14 April 2026
Beranda blog Halaman 38291

Big TV Bakal Melantai di Bursa Tahun 2015

Jakarta, Aktual.co — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan bahwa salah satu perusahaan Grup Lippo, PT Indonesia Media Televisi yang mengoperasikan Big TV akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun ini.

“Perusahaan memiliki nilai ekuitas sebesar Rp500 miliar dan akan melepas sekitar 15 persen dari modal disetor,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen usai “mini expose” di Jakarta, Jumat (6/3).

Ia mengemukakan bahwa hasil dana IPO itu akan digunakan untuk modal kerja dan ekspansi, salah satunya dengan membuka kantor di beberapa kota yang tersebar di Indonesia.

“Dalam aksi korporasi itu, Big TV menggunakan buku keuangan periode November 2014 sebagai salah satu syarat pemgajuan IPO,” katanya.

Hoesen menambahkan bahwa jika proses pelaksanaan IPO Big TV itu berjalan lancar, maka diperkirakan mendapat izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Mei 2015 mendatang, kemudian mencatat saham perdana di BEI sekitar Juni 2015. Perseroan telah menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin emisi Big TV merupakan penyedia jasa televisi satelit berbayar yang menyediakan saluran “standard definition” (SD) dan “high definition” (HD). Big TV resmi mengudara pada 9 September 2013 lalu.

Hoesen juga mengatakan bahwa anak usaha Sinarmas Land Ltd yang bergerak di bisnis kawasan industri, PT Puradelta Lestari juga akan melakukan “mini expose” pada pekan depan seiring rencananya untuk melakukan IPO.

Tahun ini, BEI menargetkan pelaksanaan IPO sebanyak 32 perusahaan pada tahun 2015 ini. Pada semester I tahun ini, Hoesen memperkirakan bahwa 50 persen dari target IPO itu akan terlaksana menyusul kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi akan memicu perusahaan melakukan ekspansi dan membutuhkan modal. Dalam “pipeline” BEI, setidaknya terdapat sekitar 10 perusahaan yang merencanakan untuk melepas sahamnya ke publik melalui mekanisme IPO.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Warga Ponorogo Sambut Presiden Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Ribuan warga terlihat memadati lokasi panen raya yang akan dihadiri langsung Presiden RI Joko Widodo di Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Jumat (6/3).
Massa yang datang dari berbagai penjuru Kota Reog itu bahkan rela menunggu hingga satu jam lebih di bawah terik matahari, meski Presiden Jokowi terlambat datang ke lokasi panen raya.
“‘Kulo pengen perso’ Pak Jokowi (Saya hanya ingin tahu Pak Jokowi),” ujar Surtini, salah seorang warga asal Desa Karang Gebang, Kecamatan Jetis, Ponorogo.
Hal serupa diungkapkan beberapa warga lain. Tidak sekedar menunggu di pinggir jalan untuk menyambut rombongan presiden, mereka bahkan ikut masuk hingga titik lokasi digelarnya acara simbolis panen raya di areal persawahan Desa Jetis.
“Tidak apa-apa walau harus menunggu lama, yang penting bisa ketemu dan tahu presiden, lebih dekat, karena selama ini tahunya hanya di televisi,” timpal Katemun, warga Ponorogo lainnya.
Membludaknya warga yang datang diantisipasi panitia dan pihak keamanan dengan memberi akses mereka masuk hingga lokasi acara panen raya.
“Tadi keamanan memberi kesempatan warga untuk masuk hingga lokasi acara. Tapi setelah itu ditutup, mungkin dibatasi agar tidak membludak,” terang Putra, salah seorang wartawan daerah di Ponorogo.
Tidak ada gangguan berarti dalam proses persiapan maupun penyambutan kunjungan Presiden Jokowi ke Ponorogo.
Meski, sempat beredar kabar rencana aksi yang dilakukan sejumlah elemen mahasiswa yang mengusung agenda penegakan hukum di daerah.
“Kami tidak mengizinkan kegiatan demo dengan alasan apapun selama kunjungan presiden. Jika ada yang nekat, akan dibubarkan,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan.
Presiden Jokowi yang dijadwalkan datang ke Ponorogo tepat pukul 09.00 WIB. Namun hingga pukul 10.00 WIB, orang nomer satu di Indonesia belum tiba.
Ada beberapa agenda kunjungan kerja Presiden Jokowi ke kabupaten Ponorogo, di antaranya panen raya dan pemberian bantuan alat pertanian, dan mengunjungi tempat produksi mesin pemanen karya SMK PGRI 2 Ponorogo.

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Keok Tapi Cadev Indonesia Meningkat USD1,3 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Ditengah turunnya nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp13.000, posisi cadangan devisa (Cadev) Indonesia akhir Februari 2015 justru meningkat. BI mencatatkan Cadev meningkat sebesar USD115,5 miliar atau setara dengan Rp1.501,5 triliun (kurs Rp13.000 per dolar AS), meningkat USD1,3 miliar atau Rp169 triliun dari posisi akhir Januari 2015 sebesar 114,2 miliar atau Rp1.484,6 triliun.

“Peningkatan cadangan devisa tersebut terutama berasal dari devisa hasil ekspor migas bagian pemerintah yang melebihi pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri Pemerintah,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta, Jumat (6/3).

Posisi cadangan devisa per akhir Februari 2015 tersebut dapat membiayai 7,0 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Tirta.

Pada Januari 2015 lalu, cadangan devisa Indonesia juga meningkat dari 111,9 miliar dolar AS pada Desember 2014 menjadi 114,2 miliar dolar AS.

Saat itu, peningkatan cadangan devisa tersebut berasal dari penerbitan global bonds Pemerintah, simpanan deposito valuta asing bank-bank di Bank Indonesia, hasil ekspor migas Pemerintah, dan penerimaan Pemerintah lainnya dalam valuta asing yang melebihi pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

IHSG Catat Rekor Terbaru di 5.514 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melanjutkan penguatan dan kembali mencatatkan rekor baru ke level 5.514,78 poin.

IHSG BEI ditutup menguat 63,84 poin (1,17 persen) menjadi 5.514,78. Sementara kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) naik 14,21 poin (1,51 persen) ke level 960,78.

“IHSG BEI kembali bergerak menguat, salah satunya ditunjang oleh dana investor asing yang kembali melakukan akumulasi beli saham di dalam negeri,” kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (6/3).

Ia menambahkan bahwa penguatan IHSG BEI juga seiring dengan nilai tukar rupiah yang kembali mengalami peningkatan terhadap dolar AS pada akhir pekan ini (Jumat, 6/3).

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore bergerak menguat sebesar 48 poin menjadi Rp12.927 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.975 per dolar AS. Sementara itu investor tercatat membukukan beli bersih sebesar Rp165,759 miliar di BEI.

Reza Priyambada menambahkan bahwa data dari Bank Indonesia mengenai posisi cadangan devisa per akhir Februari 2015 yang meningkat menambah sentimen positif bagi investor saham untuk melanjutkan akumulasi beli saham.

Tercatat, posisi cadangan devisa Indonesia per Februari 2015 sebesar 115,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1.501,5 triliun (kurs Rp13.000 per dolar AS), meningkat 1,3 miliar dolar AS atau Rp169 triliun dari posisi akhir Januari 2015 sebesar 114,2 miliar atau Rp1.484,6 triliun.

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito menilai bahwa mengalirnya dana investasi asing ke pasar saham domestik merupakan cerminan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“Investor asing masih terus memasukan dananya di ‘secondary market’ sejak awal Januari 2015,” ujar Ito Warsito.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 221.540 kali dengan volume mencapai 4,42 miliar lembar saham senilai Rp5,64 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 161 saham, yang melemah 132 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 113 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 29,04 poin (0,12 persen) ke 24.164,00, indeks Bursa Nikkei naik 219,16 poin (1,17 persen) ke 18.971,00, dan Straits Times menguat 22,24 poin (0,66 persen) ke posisi 3.417,51.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tata Niaga Diyakini Sebagai Penyebab Mahalnya Harga Beras

Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi dari Universitas Mataram Dr M Firmansyah menilai relatif mahalnya harga beras di Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional karena tata niaga di pasar. “Saya berkeyakinan bahwa penyebab harga bukan karena stok, tapi tata niaga di pasar,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (6/3).

Harga beras di pasaran saat ini berkisar antara Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram. Ia mengatakan persoalan kenaikan harga yang paling fundamental adalah masalah pasokan atau ketersediaan dan ongkos produksi. Ketersediaan itu disebabkan oleh cuaca dan gagal panen, sedangkan ongkos poduksi, yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan dari menanam benih sampai proses penggilingan padi.

Ketua Dewan Riset Daerah NTB ini menambahkan bila Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) NTB selaku otoritas yang menjaga ketersediaan beras, menyatakan cadangan beras di NTB aman hingga lima bulan ke depan, berarti stok aman. “Lalu kenapa masih saja naik harganya,” ujar Firmansyah.

Menurut dia, ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab, pertama secara nasional, stok beras di daerah sumber produksi disalurkan di beberapa kota besar yang terkena dampak banjir. Misalnya, Jakarta dan sekitarnya, yang kebutuhan akan beras cukup tinggi. Hal itu menyebabkan stok beras di daerah penyangga, termasuk NTB menipis.

Kedua, kenaikan harga karena dampak psikologis (mendengar daerah lain naik) atau karena ongkos produksi yang meningkat. Misalnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menyebabkan biaya distribusi beras menjadi meningkat. Begitu juga pada proses penggilingan, ongkos tenaga kerja juga mengalami peningkatan, sehingga pemilik penggilingan padi menaikan ongkos giling padi.

Ketiga, petani mengalami gagal panen atau mengalami keterlambatan dalam menanam menyebabkan ada ekspektasi konsumen bahwa akan terjadi keterlambatan panen dalam beberapa bulan ke depan (saat panen), sehingga beras banyak yang ditahan untuk dijual ke pasar.

Keempat, di sebagian tempat harga pupuk dan obat-obatan pertanian masih tinggi harganya dan bahkan di sebagian tempat mengalami kelangkaan, sehingga beberapa padi tumbuh tidak sesuai yang diharapkan. “Ini akan mempengaruhi ekspektasi konsumen terhadap jumlah produksi ke depan, mungkin sekitar satu hingga dua minggu masa panen ke depan,” ujarnya.

Memang secara teori, kata dia, setinggi apa pun harga beras tetap akan mengalami yang namanya titik jenuh, yaitu posisi harga yang tidak mampu lagi dijangkau konsumen. Pada posisi ini produsen juga akan mengalami kerugian bila tetap menetapkan harga tinggi karena tidak akan banyak beras yang dijual. Namun, pemerintah perlu melakukan penetrasi pasar dengan menjalankan operasi pasar dalam jangka pendek ini.

Bila karena persoalan biaya produksi, lanjut Firmansyah, perlu diamati persoalan harga dan ketersediaan pupuk, ongkos penggilingan dan juga biaya transportasi. Dengan begitu, pemerintah bisa saja mensubsidi ketiga unsur itu. Bila karena faktor ketersediaan, pemerintah segera membentuk sistem informasi ketersediaan (stok) antardaerah.

“Misalnya, stok di Kabupaten Bima masih cukup melimpah, dapat disalurkan ke Sumbawa atau pun sebaliknya,” kata Firmansyah.

Artikel ini ditulis oleh:

9 Orang Tak Dikenal Diserang di Stasiun Guangzhou Tiongkok

Malang, Aktual.co — Setidaknya sembilan orang terluka dalam serangan mendadak yang dilakukan oleh orang tak dikenal di Stasiun Guangzhou, Tiongkok.

BBC melaporkan, serangan tersebut terjadi pada Jumat (6/3) pagi dimana kerumunan dan aktivitas stasiun sedang padat.

Polisi setempat berhasil menembak mati satu tersangka dan menangkap komplotan yang lain. Masih belum ada konfirmasi yang diberikan atas motif serangan tersebut.

Pada beberapa bulan terakhir, serangan demi serangan terus terjadi di Tiongkok, seperti di Stasiun Kunming dan Stasiun Urumqi. Pihak Kepolisian menuduh kelompok dari Uighur Tiongkok harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Jurnalis BBC, John Sudworth, dalam laporannya menuliskan, meskipun motif serangan pada hari ini tidak jelas. Kecurigaan adanya unsur politis dalam serangan ini sangat kuat, setelah Tiongkok memulai sidang Parlemen tahunan di Beijing.

Di mana pada rapat tersebut, Kongres Rakyat Nasional dari Partai Komunis China menetapkan agenda untuk tahun mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain