19 April 2026
Beranda blog Halaman 38255

Mendagri Tjahjo Nilai DPRD dan Gubernur DKI Egois

Jakarta, Aktual.co — Kisruh yang terjadi antara DPRD DKI dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dinilai oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memiliki egoisme yang tinggi. 
Menanggapi hal tersebut, Menteri Tjahjo meminta kepada kedua belah yang hingga kini masih bertikai untuk mengenyampingkan sifat egoismenya. Karena pertikaian tersebut membawa dampak bagi rakyat khususnya warga Jakarta. 
“DPRD dan Pemprov DKI satu kotak jadi harus saling bersinergi, harus lebih mementingkan rakyat daripada ego masing-masing,” katanya, Senin (9/3).
Dikatakan Tjahjo bahwa pihaknya meminta kepada kedua belah pihak dalam kurun waktu satu minggu paska penyerahan draf yang deadlock untuk segera diselesaikan. Apabila tidak juga menemukan titik temu, sambung Tjahjo makan maka pihaknya sendiri yang akan memutuskan APBD DKI pada 24 Maret 2015, serta mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) untuk Provinsi DKI Jakarta.
“Satu jam pun APBD tidak boleh terlambat” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polri: Belasan WNI yang Hilang di Turki Diduga Gabung ISIS

Jakarta, Aktual.co — Pihak Kepolisian Republik Indonesia menduga warga negara Indonesia yang hilang dalam perjalanan tur wisata di Turki sengaja bergabung dengan kelompok Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kini polisi pun tengah menelusuri dugaan belasan WNI yang hilang tersebut.
‎”Mereka memisahkan diri, masih didalami. Dugaan kuat mereka bergabung dengan ISIS. Kami tengah menelusuri mereka siapa saja, kehidupannya, ada kelompk tertentu atau pihak lain,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Div Humas Polri Kombes Rikwanto di Kantornya, Jakarta, Senin (9/3).
Sekelompok WNI yang hilang dalam rombongan wisata di Turki itu diduga kuat karena negara tersebut dekat dengan Suriah, markas kelompok ISIS‎. Untuk mengungkap itu, pemerintah melalui Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Luar Negeri dan pihak imigrasi bekerjasama melacaknya. “Karena Turki berbatasan dengan Suriah.”
‎Untuk melakukan penelusuran terhadap belasan WNI itu polisi bekerjasama dengan pihak imigrasi dan pihak tur dan travel sebagai penyedia jasa layanan perjalanan rombongan wisatawan tersebut.
‎”Kami berkoordinasi dengan pihak imigrasi, tur travel karena perjalanan wisata. Jadi semua administrasi sementara ini benar, mereka memang tur.”
Sebelumnya, sebanyak 16 WNI hilang kontak dengan rombongan wisata yang tiba di Bandara Ataturk, Istambul pada 24 Februari lalu yang seharusnya berkumpul kembali pada 26 Februari untuk melanjutkan perjalanan. Namun ketika dihubungi, salah satu dari 16 orang itu meminta rombongan untuk meneruskan perjalanan tanpa mereka.
Ke-16 WNI hilang di Turki sesuai data KJRI adalah Jusman Ary, Ulin Isnuri, Humaira Halafshah, Urayna Afra, Aura Kordova, Dayyan Akhtar, Tsabitah Utssman Mahdamy, Salim Muhamad Attamimi, Soraiyah Cholid, Hamzah Hafid (asal Surabaya). Kemudian, Utsman Mustafa Mahdamy, Sakinah Syawie M. Tafsir, Fauzi Umar Salim, Hafid Umar Babher, Utsman Hafid dan Atikah Hafid (asal Surakarta).

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Sukuk Ritel “James Bond” Paling Diminati Masyarakat

Jakarta, Aktual.co —   Pemesanan Sukuk Negara Ritel 2015 seri SR-007 atau “James Bond” yang dilakukan pada 20 Februari lalu nilainya saat ini mencapai Rp21,96 triliun. Angka tersebut merupakan sukuk negara ritel terbesar selama ini, selisihnya mencapai Rp2 triliun dari tahun 2013.

Direktur Jenderal Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Robert Pakpahan mengatakan wilayah DKI Jakarta tercatat yang paling banyak pembeliannya untuk sukuk ritel tersebut. Persentase wilayah DKI Jakarta mencapai 32,92 persen.

“Masih didominasi wilayah Barat Indonesia selain DKI Jakarta, tapi tentu cukup luas wilayahnya mencakup Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur,” ujar Robert di kantor Kemenkeu Jakarta, Senin (9/3).

Menurutnya, wilayah DKI Jakarta berdasarkan nilai nominal memiiiki andil yang besar, yaitu Rp8,54 triliun dari total Rp21,96 triliun.

“Dari nominal, itu (DKI Jakarta) yang paling besar diantara semuanya,” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Pembiayaan Syariah Kemenkeu, Sumintodi mengatakan penerbitan Sukuk Negara Ritel seri “James Bond” tersebut bertujuan untuk pendanaan proyek APBN. Diantaranya untuk proyek financing kementerian-kementerian yang membutuhkan dana besar. Adapun kementerian yang mendapat dana tersebut antara lain, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Agama (Kemenag)

“Proyek financing di-remark langsung oleh pemerintah dengan dana sekitar Rp7,1 triliun,” kata Sumintodi.

Untuk Kementerian PU, kata dia, akan dilakukan revitalisasi pembangunan dan perluasan di berbagai provinsi. Sedangkan untuk Kemenhub akan dilakukan proyek double track, kemudian revitalisasi bandara Kualanamu, Sumatera Utara, dan proyek-proyek pembangunan lainnya.

“Untuk Kemenag akan dialoasikan untuk revitalisasi asrama haji Kemenag di daerah-daerah seluruh Indonesia, revitalisasi perguruan tinggi islam di beberapa daerah, dan revitalisasi kantor urusan agama (KUA) di beberapa kota,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Chad dan Niger Ikut Serangan Perangi Boko Haram

Jakarta, Aktual.co —  Dua negara di wilayah Afrika Selatan, Chad dan Niger melancarkan operasi militer ke Boko Haram di kawasan Nigeria. Serangan yang dilancarkan oleh kedua negara tersebut melalui jalur darat dan udara.

“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa pasukan Chad dan Nigeria melancarkan serangan pagi ini dari Niger. Serangan itu sedang berlangsung,” kata juru bicara militer Chad, Kolonel Azem Bermandoa, Minggu (8/3).

Serangan Niger pertama kali dilancarkan ke wilayah Nigeria untuk memerangi Boko Haram.

Chad, yang didukung oleh militer Angkatan Udara-nya, telah mengirim pasukan ke bagian Timur Laut Nigeria. Sejauh ini lebih dari 30 kota dan desa telah direbut kembali dari Boko Haram sejak Chad dan Niger bergabung.

Serangan baru datang setelah Uni Afrika pada Jumat lalu, mendukung kekuatan regional hingga 10.000 orang untuk bergabung dengan perang melawan kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL). (Laporan: Wisnu Yusep)

Artikel ini ditulis oleh:

Diancam Akan Buka Kecurangan Pilpres, Pengamat: Itu Lebih Bagus

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Padjajaran (Unpad), Muradi menilai bahwa Presiden Jokowi tidak akan terpengaruh dengan ancaman Edward Joseph Snowden yang akan membuka hasil sadapan Australia dan Selandia Baru terkait dugaan kecurangan Jokowi dalam pilpres 2014 kemarin.
Menurut dia, Jokowi bukanlah tipikal orang yang mudah tersandar dengan persoalan masa lalu.
“Saya mengenal pak Jokowi paling tidak 2-3 tahun terakhir, dia tidak akan mau terpenjara dengan semua itu, bicara soal kecurangan, ya dibuka saja sekalian tidak masalah,” kata Muradi saat dihubungi, di Jakarta, Senin (9/3).
“Saya pikir pak Jokowi malah berharap dibuka bila memang terbukti sebagai kecurangan,” imbuhnya.
Untuk diketahui, hubungan Indonesia dengan Australia belakangan ini sedang meruncing sehubungan dengan rencana pemerintahan Joko Widodo mengeksekusi mati dua warga Australia, ‘Bali Nine’ Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Kata Muradi, ancaman itu tidak akan mempengaruhi keputusaan Jokowi selaku kepala negara dalam melakukan eksekusi mati terhadap dua terpidana itu.
“Saya sih curiganya tidak akan percaya pak Jokowi melakukan itu (mundur). Jadi akan tetap dilakukan dengan asumsi bahwa memang mungkin tidak dalam waktu dekat, karena kemarin minggu lalu, namun dugaan saya akan dilakukan minggu ini, karena dalam tahapan hukuman mati ada, misalnya 1 minggu sebelum hukuman mati dia menyesuaikan dengan lingkungan yang ada disitu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Wajar Australia Perjuangkan Warganya dari Hukuman Mati

Jakarta, Aktual.co — Negara harus melindungi setiap warga negara, bukan hanya warga negara Indonesia melainkan juga warga luar negeri. Hal ini merupakan salah satu dari makna dan amanat Undang-undang Dasar 1945.
“Kalau bisa, Jokowi menganulir eksekusi mati itu. Karena sudah mencabut roh dari makna UU 45. Padahal jelas, dalam UU 45, Indonesia juga harus melindungi warga luar negeri dalam hak hidupnya. Jadi bukan warga Indonesia saja,” kata Pengamat Hukum dan Tata Negara Irman Putrasidin kepada wartawan, Senin (9/3).
Menurut dia, hukuman mati yang diterapkan oleh Indonesia sebenarnya bisa digantikan dengan hukuman setimpal lainnya. Dia lantas menyinggung bagaimana upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia manakala ada warga negara Indonesia diluar negeri terancam hukuman mati.
“Wajar pihak Australia memperjuangkan warganya agar tak di eksekusi mati. Toh, pemerintahan kita juga, akan memperjuangkan hal yang sama jika ada warganya yang akan dieksekusi mati,” kata Irman.
Irman mengapresiasi sikap Kejaksaan Agung yang menunda pelaksanaan eksekusi mati para terpidana di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Tindakan dan sikap yang disebutnya sudah tepat.
Lebih lanjut Irman mengatakan, jika Indonesia dapat menyelamatkan hak hidup para terpidana mati akan berdampak baik bagi kerjasama antar negara. Misalnya kerjasama Indonesia dengan Australia terkait eksekusi dua warga negara Australia yang lebih dikenal dengan duo Bali Nine.
“Dampaknya, bahwa negara lain akan melakukan aksi saling melindungi,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain