1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38300

Ungkap Sindikat Curanmor, Polsek Pademangan Sita 31 Motor

Jakarta, Aktual.co —Wilayah hukum Polsek Pademangan Jakarta Utara berhasil mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Dari informasi yang diterima Aktual.co, Minggu (22/2) sebanyak 31 buah kendaraan roda dua berhasil disita. Berikut motor yang berhasil disita: 
Enam unit sepeda motor Suzuki Satria dengan nomor polisi B-6580-CZC, B-6399-WDC, A-2575-RY, dan tiga unit lainnya tanpa nomor polisi. 
Lalu sembilan unit sepeda motor matik Yamaha Mio dengan nomor polisi B-3375-UAQ, B-3258-UBX, B-6412-PKX, B-3830-UCZ, B-6350-PVG, B-3173-TMV, B-6182-URP, dan 2 unit lain tanpa nomor polisi.
Lima unit sepeda motor matik Honda Vario serta Beat dengan nomor polisi: B-3745-TXM, B-6081-PKT, B-6502-UMX, dan 2 unit lainnya tanpa nomor polisi. Dua unit sepeda motor sport Yamaha V-ixion tanpa nomor polisi, satu unit sepeda motor sport Kawasaki Ninja berwarna biru muda tanpa nomor polisi, empat unit sepeda motor bebek Yamaha Jupiter MX dengan nomor polisi B-3173-TMV, B-6053-UHA, B-6881-UUN, B-3445-BJU.
Satu unit sepeda motor bebek Suzuki Smash dengan nomor polisi B-6095-BCZ, tiga unit sepeda motor bebek Honda Supra dengan nomor polisi B-6273-UIO, B-3849-NRU, dan satu unit sepeda motor lainnya tanpa nomor polisi.
Bagi warga yang merasa kehilangan motor, bisa mendatangi Polsek Pademangan Jakut dengan membawa surat-surat kendaraan lengkap. 

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang MEA, Pemerintah Perkuat Desa Perbatasan

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) mulai memperkuat desa di wilayah perbatasan Indonesia untuk hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Suprayoga Hadi mengakui, dalam konteks MEA, pihaknya memang mengutamakan pengembangan desa di wilayah-wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.
“Yang biasanya langsung berhubungan dengan negara tetangga,” ujar dia, di Jakarta, Minggu (22/2).
Untuk itu, ujar dia, Kementerian PDTT mendorong peningkatan kapasitas pemerintah di daerah yang masih tertinggal. Sehingga bisa memperkuat infrastruktur dan sumber daya manusia, khususnya di desa-desa perbatasan.
Dari infrastruktur, kata dia, desa perbatasan harus difasilitasi dengan dermaga yang baik sehingga konektivitas daerah tidak renggang.
“Sumber daya manusianya juga diberikan pelatihan dan pendidikan agar keterampilan mereka terbangun,” ucap dia.
Tutur dia, desa perbatasan yang telah ditargetkan untuk dilaksanakan pembangunan yakni meliputi desa-desa di kawasan Utara Kalimantan, desa di Kabupaten Natuna yang merupakan kepulauan paling Utara di Selat Karimata, serta desa di wilayah Utara Sulawesi yang berbatasan dengan Filipina.
“Kita targetkan supaya kondisi perekonomian di daerah tersebut dapat diperkuat, dari desanya, dari kawasan pedesaannya, dan daerah-daerah tertinggalnya, itu yang kita harapkan dalam satu tahun ini bisa disiapkan.”
Penguatan desa yang dimulai dari wilayah perbatasan ini, ia katakan, dilakukan berdasarkan penegasan Presiden Joko Widodo yang mengimbau dilaksanakannya pengembangan infrastruktur dan sumber daya manusia di sana.
Terkait dengan permintaan Presiden Joko Widodo tersebut, sebanyak 1.138 desa di wilayah perbatasan telah ditargetkan pemerintah untuk benar-benar ditingkatkan infrastruktur dan sumber daya manusianya, imbuhnya.
Ia berharap kegiatan yang telah dimulai sejak awal 2015 ini dapat berjalan sesuai rencana, sehingga warga yang berada di perbatasan dapat bersaing dengan masyarakat pendatang yang berasal dari luar negeri.

Artikel ini ditulis oleh:

Tunda Pemberian Mandat Dubes Indonesia, Brazil Langgar Hak ‘Inviolability’

Jakarta, Aktual.co —Penundaan upacara penyerahan surat mandat Dubes Indonesia di Brazil Toto Riyanto oleh Presiden Brazil Dilma Rousseff, menuai komentar anggota dewan.
Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menilai pemerintah Brazil telah melanggar hak “inviolability” yang dimiliki duta besar Indonesia di negara tersebut. Dubes Indonesia, ujar dia, memiliki hak “inviolability” yang sama seperti dubes negara mana pun.
Adapun hak inviobility yakni tidak boleh dihalang-halangi aktivitas diplomatik, mobilitas fisik, dan komunikasinya oleh negara di mana dia ditempatkan.
“Presiden Brazil harus mencabut sikap berlebihannya terhadap dubes kita,” kata Hanafi di Jakarta, Minggu (22/2).
Karena itu, ujar dia, jika terjadi pelanggaran atas asas ‘inviolability’, maka negara penerima dubes wajib melakukan perbaikan sikap.
Apabila Brazil tidak melakukan perbaikan sikap, kata dia, maka tidak tertutup kemungkinan Indonesia juga bisa melakukan langkah diplomatik yang sama. Yaitu dengan memulangkan Dubes Brazil di Indonesia ke negaranya.
Pemerintah Indonesia juga bisa menghentikan segala kontrak dagang dengan Brazil. Bahkan bisa tidak akan mendukung negara tersebut dalam perwakilan-perwakilan internasional.
Namun, terlepas dari ketegangan diplomatik ini, pemerintah Indonesia disarankannya tetap fokus dalam penegakan hukum terkait kasus narkoba, di mana salah satu terpidana adalah warga negara Brazil yang terancam dihukum mati.
“Brazil sebagai salah satu negara yang juga sedang memerangi narkoba pasti paham betul dengan sikap Indonesia mengenai hal itu,” ujar dia.
Pemerintah Indonesia telah melakukan eksekusi terhadap enam orang terpidana mati kasus narkotika, terdiri dari satu orang warga negara Indonesia dan lima orang warga negara asing pada 17 Januari lalu.
Dari kelima orang WNA itu terdapat warga negara Brazil bernama Marco Archer karena dinyatakan bersalah melakukan perdagangan narkoba. Sementara itu satu warga Brazil dijadwalkan dieksekusi mati di Indonesia atas pelanggaran hukum yang sama.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Tangerang Mau Angkat Budaya Silat Beksi

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, akan menjadikan kampung yang terletak di Jalan Darussalam Batusari, Batuceper, menjadi Kampung Budaya ‘Beksi’.
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan kata ‘Beksi’ sendiri dikenal di Tangerang dengan Silat Beksi. Yang bisa dikenali dari gerakan yang cepat dan banyak permainan tangan, dan sekilas jadi mirip dengan Aikido atau bela diri asal Jepang, ternyata berasal dari Tangerang.
Kata beksi aslinya berasal dari bahasa Tiongkok, Bek berarti pertahanan, Si berarti empat, sehingga Beksi berarti empat pertahanan.
Ujar Arief, silat beksi merupakan bentuk akulturasi budaya antara para penduduk asli dengan pendatang. Yakni antara budaya Tiongkok dan Betawi. Silat itu sendiri diciptakan Lie Cheng Oek, warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Tangerang. 
“Beksi ini warisan budaya yang harus terus kita lestarikan,” kata dia, saat membuka Pesta Rakyat Betawi di Sanggar Beksi Betawi Marhali di Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, di Tangerang, Minggu (22/2).
Upaya melestarikan silat beksi, ujar dia, dilakukan untuk melestarikan budaya dan sebagai langkah awal menjadikan Kota Tangerang sebagai kota yang layak dikunjungi atau menjadi daerah tujuan wisata.
“Kalau wisatanya bagus, kegiatan ekonomi masyarakat juga akan meningkat,” kata Arief.
Menurut dia, warga Kota Tangerang yang berasal dari berbagai suku bangsa, menyimpan banyak potensi budaya yang menjadi ciri khas kota industri tersebut.
Namun, sambungnya, pengembangan Kampung Budaya tersebut akan berjalan optimal bila ada peran aktif masyarakat.
“Makanya kita punya Gerakan Tangerang Ayo, Ayo berbuat untuk Kota yang kita cintai, Ayo menjaga kebersihan dan Ayo membangun kota ini bersama-sama,” papar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

KPU Provinsi Kepri Diminta Hati-hati Gunakan Anggaran Pilda

Jakarta, Aktual.co —Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kepulauan Riau diingatkan agar berhati-hati gunakan anggaran Pemilu Kepala Daerah. Agar tidak terjerat kasus hukum.
“Ketentuan mengenai penggunaaan anggaran harus dipelajari dan dipahami, jangan sampai salah,” kata ahli administrasi negara dari Universitas Maritim Raja Ali Haji Alfiandri di Tanjungpinang, Minggu (22/2).
Untuk itu, diingatkannya, penyelenggara pilkada Desember 2015 di tingkat kabupaten dan kota harus berkoordinasi dengan provinsi. Selain itu mereka juga harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar anggaran yang dibutuhkan untuk pilkada dapat dialokasikan sesuai kebutuhan.
“Koordinasi itu penting untuk menghindari kegiatan ganda, dan mencegah terjadi pemborosan anggaran. Jadi kalau kegiatan tertentu sudah dialokasikan provinsi, tidak perlu lagi dianggarkan kabupaten dan kota,” kata dia.
Dia mengemukakan administrasi keuangan yang salah juga dapat menimbulkan persoalan hukum. Karena itu, pemerintah maupun penyelenggara pilkada harus memiliki tenaga ahli dibidang keuangan.
Menurut dia, KPU Kepri bisa meminta tenaga ahli bidang keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan untuk ditugaskan di KPU Kepri. Mereka dianggap memiliki kemampuan dalam merencanakan kegiatan, mengaudit dan melaksanakan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami menyarankan pemerintah menugaskan tenaga ahli bidang keuangan untuk bekerja di KPU Kepri serta kabupaten dan kota,” ucap dia.
Kegiatan pilkada, ujar dia, seharusnya diperkuat mulai dari perencanaan. Sebaiknya, saat pembahasan rencana penggunaan anggaran pilkada, pemerintah maupun penyelenggara pilkada melibatkan inspektorat dan pihak lainnya yang berkompeten.
“Kami berharap pelaksanaan pilkada berlangsung lancar, sesuai ketentuan-ketentuan yang berlaku,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Angkasa Pura II: Tumpukan Penumpang Lion Air Ganggu Penerbangan

Jakarta, Aktual.co —Pihak Angkasa Pura II salahkan penumpang Lion Air yang mengamuk sebagai penyebab terganggunya kegiatan penerbangan maskapai lain di Bandara Soekarno-Hatta. 
Direktur Utama PT. Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengatakan tumpukan penumpang Lion Air dari mulai Rabu, hingga Jumat, mengakibatkan terganggunya kegiatan penerbangan maskapai lain. Misal, Sriwijaya Air di terminal 1B dan AirAsia di terminal 3.
Sebab penumpang Lion Air pada Jumat pagi (20/2) memblokir jalur operasional pelayanan penumpang serta menutup akses ke terminal 3.
“Sehingga penerbangan dua maskapai itu harus dipindahkan ke terminal 2,” ujar Budi, saat konferensi pers, di Jakarta, Minggu (22/2).
Selain lakukan pemblokiran, ujar Budi, penumpang Lion Air yang marah juga telah merusak fasilitas bandara. Yakni memecahkan kaca di beberapa titik di Terminal 1 dan 3. Merusak komputer ‘check-in’ di Terminal 1, memblokir ‘cubside’ di Terminal 3 dan mengancam membakar dan memblokir runway apron.
“Menurut kami telah terjadi tindakan anarkis yang tentu menimbulkan kekacauan,” ujar dia.
Atas dasar penilaian bahwa kondisi bsia berlanjut jadi situasi tak terkendali dan bisa menimbulkan dampak buruk dan membahayakan penerbangan, maka pihak Angkasa Pura II kucurkan dana talangan untuk refund tiket penumpang Lion Air yang gagal terbang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain