8 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38067

Menkeu: Rupiah Melemah Karena Faktor Tiongkok dan AS

Jakarta, Aktual.co — Fenomena melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat beberapa waktu terakhir ini dinilai lebih disebabkan faktor permasalahan di luar negeri dibandingkan dengan pengaruh dari kondisi yang ada di dalam negeri.

“Ini bukan karena masalah dalam negeri, ini karena faktor di luar negeri,” kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Senin (2/3).

Rapat terbatas yang digelar di Kantor Wapres itu dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla dan dihadiri pula antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.

“Pelemahan mata uang rupiah dipengaruhi oleh sejumlah faktor luar negeri seperti kondisi perekonomian terkini misalnya di Tiongkok dan AS,”  tambahnya.

Menkeu mengutarakan keyakinannya bahwa Bank Indonesia telah siap dalam mengambil langkah-langkah yang tepat seperti melakukan intervensi di pasar bila sekiranya hal itu dinilai sudah diperlukan.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah belum perlu mengambil langkah antisipasi menghadapi pelemahan rupiah terhadap dolar AS mengingat penyebabnya faktor ekternal.

Wapres menyebutkan, pelemahan rupiah sebenarnya sudah terjadi enam bulan terakhir dan nilainya memang fluktuatif yang lebih disebabkan oleh faktor luar negeri. Meski, lanjutnya, memang ada juga pengaruh faktor internal.

“Ya, kadang-kadang dalam negeri dan kadang-kadang luar negeri. Kalau ini kan terjadi akibat Yunani, sehingga lebih sulit lagi, otomatis euronya melemah dan dolar menguat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menteri Lukman Berharap Presiden Jokowi Hadiri Acara Tawur Agung

Jakarta, Aktual.co — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap Presiden Joko Widodo dapat menghadiri upacara Tawur Agung di Candi Prambanan, Yogyakarta, 20 Maret 2015, dalam rangka hari raya Nyepi tahun baru Saka 1937.

“Saya berharap Presiden bisa hadir pada 20 Maret nanti. Saya juga akan mengupayakan dan mendorong karena acara itu cukup penting,” kata Lukman Hakim Saifuddin seusai menerima Panitia Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi di ruang kerjanya, Gedung Kemenag Lapangan Banteng Jakarta, Senin (2/3).

Hadir pada acara itu, Ketua Panitia Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi 1937 Mayjen TNI I Gede Sumertha K.Y., Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma, Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya , Humas Panitia Penyelenggara Ida Bagus Alit Wiratmaja.

Dia mengemukakan jika tak ada acara bersamaan, tentu Kepala Negara akan hadir. Ia mengaku akan mengupayakan kegiatan itu dapat dihadiri Presiden sehingga umat Hindu yang hadir bisa dapat merasakan kebahagiaan pada acara penting tersebut.

Perhelatan itu telah dipersiapkan sedemikan apik, mulai dari pengaturan umat yang akan hadir sekitar 15 ribu orang hingga tim keseniannya.

“Semoga Pak Presiden hari itu, pada tanggal 20 Maret, tak ada acara lain dan bisa menghadiri perayaan Tawur Agung,” katanya.

Sang Nyoman Suwisma mengatakan upacara Tawur Agung pernah dihadiri Presiden Abdurahman Wahid. Setelah itu, presiden berikutnya hanya menghadiri perayaan Dharma Santi. Oleh karena itu, umat Hindu berharap Presiden Joko Widodo dapat menghadiri perayaan tersebut.

Upacara Tawur Agung, menurut Suwisma, sekaligus menjadi momentum penegasan bahwa esok harinya, pada 21 Maret, sebagai hari raya Nyepi 1937.

Tentang pelaksanaan Tawur Agung di Candi Prambanan, I Gede Sumertha mengatakan hal itu merupakan gambaran bagi bangsa Indonesia bahwa Hindu merupakan milik bangsa Indonesia. Penganut Hindu tak hanya di Bali tetapi juga di berbagai provinsi.

“Hindu tak cuma Bali, tapi agama Hindu juga universal,” ujarnya.

Ia berharap Candi Prambanan ke depan akan menjadi ikon bukan saja bagi penganut Hindu, tetapi juga bangsa Indonesia.

Ketua humas panitia penyelenggara, Alit Wiratmaja, mengatakan tema perayaan Nyepi 2015 adalah “Penyucian Diri dan Alam Semesta Menuju Peningkatan Kualitas Kerja”. Berbagai kegiatan menyongsong Nyepi telah dilakukan, seperti aksi peduli lingkungan dan penyaluran bantuan sosial.

Ia mengharapkan melalui pelaksanaan Tawur Agung, umat Hindu dapat menyucikan diri dan membangun hubungan simakrama atau silaturahim yang lebih baik pada masa mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polisi LA Tembak Mati Tunawisma

Malang, Aktual.co — Kepolisian Los Angeles, Amerika Serikat akhirnya menembak mati seorang tunawisa di kawasan Skid Row, kamp tunawisma di pusat LA, Senin (2/3). Aksi penembakan tersebut setidaknya terekam dalam sebuah video yang diunggah di akun Facebook.

Dalam video tersebut menunjukkan adanya perjuangan seorang pria yang sedang berjibaku dengan petugas kepolisian setempat.

BBC melaporkan, bahwa polisi terpaksa melepaskan tembakan setelah pria yang belum teridentifikasi itu mengambil pistol dari seorang petugas.

Saksi mata yang ada di lokasi, mengungkapkan, korban adalah pria Afrika yang saat ini menjadi tunawisma setelah mengalami terapo kejiwaan.

Pihak Kepolisian LA menerangkan, bahwa pada awalnya petugas mendapat laporan adanya perampokan yang dilakukan oleh para korban. Menerima laporan tersebut,  petugas langsung bergerak ke lapangan untuk menyelesaikannya.

“Dia melawan dan memilih melanjutkan perlawanan dengan aparat,” kata Komandan Polisi LA, Andrew Smith.

Komandan Smith menyebutkan, bahwa tiga Perwira termasuk seorang Sersan, diakuinya telah menembakkan senjata guna membela diri. Mengomentari video amatir tersebut, ia mengatakan, “Video ini menggangu, ini sebuah tragedi,” kata Smith.

Ina Murphy yang tinggal di  Apartemen dekat lokasi penembakan menuturkan, bahwa korban diketahui selama 10 tahun menjalani terapi kejiwaan. Warga Skid Row itu juga mengatakan selama ini ia tidak pernah melakukan tindak kekerasan.

Penembakan pria kulit hitam di ‘Negeri Paman Sam’ pada tahun lalu, menimbulkan reaksi protes warga. Beberapa jam usai penembakan terjadi, media sosial pun ramai mengomentari hal ini. Hastag #LAPDShooting saat ini sedang tren di Twiteer Amerika Serikat.

Artikel ini ditulis oleh:

Gappri Nilai Janggal Industri Tembakau Tak Masuk RIPIN

Jakarta, Aktual.co — Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) mempertanyakan kebijakan Presiden Joko Widodo yang dinilai tak berpihak pada industri hasil tembakau (IHT). Ketidakberpihakan pemerintah itu tampak dalam Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035 (RIPIN 2015-2035).

“Ini jelas sangat janggal dan aneh. Tidak dimasukkannya IHT ke dalam RIPIN, berpotensi tidak adanya perlindungan terhadap IHT. Karena Pasal 1 ayat 2 poin G draft RPP RIPIN menyebutkan, salah satu fungsi RIPIN sebagai pemberdayaan, pengamanan dan penyelamatan Industri,” ujar Ketua Umum Gappri Ismanu Soemiran dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (2/3).

Dirinya mengaku heran dengan kebijakan pemerintahan saat ini. Pasalnya, sejak pemerintahan Presiden Soeharto hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, IHT selalu menjadi prioritas dan andalan bagi penerimaan negara. Apalagi, RIPIN disusun sebagai pelaksanaan amanat Pasal 8 ayat 1 dan mengacu pada ketentuan Pasal 9 ayat (5) UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

Untuk diketahui, RIPIN 2015-2035 sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 dan merupakan pedoman bagi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan pelaku Industri dalam perencanaan dan pembangunan Industri.

“Ketika IHT tidak masuk RPP RIPIN 2015-2035 ada kesan upaya memberangus IHT sebagai usaha rakyat. Saya menduga adanya penyelundupan program kesehatan yang begitu kuat sebagai alasan menyingkirkan IHT,” tambahnya.

Padahal IHT terbukti sebagai industri yang tahan krisis, mampu menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang sangat signifikan, mulai dari petani tembakau, petani cengkeh, pekerja pabrik rokok, distributor hingga pengecer.

“Kontribusi IHT terhadap pendapatan negara juga sangat besar dari sisi cukai dan perpajakan lainnya, yakni hampir 10 persen dari total Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara,” jelasnya.

Untuk cukai rokok saja, tahun lalu industri setor ke pemerintah mencapai Rp 112 triliun. Untuk tahun ini cukai rokok dikerek naik sebesar 27 persen, atau mencapai Rp 140 triliun. Belum lagi pajak yang disetor sebagai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang besarannya mencapai 10 persen dari target cukai.

“Kondisi ini menunjukkan betapa IHT jadi andalan Ditjen Bea dan Cukai dalam memenuhi target penerimaan kepabeanan dan cukai senilai Rp188,9 triliun,” ujarnya.

Melihat potensi cukai rokok yang sangat besar tersebut, akan lebih baik jika pemerintah lebih memperhatikan dan memasukkan dalam prioritas RIPIN 2015-2035. Apalagi, tahun ini target produksi rokok lokal dipatok di angka 358 miliar batang, naik dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 345 miliar batang.

“Rokok ini porsinya sangat besar dan tidak ada komoditi lain yang bisa lawan. Contohnya minimal beralkohol saja hanya di sekitar Rp4 triliun sampai Rp5 triliun,” tandasnya.

Seperti diketahui, Draft RPP yang disusun Kementerian Perindustrian tersebut sudah berada di Kantor Sekretariat Negara untuk disinkronisasi dengan aturan lain yang berkaitan.

Di bagian lampiran draft RPP RIPIN 2015-2035, terungkap ada upaya untuk menghilangkan IHT dari RPP RIPIN. Padahal, dalam penjabaran yang tertera di tabel 1 tentang “Sasaran Pembangunan Industri Tahun 2015 s.d 2035” pemerintah telah menjabarkan, tembakau masih menjadi parameter pertumbuhan industri.

Tetapi anehnya, pada bagian lain, yakni di Lampiran angka IV bagian C, menyebutkan, IHT tidak termasuk dalam 10 industri prioritas yang menjadi fokus Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam RIPIN 2015-2035.

Secara detil dipaparkan dalam RIPIN 2015-2035 bahwa yang termasuk industri andalan antara lain Industri Pangan; Industri Farmasi, Kosmetik dan Alat Kesehatan; Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka; Industri Alat Transportasi; Industri Elektronika dan Telematika (ICT); dan Industri Pembangkit Energi

Sedangkan yang termasuk industri pendukung yakni Industri Barang Modal, Komponen, dan Bahan Penolong. Terakhir, yang masuk dalam industri hulu, tercatat Industri Hulu Agro; Industri Logam Dasar dan Bahan Galian Bukan Logam; dan Industri Kimia Dasar (Hulu dan Antara).

“Jika Presiden masih cinta bangsa ini serta peduli akan nasib petani dan buruh tembakau, harusnya Presiden merevisi RIPIN 2015-2035,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kontrol Inflasi, Menko Sofyan Siap Lakukan Apa Saja

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah RI bakal optimal untuk mengerahkan berbagai langkah dan upaya guna mengontrol tingkat inflasi tahun 2015 agar tetap sesuai dengan jalur yang telah direncanakan sebelumnya.

“Kami akan melakukan apa saja asal inflasi terkontrol dan sesuai target,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil kepada wartawai seusai Rapat tentang Pendanaan Luar Negeri di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (2/3).

Rapat terbatas yang digelar di Kantor Wapres itu dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla dan dihadiri pula antara lain oleh Menko Perekonomian, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.

Menurut dia, pemerintah dapat mengontrol inflasi sesuai target terutama harga beras diperkirakan tidak akan lagi menjadi masalah karena biasanya ada panen raya setiap Maret.

Menko Perekonomian juga mengungkapkan bahwa Bulog juga diharapkan bisa memainkan peran yang lebih besar.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengharapkan kenaikan harga beras di berbagai daerah tidak mengganggu laju inflasi pada Februari, karena pemerintah telah menyiapkan antisipasi terkait pengadaan komoditas tersebut.

“Harga beras bisa mempengaruhi inflasi secara signifikan, untuk itu pemerintah serius menangani masalah kenaikan harga beras,” katanya di Jakarta, Selasa (24/2).

Sofyan mengatakan upaya pemerintah untuk menahan kenaikan harga beras adalah dengan menyalurkan raskin dan meminta Bulog melakukan intervensi berupa operasi pasar agar distribusi beras tidak terganggu.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik menyatakan masih tingginya harga makanan pokok seperti beras, telur, dan sejumlah komoditas lainnya menjadi ancaman untuk kembali terjadinya inflasi pada Februari 2015.

“Komoditas padi dan yang lainnya juga masih relatif tinggi. Kalau kita lihat indikatornya-kan harga beras masih relatif tinggi, itu akan terjadi di Februari,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi Dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Senin (2/2).

Menurut Sasmito, berkaca pada tren sebelumnya, musim panen yang dapat mendorong produksi dan pasokan pagi, sehingga dapat menurunkan harga beras, baru akan terjadi pada Maret.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pekan Ini Terpidana Mati ‘Bali Nine’ Dipindahkan

Denpasar, Aktual.co — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, Momock Bambang Samiarso menegaskan jika pemindahan terpidana mati ‘bali nine’ Myuran Sukumaran dan Andrew Chan akan dilakukan pada pekan ini.
“Kalau tidak hari Rabu, Kamis, Jumat. Mudah-mudahan itu. Kita masih menentukan tanggal dalam minggu ini,” kata Momock, Selasa (2/3).
Ia menjamin dua terpidana mati gembong Bali Nine itu tak dipindah hari ini. “Tidak mungkin. Ini saya masih akan ketemu dengan semua PAM (keamanan). Waktunya setelah nanti sore atau besok pagi,” tuturnya.
Ia mengaku telah menyiapkan jaksa untuk mengawal keberangkatan narapidana asal Australia tersebut. “Jaksa empat orang,” imbuhnya. 
Sementara itu, mengenai kedatangan Konsulat Jenderal Australia, Majell Hind ke Lapas Kelas IIA Kerobokan Denpasar, Momock mengaku hanya sebatas koordinasi saja.
“Koordinasi biasa. Menanyakan kapan pemindahan. Kita belum bisa jawab,” tegasnya. Momock menjelaskan, setibanya di Nusa Kambangan kelak, Myuran dan Andrew akan langsung menempati sel isolasi. “Iya lah. Otomatis (menempati sel isolasi). 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain