13 April 2026
Beranda blog Halaman 38299

Akan Dilapor DPRD ke Bareskrim, Ahok Ngaku Siap Dipecat

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak bergeming, meski Senin (9/3) pekan depan akan dilapor DPRD DKI ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Ditemui di Balai Kota DKI, Ahok mengaku tak masalah dilapor ke Bareskrim, asal kasus anggaran siluman tetap dibongkar. “Saya sudah siap dipecat, dibilang nipu, dilapor ke Bareskrim atau apa siap saja. Tapi saya akan tetap bertahan nggak boleh ada anggaran siluman,” ucap dia, Jumat (6/3).
Sedangkan pengacara DPRD DKI, Razman Nasution sebelumnya ancam jerat Ahok dengan enam pasal.
“Kami akan laporkan Ahok pelanggaran pidana pasal 263‎, 268, 264 KUHP tentang pemalsuan. Kemudian pasal 441 penyalahgunaan wewenang, pasal 209 tentang suap, dan pasal 268 tentang pemalsuan dokumen negara,” ujar Razman, di DPRD DKI, Selasa (3/3). 

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenkop Prioritaskan Penaikan Kelas Usaha dalam GKN

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Koperasi dan UKM memprioritaskan penaikan kelas usaha bagi wirausaha baru dalam program Gerakan Kewirausahaan Nasional atau GKN 2015. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso Budi Susetyo di Jakarta, Jumat (6/3) mengatakan, orientasi GKN pada 2015 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Penciptaan wirausaha baru masih tetap kami laksanakan, tapi mulai tahun ini kami akan memprioritaskan kepada upaya peningkatan kapasitas usaha agar terjadi kenaikan kelas wirausaha,” katanya.

Hal itu bukan berarti kementeriannya banting setir dari menciptakan wirausaha baru menjadi menaikkan kelas dan skala usaha wirausaha semata. Sebab berbagai program bagi wirausaha pemula akan tetap dilanjutkan meski sejumlah program baru pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha mulai dirintis.

Sampai akhir 2014, program GKN yang disinergikan pelaksanaannya dengan instansi lain berhasil mendongkrak jumlah wirausaha hingga berjumlah 1,65 persen dari total populasi masyarakat di Tanah Air. Pihaknya akan mengembangkan program-program yang bisa mendorong wirausaha untuk naik kelas.

Program pemberian bantuan modal, kata dia, akan tetap dilakukan, tapi dengan menyertakan program pendampingan di dalamnya. Pihaknya akan menggelar acara puncak GKN pada 12 Maret 2015 di Gelora Bung Karno Jakarta dengan melibatkan para pemangku kepentingan lain termasuk BUMN dan swasta.

“Kami juga akan terus melakukan ‘road show’ ke kampus-kampus untuk menyasar segmen kelompok strategis dan generasi muda,” katanya.

GKN digaungkan di kampus-kampus di berbagai provinsi di antaranya di Bali (Universitas Udayana dan Universitas Ngurah Rai), Bandung (ITB), dan Malang (Universitas Brawijaya). Prakoso berharap dengan perubahan orientasi GKN itu yang lebih memprioritaskan pada peningkatakan kapasitas usaha akan mendorong lebih banyak wirausaha binaannya naik kelas ke skala usaha yang lebih tinggi, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Pengangguran bisa berkurang dan taraf hidup masyarakat meningkat lebih sejahtera,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kebakaran di Pemukiman Warga di Pangkalan Jati Jakarta Timur

Jakarta, Aktual.co —Kebakaran kembali terjadi hari ini di DKI Jakarta, Jumat (6/3). Sejak pukul 11.30Wib, si jago merah melahap pemukiman warga di Jalan Pangkalan Jati III dan IV RT 09/05, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur.
Dari pantauan Aktual.co di twitter Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, diinformasikan hingga pukul 12.28Wib tadi api belum berhasil dipadamkan dan masih ditangani Dinas Pemadam Kebakaran.
Belum diketahui penyebab kebakaran dan apakah ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Akibat kebakaran, arus lalu lintas di Jalan Raya Jatiwaringin tersendat.

Artikel ini ditulis oleh:

Batasi Menteri Bicara, Pemerintah Siapkan “Agenda Setting”

Jakarta, Aktual.co — Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan “agenda setting” agar semua menteri dalam Kabinet Kerja tidak berjalan sendiri-sendiri saat memberikan pernyataan pada media.
“Kami sedang menyiapkan ‘agenda setting’ untuk mengatur dalam kabinet siapa yang berbicara ke media mengenai kebijakan tertentu agar tidak jalan sendiri-sendiri,” kata Rudiantara di Jakarta, Kamis (5/3).
Ia menuturkan. “agenda setting” juga dilakukan untuk menentukan arah pemberitaan mengenai kebijakan tertentu dan mengimbangi arah pemberitaan dari media.
Ia menekankan “agenda setting” tidak bermaksud membohongi masyarakat mengenai suatu sisi kebijakan, melainkan untuk memberikan pandangan lain pada masyarakat agar mereka dapat melihat dari beberapa sisi.
Kominfo akan mengeluarkan “agenda setting” pada April 2015 kepada kementerian serta lembaga pemerintah dan diharapkan hal tersebut akan terus dilakukan.
Dilakukannya “agenda setting”, menurut dia, juga untuk membangun kepercayaan media pada pemerintah sebagai sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
Semua kementerian dan lembaga, ujar dia, harus saling memperkuat satu sama lain dan menunjukkan kesatuan sehingga membutuhkan pengorganisasian dalam hubungannya dengan media.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, sistem presidensial membutuhkan kebijakan yang terintegrasi dalam kesatuan eksekutif, dan untuk menunjukkannya diperlukan konten komunikasi yang juga terintegrasi.
“Komunikasi dan narasi pemerintah harus tunggal, untuk itu diperlukan kelembagaan humas yang mampu merumuskan narasi tunggal karena terkadang posisi antarmenteri dapat berbeda. Mestinya konten kebijakan satu sama lain koheren,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemlu: Tak ada Moratorium Hukuman Mati

Jakarta, Aktual.co — Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyatakan sampai saat ini Indonesia tidak memberlakukan moratorium hukuman mati, dan membantah laporan dari suatu media Australia yang menyatakan hal sebaliknya.
“Itu (berita tentang moratorium hukuman mati di Indonesia) adalah suatu kesalahan berita media yang ada di Australia. Jadi, itu adalah kesalahan pengutipan yang diambil dan diberitakan oleh media di Australia,” kata Arrmanatha saat ditemui di Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Jumat (6/3).
Dia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan duta besar dan delegasi Indonesia yang berpartisipasi dalam pembahasan soal hukuman mati di forum PBB di Jenewa, dan mendapat informasi bahwa tidak ada delegasi Indonesia yang mengatakan Indonesia sedang memberlakukan moratorium hukuman mati.
“Kami sudah koordinasi, baik dengan Dirjen Multilateral di Kemlu maupun Duta Besar kita yang ada di Jenewa. Dan ‘statement’ (pernyataan) yang disampaikan delegasi Indonesia tidak menyebutkan hal itu (tentang moratorium hukuman mati),” ujar Arrmanatha.
Menurut Direktur Jenderal Kemlu RI Abi Hasan Kleib, terdapat kesalahan dalam laporan atau rangkuman hasil pembahasan soal hukuman mati di Forum PBB, yang dilakukan oleh Sekretariat PBB.
“Saya sudah cek di Jenewa dan ternyata ada kesalahan Sekretariat PBB waktu membuat ‘summary’ (rangkuman) diskusi dan itu mungkin yang dikutip oleh Sydney Morning Herald (media Australia). Kami sudah menegur (pihak Sekretariat PBB) dan direvisi. Seharusnya tidak ada kata ‘moratorium’ waktu bilang ‘reinforced death penalty’,” ungkap Abi.
Sebelumnya, Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Amerika Serikat Desra Percaya menegaskan bahwa hukuman mati bukan standar universal di bidang HAM.
Dia juga menyatakan hukuman mati di Indonesia tidak bertentangan dengan hak asasi manusia.
“Hukuman mati di Indonesia tidak bertentangan dengan HAM dan hukum internasional,” ujar Desra Percaya.
Dubes Desra menjelaskan bahwa larangan hukuman mati bukan merupakan standar universal di bidang HAM, dan pembahasan di forum PBB juga masih berlangsung dan belum dicapai konsensus.
“Setiap negara memiliki tantangan yang khas. Penerapan hukuman ini merupakan respons pemerintah terhadap tantangan unik di Indonesia dan merupakan bagian dari pelaksanaan kedaulatan,” demikian ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Khutbah Jumat: Indahnya Angka 13 dalam Tegakkan Tiang Agama

Jakarta, Aktual.co —Bila kematian terindah itu dimulai dengan ibadah, maka persiapkan lahir-batinmu di angka 13. Percayalah, angka 13 bukan sebuah kesialan, justru di balik angka tersebut ada rahasia untuk menemukan Surga-Nya.

Barangkali doktrin 13 sebagai angka sial merupakan upaya untuk menciptakan sugesti negatif yang melemahkan keimanan kita sebagai seorang Muslim. Seburuk-buruknya kaum yakni, yang mengikuti paham tertentu sementara tidak sebenar-benar mendalaminya secara bijaksana.

Namun demikian, angka 13 kerap dianggap angka sial. Segala yang dimulai dengan angka 13 dianggap akan berakhir dengan keburukan. Sungguh, doktrin tersebut menyesatkan dan sangat tidak mendasar.

Bagi umat Muslim, angka 13 justru menjadi salah satu angka terbaik yang menjadi upaya untuk menegakkan tiang agama, yakni dengan menjalankan ibadah salat.

Untuk diketahui, rukun salat ada 13, diantaranya:

1. Berdiri bagi yang mampu
Berdiri tegak pada saat salat fardhu untuk orang yang mampu, Dalil-nya terdapat pada firman Allah ‘azza wa jalla QS:Al-Baqarah:238: “Jagalah salat-salat dan salat wustha (Shalat Ashar) serta berdirilah untuk Allah ‘azza wa jalla dengan khusyu.”

2. Takbiiratul-ihraam,
Takbiiratul-ihraam dengan mengucapkan: ‘Allahu Akbar’, tidak boleh dengan ucapan atau kata lain. Dalil-nya hadist riwayat Abu Dawud yang disahihkan Al-Hakim: “Pembukaan (dimulainya) salat dengan takbir dan diakhiri salam.”

3. Membaca Al-Fatihah
Membaca Al-Fatihah merupakan rukun pada setiap raka’at, sebagaimana yang tercantum dalam hadits Muttafaqun ‘alaih: ” Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah.”

4. Ruku’

5. I’tidal atau Berdiri tegak setelah ruku’

6. Sujud dengan tujuh anggota tubuh

7. Duduk di antara dua sujud

Membahas Duduk di antara dua sujud terdapat Dalil dari rukun ini ialah firman Allah ‘azza wa jalla QS: Al-Hajj:77: “Wahai orang-orang yang beriman ruku’lah dan sujudlah.”

8. Thuma’ninah dalam semua amalan salat

9. Tertib urutan untuk tiap rukun yang dikerjakan

Dalil rukun-rukun ini adalah hadits musii` (orang yang salah shalatnya),

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk mesjid, lalu seseorang masuk dan melakukan shalat lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah SAW menjawab salamnya dan bersabda: ‘Kembali! Ulangi shalatmu! Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, … Orang itu melakukan lagi seperti shalatnya yang tadi, lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: ‘Kembali! Ulangi shalatmu!t Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, … sampai ia melakukannya tiga kali, lalu ia berkata: ‘Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran sebagai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya tidak sanggup melakukan yang lebih baik dari ini maka ajarilah saya!’

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: ‘Jika kamu berdiri hendak melakukan shalat, takbirlah, baca apa yang mudah (yang kamu hafal) dari Al Quran, kemudian ruku’lah hingga kamu tenang dalam ruku’, lalu bangkit hingga kamu tegak berdiri, sujudlah hingga kamu tenang dalam sujud, bangkitlah hingga kamu tenang dalam duduk, lalu lakukanlah hal itu pada semua shalatmu.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Hakim)

10. Tasyahhud Akhir
Tasyahhud akhir termasuk rukun shalat sesuai hadits dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Tadinya, sebelum diwajibkan tasyahhud atas kami, kami mengucapkan: ‘Assalaamu ‘alallaahi min ‘ibaadih, assalaamu ‘alaa Jibriil wa Miikaa`iil (Keselamatan atas Allah ‘azza wa jalla dari para hamba-Nya dan keselamatan atas Jibril ‘alaihis salam dan Mikail ‘alaihis salam)’, maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jangan kalian mengatakan, ‘Assalaamu ‘alallaahi min ‘ibaadih (Keselamatan atas Allah ‘azza wa jalla dari para hamba-Nya)’, sebab sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla Dialah As-Salam (Dzat Yang Memberi Keselamatan) akan tetapi katakanlah, ‘Segala penghormatan bagi Allah, shalawat, dan kebaikan’, …”

Lalu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan hadits keseluruhannya. Lafazh tasyahhud bisa dilihat dalam kitab-kitab yang membahas tentang shalat seperti kitab Shifatu Shalaatin Nabiy, karya Asy-Syaikh Al-Albaniy dan kitab yang lainnya.

11. Duduk Tasyahhud Akhir
Sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika seseorang dari kalian duduk dalam shalat maka hendaklah ia mengucapkan At-Tahiyyat.” (Muttafaqun ‘alaih)

12. Shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika seseorang dari kalian shalat… (hingga ucapannya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam) lalu hendaklah ia bershalawat atas Nabi.”

Pada lafazh yang lain, “Hendaklah ia bershalawat atas Nabi lalu berdoa.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

13. Dua Kali Salam
Sesuai sabda Nabi SAW, “… dan penutupnya (salat) adalah salam.”

Lalu adakah kita masih takut dengan angka 13, padahal itu hanyalah sebuah ketakutan yang bisa jadi disebarkan untuk mengikis pengetahuan kita perihal betapa keistimewaan angka 13 yang terangkum dalam rukun-rukun salat. Selamat merenung, semoga kita bukan termasuk golongan hamba yang merugi karena mengikuti sebuah budaya tanpa mengkaji lebih jauh apakah kebudayaan itu benar atau tidaknya.

(Dikutip Dari Berbagai Sumber)

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain