19 April 2026
Beranda blog Halaman 38257

Penggusuran Rumah di Lahan KAI

Warga mengangkat barang ketika dilakukan pengosongan rumah di kawasan Stasiun Kemayoran, Jakarta, Senin (9/3/2015). Personel gabungan yang terdiri dari petugas dari PT KAI, TNI dan Polri membongar sembilan rumah yang berada di lahan PT KAI. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Nama-nama Besar Ikut Ramaikan Bursa Ketua DPD PDIP DKI

Jakarta, Aktual.co — Perebutan kursi Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta bakal berlangsung sengit. Nama-nama besar seperti Putty Guntur Soekarno Putri, Boy Sadikin, Prasetyo Edi Marsudi dan Wiliam Yani bakal meramaikan bursa Ketum DPD yang digelar mulai 14 Maret 2015 mendatang.
Koordinator Monitoring Calon Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Aceh, Gorontalo Irvansyah mengatakan, dari segi sosok, masing-masing kandidat sudah memenuhi unsur tersebut.
“Semua calon punya nilai tersendiri. Mereka punya kompetensi masing-masing. Semua masih punya kesempatan. Ini menunjukkan kader PDI Perjuangan punya kualitas,” ujarnya saat dihubungi, Senin (‎9/3).
Oleh sebab itu, Irvan memastikan perjuangan menuju kursi DPD PDI-P 1 bakal berlangsung sengit antar kandidat Ketum.
Pandangan berbeda disampaikan Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara Ida Mahmudah. Ida mengungkapkan, DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta harus memiliki sosok baru. Karena pada pemilihan sebelumnya persaingan Boy dan Wiliam Yani menyebabkan perpecahan.
“Mencermati kepengurusan kemarin, DKI membutuhkan sosok yang dapat menyatukan semua unsur, termasuk untuk kelompok Boy dan Wiliam Yani. Dan sosok yang dapat menyatukannya adalah Putty Guntur Soekarno Putri. Biar gak ada perpecahan,” ungkapnya yakin.
Namun pernyataan Ida langsung disanggah mantan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Barat Arifin. Menurutnya, posisi Putty saat ini hanyalah calon alternatif. Sementara penilaiannya, calon yang paling cocok adalah Wiliam Yani. Karena selalu memegang teguh dan menjalan seluruh perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
“Saya rasa sih di DKI yang udah kelihatan pasti Bang Wiliam Yani udah cocok. Dia konsekuen dan mengikuti semua surat Ibu Mega. Kalau Pak Boy saya malah kurang nih. Kalau Putty alternatif. Kalau nanti Konfrensi Daerah deadlock boleh deh,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mensos Khofifah Jamin Stok Beras Raskin Aman Hingga Desember 2015

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah menjamin stok beras bagi warga miskin (raskin) aman hingga Desember 2015 karena stok di gudang Bulog cukup tersedia.

Demikian disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan, Senin (9/3). 

“Masyarakat tidak perlu khawatir, dijamin stok raskin cukup hingga Desember 2015,” katanya.

Pemerintah menyiapkan dana Rp9,5 triliun untuk pengadaan beras miskin (raskin) hingga Juli. Saat ini, stok raskin pada posisi 1,4 juta ton dan kebutuhan raskin secara nasional 2,78 juta ton.

Stok raskin selama satu tahun sudah disiapkan pemerintah melalui APBN, baik yang sudah dibeli maupun yang belum, ujarnya.

Pada Maret ini, di beberapa daerah sedang panen raya, sehingga Perum Bulog bisa melakukan pengadaan raskin.

Kementerian Sosial (Kemensos) mendapat jaminan dari Dirut Perum Bulog, bahwa jika ditemukan pada raskin di bawah standar atau jelek, bisa dikembalikan dan ditukarkan dengan beras yang baru dan berkualitas.

“Kalau masih ditemukan raskin di bawah standar, seperti berkutu, berbatu dan berwarna kuning agar warga penerima raskin menukarkan dan mengembalikan ke gudang divisi regional (divre) dan sub divre Perum Bulog terdekat,” katanya.

Raskin diberikan kepada 15,5 juta rumah tangga sasaran karena setiap keluarga berhak mendapatkan 15 kilogram beras tiap bulan dengan harga tebus 1.600 per kilogram.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Densus Cokok Dua Terduga Teroris Poso

Jakarta, Aktual.co — Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap dua terduga teroris di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu (8/3). Densus juga berhasil menyita sejumlah barang bukti.
Kepala Polres Poso AKBP Ronny Suseno menyebutkan kedua terduga yang dicokok itu adalah Is warga Desa Masamba dan Rm warga Kelurahan Kasiguncu.
“Kedua tersangka yang diduga kuat merupakan jaringan Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin Santoso tersebut ditangkap di rumahnya masing-masing,” kata dia di Palu, Senin (9/3).
Dia mengatakan, dari kediaman tersangka Is, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain sepucuk senjata rakitan, sebuah magasin, puluhan butir peluru, sebuah bendera ISIS dan beberapa sepeda motor.
Is diduga biasa merakit senjata api rakitan, dan pernah mengirimkan senjata kepada kelompok Santoso di hutan. Sedangkan tersangka Rm sebelumnya juga pernah ditangkap oleh tim gabungan, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif terkait tindak pidana terorisme.
Sebelumnya, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap empat warga Poso pada 4 Maret 2015 karena diduga terlibat jaringan kelompok bersenjata di daerah itu.
Keempat orang yang ditangkap tersebut adalah Ar, Ml, dan AH yang merupakan warga Desa Masamba, serta MH yang merupakan warga Kecamatan Poso Pesisir.
Polisi juga telah menggeledah rumah orang yang ditangkap tersebut dan menemukan sejumlah barang bukti. Para tersangka yang telah ditangkap tersebut selanjutnya akan menjalani pemeriksaan intensif di kantor polisi.
Saat ini Polri masih melaksanakan Operasi Camar Maleo 2015 yang fokus untuk menangkap kelompok teroris dan berupaya memutus jaringan simpatisan kelompok bersenjata di Kabupaten Poso.
Selama operasi yang berlangsung lebih satu bulan itu, aparat keamanan berhasil menyita puluhan amunisi, selongsong peluru, bahan peledak dan sejumlah alat bukti lainnya yang diduga milik kelompok teroris.
Saat ini sekitar 1.300 aparat gabungan TNI dan Polri juga telah berada di Kabupaten Poso untuk menangkap sekitar 20 teroris yang bersembunyi di Kabupaten Poso. Di kelompok tersebut diduga ada tiga warga negara asing yang turut bergabung dengan Santoso.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

DPRD Akan Lapor Ahok ke Bareskrim, Hanya Pencemaran Nama Baik?

Jakarta, Aktual.co —DPRD DKI akan melaporkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Rabu (12/3).
Tapi Ahok hanya dilapor soal dugaan pencemaran nama baik institusi DPRD DKI saja. Dan soal dugaan pemalsuan dokumen terkait draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015.
Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana mengatakan delapan fraksi di DPRD DKI sudah sepakat melaporkan Ahok, dengan satu perwakilan dari fraksi akan buat laporannya.
“Rabu sudah kita mulai laporkan tentang fitnah kepada institusi DPRD. Kemudian masalah etika dan norma dan stabilitas politik. Ahok kan sudah ganggu stabilitas politik,” kata Lulung di DPRD DKI, Jakarta, Senin (9/3).
Sedangkan, tudingan yang dilontarkan DPRD sebelumnya bahwa ada oknum pejabat pemprov DKI yang mencoba menyuap pimpinan dewan dengan program senilai Rp12 triliun, ternyata malah tak ikut masuk dalam laporan ke Bareskrim.
Lulung berdalih, soal dugaan percobaan suap belum bisa dilapor, karena belum terjadi. “Soal penyuapan sama juga dengan siluman yang pernah ada. Kan belum dibuktikan secara hukum. Secara hukum upaya memang ada, tapi itu belum terjadi jadi belum bisa kita laporkan,” ujar dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Blusukan ke PT Arun dan Waduk Keureuto

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud saat melakukan kunjungan ke PT Arun dan meletakkan batu pertama pembangunan Waduk Keureuto Aceh di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Senin (9/3/2015). Kunjungan Presiden dan rombongan bertujuan untuk mendengarkan paparan tentang kemajuan proyek regasifikasi di bekas kilang PT Arun lalu menuju Waduk Keureuto. AKTUAL/MASRIADI SAMBO

Berita Lain