18 April 2026
Beranda blog Halaman 38271

Penjual Ikan di Aceh Nazar Ingin Jumpa Jokowi Besok

Banda Aceh, Aktual.co —Mujiburrahman, (27), penjual ikan asal Desa Samakurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, bernazar salat sunat dua rakaat di tujuh masjid jika bisa bertemu dan berbicara dengan Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh Utara, Senin (9/3) besok. Ditanya apa motivasi untuk bertemu Jokowi? Pria ini mengaku ingin melaporkan perkembangan terkini di Aceh. Selain itu, dia ingin agar Jokowi menyejahterakan rakyat Aceh. 
“Serta saya melepas rindu untuk Jokowi. Ketika Maret 2014, Jokowi datang ke Langsa sebagai politisi PDI-P. Waktu itu saya bertemu dan menyerahkan koin berbentuk love,” ujar dia kepada Aktual.co, Minggu (8/3). Setelah Jokowi sukses jadi presiden, Mujiburrahman tak pernah bertemu lagi. Dia mengaku bukan orang partai. Namun, semata-mata menyukai gaya orang nomor satu di Indonesia itu. Dia menambahkan akan melaporkan persoalan lingkungan di Aceh pada presiden. Jika diizinkan, sambung Mujiburrahman, dia akan melaporkan saban hari puluhan hektare hutan bakau di Aceh Timur dibabat dan dijadikan arang. “Manfaat dan kesejahteraan yang dirasa masyarakat dari industri itu tak sebanding dengan kerusakan alam. Itu jika saya diizinkan bertemu dengan Jokowi,” kata dia. Presiden Jokowi dijadwalkan tiba di Lhokseumawe sekitar pukul 11.30 dan langsung menuju PT Perta Arun Gas di Kompleks PT Arun NGL Lhokseumawe. Presiden akan meresmikan operasional perusahaan yang melakukan regasifikasi tersebut. Setelah itu, presiden meresmikan pembangunan Waduk Krueng Keureuto Paya Bakong, Aceh Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Malang Jadi Tuan Rumah Forum Museum Se-Indonesia

Malang, Aktual.co —Kota Malang, Jawa Timur, jadi tuan rumah pertemuan Forum Nasional Museum se-Indonesia, Mei tahun ini. Sebelumnya, acara yang didukung Kementerian Pariwisata ini, selama delapan tahun terakhir selalu digelar di luar Pulau Jawa.
Ketua Yayasan Inggil Malang, Dwi Cahyono, mengatakan Malang dipilih karena saat ini dunia internasional sedang membahas dan mengembangkan keberadaan museum dan industri kreatif. Di mana Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu) dinilai  sudah sukses memberi contoh penggabungan dua segmentasi tersebut. Seperti Museum Angkut dan Museum Malang Tempoe Doloe.
“Malang sudah berhasil memberikan contoh museum dengan industri kreatif. Isu ini sudah dibahas di Unesco,” papar Dwi Cahyono, Minggu (8/3) di Malang, Jawa Timur.
Menurutnya, museum sebagai industri kreatif, saat ini merupakan tantangan bagi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Di mana museum tak sekedar jadi tempat menggali ilmu pengetahuan saja. Namun sudah harus memberikan kontribusi secara ekonomis bagi suatu wilayah, dengan menarik para wisatawan berkunjung.
“Saya sudah presentasikan agar acara ini dilaksanakan di Kota Malang dan akhirnya bisa terealisasi,” ucap dia.
Pertemuan Nasional Museum Indonesia tersebut juga akan membahas penetapan hari museum nasional. Ini merupakan hal yang sudah diidamkan oleh penggiat museum di Indonesia. Bila nantinya sukses, lanjut Dwi, Malang akan mencatatkan sendiri rekor tersebut.
“Kami sudah merencanakan itu jauh hari dan sudah berbicara kepada Irjen Kementerian,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rakyat Beri Mandat kepada Tim 9 untuk Stop Kriminalisasi KPK

Para aktivis antikorupsi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil memberikan mandat kepada Tim 9 untuk menghentikan aksi kriminalisasi terhadap pimpinan dan pegawai KPK serta pendukung pemberantasan korupsi, Minggu (8/3/2015). Tim 9 pun menerima mandat yang disebut sebagai keputusan rakyat itu. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Hukuman Mati Dianggap Pengalihan Kelemahan Jokowi

Jakarta, Aktual.co —Penerapan hukuman mati yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo dinilai menyalahi Undang-undang dan nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih tren hukuman mati di dunia sudah dihapuskan.
“Jika kita bicara solusi, hukuman mati itu bisa diganti dengan hukuman seberat-beratnya tanpa pemberian remisi,” kata Ketua Setara Institute, Hendardi, di Jakarta, Minggu (8/3).
Menurutnya, eksekusi hukuman mati sebenarnya dilakukan untuk menutupi kelemahan Presiden Jokowi di bidang hukum lainnya. Terutama perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri terkait proses pengajuan Kapolri hingga menuai konflik berkepanjangan.
“Karena itu saya menolak hukuman mati. Karena itu hak hidup orang lain dan (hukuman mati) itu bertentangan dengan HAM,” ujar dia.
Di sisi lain, Hendardi melihat penerapan hukuman mati yang ditekankan pemerintah untuk memberikan efek jera sebenarnya juga untuk menjustifikasi pelaksanaan hukuman mati bagi terpidana narkoba itu sendiri. 
Pemerintahan Jokowi, lanjutnya, mendapatkan angka 40-50 orang meninggal akibat narkoba yang ternyata berasal dari penelitian tujuh tahun lalu oleh pusat penelitian kesehatan Universitas Indonesia dan badan Narkotika Nasional (BNN).
Dia menambahkan, penerapan hukuman mati tidak bisa jadi indikator keberhasilan pemerintahan Jokowi. Hendardi justru melihat misalnya penolakan semua grasi hukuman mati menunjukkan kelemahan Jokowi. Yakni bahwa Jokowi tidak paham seluruh isi grasi yang diajukan para terpidana mati.
“Saya sangat yakin seluruh permohonan grasi tidak dibaca dipelajari Jokowi. Padahal masing-masing kasus punya karakter persoalan pertimbangan berbeda,” demikian Hendardi.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Dianggap Lalai Antisipasi Kenaikan Harga

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah dianggap telah lalai antisipasi kenaikan harga barang. Tak hanya itu, pemerintah juga dinilai tidak memiliki strategi yang bersifat langsung dan dengan cepat membantu mendorong daya beli masyarakat miskin.
“Pemerintah harusnya punya data masyarakat miskin dan sangat miskin yang membutuhkan bantuan langsung. Program kartu dari pemerintah hanya meringankan, sementara di sisi lain daya beli masyarakat justru semakin tergerus inflasi,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Yudha saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (8/3).
Menurut Satya, kebijakan kartu (sakti) memang meringankan. Tapi bantuan langsung yang bersifat jangka pendek juga sangat penting pada saat ini. Serta operasi pasar juga perlu dilakukan guna mengontrol harga.
Satya menegaskan, kondisi harga yang melonjak saat ini merupakan bukti bahwa  anggaran penghematan BBM tidak digunakan untuk bantuan jangka pendek dan hanya fokus pada rencana jangka panjang.
“Ini terlihat dari kebijakan pemerintah yang menyalurkan total penyertaan modal (PMN) kepada BUMN pada APBN-P 2015 sebesar Rp43,2 triliun untuk 30 BUMN,” ungkap dia.
Oleh karena itu, Satya mendesak pemerintah untuk menjamin kepastian suplai barang komoditas agar tetap terjaga untuk mengendalikan harga yang juga bisa dilakukan dengan cara operasi pasar. Khususnya untuk komoditas seperti beras, gula, jagung, air, dan lain-lain. “Kalau tidak mampu menolong daya beli, sebaiknya dijaga betul harga komoditas yang diatur pemerintah,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

FIMA Bantah Sebarkan Pesan Penghadangan Jokowi di Aceh Utara

Banda Aceh, Aktual.co —Wakil Ketua Forum Interaksi Mahasiswa Paya Bakong (FIMA), Juliadi membantah telah mengedarkan pesan berantai via blackberry messanger (BBM) mengenai imbauan untuk penghadangan terhadap rombongan Presiden Joko Widodo. 
Saat dikonfirmasi Aktual.co, Minggu (8/3), Juliadi menegaskan kabar yang menyebut pihaknya akan melakukan penghadangan terhadap Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Aceh Utara Senin (9/3) besok, adalah fitnah.
“Kami mendukung pembangunan waduk di Paya Bakong sejak awal. Pesan yang menyatakan kami akan menghadang presiden itu tidak benar dari kami. Itu fitnah dan silahkan aparat hukum mengusut pelakunya,” ujar Juliadi.
Pihaknya, ujar dia, mendukung kedatangan presiden ke Aceh Utara agar bisa mempercepat pembangunan waduk.
Diberitakan sebelumnya, beredar isu akan ada massa menghadang di kawasan Waduk Krueng Keureuto Paya Bakong, Aceh Utara. Isu yang beredar lewat BBM itu menyebut diedarkan oleh Forum Interaksi Mahasiswa Paya Bakong (FIMA). Isinya, mengajak seluruh rakyat Aceh menuntut presiden dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah menuntaskan implementasi UU Pemerintah Aceh. Juga menuntaskan persoalan infrastruktur di Aceh Utara, meningkatkan kemakmuran ekonomi rakyat, dan menyejahterakan mantan kombatan di wilayah itu. “Kita akan menghadang,” tulis pesan itu. 
Presiden Jokowi dijadwalkan tiba di Lhokseumawe sekitar pukul 11.30 dan langsung menuju PT Perta Arun Gas di Kompleks PT Arun NGL Lhokseumawe. Presiden akan meresmikan operasional perusahaan yang melakukan regasifikasi tersebut. Setelah itu, presiden meresmikan pembangunan Waduk Krueng Keureuto Paya Bakong, Aceh Utara. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain