1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38193

FBR Pastikan Dukung Hak Angket ke Ahok

Jakarta, Aktual.co —Forum Betawi Rempug (FBR) pastikan hadir dalam aksi unjuk rasa dukung DPRD DKI gulirkan hak angket terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kamis (26/2) besok.
Ketua Umum Sarbeni Rempug, Sani Irsan mengatakan pada dasarnya FBR sejak awal telah tentukan sikap akan bergabung. Dan wajib untuk mendukung pengguliran hak angket atas Ahok. 
“Kita bukan pendukung Ahok. Apa yang selama ini yang dikhawatirkan di Jakarta betul terjadi, dan lebih parah di tangan Ahok,” kata Sani, di Jakarta Rabu (25/2).
Kepada DPRD DKI, Sani menegaskan, hak angket harus tetap digulirkan. Dan jangan sampai dewan masuk angin sehingga hanya memberi harapan palsu saja ke warga Jakarta. 
Sekedar informasi, sejumlah organisasi masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) besok akan kembali menggelar aksi penolakan ke Gubernur Ahok. Aksi digelar bertepatan dengan 100 hari kepemimpinan Ahok dan sidang paripurna pengesahan hak angket oleh DPRD DKI.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini 4 Poin Intruksi Jokowi ke KPK

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo mengungkapkan empat hal yang harus dilakukan dalam upaya pemberantasan korupsi, khususnya oleh Komisi Pemberanasan Korupsi.
“Pertama presiden mengatakan bahwa kejadian yang lalu jangan terulang lagi, saya tidak tahu kejadian lalu yang mana, apakah yang kemarin atau yang dulu, tapi yang jelas kejadian seperti itu tidak boleh terulang lagi,” kata pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Rabu (25/2).
Ruki menyampaikan hal tersebut didampingi oleh dua plt pimpinan lain yaitu Indriyanto Seno Adji dan Johan Budi serta dua pimpinan KPK jilid III yaitu Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain.
Menurut Ruki, hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo di hadapan plt Kapolri Komisaris Jenderal Pol Badrodin Haiti, Jaksa Agung HM Prasetyo dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyusul konflik KPK-Polri yang dimulai dengan penetapan calon tunggal Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK dan “dibalas” dengan penetapan dua pimpinan KPK yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto oleh Polri.
“Untuk itu KPK, Polri dan Kejaksaan agar melakukan konsolidasi ke dalam, sinergi dan koordinasi serta saling membantu. Caranya dapat dibahas secara teknis oleh masing-masing instansi, prinsipnya masyarakat harus mempercayai bahwa kami bukan hanya serius memberantas korupsi tapi betul-betul sangat serius,” ungkap Ruki.
Hal kedua yang diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo adalah untuk menghilangkan ego sektoral.
“Kedua, tidak ada lagi ego sektoral di antara instansi penegak hukum. Tampaknya beliau menilai ada ego sektroal dan itu pekanannya. Kita semua ingin membangun kepercayaan publik. Kepercayaan publik saat ini ada di KPK. Presdien ingin ketiga penegak hukum KPK, Polri dan Kejaksaan dapat dipercaya oleh karena itu membangun ‘image trust building’ perlu sekali,” jelas Ruki.
Membangun kewibawaan penegak hukum dinilai penting karena akan menghasilkan wibawa negara yang baik juga.
Ruki juga mengungkapkan bahwa presiden berjanji tidak akan mencampuri penegakkan hukum “Presiden tidak akan ikut-ikutan apalagi mempengaruhi penegakkan hukum, apalagi yang dilakukan KPK karena KPK adalah lembaga independen. Intervensi tidak boleh terjadi kecuali kalau memang sudah kepepet sekali, saya tidak tahu kepepet bagi presiden sehingga perlu mengintervensi hukum bagaimana prakteknya,” tambah Ruki.
Hal ketiga adalah penegak hukum diharapkan mendorong kinerja pemerintah dan bukan menghambat.
“Jangan sampai penegakkan hukum menimbulkan rasa takut dari para kepala darerah , pemimpin instansi menjadi ragu-ragu melangkah sehingga penyerapan anggaran kurang,” jelas Ruki.
Hal keempat adalah upaya pemberantasan korupsi diharapkan memprioritaskan bagian pencegahan.
“Kalau sudah tidak bisa dicegah, ya ditindak dengan tegas,” tambah Ruki.
Untuk mencapai empat hal tersebut, menurut Johan Budi, KPK mengupayakan untuk membangun komunikasi antara KPK dan Polri.
“Langkah awal kami adalah membangun komunikasi kembali antara KPK dan lembaga penegak hukum lain baik Polri dan Kejaksaan Agung dengan pimpinan melakukan kunjungan ke Bareskrim dan ke Kejaksaan Agung,” kata Johan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Anies Bantah Anggaran Direktorat Ayahbunda Sebesar Rp400 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan membantah jika dana alokasi Direktorat Keayahbundaan sebesar Rp400 miliar.
“Ngga, bahkan itu alokasinya baru ditentukan Bappenas. Strukturnya aja belum,” kata Anies, di jakarta, Rabu (25/2).
Anis menyebutkan bahwa rencana pembentukan Direktorat Keayahbundaan sebagai rujukan orangtua dalam mencari bahan membimbing anak-anak.
“Intinya trisentra pendidikan adalah sekolah, keluarga dan lingkungan. itu prinsip yang kita bawa dari Ki Hajar Dewantara. Keluarga adalah pendidik yang penting sekali, selama ini orang tua selalu mencari rujukan kemana mau mencari bahan untuk membimbing dan mendidik anak-anaknya, nah Kementrian Pendidikan bukan sekedar kementrian persekolahan, tapi membantu orangtua untuk bisa mendapatkan bahan-bahan itu,” ujar Anies, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (25/2).
Menurutnya, rencana program tersebut berbeda dengan program dari kementrian lain yang berhubungan dengan pengasuhan orangtua. “Yang  mengerjakan sudah banyak, BKKBN ada program untuk orangtua tapi orientasinya itu kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan juga ada program. Nah Kementrian Pendidikan akan menjadi semacam simpul dimana kita mengumpulkan bahan-bahan dari pengalaman kepada orangtua dari pengalaman kementerian-kementerian lain,” katanya.
Anies mengaku, pembentukan direktorat keayahbundaan untuk menjadi bahan belajar bagi orang tua bukan mendidik orang tua.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelaskan Hasil Pertemuan dengan Presiden, KPK Gelar Jumpa Pers

Plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki (tengah) di dampingi oleh empat Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi, Pimpinan KPK Adnan Pandu, Plt Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adjie dan Pimpinan KPK Zulkarnaen saat mengelar jumpa pers di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2015). KPK menjelaskan hasil koordinasi dengan Presiden Jokowi, Kejagung dan Polri saat bertemu di Istana Negara seputar kasus yang menimpa Abraham Samad dan Bambang Widjayanto. AKTUAL/MUNZIR

Percepat Kasus Innospec, KPK Bakal Periksa Lagi Ari Soemarno

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji bekal mempercepat peyidikan kasus proyek pengadaan bahan bakar Tetra Ethyl Lead (TEL) di PT Pertamina 2004-2005. Termasuk memanggil kembali bekas Direktur Utama Pertamina, Ari Soemarno yang sebelumnya sempat diperiksa dalam kasus tersebut.
“Tadi kan sudah disebutkan, Innospec kan sudah, kita kan harus mempercepat penyidikan,” kata Wakil Ketua KPK Zulkarnain di kantor KPK, Rabu (25/2).
Untuk mengebut kasus Innospec, sambung Zul, KPK tak ingin perkara tersebut beralih ke pimpinan periode keempat (berikutnya). Terlebih, kasus tersebut sudah dipegang KPK sejak pimpinan periode kedua.
“Kasus Innospec saja sudah dari periode kedua. Makanya kita perlu suasana yang kondusif untuk pelaksaan tugas di internal KPK,” ujar dia.
“Kami tidak ingin periode ketiga ini termasuk Pelaksana Tugas (Plt), perkara-perkara terlalu banyak beralih ke periode ke empat,” sambung dia.
Seperti diketahui, kasus yang terungkap sejak 2010 lalu belum bisa di selesaikan. KPK sendiri baru resmi menahan dua tersangka kasus tersebut pada Selasa (24/2) kemarin. Padahal keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2011 silam.
Adapun tersangka kasus tersebut adalah mantan Direktur Pengelolaan Pertamina, Suroso Atmo Martoyo (SAM) dan Direktur PT Soegih Interjaya, Willy Sebastian Lim (WSL). Perusahaan yang dipimpin WSL merupakan agen resmi PT Innospec, Ltd, sebuah perusahaan minyak asal Inggris.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Saling Sorak Warnai Sidang Mahkamah Partai Golkar

Jakarta, Aktual.co — Saling sorak kedua kubu pendukung pada sidang Mahkamah Partai Golkar (MPG), mewarnai jalannya persidangan.
Sorakan yang dilontarkan oleh pendukung kubu Ical ketika pihak pemohon menyampaikan tanggapan, membuat Wakil Ketua Umum versi Munas Jakarta, Yorrys Raweyai, bereaksi.
Sejauh pantauan aktual.co, Yorrys yang berada di sayap kanan majelis MPG, atau tepatnya dari tempat pemohon, langsung berdiri dan  menyambangi pendukung yang berada di sayap kiri.
Yorrys mengeluarkan teguran kepada pendukung Ical. Meski tidak terdengar apa yang disampaikan, namun dari gerak tubuh meminta pendukung berhenti membuat kegaduhan.
Setelah menegur, Yorrsy sempat keluar dari ruang sidang Mahkamah Partai. Mantan ketua AMPG itu pun sempat terlihat adu mulut dengan salah satu pendukung Ical.
“Saya suruh tenang, tapi kamu malah ketawa-ketawa, saya sebagai panitia pelaksana berhak mengusir kamu (yang diduga pendukung Ical),” kata Yorrys di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (25/2).
Sementara, saksi tersebut, kembali bertanya ke Yorrys mengapa dirinya dikeluarkan, padahal telah bersikap tenang dan mengikuti jalannya Sidang Mahkamah Partai Golkar tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain