2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38198

Elemen Anti Ahok Dirikan Posko, Cegah DPRD ‘Masuk Angin’

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap telah jadi diktator dengan melupakan etika dan bersikap arogan dalam memimpin Ibu Kota DKI Jakarta.
Ghea, salah satu aktivis dari “Masyarakat Jakarta Cabut Mandat Gubernur DKI Jakarta Ahok” menjadikan penilaian itu sebagai alasan untuk menuntut agar sang gubernur dilengserkan.
“Ahok ini kan hanya mementingkan pembangunan Fisik, Jakarta tidak bisa seperti itu, manusianya juga harus dibangun,” ujar dia, Rabu (24/2).
Untuk itu, ujar Ghea, mereka akan mengawal bergulirnya hak angket Ahok. yakni dengan cara mendirikan posko di Gedung DPRD DKI mulai hari ini sampai besok saat digelarnya rapat paripurna pengesahan hak angket.
“Seruan aksi dukungan tandatangan Cabut Mandat Gubernur DKI Jakarta, kami akan ajukan kepada seluruh Anggota DPRD DKI Jakarta mulai Rabu 25 Februari. Sekaligus kami akan bentuk poskodi DPRD untuk mengawal hak angket agar dewan yang terhormat tidak masuk angin, Kamis 26 Februari,” kata Ghea.

Artikel ini ditulis oleh:

Penertiban Bangunan Liar, Warga Bongkar Sendiri Bangunanannya

Warga membongkar kiosnya sendiri yang berada di badan jalan disaksikan Satpol PP saat penertiban di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2015). Puluhan petugas Satpol PP Kecamatan Pulo Gadung melakukan pembongkaran bangunan di badan jalan yang dipergunakan untuk berjualan. AKTUAL/MUNZIR

Hak Angket Dianggap Cuma Gertakan Dewan ke Ahok

Jakarta, Aktual.co —Keseriusan DPRD DKI gulirkan hak angket ke Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dianggap hanya gertak saja.
Pengamat politik anggaran Uchok Sky Khadafi mengatakan, hal itu bisa dilihat dengan adanya perbedaan pernyataan antara Wakil Ketua DPRD M Taufik dengan Ketua Fraksi PDI-P Jhony Simanjuntak yang jadi ketua pelaksana panitia angket. 
“Dari pertama saya sudah bilang dewan hanya menggertak Ahok saja. Saya melihat mereka kurang serius. Mereka (DPRD) itu pingin lewat proses politik si Ahok mati di pangkuan mereka,” seloroh Uchok, saat dihubungi Aktual.co, Rabu (25/2)
Uchok menilai dewan terlihat ragu-ragu dan belum temu kata sepakat, karena gentar melihat Ahok mau lakukan perlawanan. 
“Mereka ragu-ragu, takut dengan perlawanan Ahok. Sedang nanti hasilnya apa kan belum disepakati. Jadi (hak angket) cuma peringatan doang, biasa politik dewan. Padahal anggota dewan sudah gigit jari, dan ini semua (terhambatnya APBD) Ahok harus bertanggung jawab karena dampaknya ke masyarakat. Misalnya, jalan rusak jadi terhambat pengerjaannya,” ucap dia.
Diketahui, sebelumnya Wakil Ketua DPRD M Taufik mengatakan pengguliran hak angket akan berujung pada pemakzulan Ahok. 
Namun pernyataan berbeda disampaikan Jhony. Kata dia, hak angket belum tentu berujung pada pemakzulan Ahok. Dia menyebut, hak angket dilakukan untuk menunjukkan ke publik bahwa sebagai gubernur, Ahok tidak selamanya benar. Dan apa yang dilakukannya dengan mengajukan draf APBD tanpa melalui persetujuan dewan adalah pelanggaran konstitusi.                                                                                  

Artikel ini ditulis oleh:

Tanggal 25 Februari: Selamat Ulang Tahun ke-72 untuk Prof DR Boediono

Jakarta, Aktual.co — Hari ini, berita bahagia menyelimuti ke sosok mantan Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Boediono, M.Ec, yang merayakan hari Milad-nya yang ke-72.  Ya, Prof Boediono, M.Ec lahir di kota Blitar, Jawa Timur, pada 25 Februari 1943 silam.

Sekedar informasi, Boediono pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, dan Direktur Bank Indonesia (sekarang setara Deputi Gubernur, red).

Pendidikan SD hingga SMA pernah dikenyam Boediono di tempat kelahirannya tersebut. Pada 1967, ia memperoleh gelar Bachelor of Economics (Hons.) dari Universitas Western Australia. Lima tahun kemudian, gelar Master of Economics diperoleh dari Universitas Monash.

Kemudian pada tahun 1979, ia mendapatkan gelar S3 (Ph.D.) dalam bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania, salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia.

Pada 1999, beliau mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana dari Pemerintah Republik Indonesia dan “Distinguished International Alumnus Award” dari University of Western Australia pada tahun 2007.

Boediono pertama kali diangkat menjadi Menteri pada 1998 dalam Kabinet Reformasi Pembangunan sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional. Setahun kemudian, ketika terjadi peralihan kabinet dan kepemimpinan dari Presiden BJ Habibie ke Abdurrahman Wahid, ia digantikan oleh Kwik Kian Gie.

Boediono menjadi calon Wakil Presiden 2009-2014 mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dideklarasikan pada 15 Mei 2009 di Sasana Budaya Ganesha kota Bandung. Boediono menjadi wakil presiden pertama yang berlatar belakang ekonomi dan non-partisan setelah Mohammad Hatta (Wakil Presiden pertama RI).

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Beras Naik, Tapi Petani Tidak Diuntungkan

Jakarta, Aktual.co — Harga beras di pasaran terus melonjak naik. Di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, harga beras kualitas menengah mencapai Rp12.000/kg dari sebelumnya Rp9.000/kg, sedangkan harga beras kualitas premium mencapai Rp15.000/kg dari sebelumnya Rp12.000/kg.

Dosen IPB yang menekuni bidang pangan, Sugianta mengatakan bahwa naiknya harga beras bukan disebabkan oleh petani. Menurutnya, ada beberapa kemungkinan harga beras bisa melonjak.

“Pertama itu karena kemarin kita sempat musim hujan terus-menerus, banjir di beberapa wilayah juga mempengaruhi. Kedua, karena ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi tersebut, dia tahu kalau setelah musim hujan harga akan naik, dia mainkan di sana,” ujar Sugianta yang dihubungi Aktual.co, Rabu (25/2).

Lebih lanjut dikatakan dia, selama ini petani tidak pernah diuntungkan dengan naiknya harga beras. Pasalnya, kata dia, petani kerap kali menjual hasil panen mereka pada tengkulak.

“Tengkulak nantinya jual lagi ke distributor-distributor, ada banyak distributornya, baru ke pengecer atau supermarket. Di situlah ada permainan harga,” kata dia.

Sugianta memprediksikan kenaikkan harga beras akan terus berlangsung, bahkan hingga panen raya tiba.

“Sampai panen raya akhir Maret-April mungkin tidak akan signifikan menurunkan harga beras kalau tidak ada kontrol yang lebih besar lagi dari pemerintah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tingkatkan Ekspor Nasional, Kemendag Gandeng Agensi Jepang

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan ekspor nasional dalam lima tahun ke depan meningkat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Meski sejumlah pihak menganggapi hal tersebut sebagai sesuatu hal yang tidak realistis, namun Kemendag terus melakukan upaya, salah satunya dengan mengedepankan pelayanan pro pengusaha kecil atau skala usaha kecil menengah (UKM).

Kali ini, Kemendag bekerjasama dengan Japan International Coorperation Agency (JICA) untuk meningkatkan jejaring kemitraan global. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Nus Nuzulla Ishak mengatakan hal tersebut juga dilakukan untuk memperkuat produk lokal yang berdaya saing global.

“Ini sekaligus wujud komitmen antara pemerintah dan swasta dalam upaya peningkatan ekspor nasional,” ujar Nuz di kantor Kemendag Jakarta, Rabu (25/2).

Lebih lanjut dikatakan dia, kerjasama dalam pengembangan ekspor tersebut diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, ke depannya diharapkan pelaku UKM memiliki jaringan yang kuat, profesional, dan produk yang berkualitas.

“Oleh karena itu, penguatan fungsi Ditjen PEN sebagai local point peningkatan ekspor nasional sangat dibutuhkan guna memperkuat niai kompetitif ekspor Indonesia,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain