13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38044

Antisipasi Masalah Hukum, Masyarakat Diminta Ikut Awasi Dana Desa

Jakarta, Aktual.co — Anggota Fraksi Partai Golkar Misbakhun meminta masyarakat ikut mengawasi penggunaan dana desa yang akan turun pada April 2015 agar tepat sasaran.
“Saya menilai apabila tidak ada pengelolaan yang benar di desa, nanti kepala desa banyak yang masuk penjara,” kata Misbakhun, di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa.
Dia menjelaskan, dalam sebuah negara ada sistem pengeluaran, pengelolaan dan pengawasan dalam keuangan. Hal itu juga harus diterapkan dalam pengelolaan dana desa yang nilainya sekitar Rp20 triliun per tahun.
“Keuangan dipegang kades sementara jatahnya harus sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Dana desa yang sudah dialokasikan APBN harus sampai kepada masyarakat. Hal itu untuk mencegah agar masyarakat tidak terpinggirkan dari proses pembangunan.
“Saya di Komisi XI DPR RI memperjuangkan dana desa ini agar digunakan secara maksimal untuk pembangunan masyarakat,” katanya.
Masyarakat jangan sampai merasa terpinggirkan dari proses pembangunan agar tidak menimbulkan penyakit sosial seperti begal motor. Hal itu terjadi karena masyarakat merasa tidak bisa menikmati pembangunan.

Artikel ini ditulis oleh:

FITRA: Anggaran Siluman Itu ‘Permainan’ Eksekutif dan Legislatif

Jakarta, Aktual.co —Permainan anggaran yang diistilahkan sebagai anggaran  ‘siluman’ oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bukan cuma melibatkan oknum DPRD DKI saja. Tapi juga dari pihak Pemprov DKI.
“Ini permainan antara oknum DPRD dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemprov DKI itu sendiri,” kata Koordinator advokasi dan investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung Widadi, di Jakarta, Selasa (3/3).
Ipung menduga, kisruh APBD DKI antara eksekutif dan legislatif yang bergulir jadi tudingan adanya anggaran siluman terjadi lantaran ada ‘proyek-proyek’ yang dihambat. Sehingga timbul perlawanan terhadap Ahok yang memaksa gunakan e-budgeting untuk ‘menyaring’ anggaran. 
Tak jauh-jauh, Ipung juga menduga pengguliran hak angket DPRD DKI dimotori aktor-aktor lama. “Yang diduga ikut dalam (pengadaan) UPS (Uninterruptible Power Supply),” kata dia.
Demi membongkar siapa-siapa saja oknum di Pemprov DKI dan DPRD DKI yang jadi ‘pemain’ anggaran, FITRA pun mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera memproses laporan Ahok. “KPK harus segera menangkap begal anggaran pengadaan UPS yang merugikan negara pada tahun 2014 dan 2015 senilai triliunan rupiah.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Marwan: BUMDes Dapat Kelola Air Bersih

Jakarta, Aktual.co — Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa mengelola air bersih pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan Undang-Undang 7/2004 tentang Sumber Daya Air.

“Desa memiliki banyak potensi sumber daya alam, seperti sumber daya air, yang dapat didayagunakan secara maksimal untuk menggerakkan ekonomi desa, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat,” ujar Marwan di Jakarta, Selasa (3/3).

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang 6/2014 tentang Desa, Pasal 78 bahwa pemanfaatan sumber daya alam merupakan salah satu aspek utama dalam mencapai tujuan pembangunan desa yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan.

Namun dalam praktiknya selama ini, pengelolaan sumber daya alam yang ada di desa sering kali dilakukan tanpa memperhatikan hak dan kepentingan masyarakat setempat.

“Akibatnya, timbul berbagai kerusakan lingkungan, kearifan lokal terabaikan dan kepentingan masyarakat desa terpinggirkan.

Dampaknya adalah pembangunan desa tidak berjalan baik dan masyarakat desa tetap berada dalam lingkaran kemiskinan,” tambah dia.

Oleh karena itu, Menteri Marwan mendorong desa agar ikut mengelola sumber daya air yang ada di wilayahnya untuk keperluan pelayanan sosial maupun kegiatan usaha komersial.

“Desa tidak boleh lagi jadi penonton saja, tapi harus terjun langsung dalam pemanfaatan sumber daya air yang ada di desa. Baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat maupun dikelola sebagai suatu usaha yang bisa memberikan pemasukan bagi kas desa,” kata dia.

Menurut Marwan, pemanfaatan sumber daya air oleh desa paling tepat adalah melalui BUMDes.

“Melalui BUMDes, sumber daya air dapat dikelola dengan baik. Sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat terhadap air bersih. Untuk minum, masak, mandi, mencuci, dan sebagainya. Semuanya diatur dan didistribusikan secara murah, adil dan merata.” Setelah mencukupi kebutuhan pokok warga desa, BUMDes dapat memanfaatkan persediaan air bersih yang ada untuk dijadikan komoditas bisnis bagi keperluan industri yang ada di desa maupun di desa-desa lainnya.

Bahkan juga bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan warga desa lainnya yang kekurangan air bersih.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bangun Pabrik Beton, Brantas Abipraya Terbitkan Obligasi Rp300 Miliar

Jakarta, Aktual.co —   Perseroan Terbatas Brantas Abipraya akan menerbitkan surat utang atau obligasi senilai Rp300 miliar untuk pembangunan pabrik beton pracetak dan pendanaan kembali (refinancing).

“Tidak dipungkiri bahwa peranan sektor konstruksi masih menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang sektor konstruksi, perseroan akan diuntungkan,” ujar Direktur Utama Brantas Abipraya Bambang E. Marsono di Jakarta, Selasa (3/3).

Total nilai pasar konstruksi nasional tahun 2015 diperkirakan naik menjadi Rp450 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp360 triliun.

Sementara itu, total indikasi pengembangan infrastruktur menurut Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) mencapai Rp1.786 triliun.

Salah satu bentuk dukungan konstruksi nasional, lanjut dia, pihaknya akan mengalokasikan dana dari hasil penerbitan obligasi itu untuk tambahan setoran modal kepada entitas anak perseroan sebesar 50 persen, investasi pembangunan pembangunan pabrik beton pracetak sebesar 33 persen, dan sisanya 16,67 persen untuk refinancing.

Ia menambahkan bahwa kupon bunga obligasi yang ditawarkan BUMN konstruksi itu di kisaran 10,75–12 persen. Obligasi itu diterbitkan tanpa warkat berjangka waktu tiga tahun dengan jaminan berupa piutang performing, baik yang sudah ada maupun yang akan timbul di kemudian hari yang berasal dari proyek-proyek yang telah dilaksanakan perseroan sebesar 100 persen dari jumlah pokok obligasi yang terutang.

“Proyek-proyek pemerintah telah mendominasi kontrak-kontak yang diperoleh perseroan, total dari nilai proyek perseroan sekitar 75 persen dari pemerintah. Dengan demikian, perseroan akan terjamin dalam hal pembayarannya,” kata Bambang.

Ia menyebutkan nilai kontrak hingga September 2014 mencapai Rp1,553 triliun. Porsi pemerintah sebesar Rp1,356 triliun dan swasta Rp197 miliar.

Pendapatan perseroan dari pekerjaan umum sebesar Rp932 miliar dari kementerian lain-lain Rp200 miliar, pemda I dan II sebesar Rp217 miliar, BUMN Rp148 miliar, dan swasta Rp138 miliar.

Sementara itu, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi, yakni PT Bahana Securities. Masa penawaran awal atau “book building” rencananya bakal dilakukan pada tanggal 3–16 Maret 2015 dengan masa penawaran umum 27–30 Maret 2015, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada tanggal 6 April 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BEI Optimis Capai Target 32 Perusahaan IPO

Jakarta, Aktual.co — Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini bahwa target pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) sebanyak 32 perusahaan pada tahun 2015 akan tercapai.

“Pada semester I tahun ini, diperkirakan setengahnya dari target IPO BEI akan terlaksana menyusul kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen di Jakarta, Selasa (3/3).

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi akan memicu perusahaan melakukan ekspansi dan membutuhkan modal. Dalam “pipeline” BEI, setidaknya terdapat sekitar 10 perusahaan yang merencanakan untuk melepas sahamnya ke publik melalui mekanisme IPO.

“Masih ada beberapa lagi yang menyatakan minatnya untuk IPO, namun belum menyampaikan secara resmi ke pihak Bursa,” ucapnya.

Namun, Hoesen belum mengungkapkan secara rinci perusahaan yang merencanakan IPO.

Dikatakannya, perusahaan-perusahaan itu di antaranya bergerak di bidang konsumer, properti, ritel, manufaktur, pertambangan, media, dan telekomunikasi. Selain itu ada juga perusahaan yang merencanakan untuk mencatatkan kembali (relisting) sahamnya.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat dokumen resminya sudah diterima BEI,” katanya.

Sebelumnya, Hoesen juga mengatakan bahwa dalam rangka mendukung target IPO, BEI sedang mengkaji peraturan baru untuk memudahkan perusahaan sektor minyak dan gas melakukan IPO meski belum memulai tahapan operasi produksi.

“Kita sedang berencana untuk menerbitkan peraturan baru yakni I-A.2 untuk industri migas, peraturan itu sedang dibahas dengan beberapa pihak yang berkompeten di bidang migas,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa peraturan untuk IPO perusahaan migas itu merupakan pengembangan dari Peraturan Nomor I-A.1 tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara yang efektif pada 1 November 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polisi Bekuk Pembantai Satu Keluarga

Surabaya, Aktual.co — Setelah seminggu menjadi  buron, polisi akhirnya berhasil menangkap salah satu pelaku pembunuhan pada keluarga tukang permak jeans di Jemur Sari Surabaya.
Pelaku adalah tetangga sendiri, bernama Aziz Harianto (37) warga Desa Pesisir, Sumberasih, Probolinggo. Aziz ditagkap di Banyuwangi. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija, mengatakan, sebelumnya  Aziz bersama dua karyawannya melakukan penganiayaan terhadap keluarga  Timbul (58) warga Jemur Wonosari, Gang Lebar, Surabaya.
Dari pengeroyokan tersebut, Timbul tewas akibat senjata tajam. Sementara dua anak Timbul, terluka parah dan patah tulang.
Dari penangkapan Aziz,  polisi mengamankan barang bukti dua bilah celurit, lima potong kayu, pakaian korban, dan sepeda motor Yamaha Vega N 2508 QF.
“Jadi motifnya karena sakit hati.” Ujar Kombes Pol Setija, Selasa (3/3).
Sakit hati itu, lanjut Setija, disebabkan  kontrakan tempat usaha Aziz  menjahit tidak diperpanjang oleh korban.
Korban justru mengontrakan kepada orang lain sehingga membuat pelaku merasa kesal dan merencankan penganiayaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain