013 sebesar dari Rp65,2 triliun.

“Peningkatan Ebitda menunjukkan likuiditas keuangan perusahaan semakin bagus dan menunjukkan adannya peningkatan kemampuan perusahaan dalam menyediakan dana untuk memenuhi kewajiban pokok dan bunga hutang serta untuk tambahan investasi,” ucap mantan Bos Bank BRI itu.

Perseroan juga mencatatkan total aset pada akhir 2014 sebesar Rp603,7 triliun atau naik 2,3% dibanding 31 Desember 2013 sebesar Rp590,2 triliun. Peningkatan ini disebabkan adanya investasi pada proyek-proyek yang masih terus berjalan terutama proyek pembangkit dan transmisi.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Agraria: Masalah Sengketa Lahan PLTU Batang Selesai

Jakarta, Aktual.co —  Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursidan Baldan mengatakan masalah lahan yang mengganggu pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2 x 1.000 megawatt di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sudah teratasi.

“Sudah selesai semua, saya kemarin sore sudah tanda tangan lima sertifikat lagi untuk bidang (tanah) yang tersisa. Jadi, sudah 25 sertifikat yang sudah saya tanda tangani,” katanya seusai rapat koordinasi di Jakarta, Rabu (4/3) malam.

Ferry mengatakan bahwa pemerintah telah menyelesaikan masalah sengketa lahan tersebut melalui diskusi serta pendekatan dialog dengan warga, yang pada prinsipnya saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan dari kedua belah pihak. “Lahan sudah 100 persen, ini ditentukan melalui komunikasi. Intinya di sana didengarkan keperluannya dan apa keinginannya. Ini bukan sekadar soal ada tanah, kita bayar. Kita juga dengar apa maunya (warga),” ujarnya.

Ferry mengharapkan dengan selesainya masalah lahan ini, proyek investasi kerja sama pemerintah dan swasta yang bermanfaat untuk menyediakan 30 persen distribusi listrik di wilayah Jawa dan sekitarnya ini dimulai April mendatang.

Sebelumnya, pengadaan proyek yang memerlukan lahan seluas 226 hektare ini sempat tertunda karena masalah tanah, padahal ketiadaan pembangkit yang memadai di Jawa dan sekitarnya dapat menyebabkan krisis listrik pada tahun 2017–2018.

Proyek senilai Rp40 triliun ini mendapatkan pendanaan dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) serta merupakan proyek KPS konsorsium bersama PLN dengan PT Bhimasena Power Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Bhimasena Power Indonesia Mohammad Effendi memastikan bahwa proyek pembangkit listrik tenaga uap ini tetap dibangun di Kabupaten Batang meskipun mengalami hambatan pengadaan tanah.

“Proyek PLTU Batang ini akan menggunakan alat teknologi ‘ultra super critical’ yang efisien dan ramah lingkungan sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir terhadap dampak yang ditimbulkan oleh proyek ketenagalistrikan tersebut,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Segera Tembus Rp 13.000

Jakarta, Aktual.co —  Laju Rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan terus melemah seiring pasar  masih menunggu rilis data tenaga kerja Amerika Serikat terbaru yang diyakini akan mengembalikan persepsi positif terhadap kinerja perekonomian AS dan berdampak penguatan bagi dolar.

Pada perdagangan Rabu (4/3), rupiah ditutup melemah 21,5 poin (0,17 persen) pada level 12.990,5 per dolar AS setelah sebelumnya pada perdagangan siang hari, rupiah berada di level 12.964 per dolar AS.

Analis valas Lindawati Susanto mengatakan, investor mengantisipasi publikasi data tenaga kerja Amerika per Februari yang diharapkan naik menjadi 241 ribu pekerja. Data tersebut akan semakin memperjelas momentum kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed’s Rate).

Permintaan dolar yang meningkat, menurut Linda, adalah bentuk antisipasi rencana kenaikan Fed’s Rate membuat likuiditasnya berkurang. Dalam hal ini rupiah bernasib sama, Aturan yang mewajibkan perusahaan non-bank melakukan lindung nilai pun mendorong permintaan dolar di pasar domestik menjadi lebih tinggi.

Pemangkasan BI Rate, kata Linda, ikut memicu pergerakan negatif rupiah. Imbas hasil pasar obligasi yang ada kemungkinan juga akan mengalami penyesuaian yang menyebabkan investor mulai mengalihkan dananya ke aset-aset yang lebih menarik.

Menjelang akhir pekan, Linda memperkirakan rupiah cenderung tertekan dalam kisaran level 12.950-13.100 per dolar AS. Pernyataan terbaru para petinggi The Fed, ujar Linda, akan menjadi sentimen utama yang diperhatikan investor.

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Minyak AS Berbalik Naik Kendati Persediaan Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak AS berbalik naik (rebound) pada Rabu (Kamis pagi WIB), meskipun persediaan minyak mentah negara itu selama pekan lalu meningkat lebih besar dari perkiraan, mencapai rekor tertinggi baru.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, naik 1,01 dolar AS menjadi ditutup pada 51,53 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Tetapi di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April, turun 47 sen menjadi 60,55 dolar AS per barel.

Departemen Energi AS (DoE) mengatakan persediaan minyak mentah komersial melonjak sebesar 10,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 27 Februari. Para analis yang disurvei oleh Bloomberg News telah memperkirakan kenaikan 3,8 juta barel. Persediaan minyak mentah AS telah mencetak rekor baru selama lima minggu berturut-turut. Namun, persediaan di Cushing, Oklahoma, yang berfungsi sebagai titik acuan untuk pengiriman WTI, naik 500.000 barel menjadi 49,2 juta barel sesuai dengan perkiraan.

Analia Frost & Sullivan, Carl Larry, mengatakan bahwa ketahanan WTI dalam menghadapi penumpukan lain stok besar minyak mentah menunjukkan bahwa “itu benar-benar nilai wajar”. Dia mencatat bahwa lembaga keuangan dan hedge funds telah masuk ke pasar dan melakukan pembelian.

Larry juga menggarisbawahi bahwa pasar berada dalam periode musiman stok tinggi, karena kilang-kilang memasuki masa perawatan.

Pasar minyak global telah kehilangan sekitar 50 persen nilainya sejak Juni tahun lalu, terbebani oleh tingginya pasokan dan ekspansi yang lambat dalam ekonomi global. Di Libya, National Oil Co. pada Rabu menyatakan “force majeure” untuk 11 ladang minyaknya setelah serangan oleh kelompok militan Islam, sebuah langkah hukum yang melindunginya dari tanggung jawab jika tidak mampu memenuhi kontrak untuk alasan di luar kendali.

Militan Islam merebut ladang Al-Bahi dan Al-Mabrouk pada Selasa dan sedang menuju yang ketiga, di Al-Dahra, kata seorang juru bicara jasa keamanan industri minyak Libya. Di tengah pertempuran di negara Afrika Utara itu (Libya), salah satu anggota kartel produsen minyak OPEC, produksi minyak mentah hariannya telah berkurang dari setinggi hampir 1,5 juta barel menjadi 150.000 barel.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain