15 April 2026
Beranda blog Halaman 38279

Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Keluarkan “Sabdatamo”, Ada Pertanda Apa?

Jakarta, Aktual.co — Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengeluarkan Sabdatama yang disebut juga perintah utama dari raja Kasultanan Yogyakarta, Jumat (6/3). 
Dengan didampingi permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dan Adipati Pura Paku Alaman, KGPAA Paku Alam IX, Sultan HB X membacakan sendiri Sabdatama itu di Bangsal Kencana di dalam kraton. 
Tampak hadir pula adik Sultan, GBPH Prabukusumo, para kerabat dan sentono dalem, para abdi dalem keprajan dan lain-lain.
Ada delapan butir sabdatama yang dibacakan sendiri oleh Sultan. Isi sabdatama itu dalam Bahasa Jawa.
Ingsun maring dawuh marang sira kabeh, putra-putri Dalem, sedherek Dalem, sentono Dalem, uga para abdi dalem lan sira kang duwe kalenggahan ana ing Kraton Ngayogyakarta, nyambung karo Sabdotomo Ingsun naliko surya kaping 10 Mei 2012. (Saya memberikan perintah kepada semuanya, putra-putri dalem, saudara dalem, sentana dalem, juga para abdi dalem dan kamu yang punya kedudukan di Kraton Yogyakarta, menyambung dengan sabdatama saya ketika tanggal 10 Mei 2012).
Mengertio, ingsun uga netepi pranatan, paugeran lan janjiku marang Gusti Allah, Gusti Agung Kang Kuwasa Cipta, uga para leluhur-leluhur kabeh, mula Ingsun paring dawuh, yaiku: (Mengertilah, kamu juga menaati pranata/aturan, ketentuan dan janjiku kepada Gusti Allah yang Maha Kuasa-Cipta dan juga para leluhur semua, karena itu saya memberikan perintah, yaitu:)
1. Ora iso sapa wae ngungkuli utowo nduwuri mungguhing Kraton. (Tidak bisa siapa saja mendahului wewenang kraton).
2. Ora iso sapa wae mutusake utawa rembugan babagan Mataram luwih-luwih kalenggahan tatanan Mataram Kalebu kang gandeng cenenge karo tatanan pamarentahan kang bisa mutusake Raja. (Tidak bisa siapa saja memutuskan atau membicarakan mengenai Mataram, terlebih mengenai tatanan Mataram termasuk yang ada hubungannya aturan pemerintahan yang bisa memutuskan adalah raja)
3. Marang sapa wae kang uwis kaparingan kalenggahan, manut karo Raja sing maringi kalenggahan. (Barang siapa yang sudah diberikan jabatan, harus mengikuti raja yang memberikan jabatan).
4. Sing gelem lang ngrumangsani bagian saka alam lan gelem nyawiji karo alam, kuwi sing pantes diparingi lan diparingake ngleksanaake dawuh lan iso diugemi yaiku, pangucape iso diugemi, ngrumangsani sapa ta sejatine, ngugemi asal usule,kang gumelar iki wis ana kang nata dumadi ana lir gumanti ora kepareng dirusuhi. (Bagi siapa saja yang merasa bagian dari alam dan mau menjadi satu dengan alam, itu yang layak diberikan dan diperbolehkan melaksanakan perintah itu adalah, ucapannya bisa dipercaya, tahu diri asal usulnya. Menghayati asal usul dan tidak bisa diganggu-gugat).
5. Sing disebut tedak turun Kraton, sapa wae lanang utawa wedok durung mesti diparengake ngleksana ake dawuh kalenggahan, kang kadawuhake wis tinitik. Dadi yen ana kang omong babagan kalenggahan nata Nagari Mataram sapa wae luwih-luwih Pengageng Pangembating Praja, ora dikeparengake, kuwi kleru utawa luput. (Siapa saja yang menjadi keturunan kraton laki atau perempuan belum tentu diberikan perintah untuk melaksanakan perintah (berkaitan dengan) jabatan yang sudah ditentukan. Jadi kalau ada yang bicara mengenai kedudukan di negeri Mataram siapa saja, lebih-lebih pembesar di jajaran pemerintahan itu tidak diperbolehkan, itu keliru atau salah).
6. Anane Sabda Tama, kanggo ancer-ancer parembagan apa wae uga Paugeran Kraton. Semono uga negara nggunaake undang-undang. (Adanya sabdatama ini, untuk sebagai tanda/patokan untuk membahas apa saja termasuk ketentuan kraton termasuk negara dalam mengunakan undang-undang.
7. Sabdotomo kang kapungkur, kawedarake jumbuh anane Undang-Undang Keistimewaan, jumbuh anane Perdais lan Danais. (Sabdatama yang lalu itu, terkait dengan adanya Undang-Undang Keistimewaan yang berkaitan dengan Dana Keistimewaan).
8. Yen butuh mbenerake undang-undang Keistimewaan dasare Sabda Tama lan ngowahi undang-undange. (Apabila membutuhkan untuk memperbaiki Undang-undang Keistimewaan, dasarnya dalah sabdatama dan mengubah undang-undang). 
Kuwi kabeh dawuh kang perlu dimangerteni lan diugemi. (Itu perintah semua yang perlu dimengerti dan dipegang).

Artikel ini ditulis oleh:

KLa Project Larutkan Penggemar dalam Nostalgia Tembang Lawas

Jakarta, Aktual.co — KLa Project melarutkan para penggemarnya dalam nostalgia melalui tembang-tembang lawas mereka yang populer di era tahun 1990-an saat tampil dalam Konser Eksklusif di Sandeq Ball Room Hotel Clarion, Makassar, Jumat (6/3) malam.

Dalam balutan busana warna hitam, group band yang digawangi Katon Bagaskara, Lilo (Romula Radjadin) dan Adi Adrian ini sukses memukau ratusan penggemar dengan membawakan setidaknya sepuluh lagu andalan yang akrab di telinga para penggemar mereka.

Group band asal Jakarta yang berdiri pada tahun 1988 ini, membuka konser dengan tampil menghentak melalui dua lagi berirama cepat “Hey” dan “Dekadensi.” Katon Bagaskara lalu menyapa dan mengajak audiens Makassar untuk bersama-sama menjemput impian melalui lagu Menjemput Impian yang langsung disambut tepuk riuh penonton.

Melalui lima lagu, Bantu Aku, Waktu Tersisa, Gerimis, Lagu Baru, dan Laguku yang dibawakan secara medley, KLa Project mampu memanaskan suasana dengan mengajak para penonton turut bergoyang seirama dengan lagu.

Penonton lalu dibuat terhipnotis ketika Katon secara akustik membawakan lagu Semoga dari Album Kedua yang dirilis pada tahun 1990 ini. Secara spontan, penonton turut bernyanyi bersama Katon.

Saat membawakan salah satu lagu terpopulernya, Tak Bisa Ke Lain Hati, Katon Bagaskara turun langsung ke tengah penonton dan mengajak mereka bernyanyi bersama.

Aksi ini sontak membuat para penggemarnya histeris, kesempatan inipun tidak disia-siakan, para penggemar langsung berkumpul di sekitar Katon dan mengabadikan momen tersebut dengan ber-selfie.

Penampilan band ini lalu dilanjutkan dengan lagu Jogjakarta dan ditutup dengan Tentang Kita.

Melalui irama dan lirik lagu yang tak lekang oleh waktu, KLa Project membuktikan kehadiran mereka tetap mampu menghipnotis para penggemarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

AirAsia Tingkatkan Frekuensi Penerbangan Bali – Bangkok

Jakarta, Aktual.co — AirAsia meningkatkan frekuensi penerbangan Bali – Bangkok dari sebelumnya tujuh kali dalam sepekan (satu kali dalam sehari) menjadi 14 kali dalam seminggu (2 kali dalam sehari) efektif  Sabtu (06/03) kemarin.

Ada pun penerbangan tambahan tersebut dioperasikan oleh AirAsia Indonesia (QZ) menggunakan pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 kursi.

Sunu Widyatmoko, Presiden Direktur AirAsia Indonesia mengatakan, “Penerbangan AirAsia rute Bali-Bangkok pertama kali dioperasikan oleh afiliasi kami AirAsia Thailand (FD) pada 2009, dan sejak itu permintaan terus meningkat. Kami senang dapat menambah frekuensi di rute ini, sehingga memberikan penumpang kami pilihan jadwal penerbangan yang lebih fleksibel.”

“AirAsia Indonesia sebelumnya juga telah meningkatkan frekuensi penerbangan di rute Jakarta – Bangkok dari sebelumnya 14 kali seminggu (2 kali sehari) menjadi 21 kali seminggu (3 kali sehari) sejak 12 Februari 2015 guna mengakomodir tingginya minat penumpang di rute tersebut.”

Untuk diketahui, Bangkok merupakan salah satu destinasi populer yang menawarkan pengalaman belanja dan kuliner terbaik di Asia Tenggara.

Di bulan April, travelers dapat mengunjungi Bangkok sekaligus merayakan keseruan Songkran Festival. Pada Juni – Agustus akan diselenggarakan Bangkok Grand Sale yang sayang untuk dilewatkan oleh penggemar wisata belanja.

“Penambahan frekuensi penerbangan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam meningkatkan konektivitas antara Indonesia dan Thailand, mengingat kedua negara ini merupakan dua destinasi wisata populer di kawasan Asia Tenggara,” tambah Sunu.

Artikel ini ditulis oleh:

Siswa SD Spanyol Belajar Gamelan di KBRI Madrid

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 150 pelajar Sekolah Dasar dan para guru dari Sekolah British Council di Madrid, Spanyol mengadakan kunjungan ke KBRI Madrid yang belajar gamelan dan berhasil melantunkan lagu “Manyar Sewu” dengan harmonis.

Dalam kunjungan ini, para pelajar mendapat pengenalan tentang Indonesia, terutama mengenai kebudayaan dan dunia pariwisata, dan memperoleh pelatihan cara memainkan alat musik tradisional, Gamelan Jawa, demikian penjelasan Sekretaris III Pensosbud KBRI Madrid, Nona Siska Noviyanti, pada Sabtu (7/3).

Pada pengenalan tentang Indonesia, para siswa diajak “berkeliling” ke lima pulau besar di Tanah Air seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, yang memiliki kekhasan kebudayaan dan daya tarik pariwisata di masing-masing pulau.

Pengenalan mengenai Indonesia kepada pelajar dilanjutkan dengan pemutaran video Indonesia yang memberikan gambaran visual keanekaragaman, keindahan dan kekhasan Indonesia.

Para pelajar diperkenalkan alat musik tradisional gamelan Jawa dan diberikan pelatihan cara memainkan masing-masing instrumen gamelan Jawa, seperti bonang, demung, slenthem, peking, saron, kenong, gong dan kendang. Para pelajar dengan dipandu staf KBRI Madrid berhasil melantunkan lagu “Manyar Sewu” dengan harmonis.

Setiap tahun program pengenalan Indonesia dan alat musik tradisional Gamelan Jawa diselenggarakan sebagai “soft power” diplomasi budaya Indonesia dalam rangka meningkatkan saling pengertian budaya antara kedua bangsa. Selain memperkuat kerja sama antarwarga atau people-to-people melalui generasi muda yang memiliki dampak positif di masa mendatang.

Diharapkan kecintaan pelajar terhadap Indonesia dapat terus berkembang dan dapat membantu mempromosikan Indonesia di Spanyol.

Sambutan dan antusiasme yang tinggi dari para pelajar dan guru selama ini, menjadikan program ini terus dilaksanakan secara berkesinambungan yang sudah berjalan sejak empat tahun berturut-turut. Bahkan tahun ini, sekolah mengajukan permintaan untuk mengikuti program pelatihan gamelan Jawa dengan komposisi musik yang lebih kompleks bagi pelajar sekolah menengah.

Artikel ini ditulis oleh:

Temu Kader Demokrat Berlangsung Tertutup

Jakarta, Aktual.co — Temu para kader Partai Demokrat yang digelar di Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali, Sabtu (7/3) digelar secara tertutup.
Dalam pertemuan yang diikuti kader dari Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat tidak satupun wartawan mengambil gambar Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebelum mengikuti pertemuan itu.
Setiap wartawan yang akan mengambil gambar sesaat sebelum SBY memasuki ruangan juga dilarang-larang oleh para kader.
Padahal, sebelumnya beberapa awak media sudah meminta izin oleh protokoler dan diizinkan mengambil gambar sesaat sebelum pertemuan dibuka.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Bali Made Mudarta mengatakan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono melakukan konsolidasi kader partai yang diikuti oleh 500 orang peserta dalam rangka persiapan menghadapi Kongres III Partai Demokrat di Surabaya.
“Konsolidasi kader ini mengangkat tema Temu Kader Tujuh Provinsi,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Lulung: Cara Komunis Baru, Adu Domba DPRD dan Pemprop

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Lulung, mengatakan bahwa saat ini sudah muncul konsep komunis gaya baru. Hal tersebut kata dia, tampak nyata dengan adanya upaya mengadu domba rakyat dengan pemerintah.
“Ada yang membentuk opini menjauhkan pemerintah daerah dengan rakyat. Ada yang membentuk opini menjauhkan DPRD dengan rakyat. Ini satu bentuk adu domba dan ini adalah konsep komunis baru,” ujar Abraham dalam diskusi bertajuk ‘Deadlock Ahok’ di bilangan, Cikini ,Jakarta Pusat, Sabtu (7/3).
Pria yang akarab disapa haji Lulung ini pun meminta untuk mengavaluasi mengenai adu domba antara pemerintah dengan rakyat yang kini terus bermunculan. Polikus Partai Persatuan Pembangunan itu menegaskan bentuk-bentuk adu domba cara komunis itu sudah terjadi.
“Komunis kan adu domba. Teman-teman bisa evaluasi. Ada konsep komunis baru lah. Apa yang terjadi adalah ujung tahun atau pertengahan 2014. Ini sudah terjadi,” ungkap Lulung.
Sekedar informasi, kisruh DPRD dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok kembali memanas. Hal itu disebabkan lantaran Ahok mengatakan ada dana siluman dalam ABPD DKI Jakarta senilai Rp 12,1 triliun. Kini, dugaan Ahok tentang dana yang tak jelas itu pun sudah dilaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain