19 April 2026
Beranda blog Halaman 38258

Serangan Roket di Pangkalan PBB Mali Tewaskan 3 Orang

Semarang, Aktual.co — Sedikitnya tiga orang tewas di Mali Utara akibat puluhan serangan roket di sebuah pangkalan PBB, pada Sabtu lalu.

Salah satu  korban tewas adalah penjaga perdamaian PBB, dan dua lagi merupakan warga sipil.  “Setidaknya 12 orang lagi cedera,” kata juru bicara PBB.

CNN melaporkan, sekitar 30 roket diluncurkan, dan peluru menghantam pos pada pagi hari.  “Pasukan PBB membalas tembakan,” kata juru bicara Olivier Salgado.

Keamanan pun telah ditingkatkan di misi ‘stabilasi’ PBB di Mali yang dinamakan ‘Minusma, serta patroli udara di tempat misi perdamaian.

PBB menyerukan, perdamaian di negara yang telah melihat pemberontakan separatis di utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Resmi Alihkan Blok Mahakam ke Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan bahwa Pemerintah telah memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam yang berada di Kalimantan Timur kepada PT Pertamina (Persero).

Seperti diketahui pengelolaan blok Mahakam yang saat ini berada di tangan Total E&P dan Inpex Corporation, masa kontraknya akan habis pada tahun 2017.

“Semua pihak butuh kejelasan, pemerintah sudah kasih arah jelas, arahnya kasih ke Pertamina,” tegas Sudirman kepada wartawan di Aceh, seperti dikutip dari laman resmi Setkab, Senin (9/3).

Meski begitu, terkait besaran saham yang diberikan pemerintah ke Pertamina, Sudirman mengaku menyerahkan hal itu pada negosiasi antara Pertamina dengan pengelola blok yang lama, meski diakuinya Pertamina meminta pengelolaan secara 100 persen atau mayoritas.

Untuk itu, Sudirman berjanji akan mempertemukan Pertamina dengan Total untuk mencari jalan tengah. Ia meyakini, baik Pertamina, Total maupun Pemda Kalimantan Timur tentunya menginginkan produksi Blok Mahakam itu berjalan stabil.

“Saya rasa gini, sejak November kita sudah bicara pada keduanya. Kepada Total kita sampaikan signal itu, kepada Pertamina juga begitu, jadi seharusnya bukan mulai dari nol sama sekali. Jadi Selama ini Pertamina mampu membuat proposal karena dasar-dasarnya dari mereka, jadi hubungan antara keduanya seharusnya sudah oke,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPAI: Jangan Ajari Anak Berpikir Instan

Jakarta, Aktual.co —  Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan cara berpikir instan yang diterapkan pada seorang anak bisa berbahaya bagi karakter tumbuh kembang dan perilaku anak itu.

“Anak jangan diajar cara berpikir instan. Itu akan berbahaya bagi karakter tumbuh kembang dan perilaku mereka,” kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Susanto di Jakarta, Senin (9/3).

Susanto mengatakan apabila anak sudah terbiasa berpikir instan sejak kecil itu akan berakibat pada pola pikir saat anak tumbuh remaja dan dewasa.

Ia mencontohkan kasus perampasan sepeda motor atau begal yang kerap terjadi belakangan ini dan pelakunya masih dalam usia anak. Menurut Susanto, salah satu faktor pemicu anak menjadi begal karena cara berpikir instan.

“Mereka butuh uang dan ingin mendapatkannya secara instan karena itu melakukan begal. Berdasarkan penelitian kami, biasanya uang hasil begal hanya digunakan untuk berakhir pekan,” kata Susanto.

Ia menilai, seharusnya anak sudah dididik untuk tidak berpikir secara instan sejak di sekolah dasar.

“Jika anak bertanya, sebaiknya jangan diberi jawaban secara langsung. Bagaimana anak seharusnya diberikan jawaban yang memancing cara berpikir mereka, agar mereka tidak berpikir instan tapi berpikir kreatif. Inilah yang harus menjadi evaluasi dari sistem pendidikan kita,” kata Susanto.

Susanto berpendapat, guru di sekolah berperan dalam menentukan tumbuh kembang karakter dan karakter anak dengan cara didik yang diterapkan.

“Ketika ditanya, guru jangan langsung memberikan jawaban di depan mata. Tapi memancingnya agar anak terus berpikir,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bareskrim Hari Ini Periksa Bambang Widjojanto

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bambang Widjojanto dalam kasus mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu disengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010 silam.
Pria yang akrab disapa BW itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Zulfahmi Arsyad (ZA) atas kasus tersebut. “Penyidik menjadwalkan BW hari ini untuk diperiksa sebagai saksi dari Z,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Div Humas Polri Kombes Rikwanto di Jakarta Selatan, Senin (9/3).
Meski begitu, Rikwanto belum dapat memastikan apakah BW akan hadir pada pemeriksaan kali ini. “Belum ada infonya dari penyidik, datang atau tidak. Tapi kami tunggu kehadirannya dan konfirmasi dari pihaknya.”
Dalam kasus ini, Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan dua tersangka. Dua tersangka yakni BW dan Zulfahmi.
‎Sebelumnya, BW dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka dalam kasusnya itu pada Selasa, 3 Maret 2015. Namun dia tidak memenuhi panggilan Bareskrim. BW hadir dengan inisiatifnya sendiri pada Rabu, 4 Maret 2015 namun ditolak dan diberikan surat panggilan untuk menjadi saksi Zulfahmi pada hari ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Terbakarnya TransJakarta Kemarin Bukan Disebabkan Korsleting

Jakarta, Aktual.co —Satu armada bus TransJakarta terbakar, Minggu (8/3) kemarin di Gatot Subroto. Direktur Utama TransJakarta, Antonius Kosasih mengatakan terbakarnya armada TransJakarta merek ZhongThong kemarin terbilang insiden baru. 
Sebab berdasarkan penyelidikan awal TransJakarta, kebakaran bukan disebabkan arus pendek atau biasa disebut korsleting. Juga bukan lantaran ada bagian mesin yang pernah terendam banjir. 
“Tapi karena ada salah satu bagian turbo-nya yang overheading, nah itu yang sedang kami cek,” ujar dia, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (9/3).
Diakui Kosasih, pihak dia juga sudah membandingkan bus dengan merek sama yang digunakan Damri. Hasilnya, mereka juga sudah dua kali mengalami kejadian sama di bagian mesin yang sama.
Pemanggilan pun bakal dilakukan terhadap Agen Pemegang Merk (APM) Bus TransJakarta merk Zhong Thong itu. “Dari kemarin sampai pagi tadi kita minta pihak Zhong Thong datang. Mereka datang untuk melihat mesin tersebut,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Menkopolhukam: Proses Hukum Mary Jane Akan Segera Dipercepat

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno mengatakan proses hukum Mary Jane Viesta Feloso akan dipercepat agar eksekusi 10 terpidana mati dapat segera dilaksanakan.
“Akan dipercepat masalah itu. Kita tunggu, mungkin minggu ini kita dapatkan putusan dari Mahkamah Agung (MA),” kata Menteri Tedjo di Yogyakarta, Senin (9/3).
Menurut Tedjo, Indonesia tidak pernah berniat melakukan upaya penundaan pelaksanaan hukuman mati terpidana narkoba tersebut. Tedjo mengatakan, Indonesia tetap harus menghargai upaya hukum yang ditempuh oleh narapidana melalui proses PK yang saat ini keputusannya ada di Mahkamah Agung (MA).
“Penundaan (eksekusi mati) memang karena ada proses PK, tapi itu tidak akan lama,” ujar dia.
Sementara itu mengenai tekanan pembatalan eksekusi oleh pemerintah Australia serta Brasil, dia menyadari setiap negara akan berupaya melakukan pembelaan terhadap warga negaranya di luar negeri, termasuk Indonesia.
“Namun, untuk kasus ini Indonesia sudah bersikeras tetap melaksanakan hukuman mati, sehingga tekanan dari luar tidak akan berpengaruh,” kata dia.
Menurut Tedjo proses persiapan pelaksanaan hukuman mati gelombang kedua terpidana mati itu tidak mengalami hambatan, sebab telah memiliki acuan pada hukuman mati sebelumnya.
Seperti diketahui, pemerintah hingga saat ini belum memastikan jadwal eksekusi mati. Sebab, belum ada putusan atas peninjauan kembali (PK) yang diajukan terpidana mati kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Viesta Feloso.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain