5 April 2026
Beranda blog Halaman 38013

LIPI: Gaya Kepemimpinan Ahok Tidak Masuk Dalam Kategori Pemimpin

Jakarta, Aktual.co — Pengamat dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Firman Noor mengatakan bahwa tidak melihat gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masuk dalam salah satu kriteria seorang pemimpin.
“Dalam konteks kepemimpinan demokrasi, Gaya Ahok ini agak jarang,” kata Firman dalam acara Forum Aktual bertajuk “Kisruh APBD DKI: Siapa Siluman nya ?”, di Warung Komando, Sahardjo -Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (15/3).
Firman menjelaskan, ada tiga kriteria pemimpin dalam demokrasi. Pertama adalah soal kecerdasan.”founding father kita buktinya, menembus tahun 40 dengan ide-ide yang melebihi zamannya. Kecerdasan visi misi,” ungkap Firman.
Yang kedua sambung Firman, adalah populer atau disebut populisme. Dimana seorang pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat, tidak bisa dilepaskan oleh rakyat dimana dia dipilih.”Sementara Ahok ini hanya menggantikan. Dalam berbagai survei, kemenangan pilkada 2012 juga tidak terlalu signifikan,” cetusnya.
“Yang terakhir, adalah patuh pada aturan main. Disini Ahok harus paham dan patuh terhadap konstitusi,” tandasnya.
Dalam temuan pansus hak angket terkini, terbukti bahwa eksekutif (Pemprov) tidak mengirimkan RAPBD 2015 ke Kemendagri hasil pembahasan dengan DPRD, melainkan RAPBD yang menggunakan e-budgeting tanpa pernah dibahas dengan dewan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Optimalkan Pelayanan, BPJS Siantar Gandeng Lima Rumah Sakit

Jakarta, Aktual.co — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pematangsiantar, Sumatera Utara, bekerja sama dengan lima rumah sakit di daerah untuk melayani peserta yang berasal dari empat kabupaten/kota. Lima Rumah sakit tersebut, RSUD dr Djasamen Saragih, RS Horas Insani, RS Vita Insani, RS Tentara dan RS Harapan.

Peserta BPJS Kesehatan yang kena penyakit dan membutuhkan layanan lebih intensif, bisa berobat ke satu dari lima rumah sakit yang berdekatan dengan kediaman sehingga memudahkan pihak keluarganya untuk menjaga.

“Kami nilai ke lima rumah sakit swasta dan milik pemerintah itu mampu menampung dan melayani seluruh peserta kesehatan di wilayah kerja BPJS Kesehatan Pematangsiantar,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar, Rasinta Ria Ginting di Jakarta, Minggu (15/3).

Rasinta mengatakan, upaya ini untuk meningkatkan pelayanan kepada 648.709 peserta dari Pematangsiantar, Simalungun, Toba samosir dan Samosir.

Untuk memberikan informasi dan pelayanan maksimal kata Rasinta, BPJS Kesehatan Pematangsiantar membuka kantor layanan di kabupaten/kota wilayah kerja.

Wastini (83 tahun), warga Jalan WR Supratman, seorang peserta jaminan kesehatan nasional ini mengaku terbantu dengan keberadaan BPJS saat terkena penyakit.

“(Proses) Gampang dan cepat,” kata Wastini yang beberapa kali berobat ke klinik, dan belum pernah sampai ke rumah sakit.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bisnis Batubara Kalsel Lesu, Penumpang Pesawat Menurun

Jakarta, Aktual.co — Bisnis batubara di Kalimantan Selatan yang mulai lesu sejak pertengahan tahun 2014 menyebabkan penurunan jumlah penumpang di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

“Bisnis batubara lesu salah satu penyebab menurunnya penumpang,” ujar Manajer Personalia dan Umum PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Nurul Huda di Banjarbaru Minggu (15/3).

Ia mengatakan, penurunan jumlah penumpang mencapai 4,8 persen dan cukup jauh dari target pertumbuhan penumpang sepanjang 2014 yang diperkirakan mencapai 12 persen.

Disebutkan, pertumbuhan jumlah penumpang 2014 hanya 8 persen atau 3.703.443 orang terdiri dari 1.814.929 penumpang yang datang, 1.820.362 berangkat dan transit 68.152 orang.

Jumlah penumpang sejak Januari hingga Desember 2013 sebanyak 3.891.163 orang terdiri dari 1.918.031 penumpang datang, 1.930.666 orang berangkat dan 42.466 transit.

“Penurunan jumlah penumpang baik yang datang maupun berangkat sepanjang tahun 2014 sebanyak 187.720 orang atau mencapai 4,8 persen,” ungkapnya.

Menurut dia, penurunan juga terjadi pada jumlah penerbangan sebanyak 4,9 persen di mana pada 2013 ada 32.217 kali pesawat yang datang dan berangkat melalui bandara setempat.

Sedangkan sepanjang 2014, jumlah pesawat datang sebanyak 15.224 kali dan 15.237 pesawat berangkat serta 146 pesawat rute lokal sehingga total 30.607 penerbangan.

“Jumlah pesawat yang datang dan berangkat berkurang sebanyak 1.610 pesawat atau mengalami penurunan mencapai 4,9 persen jika dibanding tahun 2013,” ujarnya.

Dikatakan, selain akibat lesunya bisnis batubara, penurunan jumlah penumpang juga karena beberapa faktor diantaranya rute penerbangan milik beberapa maskapai ditutup. Selain itu, ada maskapai yang sudah mengurangi rute penerbangan sehingga cukup berpengaruh terhadap jumlah penumpang angkutan udara di bandara setempat.

“Penutupan dan pengurangan rute penerbangan memengaruhi jumlah penumpang karena mereka beralih ke moda transportasi lain bukan melalui bandara,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengamat CBA: APBD Versi Ahok Lebih Berpihak Pada PNS

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik anggaran Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan banyak keanehan dalam APBD Versi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tahaja Purnama (Ahok) yang telah dievaluasi Kementrian Dalam Negeri.
Dijelaskan Uchok bahwa APBD ditangan Ahok banyak mengalami penurunan yang sangat memprihatinkan dan sangat berpihak kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Misalnya belanja modal atau belanja pembangunan seperti infratruktur yang pada tahun 2014 sebesar Rp25,5 triliun atau 40,1 persen namun pada tahun 2015 APBD belanja modal mengalami penurunan 7,4 persen. Sedangkan biaya kesehatan mengalami 3,7 persen penurunan.
“Yang paling jengkel belanja makan minum sebesar 809 M kalau dibagi jumlah PNS se DKI, PNS dapet 10 Juta pertahun,” kata Uchok dalam acara Forum Aktual.co bertajuk “Kisruh APBD DKI: Siapa Siluman nya ?”, di Warung Komando, Sahardjo -Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (15/3).
Kemudian dijelaskan Uchok dalam APBD versi Ahok ada anggaran kematian untuk PNS sebesar 55 Miliar. Dari hal tersebut dijelaskan Uchok, Gubernur Ahok kalau diibaratkan orang yang akan membangun sebuah bangunan tentunya harus mengeluarkan biaya material. 
Namun sayangnya Ahok bukan memperbesar biaya material tersebut melainkan memperbesar pengeluaran untuk para tukang bangunannya.
“Dari total belanja, sampai puluhan juta itu lebih diutamakan TKD 10,8 Triliun, jadi ini agak jomplang, mau bangun rumah, Ahok ini tidak perduli. Ternyata ahok tidak membelli bahan material, tapi dia malah mempebesar gaji tukangnya. Jadi gak pembangunna itu? gak akan jadi pembangunan itu,” tutupnya

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat: Gaya Komunikasi Politik Ahok Anti Santun

Jakarta, Aktual.co — Peneliti pada Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Firman Noor menggambarkan gaya komunikasi politik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai bagian dari politik anti-santun.
“Awalnya kita kenal politik santun dengan anggapan sebagai penyerap aspirasi. Namun lama-kelamaan, gaya santun dipercaya akan luntur dan muncul gaya politik yang lebih mementingkan hasil ketimbang cara,” kata Firman dalam diskusi Aktual Forum bertajuk “kisruh APBD DKI: Siapa Siluman nya” di Warung Komando, Tebet, Minggu (15/3).
Meskipun dianggap sebagai suatu fenomena yang lumrah, namun tidak serta merta gaya komunikasi politik anti-santun ala Ahok bisa diterima oleh semua pihak, terutama masyarakat Jakarta.
Apalagi, komunikasi Ahok yang meledak-ledak seakan semua salah dan dia sendiri yang benar. “Kadang menyalahkan DPRD, kadang PNS-nya, nah dia ada diposisi mana,” ungkapnya bingung.
Sehingga dinilai perlu ada koreksi atas sikap dan gaya komunikasi Ahok agar kisruh APBD DKI Jakarta 2015 bisa segera selesai.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemerintah Indonesia Temukan 55 TKI Diduga Menjadi Korban TPPO

TPPO
Korban TPPO. Aktual/Tino

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia telah menemukan 55 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Uni Emirat Arab.
Tim terpadu yang dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri, Bareskrim Polri, BNP2TKI dan Kementerian Sosial telah melakukan investigasi mendalam dan mencari sejumlah bukti awal kegiatan TPPO.
“Dari 104 TKI di penampungan, berdasarkan penelusuran selama 4 hari ditemukan 55 orang yang terindikasi kuat sebagai korban perdagangan manusia menurut aturan nasional maupun konvensi internasional,” ujar Kasubdit Repatriasi dan Bantuan Sosial Kemlu Aji Surya, Minggu (15/3).
Menurut penyelidikian yang dilakukan sejak 9 Maret 2015, para korban mengaku ditipu sejak keberangkatan ke luar negeri dan telah mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari majikan.
“Ada diantara mereka yang buta huruf dan bahkan ditipu negara tujuannya. Untuk mengelabui petugas, mereka diajarkan melakukan perjalanan berliku dan menghindari bandara besar seperti Soekarno-Hatta,” kata Aji.
Para TKI ilegal tersebut berangkat ke UEA melalui bandara di Bandung, Batam, Singapura, Kuala Lumpur, Oman dan baru ke Uni Emirat Arab.
Berdasarkan penelusuran tim, korban TPPO merupakan para TKI yang mengalami masalah ketenagakerjaan seperti gaji yang tidak dibayarkan oleh majikan yang mempekerjakan.
Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi telah menampung mereka selama lebih dari 4 bulan. BNP2TKI juga akan meminta pertanggungjawaban para pengerah tenaga kerja terkait TPPO tersebut dan akan mengenakan sanksi tegas sesuai aturan.
Kuasa Usaha Ad-interim KBRI Abu Dhabi Wisnu Suryo Hutomo mengatakan Uni Emirat Arab selalu menjadi negara tujuan TKI ilegal dalam jumlah yang besar dengan bisnis yang diduga mencapai puluhan juta dolar.
Kendati Indonesia telah menghentikan izin TKI pembantu rumah tangga ke UEA sejak 2014, namun Kedubes RI meyakini terdapat puluhan ribu TKI ilegal yang berada di negara tersebut.
“Kegiatan ini harus dihentikan dari hulu dengan serius dan tegas bila ingin marwah bangsa tetap terjaga,” kata Wisnu.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain