Jakarta, Aktual.co — Pejabat tinggi Amerika Serikat, memperingatkan bahwa ketegangan di antara sekutu lama AS dengan Israel saat ini, dapat bertahan hingga akhir pemerintahan Presiden Barack Obama pada 2016.
“Ada saat kesepakatan berarti dan kemudian ada saat perselisihan,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken kepada stasiun radio Prancis Europe 1, Rabu (4/3).
“Itu hakikat sesuatu dan saya membayangkan bahwa itu akan berlangsung hingga dua tahun terakhir pemerintahan Obama,” tambah Blinken, yang berbicara dalam bahasa Prancis.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu siap ke Capitol Hill, untuk putaran lain pertarungan kian panas dengan Gedung Putih atas rencana nuklir Iran.
Presiden Obama mengecam perdana menteri Israel itu, dengan menunjuk serangan Netanyahu pada kesepakatan sementara Amerika Serikat-Iran, yang membuka jalan bagi pembicaraan pada pekan ini di Swiss.
Blinken menekankan bahwa Obama menghabiskan lebih banyak waktu berbicara dengan Netanyahu daripada pemimpin lain di dunia, tapi memperingatkan bahwa pidato perdana menteri Israel itu dapat berdampak sedikit buruk pada hubungan.
“Itu tidak menciptakan kepercayaan,” kata diplomat tersebut, yang menekankan bahwa bagaimana pun “tekad Amerika Serikat terhadap keamanan Israel tidak akan berubah”.
Hampir separuh dari orang Amerika berpendapat Ketua Parlemen Amerika Serikat John Boehner tidak boleh mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk berpidato di Kongres tanpa berembuk dengan Gedung Putih, kata hasil jajak pendapat di negara adidaya itu.
Sejumlah 48 persen petanggap berpendapat keputusan Boehner mengundang Netanyahu tanpa memberitahu Presiden Barack Obama tidak tepat, sementara 30 persen mengatakan Partai Republik mesti melakukan itu dan 22 persen menyatakan tidak mengetahui secara pasti untuk menjawab, kata jajak pendapat NBC News/Wall Street Journal tersebut.
Jajak pendapat tersebut menanyai 800 orang terdaftar sejak 25 hingga 28 Februari, dengan peluang kesalahan 3,5 persen.
Hasil jajak pendapat tersebut disiarkan di tengah peningkatan ketegangan pemimpin Israel itu dengan Presiden Obama.
Gedung Putih menyatakan Obama takkan bertemu dengan Netanyahu, yang berkunjung ke Washington DC, dengan alasan kunjungan tersebut dilakukan terlalu dekat dengan waktu pemilihan umum di Israel.
Artikel ini ditulis oleh: