6 April 2026
Beranda blog Halaman 38032

Sosialisasikan HET Baru, Hiswana Migas Sumut Panggil 1.900 Pangkalan

Medan, Aktual.co — Terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) Tabung Gas LPG 3 Kilogram yang telah ditandatangani oleh Gubernur Sumut awal Maret lalu. Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Sumatera Utara berencana akan memanggil seluruh pangkalan se-Sumut pada Rabu (18/3) mendatang.
Demikian diungkapkan Ketua Bidang LPG Hiswana Migas Sumut, M Darma kepada wartawan, Jumat (13/3).
“Ya, seluruh pangkalan yang terdata di kita akan kita panggil untuk sosialisasi HET LPG 3 kilogram ini,” ujar Darma.
Darma mengatakan, sosialisasi itu terkait HET LPG 3 kilogram yang terpantau di lapangan masih menggunakan harga lama yakni Rp13ribu.
Dikatakannya, untuk HET yang sudah ditetapkan yakni untuk tingkat pangkalan atau agen resmi sebesar Rp14ribu dan harga dari pangkalan ke masyarakat sebesar Rp16ribu.
“Setelah sosialisasi nanti, baru diterapkan HET yang baru. Makanya kita perlu sampaikan ke seluruh agen resmi kita. Harga ini akan berlaku untuk hampir 1.900 pangkalan kita yang ada di Sumut” katanya. (Damai)

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sejenak Nikmati Aroma Sop Ikan Batam

Jakarta, Aktual.co — Aliran air hujan membawa hanyut rumput-rumput kering berwarna merah di pinggir jalan Nagoya, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Suasana hujan deras seakan mengelabui cuaca Kota Nagoya yang biasanya bersuhu panas sekitar 32 derajat Celsius.
Sejenak tercium aroma memikat dan cukup menarik perhatian di tengah derasnya hujan pada pukul 11.30 WIB di area pertokoan Komplek Bumi Indah, Nagoya. Semakin mendekati aroma harum tersebut, semakin jelas terlihat suatu restoran kecil yang berbentuk ruko bertingkat satu dengan tulisan papan nama “Sop Ikan Istimewa”.
“Selamat datang,” kata salah satu wanita penjaga toko berwajah oriental, berkulit putih.
Aroma harum tersebut ternyata berasal dari kuliner khas Batam yang bernama Sop Ikan Batam. Sajian dari sop tersebut berbentuk seperti sayur bening, dengan beberapa potongan daging ikan yang lumayan besar kira-kira seukuran setengah telapak tangan orang dewasa per potong.
Menurut pemilik, rasa ikan terbaik akan keluar jika menggunakan ikan kerapu, alasan tersebut tidak diberi penjelasan lebih lanjut karena berkaitan dengan bumbu rahasia restoran mereka.
Daging ikan tersebut terlihat berwarna putih susu, dan yang membuat istimewa adalah tidak ada tulang ikan yang tertinggal di tiap potongnya, sehingga akan mudah dimakan tanpa harus khawatir menggigit tulang ikan.
Beberapa potongan sayuran menghiasi mangkuk sop ikan yang melengkapi sekitar lima potong daging ikan setiap mangkuknya. Sayuran tersebut adalah tiga potong sawi hijau berukuran sekitar 15 cm setiap helainya, dengan dikombinasikan tomat sayur berwarna hijau sudah dipotong rapi seukuran sendok makan tiap potong.
Cuaca yang sejuk karena hujan, membuat menyantap sop ikan hangat menjadi semakin nikmat. Ketika mencoba gigitan daging ikan, teksturnya berserat khas ikan laut, namun lembut, selembut potongan tape singkong yang sudah divermentasi.
Kuah terlihat berkilau karena terdapat sedikit minyak yang tidak bisa menyatu dengan air dan bening, hingga ujung sendok makan terlihat di dasar mangkuk.
Campuran bumbu rempah rahasia seakan membuat asin, asam, manis, pedas bercampur hangat menyatu di setiap suapnya.
Satu porsi Sop Ikan ini berharga Rp26 ribu. Aneka minuman jus bisa dipesan untuk menemani makan sop ikan yang segar, salah satu pelayan restoran menyarankan jus buah naga merah cocok diminum usai menyantap sop ikan.
Sop ikan ternyata memang menjadi salah satu wisata kuliner primadona di wilayah Batam, selain aneka jenis ‘sea food’ yang memang melimpah di kawasan tersebut.
Sederet ruko-ruko usaha rumah makan yang menjual makanan, sebagian besar mencantumkan menu sop ikan di papan daftar makanan yang berada di kaca-kaca depan rumah makan.
Salah satu pelayan berwajah oriental menjelaskan sop ikan akan ramai dipesan ketika jam makan siang dan makan malam di restoran tersebut, sebagian besar pembeli merupakan pekerja kantoran sekitar wilayah, wisatawan domestik dan mancanegara.
Tidak jauh dari lokasi komplek Bumi Indah, terdapat restoran mewah yang berada di pinggir pantai. Restoran tersebut bernama Harbour Bay Seafood terletak di komplek Harbour Bay, Batu Ampar, Batam.
Restoran ini banyak dikunjungi para wisatawan lokal dan asing karena posisinya yang terletak di bibir pantai. Terdapat tempat makan yang berada di luar ruangan menghadap tepat antara garis pantai dengan arah matahari terbenam, sehingga penikmat ‘sunset’ bisa memanfaatkan lokasi serta momentum senja matahari terbenam.
Tepat pukul 20.00 WIB pada saat itu, denting Yamaha Grand Piano hitam memainkan intro lagu “Always on My Mind” versi Michele Buble dari pianis lokal, suara penyanyi jazz wanita terlantun diiringi desiran angin pantai.
Salah satu menu andalan dari Harbour Bay tersaji di atas meja makan, menu tersebut adalah Lobster Harbour Bay. Makanan ini disajikan dengan bentuk seakan lobster dalam keadaan utuh. Kepala lobster yang sudah direbus dengan tepat disajikan secara utuh, kemudian cangkang lobster utuh membentuk punggungnya.
Di dalam cangkang terdapat daging lobster yang sudah teriris-iris tipis bercampur dengan buah-buahan potong dengan saus bumbu rahasianya.
Buah-buah tersebut menurut pelayan restoran bermanfaat untuk menetralisir kandungan kolesterol yang ada dalam lobster. Potongan buah tersebut terdiri dari semangka, melon, bengkoang dan nanas.
Tidak kalah rasanya dengan seafood, terdapat menu Tahu Harbour Bay yang sangat lembut dan empuk teksturenya.
Satu porsi tahu berisi enam potong, satu potongnya berukuran sebesar setengah kepalan tangan orang dewasa. Di atas tahu tersebut terdapat saus tiram yang sangat gurih.
Ketika tahu diiris, dalamnya terdapat saus yang bercampur dengan isi tahu berwarna putih kertas, lembek daging tahu bercampur dengan saus seperti mayones.
Rasa manis kecap, asam saus dan gurihnya bumbu rahasia membuat tahu ini terasa istimewa dengan sajian yang masih hangat.
Namun, untuk menikmati makanan tersebut perlu mengeluarkan uang lebih banyak karena harganya tergolong untuk ekonomi menengah ke atas, yaitu berkisar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu.
Tempat di daerah Harbour Bay memang dipersiapkan untuk memanjakan para pecinta kuliner dan para penikmat pemandangan alam laut yang indah dengan desiran angin semilir serta debur gelombang kecil karena berada di wilayah tanjung.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Belum Ada Kaitan Perampokan di Danamon dengan Terorisme

Jakarta, Aktual.co — Kepala Polres Palu AKBP Basya Radyananda menyatakan penyidik fokus pada tindak pidana perampokan Bank Danamon pada Jumat (13/3), dan belum mengaitkannya dengan jaringan teroris.
“Kita fokus dulu ke tindak pidana perampokan, jangan lari ke isu yang lain,” kata Basya di Palu, Sabtu (14/3).
Dia juga enggan mengomentari lebih lanjut ketika ditanya ada pesan khusus yang ditinggalkan oleh perampok bersenjata tersebut di bank.
Dalam perampokan tersebut polisi hanya menemukan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga kuat milik perampok yang berhasil menggasak uang Rp20 juta.
Polisi juga masih menyelidiki motif lain di balik pelaku perampokan yang hanya mengambil uang Rp20 juta, padahal uang yang ada di bank jumlahnya lebih dari itu.
Basya mengatakan polisi masih terus mengejar perampok yang tingginya sekitar 170 cm tersebut. Pengejaran itu dilakukan dengan melakukan razia dan penutupan akses ke luar Kota Palu.
Sebelumnya, Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Idham Azis mengatakan aksi gerombolan teroris pada umumnya mudah dideteksi berdasarkan waktu-waktu tertentu misalnya pada hari Jumat, bulan Ramadhan, akhir tahun, dan tanggal-tanggal tertentu.
Namun khusus perampokan bank di Palu belum bisa dikaitkan dengan aksi terorisme karena pelakunya belum tertangkap.
Polisi juga telah meminta rekaman kamera CCTV milik bank serta bertanya kepada beberapa pegawai untuk menyelidiki kasus itu lebih lanjut.
Aksi perampokan yang berlangsung kurang dari lima menit tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, polisi juga sulit mengenali wajah pelaku karena ditutup kaca helm berwarna gelap.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Aparat Amankan 30 Suporter PSIM Bawa Sajam

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Sektor Wates dan Kepolisian Resor Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sempat mengamankan 30 suporter PSIM Yogyakarta yang membawa senjata tajam.
“Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, mereka dilepaskan kembali. Petugas tidak memiliki alasan atau landasan hukum untuk menahan mereka,” kata Kapolres Kulon Progo AKBP Yuliantoro di Kulon Progo, Sabtu (14/3).
Ia mengatakan suporter PSIM yang sempat diamankan tersebut, awalnya mereka berhenti di depan SPBU Wates. Mereka menunggu teman-teman mereka yang ada di belakang.
Namun, saat petugas melakukan pemeriksaan, mereka membawa bambu, batu, dan pemukul dari besi. Tapi, mereka membuang benda-benda itu ke jalan.
“Mereka sempat kami bawa ke Mapolres Kulon Progo untuk dimintai keterangan. Mereka tidak ada yang mengaku memiliki senjata. Akhirnya mereka kami lepas,” kata dia.
Untuk mengantisipasi bentrok antara warga dengan suporter PSIM, kata Yuliantoro, suporter yang melewati wilayah Kulon Progo dikumpulkan di Mapolres Kulon Progo, kemudian dikawal melalui Pengasih-Galur-Srandakan-Bantul-Kota Yogyakarta.
Sesampai di Jembatan Srandakan, suporter PSIM dikawal petugas Polres Bantul, kemudian diarahkan ke Kota Yogyakarta.
“Mereka kami arahkan lewat selatan. Berdasarkan koordinasi dengan Polres Sleman, warga Kecamatan Gamping masih berjaga-jaga di Jalan Yogyakarta-Purworejo,” katanya.
Sebelumnya, PSIM Yogyakarta melakukan pertandingan persahabatan dengab PPSN Magelang. Saat akan kembali ke Kota Yogyakarta, suporter PSIM dihadang suporter PSS Sleman. Untuk menghindari tawuran, koordinator suporter memutuskan mengajak rombongannya mengambil jalur aman pulang melewati Purworejo, kemudian bergerak ke wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Penangkapan terhadap 30 orang yang semuanya mengendarai sepeda motor tersebut, bermula saat petugas Polsek Wates yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Munarso curiga melihat sejumlah orang mengambil batu dari pinggir jalan.
“Selain itu, kami juga melihat adanya kilatan benda dari pinggang mereka, sehingga begitu kami geledah, ternyata clurit,” kata AKP Munarso.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kejaksaan Kantongi Calon Tersangka Korupsi Pemkot Solok

Jakarta, Aktual.co — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat (Sumbar), Sugiyono, mengungkapkan jika pihaknya telah mengantongi nama calon tersangka dalam dugaan korupsi di tubuh Pemerintahan Kota (Pemkot) Solok 2008, yang sedang korps Adhiyaksa itu.
Dugaan korupsi itu adalah perjalanan dinas luar daerah fiktif, biaya rumah tangga kepala daerah, dan honor pengelolaan dan pengendalian keuangan daerah tahun anggaran 2008, katanya di Padang, Sabtu (14/3).
Ia menambahkan, telah mengantongi calon tersangka dalam kasus itu, hanya saja akan dipublikasikan setelah penetapan nanti.
Hal itu, ujarnya, dikarenakan masih terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan dalam proses penyidikan.
“Saat ini masih ada yang perlu dilengkapi, tapi kami akan berupaya cepat dan maksimal, hingga kasus dituntaskan,” katanya.
Ia mengungkapkan hingga saat ini tim penyidik pidana khusus Kejati telah memeriksa sebanyak 14 saksi yang dinilai mengetahui perjalanan kasus.
Di antara para saksi tersebut salah satunya adalah Bupati Solok Syamsu Rahim, yang diperiksa selama tujuh jam dengan 15 pertanyaan pokok, di Kantor Kejati Sumbar, Jalan Raden Saleh, pada 15 Januari 2015.
Ia diperiksa sebagai saksi karena pada saat kasus terjadi 2008, menjabat sebagai Wali Kota Solok.
“Saya diperiksa sebagai saksi,” katanya ketika diwawancarai usai pemeriksaan.
Selain Syamsu Rahim, Wali Kota Solok Irzal Ilyas juga telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama pada 10 Februari 2015, dengan 15 pertanyaan pokok. Ia pada 2008 menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solok.
Beberapa nama saksi lainnya adalah Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) Kota Solok, Kepala Bagian Rumah Tangga, Bendahara Penyelenggara dan Kepala DPKA Kota Solok yang masih aktif.
Tiga kasus itu adalah kasus dugaan korupsi perjalanan dinas luar fiktif yang dilakukan Pemerintahan Kota Solok pada 2008 dengan kerugaian keuangan negara sekitar Rp787 Juta.
Ia menjelaskan tim penyidik yang memproses kasus itu beranggotakan lima orang, diketuai Jaksa Idial.
Ia juga menegaskan jika pihaknya pada 2015 akan meningkatkan kinerja dalam dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi di daerah itu.
“Kami terus meningkatkan kinerja sesuai dengan komitmen untuk meningkatkan pemberantasan korupsi di daerah Sumbar. Beberapa kasus lama telah kami limpahkan ke pengadilan, salah satunya adalah kasus Mantan Bupati Dharmasraya Marlon Martua,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

YLK Temukan Sejumlah Mainan Tak Ber-SNI

Jakarta, Aktual.co — Yayasan Lembaga Konsumen Sumatera Selatan masih menemukan sejumlah mainan anak-anak yang tidak berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) di toko mainan di pasar modern dan tradisional.
“Saat ini masih banyak beredar di pasaran mainan anak-anak tidak dilengkapi label SNI, padahal sesuai dengan ketentuan pemerintah per 30 April 2014 seluruh produk mainan yang beredar di negara ini wajib mencantumkan SNI,” kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumatera Selatan Hibzon Firdaus di Palembang, Sabtu (14/3).
Menurut dia, melihat kondisi tersebut, pihaknya mengharapkan kepada petugas Dinas Perdagangan dan aparat berwenang untuk melakukan tindakan penertiban produk mainan anak-anak yang beredar tanpa memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
“Penerapan SNI terhadap produk mainan penting dilakukan dan seharusnya sudah sejak lama dilakukan karena dapat melindungi anak-anak Indonesia dari produk yang bisa membahayakan jiwa dan kesehatan,” ujarnya.
Produk mainan, terutama dari luar negeri, yang beredar selama ini, kata dia, banyak yang tidak sesuai dengan anak-anak Indonesia dan mengandung bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan.
“Banyak hasil penelitian yang membuktikan bahan baku untuk membuat mainan anak-anak terbuat dari bahan yang mengandung zat kimia dan zat lainnya yang kurang baik bagi kesehatan anak,” ujar Hibzon.
Kebijakan penerapan label SNI tersebut harus diterapkan dengan baik dan perlu dikawal oleh semua lapisan masyarakat sehingga benar-benar dapat dilaksanakan di lapangan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Untuk mengawal kebijakan itu agar bisa dilaksanakan oleh petugas dan instansi berwenang, tim YLK Sumsel siap melakukan pengawasan di lapangan dan bekerja sama melakukan penertiban.
Selain produk mainan anak-anak, berdasarkan pengamatan di lapangan, hingga kini masih banyak produk barang rumah tangga dan makanan yang beredar di pasaran tanpa label SNI.
Untuk mencegah aneka produk yang tidak memenuhi SNI itu, pihaknya mengimbau pengusaha yang melakukan perdagangan produk tersebut agar tidak menjual barang yang tidak memenuhi ketentuan perdagangan di negara ini.
Selain itu, kata Hibzon, berupaya mengajak aparat kepolisian dan instansi terkait aktif turun ke pasar tradisional dan pertokoan modern untuk menertibkan peredaran produk yang tidak memenuhi SNI dan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku pengedar dan pemasok barang yang tidak sesuai dengan ketentuan itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain