12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38059

NasDem: Jalan Terbaik, Kasus BG Dilimpahkan ke Kejagung

Jakarta, Aktual.co — Pelimpahan berkas perkara Komjen Pol Budi Gunawan kepada pihak Kejaksaan Agung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terus menuai pro kontra.
Anggota Komisi III DPR RI, Patrice Rio Capella berpandangan bahwa langkah yang ditempuh oleh KPK agar kasus Budi Gunawan dapat tetap berjalan, meski putusan Pengadilan Negeri Jakarta telah menggugurkan statusnya selaku tersangka.
“Ini adalah jalan keluar, agar kasus BG tetap bisa berjalan, karena KPK dikalahkan dalam proses praperadiln yang diajukan BG,” kata Rio kepada wartawan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (3/3).
“Tentu kita berharap agar kejaksaan melakukan proses penyidikan yang sebenar-benarnya, termasuk menguji alat bukti yang dimiliki KPK, apakah benar atau tidak,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ketika ditanyakan adanya tudingan sejumlah pihak yang mengatakan bahwa pelimpahan itu bentuk upaya pelemahan institusi anti rasuah itu?. Sekjen Partai Nasdem itu menilai bahwa tidak ada upaya untuk itu.
“Saya rasa bukan itu maksudnya, karena masalahnya proses praperadilan BG itu mengurai semua apa yang ditersangkakan padanya. Oleh karena itu sebagai jalan keluar adalah disidik oleh kejaksaan, dan kejaksaan hrus mendapatkan alat bukti yang kuat, karena kalau pakai alat bukti KPK yang kemarin sudah dipatahkan dalam putusan hakim Sarpin,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pengamat: Di Bawah Komando Zulhas, PAN akan Melunak Terhadap KIH

Jakarta, Aktual.co — Partai Amanah Nasional di bawah komando Zulkifli Hasan sikapnya akan melunak terhadap Koalisi Indonesia Hebat. Demikian disampaikan Ubedillah Badrun kepada Aktual.co, Selasa (3/3).
“Saya melihat sikap garang PAN terhadap KIH akan melunak dengan sendirinya di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan,” ucapnya.
Ubedillah juga menyatakan sikap PAN tak lebih dari Partai Demokrat, meski Ketua Umum PAN terpilih Zulkifli Hasan menyatakan tetap di luar pemerintahan.
Kalau, tambah dia, Soetrisno Bachir sebagai Ketua MPP PAN, makan tidak mungkin konfigurasi politik di tubuh PAN akan mengalami perubahan. “SB emang dikenal dekat dengan Jokowi. Tak ada makan siang yang gratis dalam politik,” ucapnya. 
“PAN akan bersifat seperti Partai Demokrat,” demikian Ubed.
Seperti diberitakan sebelumnya, Meski Ketua Umum PAN terpilih Zulkifli Hasan menyatakan tetap di luar pemerintahan, namun sejumlah pengamat mempredisikan bahwa PAN akan bersifat seperti Partai Demokrat.
Pengamat Politik Ubedillah Badrun menyebutkan, kemungkinan Zulkifli akan berada di luar pemerintahan. Atau, kata dia, bisa saja bersikap seperti partai demokrat.
“Posisi Majelis Pertimbangan Partai yang akan menentukan sikap PAN sendiri. Tergantung tokoh yang mengisinya, apakah sosok Hatta Rajasa, Amin Rais atau Soetrisno Bachir yang akan dipasang di MPP PAN,” ungkapnya kepada Aktual.co, Senin (2/3). 

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Kejati Jateng Cek Persiapan Eksekusi Mati di Nusakambangan

Jakarta, Aktual.co — Tim dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah mendatangi Pulau Nusakambangan, Cilacap, guna meninjau persiapan eksekusi terhadap sejumlah terpidana mati.
Kendati demikian, kedatangan tim dari Kejati Jateng tersebut tidak melalui Dermaga Wijayapura, melainkan lewat Dermaga Holcim yang berjarak sekitar 100 meter sebelah timur tempat penyeberangan menuju Pulau Nusakambangan itu.
Saat ditemui wartawan, seorang petugas Kejaksaan Negeri Cilacap mengaku hanya mengantar tamu dari Kejati Jateng. “Hanya tiga orang, dari Kejati Jateng,” katanya singkat di Cilacap, Selasa (3/3).
Akan tetapi ketika ditanya agenda kegiatan tim Kejati Jateng di Nusakambangan, dia mengaku tidak tahu.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, kedatangan tim dari Kejati Jateng itu dalam rangka meninjau persiapan eksekusi sejumlah terpidana mati di Pulau Nusakambangan.
Sementara di Dermaga Wijayapura, puluhan wartawan media cetak maupun elektronik dari dalam dan luar negeri telah berkumpul di tempat penyeberangan menuju Nusakambangan itu sejak Selasa dini hari.
Karena sempat tersiar kabar jika akan ada pemindahan terpidana mati asal Spanyol Raheem Agbaje Salami dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Madiun, Jawa Timur, ke Nusakambangan media massa pun berdatangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tak Mudah Cari Representasi Syiah di Timur Tengah

Jakarta, Aktual.co — Begitu banyak aliran Muslim Syiah di Timur Tengah, bahkan beberapa di antara mereka saling bertentangan secara keras. 
Tak heran jika hal ini kadang-kadang membingungkan buat para pengamat, untuk menentukan yang mana dari sekian aliran itu yang betul-betul merepresentasikan Muslim Syiah. Demikian dinyatakan beberapa diplomat Indonesia sehabis menerima kunjungan Direktur Lembaga Darul Quran, Syekh Hasan Mansouri. 
Syekh yang juga salah satu tokoh Syiah di Karbala ini melakukan kunjungan silaturahim ke Dubes RI untuk Irak, Safzen Nourdin, di KBRI Baghdad. Demikian dilaporkan Redaktur Senior Aktual.co, Satrio Arismunandar dari Baghdad, ibukota Irak, Selasa (3/3).
Menurut sejumlah diplomat yang sudah berpengalaman berpindah-pindah tempat tugas di negara-negara Arab, penganut Syiah di Timur Tengah itu ada banyak sekali macamnya, dan hal ini tampaknya kurang dipahami di Indonesia. Karena kurangnya wawasan, semua penganut Syiah dipukul rata dan dianggap sama saja.
Contoh keragaman Syiah adalah warga Houthi, yang sekarang berkuasa di Yaman. Mereka adalah penganut Syiah. Tetapi cara mereka sholat tidak memakai kepingan tanah Karbala untuk sujud. Kalau adzan, mereka tidak menyebut “Ali Waliyullah.”  Mereka juga tetap menghormati Abubakar, Umar, dan Utsman sebagai khalifah sebelum Ali. Jadi meski mereka Syiah, tapi pandangan mereka sangat mirip Sunni.
Bahkan ada kelompok Syiah, seperti Syekh Mujtaba al-Shirazi, yang menganggap pimpinan Hizbullah –kelompok Muslim Syiah lain di Lebanon—sebagai kafir. Mujtaba al-Shirazi yang kini berbasis di London, Inggris, bahkan menyamakan pemimpin Syiah Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dengan Yazid. Ini serangan yang sangat kasar, karena Yazid adalah khalifah yang memusuhi dan terlibat pembunuhan terhadap Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW.

Artikel ini ditulis oleh:

Terkait Mafia Beras, Jokowi: Kita Nggak Ngerti Soal Ada Permainan

Jakarta, Aktual.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa harga beras di Pasar Induk Cipinang sudah berangsur turun hingga Rp 700/kg.

“Tapi di Cipinang sudah turun rata-rata Rp 700-an. Coba dicek,” ujar Jokowi kepada wartawan di ruang media di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).

Penurunan harga beras, untuk kembali ke angka normal, kata Jokowi,  masih butuh waktu, lantaran operasi pasar beras di Cipinang belum sampai ke pedagang yang lebih kecil, sehingga mungkin butuh waktu pada hingga pekan ini.

Menurut Jokowi, ada sejumlah faktor yang menyebabkan tidak normalnya kenaikan harga beras beberapa waktu lalu. Kendati demikian, ia menegaskan, belum mendapatkan laporan soal indikasi adanya mafia beras.

“Pertama karena panen, yang sebelumnya agak terlambat. Kedua pasokan yang sedikit terhambat dan ada ketidaknormalan distribusi. Kita nggak ngerti apakah ini karena ada permainan, kita nggak ngerti. Ini lagi dicari. Kalau pasokan sudah kita terus pasok,” katanya.

Berdasarkan laporan menteri pertanian, lanjut Jokowi, kini sudah mulai masuk panen raya seperti di Ngawi, Sragen, Demak, Kudus, dan Ponorogo

“Alhamdulillah ada kenaikan per hektar. Artinya secara produksi ada kenaikan per hektarnya, ada yang sampai 8 ton/hektar,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Tertekan, Pengamat: Jokowi Effect Tak Mempan

Jakarta, Aktual.co — Rupiah semakin tak berkutik terhadap dolar AS. Kini Rupiah tembus 13.000 per USD. Belum lepas dari ingatan kita soal Jokowi Effect, momentum penguatan Rupiah saat Joko Widodo mencalonkan diri menjadi calon presiden dan saat ditetapkan memenangkan pemilihan presiden.
Direktur Gaspol Indonesia Virgandhi Prayudantoro, mengatakan bahwa nilai rupiah yang tembus dikisaran Rp 13 ribu membuktikan bahwa fenomena ‘Jokowi Effect’ diakui hanya sesaat menggairahkan Rupiah.
“Kini setelah hampir enam bulan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjalankan roda pemerintahan, Rupiah justru terus terpuruk,” katanya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa  (3/3).
Masih segar dalam ingatan, sambungnya, Presiden Jokowi  mengatakan nilai tukar rupiah ini masih aman, tapi ternyata dampaknya pada ekonomi dan rakyat indonesia sangat signifikan sekarang ini. “Nyatanya semua harga menjadi ikutan naik dan mahal, rakyat yang menjadi korban,” ujar Gandhi.
Saran dia, ke depan Presiden Jokowi harus membuat suatu kebijakan yang mempertimbangkan kelangsungan hidup banyak rakyat Indonesia. 
“Jokowi harus melihat ke bawah seperti  harga sembako, harga beras, harga elpiji sudah naik yang menyusahkan rakyat jangan hanya mengikuti pasar internasional saja, tapi pikirkan juga untuk kelangsungan hidup rakyat dong ” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain