1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38192

DBS Tidak Setuju Pemerintah Tekan BI Turunkan Suku Bunga

Jakarta, Aktual.co — Realisasi penyerapan anggaran oleh pemerintah untuk belanja pembangunan, dapat menjadi salah satu upaya memperlonggar likuiditas di pasar finansial, sehingga memungkinkan industri perbankan untuk menurunkan tingkat bunga kredit.

“Jadi kunci penurunan ‘lending rate’ ini adalah lebih karena banyaknya likuiditas di pasar. Kuncinya, apakah pemerintah akan lebih mengefektifkan belanja modal dan menyerap anggaran, ‘market’ harus melihat keseriusan pemeritah,” kata ekonom The Development Bank of Singapore (DBS) Research Group, Gundy Cahyadi di Jakarta, Rabu (25/2).

Menurut Gundy, pelonggaran kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,5 persen, pada Selasa (17/2) lalu sulit untuk memicu penurunan suku bunga kredit perbankan, karena tingkat bunga pinjaman sekitar 12 persen saat ini masih dianggap kompetitif.

Gundy melihat penurunan “BI Rate” pekan lalu hanya sekedar mengobati kenaikan dosis kebijakan suku bunga yang ditempuh BI, saat menaikkan BI rate menjadi 7,75 persen dari 7,5 persen pada November 2014.

Di sisi lain, mengingat dampak pelonggaran moneter itu belum berdampak pada ekspansi fiskal, Gundy mengingatkan pemerintah agar tidak menekan Bank Indonesia agar kembali menurunkan suku bunga acuan.

“Saya kira ini masalah pelik ya. Saya tidak tahu dinamika politik bagaimana. Dari segi keseimbangan moneter dan fiskal, saya tidak setuju jika pemerintah terus menekan BI untuk menurunkan suku bunga,” kata dia.

Menurut Gundy, lebih baik pemerintah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan agar dapat mendorong industri perbankan menurunkan bunga pinjamannya, terutama untuk sektor-sektor infrastruktur dan properti yang mendukung program pembangunan pemerintah.

“Namun ‘lending rate’ untuk infrastruktur dan properti ini akan tergantung dari pendapatan bunga, dan permintaan kredit,” kata dia.

Meskipun BI dianggap sulit untuk menurunkan bunganya, menurut Gundy, BI memiiliki ruang untuk memacu industri perbankan melipatgandakan kredit produktifnya dengan kembali menurunkan bunga “Depocit Facility” yang saat ini sebesar 5,5 persen.

Diharapkan dengan penurunan bunga depict facility itu, perbankan akan mengoptimalkan kelebihan likuiditasnya untuk menyalurkan pembiayaan sektor produktif dibanding menyimpannya di BI.

Otoritas Jasa Keuangan sebelumnya menyatakan masih memperkirakan pertumbuhan kredit sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) sebesar 16,64 persen atau belum mengalami perubahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

3 Hal Ini, Jadi Fokus KPK, Polri dan Kejagung

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri dan Kejaksaan Agung saat ini sedang fokus untuk menyelesaikan tiga masalah utama yang menyeret ketiga lembaga penegak hukum tersebut.
Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki di Jakarta, Rabu, menjelaskan, pertama adalah langkah hukum lanjutan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait transaksi-transaksi mencurigakan dengan tersangka Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan, khususnya pasca putusan praperadilan yang menyatakan status tersangka Budi Gunawan tidak sah.
Kedua adalah kelanjutan dari kasus penyidik di KPK terkait dengan kepemilikan senjata tanpa izin 21 orang penyidik asal Polri sejak 2011, serta ketiga mengenai penetapan tersangka pimpinan KPK non-aktif yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.
“Ada 3 masalah besar yang jadi permasalahan dan didiskusikan dengan pimpinan Polri dan Kejaksaan Agung yaitu bagaimana sikap kami terhadap putusan praperadilan. Saya belum bisa memutuskan karena bisa saja keinginan saya A, keinginan beliau-beliau B,” katanya.
Ruki menyampaikan hal tersebut didampingi oleh dua plt pimpinan lain yaitu Indriyanto Seno Adji dan Johan Budi serta dua pimpinan KPK jilid III yaitu Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain.
“Kedua kami membicarakan mengenai itu (kriminalisasi). Ini mau diteruskan atau tidak? Sebab menimbulkan kondisi tidak kondusif di internal, termasuk kasus penyidik itu,” ungkap Ruki.
Masalah terakhir adalah mengenai penetapan Abraham Samad sebagai tersangka pemalsuan dokumen oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) dan Bambang Widjojanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010 oleh Bareskrim Polri.
“Ketiga yang kita tangani adalah mengenai kasus dimana saudara AS (Abraham Samad) dan BW (Bambang Widjojanto) dijadikan tersangka. Ini juga menjadi catatan khusus. Itu memang domain orang lain, tapi itu adalah warga kami. Penekanannya adalah agar betul-betuk objektif dan ‘proper’ (pantas),” katanya.
Jaksa Agung, kata Ruki, mengatakan kasus ini akan masuk ke ranah kejaksaan agung dan pihaknya sudah menyiapkan tim untuk prapenuntutan.
“Begitu ketatnya koordinasi dengan penegak hukum lain tapi detil teknis belum bisa kami sampaikan karena akan melangkahi Kapolri dan Kejaksaan Agung,” jelas Ruki.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Wakil DPRD M Taufik Dukung “Masyarakat Jakarta Cabut Mandat Gubernur DKI Jakarta (Ahok)”

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik memberikan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap pemakzulan Ahok bersama anggota DPRD lainnya saat berpartisipasi dalam aksi “Masyarakat Jakarta Cabut Mandat Gubernur DKI Jakarta (Ahok)” di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2015). Dalam aksinya, M Taufik ikut memberikan tanda tangannya sebagai bentuk dukungan terhadap pemakzulan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari kursi Gubernur DKI Jakarta. AKTUAL/MUNZIR

Pengamat: Ada ‘Trade Off’ Jika Jokowi Turunkan Suka Bunga

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo menginginkan agar perbankan bisa menurunkan suku bunga kredit yang saat ini diatas 10 Persen. Hal tersebut bertujuan agar dapat menggerakkan perekonomian Indonesia menjadi lebih baik.

Menurut Jokowi, suku bunga perbankan saat ini masih dalam kisaran yang cukup tinggi, yakni di atas 10 persen. Padahal, Bank Indonesia (BI) sendiri telah menurunkan suku bunga acuannya (BI rate), dari 7,75 persen menjadi 7,5 persen.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI, I Kadek Dian Sutrisna mengatakan penurunan BI rate memang memungkinkan di tengah menurunnya harga minyak dunia yang diprediksikan akan terus berlangsung.

“Ini akan mempengaruhi kebijakan energi pemerintah, terutama BBM yang membuka ruang fiskal ke sektor yang lebih produktif. Jadi inflasi yang terjaga dan neraca perdagangan yang membaik memungkinkan BI menurunkan tingkat BI rate,” ujar Kadek saat dihubungi Aktual.co, Rabu (25/2).

Namun, lanjut dia, perekonomian Indonesia masih menghadapi tantangan eksternal berupa rencana kenaikan suku bunga The Fed  dan resiko pelemahan perekonomian global.

“Jadi kebijakan penurunan BI rate ada trade off (tarik-ulur) antara mendorong perekonomian domestik dan stabilitas pasar keuangan yang masih beresiko terhadap gejolak eksternal,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Transportasi Jakarta Tak Ramah Perempuan, Ahok Sebut ‘Safetypin’

Jakarta, Aktual.co —Kota Jakarta kembali jadi sorotan internasional. Seperti sebelumnya, bukan prestasi positif yang didapat, melainkan prestasi negatif. 
Berdasarkan hasil survei Thomson Reuters Foundation yang bekerjasama dengan lembaga survei YouGov Poll dari Inggris, Jakarta masuk ke dalam lima besar kota dengan transportasi publik paling tidak aman se-dunia bagi wanita.
Mendapati hasil itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun kembali mencuatkan ide kembangkan sistem keamanan online lewat program aplikasi.
“Kita mau safetyping.com itu. Jadi orang masuk smartphone itu dia harus lapor kepada kita di wilayah mana dia merasa tidak aman. Atau cuma perasaannya saja yang tidak aman itu ada kategori. Itu yang mau kita dapatin,” ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (25/2).
Mantan Bupati Belitung Timur itu juga akan memperbanyak CCTV di lokasi-lokasi rawan kejahatan. Di samping terus bekerjasama dengan aparat keamanan untuk menciptakan kondisi aman bagi masyarakat kota Jakarta.
“Polri sudah, tentara juga sudah. Kita juga akan tambah bus mulai Juli nanti,” ujar Ahok.
Sebelum menjadi urutan ke 5 kota dengan transportasi tak aman buat wanita. Jakarta sudah lebih dulu menyandang gelar kota paling macet sedunia, dan kota paling tidak aman di dunia.

Artikel ini ditulis oleh:

FBR Pastikan Dukung Hak Angket ke Ahok

Jakarta, Aktual.co —Forum Betawi Rempug (FBR) pastikan hadir dalam aksi unjuk rasa dukung DPRD DKI gulirkan hak angket terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kamis (26/2) besok.
Ketua Umum Sarbeni Rempug, Sani Irsan mengatakan pada dasarnya FBR sejak awal telah tentukan sikap akan bergabung. Dan wajib untuk mendukung pengguliran hak angket atas Ahok. 
“Kita bukan pendukung Ahok. Apa yang selama ini yang dikhawatirkan di Jakarta betul terjadi, dan lebih parah di tangan Ahok,” kata Sani, di Jakarta Rabu (25/2).
Kepada DPRD DKI, Sani menegaskan, hak angket harus tetap digulirkan. Dan jangan sampai dewan masuk angin sehingga hanya memberi harapan palsu saja ke warga Jakarta. 
Sekedar informasi, sejumlah organisasi masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) besok akan kembali menggelar aksi penolakan ke Gubernur Ahok. Aksi digelar bertepatan dengan 100 hari kepemimpinan Ahok dan sidang paripurna pengesahan hak angket oleh DPRD DKI.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain