1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38299

Pemkab Karawang Ingin Wilayahnya Tertib Ukur

Jakarta, Aktual.co —Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang berkeinginan untuk menciptakan daerah tertib ukur jika sudah menerima peralihan wewenang kegiatan tera dari Pemprov Jabar.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang Hanafi, mengatakan daerah tertib ukur hanya bisa terwujud jika Pemkab Karawang berwenang melakukan kegiatan tera ulang terhadap alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP).
“Untuk tahap awal, sekarang ini kami akan terus berusaha agar Pemprov Jabar segera mengalihkan wewenang kegiatan tera alat UTTP dari Pemprov Jabar,” kata dia, Minggu (22/2).
Setelah menerima peralihan wewenang kegiatan tera tersebubaru akan dijadwalkan secara optimal kegiatan tera UTTP di seluruh pasar tradisional sekitar Karawang.
Seiring dengan itu, kata dia, seluruh pasar tradisional yang tersebar di sekitar Karawang ditargetkan menjadi pasar tertib ukur. Kemudian baru akan diupayakan untuk mewujudkan daerah tertib ukur.
Ia mengaku optimistis daerah Karawang tertib ukur itu bisa tercapai, jika pihaknya sudah menerima peralihan wewenang kegiatan tera.
“Selama kegiatan tera yang digarap Pemprov Jabar melalui Balai Kemetrologian Karawang (Unit Pelaksana Teknis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar) masih belum maksimal,” kata dia.
Balai Kemetrologian Karawang hanya mampu melakukan kegiatan tera di sejumlah titik sekitar Karawang selama 75 hari. Hal itu dinilai tidak maksimal dalam upaya melindungi konsumen dari bentuk kecurangan UTTP.
Kondisi tersebut terjadi karena Balai Kemetrologian itu tidak hanya bertanggungjawab melakukan kegiatan tera di Karawang.
Selain itu, juga bertanggung jawab melakukan kegiatan tera alat UTTP di Kabupaten/Kota Bekasi, Subang, dan Purwakarta.
“Jika nanti kita sudah berwenang melakukan kegiatan tera, tentu akan maksimal. Sebab, hanya bertanggung jawab melakukan kegiatan tera di sekitar Karawang,” katanya.
Ia menyatakan pihaknya 100 persen sudah siap menerima peralihan kewenangan kegiatan tera ulang dari Pemprov Jabar. Sebab, persiapan peralihan kewenangan itu sudah dilakukan sejak tahun 2001.
Tidak hanya menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan tera. Disperindagtamben Karawang juga kini telah memiliki berbagai jenis peralatan tera ulang serta sumber daya manusia yang mumpuni, yakni terdapat tiga orang ahli metrologi. Bahkan, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk melakukan kegiatan tera pada tahun ini.
“Sesuai Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan kegiatan tera alat UTTP menjadi kewenangan kabupaten, bukan lagi provinsi,” katanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Lancar, Pilkades Serentak di Karawang

Jakarta, Aktual.co —Pelaksana tugas Bupati Karawang, Jawa Barat, Cellica Nurrachadiana menyatakan pemilihan kepala desa yang digelar serentak di 177 desa, Minggu, berlangsung aman dan lancar.
“Secara umum, penyelenggaraan pilkades serentak berlangsung kondusif. Itu diketahui setelah kami menghimpun laporan-laporan dari desa dan dari pemantauan ke sejumlah titik,” kata Cellica, di Karawang, Minggu (22/2).
Sejumlah titik lokasi Pilkades serentak yang ditinjau itu di antaranya Pilkades di Desa Sukaluyu dan Pilkades Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur.
Titik lainnya yang ditinjau Pelaksana Tugas Bupati itu ialah Pilkades di Desa Mulyasari dan Kecamatan Kecamatan Ciampel serta Pilkades di Desa Kiarapayung Kecamatan Klari.
Menurut dia, selama Pilkades serentak di 177 desa, terdapat 359 pejabat di lingkungan Pemkab Karawang yang tersebar di seluruh TPS tempat Pilkades.
“Dari laporan ratusan pejabat yang disebar itu, secara umum Pilkades serentak kali ini berlangsung lancar dan kondusif,” kata dia.
Ia mengaku memberi apresiasi kepada seluruh masyarakat desa yang ada di Karawang, karena cukup antusias untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan Pilkades.
Cellica berharap kelancaran dan situasi yang kondusif bisa terus terjadi hingga saat pelantikan Kepala Desa terpilih.

Artikel ini ditulis oleh:

Musda KNPI Sumut Munculkan Dualisme Kepengurusan

Medan, Aktual.co —Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara yang dihelat 20 hingga 21 Februari di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyisakan dualisme kepengurusan.
Informasi dihimpun Aktual.co dari sumber yang tak ingin disebutkan namanya menyebut, awalnya pelaksanaan Musda KNPI Sumut yang dilaksanakan di aula Mapolres Madina itu, berjalan sebagaimana prosedur tata tertib.
“Musyawarah berjalan sebagaimana mestinya, terpilih Pimpinan sidang dari Gakari, HMI, DPD KNPI Kabupaten Simalungun,” ujar si sumber melalui pesan singkat, Minggu (22/2).
Persoalan kemudian muncul, saat sidang Pleno ke IV Penjaringan calon Kandidat Ketua. Di mana dalam kepesertaan terdapat OKP yang mengalami dualisme kepengurusan.
“Kemudian terjadi perselisihan pendapat mengenai Dualisme pengurusan OKP peserta sebanyak 5 OKP, di antaranya IPPI, AMD, GPPI, IPTI,” sebutnya.
Setelah adanya perselisihan itu, lanjutnya, perwakilan dari DPP KNPI Jhonsar Lumban Toruan mengemukakan pendapatnya tentang perselisihan. 
Namun, situasi tiba-tiba memanas, saat di akhir pernyataannya, Jhonsar dianggap mengangkangi tugas dan wewenang pimpinan sidang. Yakni, melakukan ketok Palu memposisikan diri sebagai Pimpinan sidang.
“Pada saat itulah peserta sidang melakukan protes terhadap Perwakilan DPP KNPI karena di anggap telah mengangkangi tugas dan wewenang Pimpinan sidang yang telah dipilih oleh Peserta sidang. Sehingga terjadi sedikit kericuhan,” tutur sumber
Meski akhirnya dapat dikendalikan, kericuhan itu diduga menjadi buntut dilakukannya Musda lainnya di lokasi yang berbeda, yakni di Hotel Rindang Kabupaten Madina.
“Musda di Aula Mapolres terpilih Sugiat Santoso dan Musda berbeda di Hotel Rindang terpilih Jusral Lubis,” tutur si sumber. 

Artikel ini ditulis oleh:

Dicurigai Bom, Sebuah Bungkusan Diamankan di Bekasi

Jakarta, Aktual.co —Sebuah benda yang diduga bom diledakkan Tim Gegana Mabes Polri di pospol Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat.
Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan benda mencurigakan itu diperoleh dari sebuah bengkel Barokah di Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/2) malam.
“Isinya kardus sepatu dan ada kabelnya. Bendanya mencurigakan tetapi sudah diamankan,” kata dia di Bekasi, Minggu (22/2).
Bingkisan yang terbungkus kertas tanpa identitas pemberinya itu diberikan seorang wanita kepada tukang ojek ke lokasi itu. Hingga kini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan polisi.
“Penyelidikan kita fokuskan pada mencari orang yang menyuruh tukang ojek dengan imbalan uang Rp50 ribu untuk mengantar bingkisan tersebut ke bengkel itu,” kata dia.
Sementara itu, salah satu saksi, Deni (21), yang merupakan anak dari pemilik bengkel Las Barokah mengatakan, bingkisan yang diterima oleh dirinya dan dua karyawan bengkelnya itu sekitar pukul 19.30,WIB.
“Tukang ojek yang antar. Dia cuma bilang dikasih ibu-ibu naik mobil sedan silver untuk dimintai tolong bingkisan itu diantar ke bengkel kami. Tukang ojek itu mengaku mengantar barang ini dari daerah Kampung Babakan yang jaraknya lumayan jauh,” ujar dia.
Usai mendapatkan bingkisan itu, Deni dan dua karyawannya Dadang (35) dan Anton (18) langsung mengecek isinya.
“Saya terkejut karena isi bingkisan itu ada lilitan kabelnya,” kata dia.
Karena khawatir berisi bom, temuan itu langsung dilaporkan kepada Polsek setempat. Tidak berselang lama, Tim Gegana datang dan mengambil bingkisan itu untuk diledakan di pospol Mustikajaya yang tak jauh dari lokasi. “Waktu habis lapor bingkisannya langsung dibawa petugas.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Marah Pernyataan Abbott, Pengungsi Aceh Akan Kembalikan Bantuan Australia

Jakarta, Aktual.co —Pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbot yang mengungkit bantuan saat Aceh dilanda tsunami, terus menuai kemarahan.
Bahkan dikabarkan, ada pengungsi yang mendapat bantuan rumah dari Australia, berencana mengembalikannya. “Pengungsi-pengungsi di  Aceh Barat yang dulu mendapat bantuan rumah dari Australia juga berencana mengembalikan rumah bantuan dari Australia,” kata Anggota Komisi III DPR RI dari Aceh, Nasir Djamil, di Jakarta, Minggu (22/2).
Tak hanya pengungsi, mahasiswa-mahasiswi Aceh yang juga pernah belajar dan menerima bantuan dari Australia juga dibuat marah. Mereka dikabarkan akan mengembalikan bantuan yang pernah diterimanya dari Negeri Kanguru itu.
“Laporan yang saya terima, mahasiswa-mahasiswa yang pernah kuliah di Australia juga konon membicarakan masalah ini, mereka ingin mengembalikan bantuan beasiswa yang mereka terima,” kata Nasir.
Menurut masyarakat Aceh yang ditemuinya, ujar Nasir, pernyataan Abbot sama saja dengan menghina korban tsunami, terutama yang meninggal saat tsunami. 
Pernyataan itu, menurut dia, sangat menghina sekali. “Ini menyangkut harga diri masyarakat Aceh dan pemerintah Indonesia,” ujar dia.
Menurutnya, sangat tidak pantas seorang perdana menteri mengucapkan pernyataan seperti itu. “Walaupun sudah dibantah,” kata Nasir.
Saat ini, ujar dia, aksi solidaritas berupa pengumpulan koin juga sedang berlangsung di Banda Aceh. Ada beberapa komponen yang mengumpulkan Koin Garuda Indonesia untuk Australia. Seperti Kesatuan Aksi Muslim dan Muslimin Indonesia (KAMMI) Aceh.
Gubernur Aceh juga dikabarkan sudah bereaksi atas sikap Australia itu.
“Kami akan hantarkan langsung Koin Garuda Indonesia untuk Australia ke kedubes Australia,” ujar Nasir.

Artikel ini ditulis oleh:

Ungkap Sindikat Curanmor, Polsek Pademangan Sita 31 Motor

Jakarta, Aktual.co —Wilayah hukum Polsek Pademangan Jakarta Utara berhasil mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Dari informasi yang diterima Aktual.co, Minggu (22/2) sebanyak 31 buah kendaraan roda dua berhasil disita. Berikut motor yang berhasil disita: 
Enam unit sepeda motor Suzuki Satria dengan nomor polisi B-6580-CZC, B-6399-WDC, A-2575-RY, dan tiga unit lainnya tanpa nomor polisi. 
Lalu sembilan unit sepeda motor matik Yamaha Mio dengan nomor polisi B-3375-UAQ, B-3258-UBX, B-6412-PKX, B-3830-UCZ, B-6350-PVG, B-3173-TMV, B-6182-URP, dan 2 unit lain tanpa nomor polisi.
Lima unit sepeda motor matik Honda Vario serta Beat dengan nomor polisi: B-3745-TXM, B-6081-PKT, B-6502-UMX, dan 2 unit lainnya tanpa nomor polisi. Dua unit sepeda motor sport Yamaha V-ixion tanpa nomor polisi, satu unit sepeda motor sport Kawasaki Ninja berwarna biru muda tanpa nomor polisi, empat unit sepeda motor bebek Yamaha Jupiter MX dengan nomor polisi B-3173-TMV, B-6053-UHA, B-6881-UUN, B-3445-BJU.
Satu unit sepeda motor bebek Suzuki Smash dengan nomor polisi B-6095-BCZ, tiga unit sepeda motor bebek Honda Supra dengan nomor polisi B-6273-UIO, B-3849-NRU, dan satu unit sepeda motor lainnya tanpa nomor polisi.
Bagi warga yang merasa kehilangan motor, bisa mendatangi Polsek Pademangan Jakut dengan membawa surat-surat kendaraan lengkap. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain