14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38037

Isu Reshuffle Kabinet, Presiden Harus Miliki Strategi Implementasi Konkrit

Jakarta, Aktual.co — Reshuffle kabinet tak sesederhana yang dipikirkan, karena menteri bekerja atas dasar arahan dan skala prioritas dari presiden.
“Intinya presiden (Jokowi) dulu kampanye memiliki program yang dijanjikan dan dilaksanakan kepada publik. Tinggal presiden memiliki strategi implementasi yang konkrit, menteri tinggal jalankan,” kata Pengamat Politik, Budi Setiono, Selasa (3/3).
Jokowi diminta untuk tak berpolemik pada masalah yang timbul belakangan ini seperti konflik KPK-Polri dan persoalan yang membebani masyarakat seperti kenaikan harga beras, gas elpiji, dan kenaikan harga BBM.
“Kemudian terjebak aktifitas yang sifatnya popularitas terus menerus. Blusukan penting tapi ngga setiap hari atau sepedaan setiap minggu,” ujar Budi.
Presiden harus kerja keras dengan konsep bagus, terukur, dan strategi implementasi. Menteri harus bekerja dengan platform itu dan kalau tak bekerja sesuai platform harus direshufle. Presiden harus mengubah mindset kepemimpinannya.

Artikel ini ditulis oleh:

KJRI di Sydney Dijaga Polisi Pasca Pelemparan Balon Berisi Cairan

Jakarta, Aktual.co — Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney, Australia, berada dalam pengawasan dan penjagaan polisi setempat, setelah mengalami insiden pelemparan balon berisi cairan merah oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya.

“Saat ini kantor KJRI terus berada dalam pengawasan dan penjagaan polisi,” kata Konsul Jenderal RI di Sydney, Yayan GH Mulyana dalam pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (3/3) malam.

Menurut Yayan, berdasarkan hasil pemeriksaan pada CCTV kantor KJRI di Sydney, diketahui bahwa aksi pelemparan balon dilakukan pada pukul 22.27 (waktu setempat) Senin (2/3) malam, dan pelakunya diindikasikan berjenis kelamin perempuan.

Aksi pelemparan balon oleh sosok yang belum teridentifikasi itu terekam di CCTV berlangsung selama lima menit.

Yayan menyebutkan, pihak KJRI Sydney pertama kali melihat benda berupa balon sebanyak delapan sampai 10 buah pada pukul 05.40 (waktu setempat) Selasa (3/3).

“Salah satu balon yang pecah mengeluarkan cairan berwarna merah. Bercak cairan merah itu menyerupai darah dan tercecer pada gerbang masuk kantor,” ujar dia.

Selanjutnya, dia mengatakan pihak KJRI menghubungi Kantor Kepolisian Australia pada pukul 06.05 pagi, dan 10 menit kemudian polisi tiba dan langsung membuat garis polisi.

“Satu anggota ‘Forensic Service Group’ tiba di KJRI pada jam 08.15 dan langsung melakukan pemeriksaan TKP (tempat kejadian perkara),” kata dia.

Menurut dia, pihak kepolisian Australia telah mengambil foto lokasi kejadian, sampel cairan, dan sidik jari pada gerbang kantor KJRI di Sydney.

Namun, sampai sekarang masih belum ada informasi mengenai kandungan zat dalam cairan merah yang berasal dari balon-balon yang dilemparkan itu.

Walaupun demikian, Yayan menilai insiden pelemparan balon ke kantor KJRI Sydney itu lebih sebagai suatu gangguan dan bukanlah teror.

“Untuk pernyataan resmi sudah disampaikan Kementerian Luar Negeri RI. Namun, terkait kejadian ini mungkin lebih tepat dikatakan sebagai gangguan bukan teror,” tutur dia.

“Kami terus melakukan konsolidasi dengan seluruh staf untuk tetap hati-hati, waspada dan saling menjaga seraya tetap melaksanakan tugas keseharian, termasuk pelayanan keimigrasian, tugas kekonsuleran dan kemasyarakatan,” lanjut Yayan.

Selain itu, pihak KJRI Sydney juga telah menyampaikan imbauan kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI) di wilayah kerja New South Wales, Brisbane dan South Australia untuk tetap tenang dan terus berhati-hati.

“Kami mengimbau masyarakat Indonesia di Australia untuk saling menjaga dan berkoordinasi sambil tetap melaksanakan kegiatan rutinnya masing-masing,” kata Yayan.

Insiden pelemparan balon berisi cairan merah ke KJRI di Sydney itu diduga terkait dengan pelaksanaan hukuman mati terhadap dua warga Australia dalam waktu dekat ini.

Kedua warga Australia itu adalah Myuran Sukumaran dan Andrew Chan yang merupakan anggota Bali Nine, yaitu kelompok 9 orang penyelundup dan pengedar narkoba skala besar yang ditangkap di Bali.

Permohonan grasi keduanya telah ditolak oleh Presiden Joko Widodo pada akhir Desember 2014 dan awal Januari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Disesalkan, ‘Jokowi Efek’ Tak Sesuai Harapan

Jakarta, Aktual.co — Kebijakan dan tindakan politik pemerintahan Jokowi-JK jauh dari apa yang dijanjikan pada masa kampanye pilpres 2014 lalu.
“Jokowi efek kita sesalkan. Idealnya kalau apa yang dijanjikan Jokowi pada masa kampanye bisa direalisir saya kira pengaruh positif dari Jokowi efek bisa kita harapkan. Tetapi, kebijakan dan tindakan politik pemerintah jauh dari apa yang dijanjikan,” kata Pengamat Politik, Budi Setiono, Selasa (3/3).
Penyesalan berawal dari pemilihan menteri dalam ‘kabinet kerja’ yang tak sesuai aspek profesionalitas, dan lebih kepada bagi-bagi kekuasaan antar anggota (partai) koalisi.
“Kenyataannya kabinet sebagian besar menteri tidak memiliki ‘background’ yang sesuai untuk mengemban jabatan di posisinya masing-masing,” kata Budi.
Tak hanya itu, naiknya harga beras, gas elpiji, dan terbaru kenaikan harga BBM jenis premium, menambah kekecewaan. Kondisi buruk di lingkup ekonomi ini memberikan dampak pada lingkup kegiatan politik.
“Yang terjadi saat ini terjadi turbulensi harga dan nilai tukar rupiah tertinggi dalam lima tahun terakhir, sehingga mengharuskan adanya langkah konkrit dari legislatif dan eksekutif. Kalau tidak, bisa terjadi revolusi rakyat” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Terpidana Mati Asal Nigeria Ikut Dipindahkan ke Nusakambangan

Jakarta, Aktual.co — Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun, Jawa Timur, mengaku akan segera memindahkan terpidana mati kasus narkoba, Raheem Agbaje Salami, ke Lapas Nusakambangan untuk menjalani proses eksekusi.
Kepala Lapas Kelas 1 Madiun, Anas Saepul Anwar, mengatakan pihaknya sudah menerima surat izin yang diterbitkan Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.
Menurut dia, meski surat izin pemindahan sudah diterima, pihaknya belum mengetahui jadwal pemindahan Raheem dari Lapas Madiun ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
“Karena belum tahu jadwalnya, ya kami harus siaga selama 24 jam terus. Kapanpun ada perintah pelaksanaan, maka langsung dipindahkan,” terang Anas.
Dia mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan guna pelaksanaan pemindahan tersebut. “Koordinasi terus dilakukan. Baik dengan Polres Madiun Kota, Polda Jatim, Kejaksaan, dan Kanwil Jatim.”
Terkait kondisi Raheem saat ini, Anas menyatakan, pria asal Nigeria tersebut dalam kondisi sehat. Jelang pelaksanaan eksekusinya, perilaku Raheem baik secara psikologi dan fisiknya tergolong tenang dan terkontrol.
Pelaksana Harian Bidang Pelayanan dan Pembinaan Narapidana Lapas Kelas I Madiun Romi Novetrion mengatakan, untuk kesehariannya, Raheem selalu mendapat bimbingan dari pendamping rohaniwannya.
“Tiap hari dia ke gereja untuk mendapat bimbingan rohani dari pendeta. Dari dulu dia aktif di gereja, sejak ada kabar grasinya ditolak dan akan dieksekusi, dia semakin rajin ke gereja,” kata Romi.
Seperti diketahui, Raheem Agbaje Salami ditangkap di Bandara Juanda pada 1997 karena kedapatan membawa 5,2 Kilogram heroin. Pria asal negara Negeria, itu diproses hukum dan langsung divonis hukuman mati.
Setelah putusan berkekuatan hukum tetap, dia mengajukan grasi pada 11 September 2008. Jawaban grasi tersebut baru turun tujuh tahun kemudian yang isinya ditolak. Sejak tahun 2007, Raheem menempati Lapas Kelas 1 Madiun setelah dipindah dari Lapas Porong, Sidoarjo. Kini dia sedang menanti pelaksanaan eksekusi bersama terpidana mati kasus narkoba lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Arema Lebarkan Sayap Kerjasama Internasional

Malang, Aktual.co — Arema Cronus saat ini sedang merombak struktur organisasi manajemen tim, guna melebarkan sayap kerjasama di dunia internasional.

CEO Arema Cronus, Iwan Budianto, mengatakan, pihaknya sengaja membentuk struktur baru divisi internasional agar pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) mendatang, ada kerjasama yang bagus dalam menopang tim.

“Arema saat ini memiliki tujuh manajer pada musim tahun ini, manajer membawahi manajer tim, event, keuangan, media, bisnis, legal dan internasional,” kata Iwan di Malang, Jawa Timur, Selasa (3/3).

Ia menambahkan, pada 2015 ini, berharap cakupan Arema Cronus makin luas, sehingga kerjasama dengan tim luar negeri mampu mendongkrak prestasi Arema Cronus hingga sampai internasional.

“Semoga ini bisa memberikan dampak bagus bagi perkembangan tim mendatang,” kata dia.

Sementara itu, Yusrinal Fitriandi, manajer bisnis dan marketing, Arema Cronus berambisi menggenjot pemasukan Arema lebih baik dari sebelumnya. Menurutnya, akan ada korelasi kenaikan segi bisnis Arema Cronus dengan kerjasama internasional.

“Tahun ini saya sudah menyusun konsep terkait program kerja, divisi bisnis intinya ada profit bagi Arema Cronus,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tower Bersama Catat Pendapatan Rp3,307 Triliun

Jakarta, Aktual.co — PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,307 triliun atau meningkat sekitar 22,9 persen untuk periode satu tahun yang berakhir pada 31 Desember 2014 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp2,690 triliun.

Meningkatnya pendapatan perseroan itu berdampak pada laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik sebesar 4,28 persen menjadi Rp1,301 triliun pada 2014 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp1,247 triliun.

“Di tahun 2014, kami berhasil menambahkan 1.959 menara telekomunikasi secara organik ke dalam portofolio kami. Kami terus mendapatkan dukungan dari para kreditur seperti bank dan pemegang obligasi sehingga menumbuhkan kinerja dan bisnis kami,” ujar Chief Executive Officer (CEO) TBIG Hardi Wijaya Liong dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (4/3).

Ia mengemukakan bahwa per 31 Desember 2014, TBIG memiliki 19.076 penyewaan dan 11.820 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik perseroan terdiri dari 10.825 menara telekomunikasi, 941 “shelter-only”, dan 54 jaringan DAS.

Dipaparkan juga, per 31 Desember 2014, total pinjaman (debt) perseroan, jika bagian pinjaman dalam dolar AS yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp14,835 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp11,522 triliun.

“Dengan saldo kas yang mencapai Rp901 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp13,934 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) perseroan menjadi Rp10,621 triliun,” katanya.

Menurut dia, rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA triwulan keempat yang disetahunkan sebesar 3,69 kali, dan rasio pinjaman bersih (net debt) terhadap EBITDA triwulan keempat yang disetahunkan adalah 4,84 kali, maka TBIG masih mempunyai ruang untuk pendanaan lebih lanjut berdasarkan rasio yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman perseroan serta obligasi bedenominasi dolar AS dan rupiah.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain