4 April 2026
Beranda blog Halaman 38012

Pengamat CBA: APBD Versi Ahok Lebih Berpihak Pada PNS

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik anggaran Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan banyak keanehan dalam APBD Versi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tahaja Purnama (Ahok) yang telah dievaluasi Kementrian Dalam Negeri.
Dijelaskan Uchok bahwa APBD ditangan Ahok banyak mengalami penurunan yang sangat memprihatinkan dan sangat berpihak kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Misalnya belanja modal atau belanja pembangunan seperti infratruktur yang pada tahun 2014 sebesar Rp25,5 triliun atau 40,1 persen namun pada tahun 2015 APBD belanja modal mengalami penurunan 7,4 persen. Sedangkan biaya kesehatan mengalami 3,7 persen penurunan.
“Yang paling jengkel belanja makan minum sebesar 809 M kalau dibagi jumlah PNS se DKI, PNS dapet 10 Juta pertahun,” kata Uchok dalam acara Forum Aktual.co bertajuk “Kisruh APBD DKI: Siapa Siluman nya ?”, di Warung Komando, Sahardjo -Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (15/3).
Kemudian dijelaskan Uchok dalam APBD versi Ahok ada anggaran kematian untuk PNS sebesar 55 Miliar. Dari hal tersebut dijelaskan Uchok, Gubernur Ahok kalau diibaratkan orang yang akan membangun sebuah bangunan tentunya harus mengeluarkan biaya material. 
Namun sayangnya Ahok bukan memperbesar biaya material tersebut melainkan memperbesar pengeluaran untuk para tukang bangunannya.
“Dari total belanja, sampai puluhan juta itu lebih diutamakan TKD 10,8 Triliun, jadi ini agak jomplang, mau bangun rumah, Ahok ini tidak perduli. Ternyata ahok tidak membelli bahan material, tapi dia malah mempebesar gaji tukangnya. Jadi gak pembangunna itu? gak akan jadi pembangunan itu,” tutupnya

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat: Gaya Komunikasi Politik Ahok Anti Santun

Jakarta, Aktual.co — Peneliti pada Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Firman Noor menggambarkan gaya komunikasi politik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai bagian dari politik anti-santun.
“Awalnya kita kenal politik santun dengan anggapan sebagai penyerap aspirasi. Namun lama-kelamaan, gaya santun dipercaya akan luntur dan muncul gaya politik yang lebih mementingkan hasil ketimbang cara,” kata Firman dalam diskusi Aktual Forum bertajuk “kisruh APBD DKI: Siapa Siluman nya” di Warung Komando, Tebet, Minggu (15/3).
Meskipun dianggap sebagai suatu fenomena yang lumrah, namun tidak serta merta gaya komunikasi politik anti-santun ala Ahok bisa diterima oleh semua pihak, terutama masyarakat Jakarta.
Apalagi, komunikasi Ahok yang meledak-ledak seakan semua salah dan dia sendiri yang benar. “Kadang menyalahkan DPRD, kadang PNS-nya, nah dia ada diposisi mana,” ungkapnya bingung.
Sehingga dinilai perlu ada koreksi atas sikap dan gaya komunikasi Ahok agar kisruh APBD DKI Jakarta 2015 bisa segera selesai.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemerintah Indonesia Temukan 55 TKI Diduga Menjadi Korban TPPO

TPPO
Korban TPPO. Aktual/Tino

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia telah menemukan 55 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Uni Emirat Arab.
Tim terpadu yang dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri, Bareskrim Polri, BNP2TKI dan Kementerian Sosial telah melakukan investigasi mendalam dan mencari sejumlah bukti awal kegiatan TPPO.
“Dari 104 TKI di penampungan, berdasarkan penelusuran selama 4 hari ditemukan 55 orang yang terindikasi kuat sebagai korban perdagangan manusia menurut aturan nasional maupun konvensi internasional,” ujar Kasubdit Repatriasi dan Bantuan Sosial Kemlu Aji Surya, Minggu (15/3).
Menurut penyelidikian yang dilakukan sejak 9 Maret 2015, para korban mengaku ditipu sejak keberangkatan ke luar negeri dan telah mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari majikan.
“Ada diantara mereka yang buta huruf dan bahkan ditipu negara tujuannya. Untuk mengelabui petugas, mereka diajarkan melakukan perjalanan berliku dan menghindari bandara besar seperti Soekarno-Hatta,” kata Aji.
Para TKI ilegal tersebut berangkat ke UEA melalui bandara di Bandung, Batam, Singapura, Kuala Lumpur, Oman dan baru ke Uni Emirat Arab.
Berdasarkan penelusuran tim, korban TPPO merupakan para TKI yang mengalami masalah ketenagakerjaan seperti gaji yang tidak dibayarkan oleh majikan yang mempekerjakan.
Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi telah menampung mereka selama lebih dari 4 bulan. BNP2TKI juga akan meminta pertanggungjawaban para pengerah tenaga kerja terkait TPPO tersebut dan akan mengenakan sanksi tegas sesuai aturan.
Kuasa Usaha Ad-interim KBRI Abu Dhabi Wisnu Suryo Hutomo mengatakan Uni Emirat Arab selalu menjadi negara tujuan TKI ilegal dalam jumlah yang besar dengan bisnis yang diduga mencapai puluhan juta dolar.
Kendati Indonesia telah menghentikan izin TKI pembantu rumah tangga ke UEA sejak 2014, namun Kedubes RI meyakini terdapat puluhan ribu TKI ilegal yang berada di negara tersebut.
“Kegiatan ini harus dihentikan dari hulu dengan serius dan tegas bila ingin marwah bangsa tetap terjaga,” kata Wisnu.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bekerja Sukarela, DPRD DKI: Tim E-Budgeting Bisa Lepas Tanggung Jawab

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Gerindra M. Syarif mengatakan bahwa apabila ada kesalahan dalam penyusunan mengenai anggaran oleh tim IT e-Budgeting tidak bertanggung jawab alias dapat lepas tangan. Karena menurutnya bahwa tim e-budgeting bekerja secara sukarela.
“Jika terjadi kesalahan, bukan kami (tim IT e-Budgeting) yang menanggungnya,” ujarnya dalam acara Forum Aktual.co bertajuk “Kisruh APBD DKI: Siapa Siluman nya ?”, di Warung Komando, Sahardjo -Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (15/3).
Dikatakan Syarif bahwa tim pansus angket APBD saat ini tengah menelusuri bagian gelap mengenai tim e-budgeting.
“Kami sedang menelusuri sisi gelapnya,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Andy Abdul Hamid

Pameran dan Kontes Batu Akik Ramaikan HUT Sibolga

Medan, Aktual.co — Pameran dan Kontes Batu Akik akan meramaikan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Sibolga ke 315. Kontes batu itu akan dilaksanakan 26 hingga 31 Maret mendatang.

“Kontesnya tanggal 26 sampai 31 Maret di lapangan Simare-mare. Kalau pendaftarannya sudah dibuka mulai sekarang sampai 24 Maret nanti,” ujar Kadis Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Sibolga, Tarmizi kepada Aktual.co di Sibolga, Minggu (15/3).

Menurutnya, peserta pameran dan kontes batu selain dari kota Sibolga, juga akan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.
“Semua kategori, nasional. Pendaftar masih lokal, karena masih dua hari,” terangnya.

Menurut Tarmizi, pameran dan kontes batu akik tersebut digelar untuk meramaikan event hari Jadi Kota Sibolga. Begitupun, dirinya meyakini, bahwa stand pameran dan kontes batu akan menjadi stand yang paling ramai dikunjungi.

“Hanya meramaikan, tapi saya yakin, akan jadi stand paling ramai,” katanya.

Disinggung soal potensi batu akik lokal, Tarmizi mengatakan sejauh ini kota Sibolga mungkin saja memiliki potensi batu akik. Dan, jika itu ditemukan, dirinya mengaku tentu akan mengakomodir potensi itu.

“Ya, kalau itu benar, ya kita kembangkan. karena saya juga kan belum melihat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pameran dan Kontes Batu Azlinda Hutagalung mengatakan, syarat kepesertaan sangat mudah. Hanya dengan memiliki batu akik sudah dapat ikut menjadi peserta.

“Pesertanya siapa yang mendaftar, ketentuannya, memang betul batu dan bukan batu yang dimasak. Pesertanya, dia diijinkan membawa sebanyak-banyaknya. Sementara ini by phone, dari kalimantan, Padang, Aceh, tapi belum datang. Mereka nanyak,” ujar Azlinda.

Ketua KONI Sibolga ini menuturkan, akan ada 5 kategori lomba. Yakni, kelas besar, sedang, kecil, kategorei favorit dan pemilik batu terbanyak.

“Siapa yang terbanyak dia pemenang, dan dirahasiakan dan akan diumumkan tanggal 31 maret nanti,” tutur Azlinda.

Azlinda menegaskan, pameran dan kontes batu akik yang akan digelar merupakan kontes yang mendasarkan kepada seni keindahan batu akik. Pihaknya tidak membatasi kepesertaan dan batu apa saja yang akan ikut pameran dan kontes.

“Dari jenis apapun, silahkan, dan kita juga memperbolehkan menjual batu tersebut, tapi itu tergantung kepada pesertanya. Tapi semua batu harus mempunyai nilai tersendiri. Batu nusantara boleh, darimana sja boleh,” katanya.

Azlinda mengingatkan, kepada peserta bahwa pameran dan kontes batu tersebut tidak memperlombakan bongkahan dan bukan kontes batu antar daerah. Yang terpenting adalah batu tersebut memiliki keindahan tersendiri. Termasuk, batu yang belum bersertifikat juga boleh ikut pameran dan kontes.

“Bukan kontes batu nusantara, ini hanya pameran dan kontes keindahan batu. Kita bukan mengkonteskan batu seperti itu, ini hanya soal keindahan, maka nya kita tekankan, kita tidak sediakan stand, karena kita hanya mengutamakan keindahan, bukan bongkahan,” katanya.

Soal hadiah yang diperebutkan, Azlinda mengungkapkan, pihaknya menggunakan metode dari dan untuk peserta pameran dan kontes. Artinya, hadiah berasal dari uang pendaftaran para peserta.

Setiap peserta, lanjutnya akan dikenakan uang pendaftaran masing-masing kategori besar Rp30 ribu dan yang kecil Rp20 ribu.

“Misalnya yang didaftar 1.000 batu, dikalikan saja, maka hadiahnya, 20 persen untuk juara 1, 15 persen juara 2 dan 10 persen juara 3. Selain itu nanti ada kategori 10 penilaian batu, dan akan diberikan piagam dan uang pembinaan. Banyak yang akan dapat hadiah,” terangnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Soal APBD, DPRD DKI: IT E-Budgeting Tidak Jelas

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Gerindra M. Syarif mengungkapkan, dari penelusuran dan pemeriksaan terhadap saksi yang dilakukan terkait tudingan adanya dana siluman dalam RABPD 2015 DKI Jakarta, semakin menemui titik terang bahwa telah terjadi kejanggalan.
“e-Budgeting dikerjakan oleh tidak secara jelas, dimana kerja secara sukarela. Pada hari itu kita mendapat kabar dalam forum e-Budgeting sudah dimulai sejak 2013. Coba dibayangkan 2013 dan baru ramai 2015,” ucap Syarif dalam acara Forum Aktual.co bertajuk “Kisruh APBD DKI: Siapa Siluman nya ?”, di Warung Komando, Sahardjo -Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (15/3).
Dikatakan Syarif bahwa salah satu kejanggalan yang ditemukan dalam penyusunan RABPD 2015 dalam sistem e-Budgeting oleh Gubernur DKI Jakarta,  Basuki Tjahja Purnama (Ahok).
“Selain itu, apa yang dikatakan Ahok 20 orang (IT e-Budgeting,red) diralat hanya menjadi 4 orang. Kesimpulan tim IT yang diminta oleh Gubernur tidak jelas,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Andy Abdul Hamid

Berita Lain