12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38061

Presiden: Terorisme Masih Jadi Tantangan

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan terorisme masih akan menjadi ancaman tidak hanya di Indonesia tetapi juga negara-negara lain di dunia.
“Saya kira tidak hanya Indonesia tapi juga negara lain, semua menghadapi mazhab yang sama terkait terorisme terutama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS),” kata Presiden Jokowi ketika memberi pengarahan kepada peserta Rapimnas TNI-Polri di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jakarta, Selasa (3/3).
Presiden menyebutkan adanya tantangan yang harus dihadapi Indonesia ke depan.
“Kita juga mempunyai program yang menjadi kewajiban kita bersama untuk menyelesaikan dan memperbaikinya,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pegawai KPK yang Ikut Demo Bakal Kena Sanksi

Jakarta, Aktual.co — Para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan unjuk rasa di depan kantor lembaga tersebut, untuk menolak pelimpahan kasus Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung.
Menanggapi hal tersebut Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi mengecam aksi yang dilakukan para pegawai KPK itu. 
“Tidak boleh tolak menolak. Ikuti prosedur institusi. Semua ada prosedur hukumnya. Semua saling menghormati tugasnya masing masing dan diikuti kesepakatan para pimpinan dan tak boleh pembangkangan,” kata Yuddy usai menghadiri Rapim TNI-Polri di PTIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).
Yuddy pun mengaku tak segan memberikan sanksi terhadap pegawai KPK yang membangkang tersebut. Menurut dia sanksi awal berupa teguran bisa dilakukan. “Ancaman saya berikan peringatan agar bekerja dengan baik,” katanya.
Sebelumnya, pelimpahan kasus rekening gendut Komjen Budi Gunawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Kejaksaan Agung, menimbulkan gejolak di internal lembaga antirasuah tersebut. Para pegawai yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK melakukan unjuk rasa menolak keputusan pimpinan KPK itu.
Ratusan pegawai KPK melakukan aksi penolakan di depan lobi kantor KPK, Selasa (3/3). Nampak Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki termenung di antara massa aksi melihat ketidakpuasan bawahannya.
Aksi pegawai KPK itu dipastikan membuat tugas-tugas pemberantasan korupsi terhambat. Mereka melakukan aksi mulai sekitar pukul 09.30 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tak Berikan Vaksinasi Polio, Ratusan Orang Tua di Pakistan Ditangkap

Malang, Aktual.co — Ratusan orang tua di wilayah utara bagian barat Pakistan ditangkap serta dipenjara oleh pemerintah setempat karena enggan memberikan vaksinasi polio kepada anak-anak mereka.

The Guardian melaporkan, juru bicara Pemerintah di wilayah Peshawar, menuturkan, sebanyak 471 orang dari berbagai desa dan kota telah dipenjara atas tuduhan membahayakan keamanan publik. Mereka tidak akan ditangkap dan ditahan apabila setuju melakukan vaksinasi terhadap anaknya.

“Ini adalah tindakan yang harus kulakukan, karena Pemerintah sangat bertekad memberantas polio,” kata Shakirullah Khan, Perwira Senior di Peshawar.

Untuk diketahui, Pakistan merupakan salah satu dari tiga negara-Afganistan dan Nigeria-yang diserang oleh endemik penyakit polio. Penyakit ini telah umum menyebar saat Taliban melarang vaksinasi dan beberapa tenaga medis.

Pada bulan Januari lalu, pemerintah menargetkan sekitar 35 juta anak harus mendapatkan vaksinasi dalam kampanye nasional. Pemerintah setempat juga telah terapkan strategi keamanan baru untuk melindungi vaksinator yang diancam dibunuh oleh Taliban.

Artikel ini ditulis oleh:

Beras Banten Naik 30 Persen,Ketidaknormalan Distribusi Picu Ulah Tengkulak

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Banten, Mashuri membeberkan penyebab kenaikan harga beras di Provinsi Banten mencapai 30 persen. Dan para tengkulak juga turut serta dalam menaikkan harga menjadi lebih tinggi, Kamis (26/02/2015).

“Karena beras di Banten ini asalnya dari Kabupaten Pandeglang, tapi tidak bisa langsung dijual di sini. Beras dari Banten ini sampai ke tangan tengkulak dengan tawaran harga yang lebih tinggi,” kata Kadisperindag Provinsi di kantornya, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Banten.

Seperti beras yang ada di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, dengan kualitas rendah dijual dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 8.000 dalam satu liternya. Sedangkan beras berkualitas sedang mencapai Rp 8.000 hingga Rp 9.000. Jika dibandingkan dengan harga sebelumnya, beras dengan kualitas rendah dijual dengan herga 6.000 untuk beras kualitas sedang perliternya dihargai Rp 7.000.

Mashuri melihat kelakuan pasar itu juga terjadi lantaran beras hasil dari Kabupaten Pandeglang dikirim terlebih dulu ke wilayah Jawa, lalu di kemas dan dijual kembali ke tanah Banten. “Makanya jangan aneh kalau beli beras asal Banten tapi dari merk dagang asal Jawa Timur dan daerah lainnya. Karena para tengkulak ini. Sampai di Banten harganya sudah tinggi,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya menerangkan, peran Bulog untuk menstabilkan kembali harga beras di Banten sangat dibutuhkan. Karena Bulog tidak melakukan distribusi beras sehingga para tengkulak dengan leluasanya mempermainkan harga beras.
“Banten terutama bagian selatan, menjadi lumbung penghasil beras,” jelasnya. Secara kuantitas,  “produksi kita tidak ada masalah, ini sudah mencukupi. Tapi, sekali lagi persoalannya bukan di situ, pendistribusiannya tadi. Makanya harga kemudian dimainkan oleh oknum tengkulak,” terangnya.

Terpisah, berbeda dengan yang diutarakan oleh Kepala Sub Divisi Regional (Kasubdivre) Bulog Serang, Guntur Muayaf menjelaskan permasalahan kelangkaaan selain harga beras naik juga terjadi oleh berbagai faktor. Salah satunya, belum memasuki musim panen dan terhambatnya penditribusian raskin (beras miskin) untuk masyarakat.

“Bulog siap operasi pasar. Tidak langka, cuma kenaikan harga (beras). Kenapa naik, karena sekarang ini musim tanam, belum (musim) panen. Jadi stock beras di masyarakat berkurang. Kedua penyaluran raskin belum maksimal. Karena sudah dua bulan, raskin belum tersalurkan,” terang Kasubdivre Bulog Serang,  ditemui di gudang Bulog Serang, Jalan Raya Cilegon, Desa Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kabupaten Serang.

Stock raskin sendiri, lanjut Guntur, ada sebanyak 2.355 ton, akan tetapi, terdapat 1.780 ton raskin yang diperuntukkan di wilayah Kabupaten Serang belum turun ketangan masyarakat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang di bawah pimpinan Ahmad Raufik Nuriman.

“Stock bulog siap. Kalau ini sudah dimaksimalkan penyaluran raskin, harga beras bisa dikendalikan. Untuk enam bulan aman stocknya, jumlah nya 5.300 ton. Solusinya Maksimalkan raskin dan operasi pasar,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengemudi Becak dan Penumpang Tewas Diseruduk Mobil

Jakarta, Aktual.co —Nahas benar nasib Jaenal (48) dan Nasikin (43). Keduanya jadi korban tabrak lari tadi pagi sekitar pukul 07.00Wib, di Jalan Tubagus Angke, Jembatan Dua, Tambora, Jakarta Barat.
Jaenal yang baru pulang belanja di Pasar Angke membawa belanjaan seperti salak, rambutan, dan manggis menumpang becak milik Nasikin. 
Sampai akhirnya becak tersebut diseruduk si pengemudi yang tak bertanggungjawab. Nasikin yang merupakan warga Sigedong, RT 07, RW 01, Bumi Jaya Tegal dan Jaenal warga Kunciran, Tangerang, Banten pun tewas seketika. “Kedua korban meninggal dunia dilokasi dengan luka parah di kepala, dan becaknya ringsek,” kata Kanit Laka Lantas Polsek Tambora, AKP Hari Siswadi, Selasa (3/3).
Si penabrak langsung melarikan diri, meninggalkan korban terluka parah. “Pengemudi mobil masih kami kejar,” ujar Hari.
Kedua jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo, Jakarta Pusat untuk dilakukan otopsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Pekat IB: Langkah KPK Limpahkan Kasus BG Sudah Tepat

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melimpahkan perkara dugaan gratifikasi Komjen Pol Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Pelimpahan itu lantaran KPK tak berhak mengusut kasus yang menjerat Kalemdikpol Polri tersebut.
Menurut Ketua Umum Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Markoni Koto, pelimpahan penanganan kasus Komjen Budi Gunawan kepada Kejaksaan Agung sudah tepat.
“Mengingat, salah satu alasan putusan pengadilan menerima praperadilan BG adalah ketiadaan wewenang KPK untuk menangani kasus BG,” kata Koto dalam siaran pers yang diterima Aktual.co, Selasa (3/3).
Jika lembaga superbody itu memaksakan diri untuk menangani kasus tersebut, kata Koto, KPK akan melabrak keputusan pengadilan. “Kalau sudah dianggap tidak berwenang, masak mau dilanjutkan?”
Selain itu, dia menambahkan dengan dilimpahkannya kasus BG ke penegak hukum lainnya, maka putuslah mata rantai masalah yang kini selalu dihubung-hubungkan sebagai penyebab konflik antar dua lembaga tersebut. “Selama ini, isunya kan selalu dibilang saling balas dendam, nah isu akan hilang jika KPK limpahkan kasus ini.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain